Gabriel Brave Efraim dan Mathea Brisia
Satu pasangan kekasih yang harus menjalin hubungan LDR London-Indonesia demi Masa depan mereka, Brave yang berada di London dan Mathea harus berada di Indonesia
Apakah mereka akan tetap bersatu sampai di altar pernikahan ataukah Mathea akan memilih yang lain?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tia M, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
WTPYT 20
Di dalam ruangan Keyn, sedang duduk di sofa Vincent, Vito, Nikita, Theresia, Mathea dan Monica untuk membicarakan soal kasus yang di alami Keyn
Vincent : Jadi bagaimana, sudah ada kabar dari pihak kepolisian mengenai kasus ini?
Monica : Belum ada om, kemarin dari pihak kepolisian bilang mereka akan menyelidiki 3x24 jam dan mereka akan menelpon jika pelaku nya sudah ketemu
Vito : Ah begitu, vin menurut mu ada yang aneh ga?
Vincent : Aneh gimana?
Vito : Seperti nya gerak-gerik dari Keyn dan Mathea sudah ada yang pantau sebelum nya
Mathea : Nah iya om aku juga kemarin ngerasa ada yang aneh saat kita tiba di kedai Es Cream
Vincent : Maksudnya sayang?
Mathea pun menjelaskan apa yang dia lihat sebelum kejadian Keyn terjadi
~ FLASHBACK ON ~
Kemarin di depan Kedai Es Cream ada seorang gadis cantik sedang menunggu seseorang entah yang dia tunggu Pacar nya atau ayah nya
Mathea yang duduk menghadap ke arah pintu Masuk, melihat seorang pria dari kejauhan yang memakai baju warna hitam, menutup wajahnya menggunakan masker dan juga topi, tetapi Mathea tidak mengenal pria tersebut, pria itu melihat ke arah Kedai Es Cream hendak mencari seseorang, ntah siapa yang pria itu maksud kan, tiba-tiba setelah beberapa menit kemudian pria tersebut berjalan menuju ke arah gadis tersebut dengan tangan kosong, sesampainya di depan Kedai Es Cream pria tersebut mengambil paksa tas gadis itu, tetapi gadis tersebut masih mempertahankan tas nya untuk tidak di ambil oleh orang yang tidak di kenal nya itu
Keyn yang mendengar ada keributan di depan Kedai Es Cream menuju ke arah keributan tersebut, mata Keyn melebar saat melihat tas seorang gadis itu di ambil paksa oleh orang yang tidak di kenal, Keyn yang berniat menolong gadis tersebut, harus menerima kepahitan yang terjadi, sebelum Keyn menolong gadis tersebut, pria yang tidak di kenal nya itu mengambil pisau yang berada di dalam baju nya dan langsung menusuk pisau tersebut di bagian perut Keyn, dan pria tersebut langsung melarikan diri
~ FLASHBACK OFF ~
Mathea : Mungkin yang di maksud kan pria tersebut adalah Keyn ~lanjutnya
Vito : Iya bisa jadi, karena secara kalau om melihat dari sudut pandang om tentang apa yang Mathea ceritakan tadi, kalau pria tersebut berniat untuk mengambil paksa tas gadis itu, pria tersebut bisa mengancam gadis itu dengan pisau tapi ini tidak sama sekali, dia menunggu Keyn keluar dan menusuk Keyn di bagian perut, aneh Kan
Vincent : Iya yaa
Nikita : Kasus ini memang harus di selidiki, karena bisa jadi motif pembunuhan
Theresia : Nah benar sekali nik
Vito : Kita nanti kan saja kabar baik apa yang akan di sampaikan pihak kepolisian
Vincent : Mon, nanti kalau pihak kepolisian menelpon kamu mohon untuk mengabari om yaa
Monica : Baik om
Dari tempat tidur, tangan Keyn mulai bergerak tetapi tidak ada yang melihat nya, Keyn membuka mata perlahan-lahan, pandangannya masih tidak jelas karena tidak sadar kan diri dari kemarin hari, Keyn merasa kan sakit di bagian perut nya karena tusuk yang dia alami, akhirnya Keyn berbicara
Keyn : Awww, kenapa ini sakit sekali
Semua yang ada di ruangan tersebut melihat ke arah Keyn yang sudah sadar, terlebih Theresia langsung berdiri dari duduk nya dan menuju ke arah tempat tidur Keyn, sedangkan Vito memanggil dokter untuk memeriksa keadaan Keyn
Dokter pun berjalan dengan cepat ke depan ruangan Keyn, dokter memegang gagang pintu dan membuka nya, semua yang berada di samping Keyn akhirnya harus berpindah tempat karena dokter harus memeriksa keadaan Keyn
Dokter : Tuan Keyn, apakah tuan bisa mendengarkan suara Saya?
Keyn : Iya Saya bisa dengar, maaf anda siapa?
Dokter : Saya dokter yang menangani tuan saat tuan di bawa ke rumah sakit ini
Keyn bertanya demikian Karena pandangan nya masih belum jelas, tetapi setelah dia memejamkan mata beberapa saat pandangan nya kembali seperti normal
Keyn melihat di semua sudut ruangan tersebut dia melihat banyak orang yang ada di ruangan nya
Keyn : Om, tante, Mathea, Monica, Mama, Papa?
Theresia : Iya sayang mama ada di sini, di samping kamu
Keyn : Mama dan papa sejak kapan ada sini?
Vito : Papa dan mama sejak semalam ada di sini nak, kamu kritis dari kemarin hari, papa dan mama juga hanya dapat kabar dari Mathea saat mama hubungi handphone kamu
Keyn : Ah seperti itu
Dokter : Tuan untuk 1 minggu ke depan, tuan harus di rawat di sini, karena luka tusuk tuan masih belum sembuh sepenuh nya, jadi Saya harap tuan tidak banyak bergerak takut nya luka itu terbuka kembali
Keyn : Tapi dok?
Theresia : Tapi apa sayang, soal kuliah kamu nanti mama dan papa yang mengurus nya
Keyn : Baiklah ma
Dokter : Kalau begitu saya permisi dulu, jika ada masalah bisa langsung hubungi Saya
Vito : Baik dok terima kasih
Dokter : Terima kasih kembali
Dokter pun keluar dari ruangan Keyn menuju ruangan lain, Mereka bersyukur karena Keyn sudah sadar kan diri
Jam demi jam mereka lewati sampai mereka tidak sadar kalau Hari sudah mulai sore, tiba saat nya Vincent, Nikita, Mathea untuk berpamitan tapi tidak dengan Monica, Monica masih ingin di ruangan Keyn karena dia tau harus kemana Karena mama nya juga tidak ada di rumah
Vincent : Ini sudah sore, tidak terasa kami dari pagi hari di sini, kalau begitu kami pamit dulu yaa
Vito : Baiklah Vit, terima kasih sudah datang dan terima kasih juga buat sarapan nya
Nikita : Sama-sama Vit, Kita sudah sebagai keluarga jadi tidak perlu sungkan-sungkan
Mathea : Mon ayo kita pulang
Monica : Kayak nya aku mau di sini dulu deh soalnya aku ga tau mau kemana, mama ku juga ngga ada di rumah, tante boleh Kan aku di sini?
Theresia : Iya boleh dong sayang
Nikita : Baiklah kalau begitu, kami permisi dulu
Vincent : Keyn semoga cepat sembuh
Keyn : Terima kasih om
Mathea : Ciayoo Keyn biar Kita bisa Sama-sama lagi, iya ngga Mon? ~ goda Mathea kepada Keyn
Keyn : Iya Mathea
Mathea : Ok, bye-bye, Keyn, Mon
Monica : Bye Mathea
Theresia dan Vito hendak mengantarkan mereka sampai di halaman parkir
Sedangkan di ruangan Keyn, Monica asik bermain dengan handphone nya sedangkan Keyn hanya bisa duduk di tempat tidur nya karena selang Infus masih terpasang di tangan nya
Keyn : Mon?
Monica : Iya Keyn ?
Keyn : Kamu lagi sibuk?
Monica : Ngga Keyn, ada apa?
Keyn : Kamu bisa bantu Aku? soalnya aku pengen ke toilet
Monica : Ah bisa kok Keyn
Monica berdiri dari duduk nya dan berjalan menuju tempat tidur Keyn karena Keyn ingin ke toilet, saat hendak membantu Keyn untuk berdiri, satu ciuman mendarat di bibir Monica, Monica kaget dan wajah memerah dengan apa yang di lakukan Keyn kepada nya
Keyn : Terima kasih Mon, udah mau bantuin aku sampai sekarang
Monica : Hmm?
Keyn : Tidak usah tegang seperti itu hahaha santai saja Mon
Monica : Ah iya, Ayo aku bantu ke toilet nya
Mereka berjalan menuju toilet dengan posisi di tangan kiri Keyn terpasang selang Infus sambil mendorong tiang Infus, sementara di Kanan nya, Monica menggandeng tangan Keyn untuk ke toilet
"Suatu saat nanti, tangan yang lembut ini akan seperti ini lagi" ~ Sambil melihat tangan Monica yang menggandeng tangan Keyn
Sesampai nya di toilet, Keyn Masuk ke dalam dan Monica menunggu nya di luar, tiba-tiba Vito dan Theresia masuk dan melihat Keyn tidak ada di tempat nya dan Monica pun juga tidak ada di sofa, Vito mencoba mencari ternyata Vito menemukan Monica di depan toilet
Vito : Sedang apa kamu di situ nak?
Monica : Aku lagi tungguin Keyn om, tadi dia minta bantuan Aku untuk ke toilet
Vito : Ah seperti itu, kamu balik saja temani tante om biar om yang akan jaga di sini
Monica : Baik om
Mathea kembali kembali ke tempat duduk nya dan mendapati Theresia mondar-mandir di depan tempat tidur Keyn
Monica : Tante?
Theresia kaget saat mendengar suara Monica
Theresia : Eh kamu kagetin tante aja
Monica : Heheh, maaf tante
Theresia : Dari Mana aja sayang?
Monica : Aku tadi bantuin Keyn ke toilet
Theresia : Oh gitu, terus om dimana?
Monica : Om lagi nungguin Keyn di toilet
Theresia : Oh gitu
Tidak lama kemudian Vito dan Keyn kembali dari toilet
Keyn : Ma kenapa?
Theresia : Ngga apa-apa sayang
Keyn : Beneran?
Theresia : Iya bawel, ya sudah kamu balik ke tempat kamu, kamu itu harus banyak istirahat biar cepat pulih
Keyn : Iya ma iya, anak nya lagi sakit bukan nya di manjain malah di nasehatin ~ pasang wajah penuh pengasihan
Theresia : Astaga anak mama kok gini sih hahaha, iya Sayang maafkan mama yaa
Monica yang melihat tingkah Keyn tertawa malu-malu di depan Keyn, Keyn yang melihat nya langsung berbicara
Keyn : Hey nona, kenapa kau tertawa ada yang lucu kah? ~ Keyn mulai menggoda Monica
Monica : Aku tidak tertawa
Keyn : Kamu berbohong Nona, Aku bisa melihat wajah kamu yang memerah itu tanda nya kamu sedang tertawa
Monica : Maafkan Aku Keyn Hehehe
Vito dan Theresia yang melihat tingkah kedua anak ini ikut tertawa
Vito : Hahaha
Theresia : Hahaha, sudah ah jangan banyak tertawa
Vito : Baiklah
Theresia : Sayang mama pulang dulu yaa, mumpung di sini Ada Monica setidaknya kamu tidak sendirian di sini, Mon kamu bisa temani Keyn Kan? tante sama om mau pulang soalnya mau ngambil baju-baju Keyn
Monica : Bisa kok tante, tenang saja aku akan menjadi galak ketika tuan Keyn macam-macam sama Saya
Keyn : Ngga kok ngga Aku ngga akan macam-macam sama kamu Nona
Monica : Benarkah?
Keyn : Iya benar Nona
Vito : Sudah-sudah papa dan mama pulang dulu yaa, Mon titip Keyn yaa
Monica : Iya om
Vito dan Theresia berjalan keluar karena harus pulang untuk mengambil baju nya Keyn yang belum terbawa saat mereka ke rumah sakit kemarin hari
Haii-Haii semuanya jangan lupa untuk baca yaa, dan juga jangan lupa untuk meninggalkan sejak dengan cara Like, comment dan juga rate nya yaa + Vote author juga, thank'u. Tuhan Memberkati
Mohon untuk memberikan kritikan, saran dan masukan
Salam Kasih
Tia M
Jangan lupa mampir juga di novel baruku judulnya *BEST FRIEND* tinggalkan jejak