Rama seorang pemuda tampan dan kaya raya yang sangat disukai oleh banyak wanita namun karena sikapnya yang Sangat dingin membuatnya susah untuk bergaul hingga dijuluki Pangeran es oleh teman temannya.
Berbanding terbalik dengan seorang gadis bernama Clara yang sederhana namun sangat ceria dan memiliki banyak teman. Clara merasa kasihan kepada Rama dan berusaha untuk mendekatinya agar bisa berteman dengan yang lain.
Rama mengetahui bahwa ayahnya yang kaya adalah ayah angkatnya sedangkan Clara tidak tahu ayah angkat Rama adalah Ayah kandungnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhamad Misbah Rusam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sifat wanita
Sore Hari ketika hari mulai gelap terlihat anak-anak tim basket baru saja menyelesaikan latihan dan saat ini sedang membersihkan semua alat yang sudah di gunakan sebagai cara merawat fasilitas tersebut. Setelah semua alat berada di tempat semula dan gedung olahraga kembali bersih, Jesica sebagai pelatih sekaligus penanggung jawab tim hendak memberikan beberapa informasi sebelum pulang.
"Terima kasih kepada kalian yang sudah berlatih dengan sangat baik, seperti kalian ketahui mulai bulan depan tim kita akan mengikuti turnamen yang di awali dengan babak penyisihan. Tapi sebelum itu saya akan mengadakan latih tanding agar kalian mulai terbiasa pada pertandingan sesungguhnya. Sekian dari saya ada yang di tanyakan? " jelas Jesica.
Setelah semua informasi di sampaikan para siswa segera pulang di karenakan hari sudah mulai gelap.
"Ryan semangat lah, kalau begini kita lama sampai nya" ucap Siska.
"Hmm.. Maaf Siska bukan hanya karena kelelahan ada masalah yang lebih besar" jawab Ryan.
"Masalah apa? " Siska penasaran.
"Ayah dan ibuku saat ini sedang ada di rumahku, entah apa yang akan terjadi jika aku pulang nanti" ucap Ryan sambil terlihat murung.
"Apa masalahnya?, siapa tau saja mereka rindu padamu sebagai anaknya" balas Rama.
"Rama benar, yakin saja pada mereka" sambung Clara.
"Oh iya Ngomong-ngomong Tasya di mana? " tanya Rama.
"Dia tadi di jemput sopirnya, katanya ada keperluan yang mendadak" jawab Siska.
Clara yang mendengar Rama menanyakan Tasya merasa cemburu dan hanya terdiam sampai tiba di rumah masing-masing.
Ketika Hari mulai malam, Clara berangkat untuk pergi bekerja dengan wajah yang masih murung dan membuat kakek dan nenek nya merasa cemas.
"Clara sudah mulai dewasa, kita hanya bisa memberi dukungan untuk nya agar dia bisa menghadapi masalahnya sendiri" ucap si nenek.
"Ya, mau gimana lagi Kita hanya bisa memantaunya dari jauh" balas si kakek.
Di sepanjang perjalanan Clara mulai bertanya-tanya tentang isi hatinya sendiri.
"Apa ini?, aku belum pernah merasakan hal yang seperti ini sebelumnya, Kenapa harus dia orangnya" ucap Clara sambil membayangkan wajah Rama.
Secara kebetulan ternyata Rama yang sedang berada dalam pikiran Clara tiba-tiba muncul di hadapannya.
"Clara?, kau mau pergi berkerja? " tanya Rama mengejutkan Clara.
"I... iya, Apa yang kau lakukan di sini? " tanya Clara yang mulai panik melihat Rama.
"Hah?, aku dari mini market, Ngomong-ngomong Clara, kau terlihat kurang sehat apa kau yakin tetap pergi berkerja dalam kondisi seperti ini? " tanya Rama sedikit cemas.
"Ya, aku baik-baik saja" jawab Clara sambil lanjutkan perjalanan.
Rama yang merasa khawatir melihat kondisi Clara terpaksa harus mengikutinya agar tidak terjadi sesuatu di jalan.
"Kenapa kau mengikuti ku? " tanya Clara.
"Oh, aku kanya khawatir saja " jawab Rama.
"oh, ya, terserah" balas Clara agak jutek.
"Clara kenapa kau tidak pakai sepedahmu seperti biasanya? " tanya Rama lagi.
"Aku ingin olahraga".
"olahraga? "
Clara berhenti dan langsung berbalik.
"Tolong ya, aku minta kau diam" ucap Clara lalu pergi lagi.
"Aku yakin pasti ada masalah, karena dia tidak pernah seperti ini sebelumnya" dalam pikiran Rama berkata.
Tiba-tiba ketika Rama hendak mengikuti nya lagi Bima muncul dan menghentikan Rama.
"Cukup sampai di sini saja, selanjutnya serahkan padaku" ucap Bima.
"Apa maksudmu? " Rama mulai bingung.
"Entahlah aku hanya di minta kakek untuk mengawasi nya" jawab Bima.
Mendengar itu Rama segera pulang dan mempercakan semuanya pada Bima.
...****************...
Sementara itu Ryan yang baru saja selesai mandi datang ke meja makan karena ibunya memanggil. Ryan merasa sangat terkejut melihat meja makan yang di penuhi hidangan mewah.
"Ibu yang masak semuanya? " tanya Ryan.
"ibu beli sebagian karena ingin makan bersama Ryan" Jawab ibunya.
Ryan melihat wajah ibunya yang mulai berubah dan membuat merasakan betapa hangatnya keluarga kini dia merasa sangat bahagia.
"Oh iya Ryan, air minum habis?" tanya ibunya.
"Oh iya aku lupa, baiklah aku pergi ke warung sebentar" jawab Ryan lalu pergi.
Ryan pun pergi menggunakan motor milik salah satu penghuni Perguruan. Setelah beberapa lama kemudian Ryan melihat Rama yang sedang berjalan sambil memakan es krim.
"Sobat?, apa yang kau lakukan? " panggil Ryan.
"Oh, Ryan, aku sedang jalan-jalan karena terlalu bosan di rumah" jawab Rama.
"Woy, apa kau tidak merasa lelah setelah latihan tadi? " tanya Ryan heran.
"tidak terlalu, aku lebih tidak menyukai rasa bosan seperti ini" .
"Hah?, terkadang aku berfikir sebenarnya kau itu manusia atau bukan" ucap Ryan terheran-heran.
"Apa maksud mu? "
"Tidak... tidak ada, oh ya sobat, apakah kau mau mampir ke rumahku, ibuku membuat banyak makanan aku merasa tidak yakin bisa menghabiskan semuanya" ucap Ryan.
"Kau yakin, ini momen yang pas untuk mu mendekatkan diri dengan ibumu" balas Rama.
"Santai saja, lagi pula ibuku tidak akan keberatan jika kau mau makan bersama kami" jelas Ryan.
"Baiklah jika kau tidak keberatan" jawab Rama.
"Sebelum itu antar aku beli air minum dulu ya, naiklah" ajak Ryan.
"Oke" jawab Rama singkat.
Di sisi lain Clara yang sedang berkerja masih memikirkan Rama dan merasa bersalah dengan apa yang dia ucapkan barusan.
"Aaahh, aku masih gelisah dengan tindakan ku sendiri, aku harap dia tidak marah dengan tindakan ku tadi" gumam Clara dalam hati.
Clara pergi ke kamar mandi dan segera membasuh wajahnya dengan air agar bisa lebih fokus bekerja.
"Pokoknya aku harus minta maaf besok, untuk sekarang aku harus fokus" ucap Clara meyakinkan dirinya sendiri.
Sementara itu Rama dan Ryan yang sudah membeli air minum kini tiba di rumah Ryan. Setelah melihat meja makan yang di penuhi dengan makanan Rama sangat terkejut.
"Woy Ryan aku rasa ini seperti acara hajatan ketimbang makan malam" bisik Rama pada Ryan.
"Tolong bantuannya ya, sobat" balas Ryan sambil tersenyum.
Rama mulai merasa panik karena tidak yakin dapat menghabiskan makanannya.
"Eh, kamu temannya Ryan? " tanya ibunya ramah.
"Iya tante, nama saya Rama " jawab Rama.
"Syukurlah kamu datang, soalnya tante terlalu banyak menyajikan makanan jadi tante akan merasa lebih senang jika Rama mau ikut makan bersama kami" ucap Ibu Ryan dengan ramah.
"Jika saya di izinkan, dengan senang hati saya Terima tante" jawab Rama sambil tersenyum dan menahan panik.
Mereka mulai makan malam bersama dengan suasana malam yang begitu hangat. Rama merasa sangat bahagia ketika melihat sahabat terbaik nya saat ini mulai merasakan hangatnya keluarga yang selama ini dia mimpikan.
"Rama, Terima kasih ya karena telah menjadi teman Ryan " ucap ibunya.
"Saya yang harus nya berterima kasih pada Ryan tante, karena baru kali ini saya bisa mendapatkan sahabat yang baik seperti Ryan" jawab Rama.
"Apa yang kau maksud sobat?, karna kaulah yang membuat aku bisa menghadapi semua ini" balas Ryan.
"Ryan benar Rama, Kamu sudah banyak membantunya jadi tidak perlu sungkan, apa lagi tante merasa kamu dan Ryan itu seperti saudara" sambung ibunya Ryan.
Rama merasa sangat bahagia setelah mendengar itu semua. Dan Rama juga merasa sangat tenang setelah mengetahui bahwa ibu Ryan adalah orang yang baik.
"Ingat Rama , karena kalian sudah seperti saudara jadi keluarga Ryan adalah keluarga kamu juga" sambung ibunya Ryan lagi.
Rama semakin bahagia karena dia sudah di terima sebagai keluarga dari sahabatnya tersebut.
"Terima kasih " ucap Rama sambil sedikit meneteskan air mata.
"Sudah-sudah sekarang waktunya makan, kalian berdua makan yang banyak ya, apa lagi kalian mulai berlatih keras untuk pertandingan" ucap ibunya Ryan.
Rama dan Ryan langsung terkejut karena ibunya Ryan mengetahui tentang pertandingan basket yang padahal Ryan belum menceritakan nya.
"Hah?, dari mana ibu tau, aku belum menceritakan apapun pada ibu" tanya Ryan.
"I.. I.... itu.. itu karena ibu punya agen mata-mata sendiri, jangan meremehkan ibumu ini ya, hahahah" ibu Ryan menjawab dengan sangat gugup.
(Ibu Ryan sebenarnya mendapatkan informasi tersebut dari Siska yang tadi pagi datang untuk mengajak Ryan pergi bersama dan disanalah ibunya Ryan mendapatkan no ponsel Siska).
Ryan dan Rama sudah tidak mempermasalahkan tentang informasi yang di dapat ibunya lagi, dan mulai melanjutkan makan malamnya.
Setelah beberapa saat kemudian terdengar suara pintu rumah yang terbuka dan ternyata ayahnya Ryan yaitu Alex masuk .
"Waah ada pesta" ucap Alex.
Setelah mengucapkan itu Alex langsung menuju meja makan, dan ketika Rama membalikan wajahnya dengan mulut di penuhi makanan, Alex sangat terkejut melihat Rama.
"T... **... Tuan muda? " Alex sangat serkejut.
Jangan lupa like dan follow ya Terima kasih