Indonesia
NovelToon NovelToon
IMAGINATION

IMAGINATION

Status: tamat
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Sistem / Cinta Beda Dunia / Fantasi Wanita / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: yana syahputriy

Setelah terjebak di dalam novel "B&A," Putri menemukan bahwa dimensi ini lebih kompleks daripada yang dibayangkan. Ada kekuatan misterius yang mengancam stabilitas dunia di dalam novel, dan Alena, tubuh yang ditempati oleh Putri, memiliki peran kunci dalam menghentikan bencana tersebut.

Saat Putri berusaha memahami dinamika hubungan di dalam novel, ia menemukan bahwa karakter yang dulu ia anggap konyol, ternyata memiliki alasan mendalam di balik tindakannya. Sementara itu, percintaan yang terlibat semakin rumit dengan terungkapnya rahasia yang tidak terduga.

Di tengah konflik yang meruncing, Putri menyadari bahwa keputusannya untuk kembali ke dunianya sendiri dapat berdampak besar pada nasib karakter-karakter dalam novel. Sehingga, Putri dihadapkan pada dilema antara harus memilih melanjutkan hidupnya atau mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan dunia dalam novel tersebut.

NB : NO PLAGIAT🚫

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yana syahputriy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 20

...Jangan lupa Like dan Komen jika kalian suka dengan ceritanya💖✨...

...*****...

"Udah jam 9".

Putri menengok jam yang melingkar ditangannya. Tanpa terasa ia sudah mondar-mandir selama tiga jam di ruang tengah menanti Bagas yang tak kunjung pulang. Tidak biasanya Bagas meninggalkan rumah sebetah ini.

"Bagas lo dimana sih?!".

Gelisah Putri sambil mengigit jari telunjuknya.

Drrt

Ponselnya tiba-tiba bergetar menandakan adanya pesan masuk.

Bagas massage

💬: Dimana?

Putri melebarkan matanya lalu dengan antusias membalas pesan yang terkirim dari ponsel milik Bagas.

Me : Rumah

Bagas massage

💬 : Papa sama mama ada?

"Kenapa Bagas tiba-tiba nanyain om sama tante? bukannya Bagas tau ya kalau mereka ada jadwal keluar kota".

Bagas massage

💬 : ??

Putri menghela nafas lalu membalas pesan tersebut.

Me : Masih diluar kota

Bagas Massage

💬 : Oke

Me : Lo dimana?

Centang biru, namun tak lagi ada jawaban.

"Ish gk dibales". Putri nampak kesal. "Awas aja lo ya!".

Beberapa menit kemudian...

Tok Tok Tok

"Siapa?!". Teriak Putri dari dalam sambil berjalan ke arah pintu.

Dengan langkah hati-hati, Putri membuka pintu rumahnya dan terkejut melihat Bagas yang dirangkul oleh teman-temannya. Jelas, Bagas masih dalam keadaan mabuk.

Ekspresi kebingungan melintas di wajahnya.

Terlebih saat Aldi dan Rendi melewatinya begitu saja, menuju sofa untuk membaringkan Bagas.

Setelah memahami kondisi, dengan raut cemas ia perlahan mendekat ke arah Bagas dan teman-temannya.

"Bagas kenapa??". Tanya Putri membuat semua pasang mata menatapnya.

"Mabuk". Ungkap Aldi singkat.

"Astaga". Putri menutup mulutnya tak percaya.

"Kalau begitu kami pulang dulu ya".

Putri lalu melihat ke arah wajah laki-laki yang nampak tak asing dari pandangannya itu.

"Aldi bukan?". Tebak Putri.

Aldi dan teman-temannya saling pandang.

"Bagaimana, kamu tahu?".

*Keknya dia gk inget*

"Ah itu! Bagas sering ceritain lo". Putri berbohong.

"Benarkah?". Aldi nampak ragu.

Putri mengangguk sambil tersenyum.

"Eh sebaiknya kita pulang, ayok Dav! Aldi".

Ajak Rendi mengalihkan suasana sebelum Aldi larut dalam pesona Alena.

"Alena, kami pulang dulu ya. Titip Bagas".

Seru Rendi lalu menggiring teman-temannya keluar dari rumah tersebut.

Putri mengangguk lalu beralih memandang Bagas yang terlihat tenang dalam tidurnya. Dengan penuh kasih, ia duduk berlutut, mendekat perlahan ke arah wajah nan tampan itu.

"Lo kenapa si bisa sampe kayak gini". Tanya Putri sambil membelai lembut wajah Bagas.

"Alena.." Bagas kembali meracau.

"Hm.."

"Dimana Alena hiks". Bagas terdengar merengek.

"Ini gue".

Bagas membuka matanya dan sayup-sayup ia melihat wajah gadis yang ia cari-cari sejak tadi lalu kembali menutup matanya.

"Jangan pergi".

Bisik Bagas setengah sadar sambil meraih tangan Putri yang masih menempel hangat dipipinya.

"Why?".

"Tetaplah disisiku".

"Gk bisa, Gue harus pergi".

"Kemana?".

"Ke tempat yang jauh, ke tempat yang mustahil lo gapai".

"Jangan.."

Putri bisa merasakan tangannya yang semakin digenggam erat, dan itu membuat hatinya sedikit perih.

"Tempat gue bukan disini".

"Hiks! jangan pergi".

Bagas merengek dengan mata terpejam membuat Putri tak kuasa menahan air matanya.

*Lo gk boleh goyah Put! Bagas cuma mabuk". Batin Putri mengingatkan dirinya.

Namun, tiba-tiba Putri merasakan perubahan suhu yang datang dari tubuh Bagas. Telapak tangannya dan wajahnya mulai terasa hangat. Dengan cemas, Putri lalu mengecek kening Bagas. "Astaga! lo demam". serunya.

"Di sini dingin, gue anterin ke kamar. Ayok".

Putri lalu dengan perlahan membantu Bagas untuk berdiri.

"Bentar, kok bau amis ya". Kata Putri sambil mencoba mengendus-endus sumber bau di sekitarnya.

Ternyata, aroma tidak sedap itu muncul dari seragam dan jaket hitam yang dikenakan oleh Bagas. Putri kemudian fokus memperhatikan bekas bening yang telah mengering itu, dan dengan sadar menyadari bahwa itu adalah bekas muntah.

Putri menarik nafasnya dalam-dalam sebelum menghembuskannya dengan kasar.

"Lo berhutang budi sama gue hari ini".

Ujarnya sambil berjalan hati-hati menaiki tangga menuju lantai kamar Bagas.

...*****...

Di kamar Bagas..

Usai berhasil menidurkan Bagas, Putri pun menarik selimut tebal untuk menutupi tubuh hangat Bagas.

Cahaya lembut di ruangan itu memancar, menyoroti wajah Bagas yang kini tampak tenang.

"Tidur yang nyenyak ya".

Bisiknya, sambil mengelus lembut surai hitam milik laki-laki tersebut. Bagas, yang dalam tidurnya tak sadar akan kata-kata Putri, terlihat begitu damai.

Namun, di antara detak napas mereka, terasa ketidakpastian yang menyelimuti ruangan. Mereka berdua berada di dunia yang berbeda, dan takdir nampaknya sudah mengukir cerita yang sulit terelakkan.

Putri tahu bahwa kenyataan tidak bisa dielakkan. Seiring berjalannya waktu, Bagas akan bangun dan menemukan dirinya kembali di dunianya yang berbeda.

Dan dalam hati Putri, terasa getaran haru yang menguat ketika ia menyadari bahwa momen-momen indah di dunia mereka yang berbeda ini sudah lenyap bahkan sebelum mencapai babak terakhir.

Dengan perasaan haru yang merayapi hatinya, Putri memandang wajah Bagas dengan penuh cinta. Sejenak, ia merenung pada setiap detail di wajah itu, seolah ingin mengabadikan setiap momen dalam memori hatinya.

Namun, di antara rasa haru itu, Putri tahu bahwa kenyataan dunia nyata menantinya. Ia harus kembali ke sana, meninggalkan dunia di mana Bagas dan ia pernah saling mencintai.

"Semoga kita bisa ketemu di kehidupan selanjutnya". Bisik Putri, mencoba menahan tangis yang ingin meluap.

Dengan lembut, Putri mencium kening Bagas, menitipkan seluruh perasaannya dalam sentuhan itu.

Dalam keheningan kamar Bagas yang memancar cinta, Putri meninggalkan ruangan, meninggalkan laki-laki yang tidur dengan damainya.

Dalam sepi, hanya tinggal kenangan dan harapan. Putri sudah bertekad kembali ke dunia nyata, membawa rindu dan cinta yang tak terlupakan.

________________

See you👋🏻💖

1
𝐴𝑙𝑦𝑎𝑎𝑤
good
Khenasheisa: mirip k-drama alurnya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!