Indonesia
NovelToon NovelToon
Because Is You

Because Is You

Status: tamat
Genre:Dosen / Diam-Diam Cinta / Romansa / Tamat
Popularitas:12.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ceritaku

Qianzi, seorang gadis cantik yang memiliki semangat hidup yang tinggi. Terlahir di keluarga yang sederhana membuat dirinya ingin menjadi seseorang yang berguna.

Meskipun hobby nya tidur, tapi Qianzi selalu memikirkan soal karier nya. Apalagi tekanan dari kedua orang tuanya yang terus membandingkan dirinya dengan kakak kakak nya yang sudah bekerja sejak mereka sekolah.

Suatu hari, ketika Qia menyebrangi jalan. Dia tidak sengaja di tabrak oleh seseorang yang tidak melihat Qia sedang menyebrang.

Kecelakaan itu sangat parah, membuat Qianzi harus di larikan ke rumah sakit. Bahkan setelah sadar dia tidak mengingat apapun.

Bagaimanakah kelanjutan hidup Qianzi setelah kecelakaan itu??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ceritaku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

Tap Tap

Suara tapak kaki Aditya bergema di lorong rumah sakit. Dia berlari sambil berteriak memanggil dokter.

"Dokter!!! Dokter!!!"

"Ada apa mas?" tanya suster yang langsung menarik brankar ketika melihat wanita yang ada di gendongan Aditya.

"Bawa ke ruangan UGD" seru salah satu Suter.

"Tolong selamatkan dia!" mohon Aditya sembari membantu mereka mendorong brankar wanita itu masuk ke dalam ruangan UGD.

Dokter masuk ke dalam, saat Aditya ingin masuk. Suster menahan nya.

"Tolong tunggu di luar mas, Dokter akan melakukan yang terbaik."

Suster itu langsung menutup pintu rapat, meninggalkan Aditya yang tidak tahu harus bagaimana.

Ceklek.

Baru 3 menit dokter masuk ke dalam, pintu ruangan UGD kembali terbuka.

Jantung Aditya langsung berdetak cepat, dia berpikir pasien tidak dapat di tolong. Apalagi mengingat terlalu cepat dokter selesai memeriksanya.

"Dokter bagaimana kondisi gadis itu?" tanya Aditya tidak sabaran.

"Maaf tuan, kami tidak bisa melakukan apapun. Pasien mengalami pendarahan yang cukup parah di bagian kepalanya. Pasien harus segera di Operasi!"

"Lalu, mengapa tidak di Operasi saja dok. Lakukan apapun untuk menyelamatkan nya!" ucap Aditya cepat. Dia tidak peduli apapun, yang dia tahu gadis itu harus selamat.

"Maaf tuan, pasien hanya bisa menunggu waktu selama 60 menit saja. Sedangkan ruangan operasi saat ini sedang penuh. Ada banyak jadwal operasi hari ini."

Mendengar penjelasan dokter seperti itu, Aditya langsung mengamuk.

Bagaimana bisa, Rumah sakit sebesar ini tidak memiliki ruangan operasi yang cukup.

"Bagaimana ini dok, dia harus selamat. Tidak mungkin kalian membiarkan dia meninggal!" seru Aditya marah.

"Tenang tuan, anda harus membawa pasien ke rumah sakit pusat. Di sana terdapat lebih banyak peralatan canggih. "

"Bagaimana mungkin saya membawa gadis itu pergi. Sedangkan dia hanya memiliki waktu selama 1 jam!" balas Aditya.

"Tenang tuan, kami memiliki fasilitas helikopter. Anda akan tiba di rumah sakit pusat selama 30 menit. Kami akan menghubungi rumah sakit pusat untuk menyiapkan semua nya!"

"Baiklah, lakukan yang terbaik. Aku akan membawanya pergi ke rumah sakit pusat!" balas Aditya. Dia setuju membawa gadis itu kemanapun, asalkan dia selamat.

Dokter pun langsung memberi instruksi pada suster untuk menyiapkan keberangkatan pasien.

Setelah pembersihan luka Qia, agar tidak mengeluarkan terlalu banyak darah. Gadis itu langsung di bawa ke rumah sakit pusat.

Aditya langsung mengikutinya, dia tidak peduli apapun yang tertinggal di kota itu. Aditya hanya peduli tentang keselamatan gadis itu.

Sedangkan di lain sisi, Via dan Rendi baru saja tiba di rumah sakit.

Mereka berlari masuk ke dalam rumah sakit, menghampiri suster yang berdiri di depan lobi.

"Permisi sus, apa ada korban kecelakaan masuk ke rumah sakit ini beberapa menit yang lalu?" tanya Via.

"Baru baru ini ada mbak" jawab suster itu.

Via dan Rendi pun bernafas lega, mereka berhasil menemukan Qia.

"Di mana Qia sus, apa dia baik baik saja?" tanya Rendi.

Suster itu pun terdiam, dia memberitahukan pada mereka. Bahwa Qia telah di bawah pergi. Entah kemana dia tidak terlalu tahu.

"Kemana teman saya di bawa sus?"

"Saya tidak tahu nona. Saya tadi hanya melihat pasien di bawa masuk ke ruangan UGD. Karena fasilitas di rumah sakit ini tidak sepadan, makanya di oper ke rumah sakit kain!"

"Yah rumah sakit mana sus?"

"Saya tidak tahu, karena itu bukan bagian saya" jelas Suster.

"Melihat dari kondisinya, sangat tipis harapan untuk selamat. Di bagian kepala dan telinga pasien mengeluarkan darah" sambung suster menjelaskan.

Mendengar hal itu, langsung membuat Via emosi.

"Maksud suster apa? Teman saya pasti selamat!" Hardik Via.

Beruntung Rendi ada di sana dan menahan via agar tidak membuat keributan.

"Sudah Vi, jangan emosi. Sabar. Kita harus mencari Qia. Kita nya sama bagian administrasi!" bujuk Rendi berusaha menenangkan Via.

Mereka beralih pada bagian admistrasi.

"Permisi sus, saya mau nanya. kemana yah pasien tabrak lari itu di pindahkan?" tanya Rendi lembut.

"Pasien tabrak lari yang mana mas?" tanya suster bingung. Di rumah sakit ini ada banyak pasien tabrak lari.

"Yang baru masuk beberapa menit yang lalu sus. Sekitar 10 atau 15 menit yang lalu" sambung Via menjelaskan.

"Oh pasien itu, maaf mbak. Pasien telah di pindahkan ke rumah sakit pusat. Mungkin saat ini sedang dalam perjalanan" terang suster itu.

Via merasa lutut nya lemas, tidak dapat menahan tubuhnya untuk berdiri.

Brak.

"Via" seru Rendi. Dia langsung membantu Via berdiri.

"Jangan lemah Via, Qia pasti baik baik aja. Dia sudah di bawa ke rumah sakit pusat. Kita akan kesana Via"

"Tapi Ren, Lo dengar sendiri kan. Tadi suster itu bilang. Kondisinya sangat parah dan kemungkinan besar tidak tertolong!"

"Stt... Jangan ngomong kaya gitu. Qia gadis yang kuat. Dia pasti selamat. Percaya sama gue!" bujuk Rendi meyakinkan Via.

Drrtt .....

Via merasakan ponsel nya bergetar, dengan segera dia menerima panggilan dari Rea.

"Halo Via, Lo di mana? gue ada di depan rumah sakit nih" seru Rea di sebrang sana.

"Hiks.. Rea... Qia.. Hiks.."

Via tidak sanggup meneruskan ucapan nya, dia tidak bisa menahan dirinya untuk tidak menangis. Entah apa yang akan dia ucapkan pada ibu nya Qia nanti.

"Hallo Via, tolong bicara lah yang jelas. Gue tidak mengerti!"

Via memberikan ponselnya pada Rendi, meminta Rendi untuk menjelaskan pada Rea.

"Halo rea, Lo di mana?"

"Gue di depan rumah sakit Ren."

"Kita kesana sekarang!" seru Rendi.

"Baiklah!" balas Rea.

Rendi membantu Via berdiri kemudian, membopong Via keluar dari rumah sakit.

Ketika melihat Rendi dan Via keluar dari rumah sakit. Rea langsung menghampiri mereka.

"Via!" seru Rea.

"Hey.." Tia dan Yovie juga menghampiri mereka berdua.

"Bagaimana, di mana Qia?" tanya Tia.

Via tidak bisa menjawab, dia kembali menangis mengingat Qia yang sudah tidak ada di rumah sakit itu.

"Qia tidak ada di sini, Dia sudah di bawah oleh pelaku kecelakaan pergi ke rumah sakit pusat" jelas Rendi menggantikan via.

"Di mana? apa kalian tahu rumah sakit pusatnya di mana?" tanya Yovie.

"Kita bisa menanyakan pada pihak rumah sakit ini." Jawab Rendi.

"Bagus, kita akan pergi ke sana nanti. Sekarang, kita pulang dan menenangkan diri. Via lo tidak boleh kaya gini. Lo harus kuat, Qia akan baik baik saja!" seru Tia.

"Gue gak bisa, suster itu bilang sangat tipis harapan untuk selamat. Apa kalian tidak merasa sedih huh? bagaimana jika itu terjadi?"

"Tidak akan Via. Itu tidak akan terjadi" Bantah Yovie.

Rea terdiam, dia menyadari bahwa dia lah penyebab semua ini. Dia harus bertanggung jawab pada kedua orang buta Qia. Dialah yang harus bertanggung jawab.

"Ini semua karen gue!" lirih Rea menyalahkan dirinya.

"Maksud Lo apa Rea?" tanya Rendi, dia masih memegangi Via. Gadis itu masih terlihat lemas untuk berdiri sendiri.

"Gue yang meminta Qia pulang, gue menangis karena sakit kepala, karena itulah Qia terburu buru pulang. Gue yang salah, gue yang salah!" Rea mulai menyalahkan dirinya.

Tia memeluk Rea, berusaha menenangkan Rea agar tidak merasa bersalah. Mereka tidak ada yang salah. Ini adalah takdir. Bukan sesuatu yang di sengaja.

"Sudah sudah, ayo kita pulang sekarang. untuk persiapan biar gue yang urus" seru Rendi.

1
Putra Ramadhan
lanjutannya kok ngga ada yaa
Al Fatih
lanjutannya Kaka....
Ria Yuanita
cemunguuutt thor ... aku suka ceritanya 🤗
floufrouu
yah mana sambungannya thor :( rasanya kaya putus sama doi
Liswati Angelina
akhirnya up juga
CutieBun
lanjut author sayang 🤣
Liswati Angelina
semoga qia bahagia
Liswati Angelina
jadi orang tua qia tetap cuek ya thooorrr.....kasihan qia.....
Ceritaku
Benar banget bundaa
zhelfa_alfira
kalau sudah jodoh pasti kembali ya,tapi kalau tidak jodoh sekuat apa pun bertahan pasti akan pergi juga..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!