Dariku untukmu.
Dan darimu, kepada dunia.
Dimulai dari sebuah kisah, seorang dewa yang mampu memasuki kisah dewa lainnya, dengan suatu 'ketidaktahuan'
Saat saya berusia 15 tahun, ada suara yang sering muncul dalam kepala saya, apakah ini efek dari pubertas? atau kah cara agar aku dapat menjadi lebih kuat?
Perjalanan Levis agar dapat menjadi sekuat ayahnya, atau bahkan lebih, banyak rintangan yang menunggu Levis agar dia dapat menjadi lebih kuat dari ayahnya, bahkan sesekali dia harus berhadapan dengan para dewa yang jauh dari kata adil.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yurhein, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20
Aku menatap bibi Leona dengan campuran rasa kagum dan penasaran. Tubuhku masih terasa lemah, tapi ada kehangatan yang meresap ke dalam kulit, seolah energi penyembuhannya perlahan menetralkan semua rasa sakit dan kelelahan yang menumpuk dari pertarungan terakhir dengan Ordeya.
“Bibi…,” aku mulai, suaraku agak serak, “kenapa aku… ada di sini? Apa ini… kerajaan?”
Bibi Leona tersenyum lembut, namun ada kekhawatiran tersirat di matanya. “Ya, Levis. Kau sekarang ada di kerajaan Loresham. Kami membawa kau ke sini segera setelah… pertarungan dengan Ordeya. Kau hampir kehilangan kesadaran, dan aku tidak bisa membiarkan hal itu terjadi.”
Aku menelan ludah. Semuanya masih terasa kabur, dari perjalanan ke puncak gunung, pertarungan dengan Ordeya, hingga energi kristal yang menembus tubuhku. Kini aku benar-benar berada di suatu tempat yang tidak ku kenal, tapi rasa familiar dari kemewahan dan kehangatan kamar ini sedikit menenangkan.
“Bagaimana dengan Geron dan Lira?” tanyaku cepat. “Apakah mereka… selamat?”
Bibi Leona mengangguk. “Keduanya baik-baik saja. Mereka menunggu di ruang tamu kerajaan. Jangan khawatir, mereka hanya keluar sebentar untuk berbicara dengan beberapa penjaga kerajaan tentang situasi di gunung Denora.”
Aku mengerutkan kening, mencoba mencerna semuanya. Jadi, dalam waktu yang sangat singkat, aku dipindahkan dari puncak gunung ke dalam kerajaan, dirawat oleh salah satu healer terbaiknya, dan masih diberi energi yang membuat tubuhku pulih lebih cepat dari biasanya. Semua ini terasa… terlalu cepat, hampir seperti mimpi.
Bibi Leona menatapku, tangannya masih memegang alat suntik berisi cairan biru yang bersinar lembut. “Aku akan memberimu sedikit suntikan tambahan. Ini bukan obat biasa. Campuran dari energi penyembuhan dan sihir ringan, yang akan membuat tubuhmu tetap stabil dalam beberapa hari ke depan. Kau akan tetap merasa lemah sedikit, tapi tidak seperti sebelumnya, dan tidak akan ada efek samping.”
Aku mengangguk pelan, mempercayainya sepenuhnya. Aku sudah mengenal bibi Leona sejak kecil. Keahlian dan dedikasinya dalam menyembuhkan orang-orang di kerajaan tidak perlu diragukan lagi.
“Baiklah,” ucapku. “Tapi… ada satu hal lagi yang ingin kuberitahu, atau lebih tepatnya… yang ingin kutanyakan.” Aku mengeluarkan lencana Kargize dari saku. “Aku membawa ini untuk Ordeya. Dan aku pikir… dia bisa mengenaliku karena ini.”
Bibi Leona menatap lencana itu dengan mata yang berbinar, seolah dia mengerti pentingnya benda itu. “Ah… aku mengerti. Kau memang membawa sesuatu yang bisa menghubungkanmu dengan makhluk itu. Ini penting, Levis. Jangan sampai benda itu hilang atau rusak.”
Aku menaruh lencana itu di meja samping tempat tidur, memastikan itu tetap aman. “Aku… ingin memahami semua ini. Apa yang sebenarnya terjadi dengan Ordeya, dan kenapa dia bisa begitu kuat, tapi juga begitu… rentan.”
Bibi Leona duduk di kursi dekat kasur, menatapku serius. “Ordeya bukan sekadar makhluk biasa. Dia adalah gabungan dari kekuatan kuno dan jiwa seorang anak manusia—Jake. Energi yang mengalir dalam tubuhnya sangat kompleks. Inilah sebabnya dia bisa sangat kuat, tapi juga sulit dikendalikan.”
Aku mengangguk pelan, mencoba membayangkan apa yang dia maksud. “Jadi… Jake ada di dalam Ordeya sejak awal, tapi terkunci di dalam tubuh makhluk itu?”
“Benar,” jawab bibi Leona. “Dan karena Jake masih anak-anak saat pertama kali terjebak, sebagian dari kesadarannya belum sepenuhnya matang. Itu juga sebabnya ketika Ordeya marah, atau ketika tubuhnya kehilangan kendali, energi yang keluar bisa sangat berbahaya.”
Aku menarik napas panjang. Semua ini mulai masuk akal. Semua kekacauan, semua pertarungan, semua serangan yang tak terduga—itu bukan karena Ordeya ingin menyakiti, tapi karena ketidakpastian dan ketidakmampuan Jake mengendalikan tubuhnya sepenuhnya.
“Levis… kau harus berhati-hati,” lanjut bibi Leona. “Sekarang kau sudah tahu sedikit tentang Ordeya, tapi tidak berarti kau bisa menurunkan kewaspadaanmu. Makhluk ini bisa berubah seketika jika dia merasa terancam atau takut. Kau harus tetap tenang, dan ingat… Jake masih ada di dalamnya. Jangan sekali-kali melupakan itu.”
Aku mengangguk mantap. “Aku mengerti, bibi. Aku akan mengendalikan emosiku, dan aku akan memastikan tidak ada yang terluka lagi.”
Bibi Leona tersenyum tipis. “Bagus… itu sudah cukup untuk sekarang. Kau butuh waktu untuk pulih, dan aku akan memastikan kau siap sebelum menghadapi situasi berikutnya. Tapi ada satu hal lagi, Levis. Sesuatu yang harus kau ketahui sebelum kau benar-benar pulih.”
Aku menatapnya penasaran. “Apa itu?”
Dia menarik napas dalam, kemudian berkata dengan suara lembut tapi tegas: “Ada kekuatan lain yang mengincar Jake… dan sekarang, setelah kau berinteraksi dengan Ordeya, mereka tahu bahwa ada seseorang yang bisa mengendalikan sebagian dari kekuatannya. Kau tidak hanya menjadi target, tapi juga penentu keseimbangan antara Ordeya dan dunia luar.”
Tubuhku sedikit kaku. “Maksud bibi… ada orang lain yang ingin menggunakan Ordeya atau Jake untuk tujuan mereka sendiri?”
Bibi Leona mengangguk. “Ya. Orang-orang itu sangat berbahaya, dan mereka tidak peduli siapa yang terluka atau hancur di sepanjang jalan. Kau harus siap menghadapi mereka.”
Aku menarik napas panjang, mencoba menenangkan pikiran yang mulai kacau. Situasi ini lebih rumit daripada yang kubayangkan. Aku bukan hanya harus menjaga Jake dan Ordeya, tapi juga bersiap menghadapi ancaman yang lebih besar dari luar.
Bibi Leona berdiri dan mulai menyiapkan alat-alat penyembuhan lainnya. “Sekarang, aku akan menyelesaikan perawatanmu. Kau perlu tidur, dan selama tidur itu, tubuhmu akan pulih sepenuhnya. Tapi ingat… mimpi yang kau alami saat ini mungkin berisi pesan atau peringatan. Jangan abaikan itu.”
Aku berbaring kembali, menatap langit-langit kamar yang megah, membiarkan tanganku merasakan kenyamanan selimut tebal yang membalut tubuhku. Energi hangat dari suntikan bibi Leona perlahan meresap, membuat setiap otot dan saraf terasa rileks, meski otakku tetap waspada.
Sebelum aku benar-benar tertidur, aku menatap jendela kamar yang besar, menembus ke luar, melihat langit senja yang perlahan menjadi gelap. Aku tahu, malam ini mungkin adalah awal dari babak baru. Babak yang lebih berbahaya, lebih kompleks, tapi juga penuh harapan.
Aku menutup mata, membiarkan tubuhku pulih sepenuhnya, dan dalam diam aku berjanji pada diriku sendiri: aku akan melindungi Jake, aku akan menjaga Ordeya, dan aku akan menemukan siapa pun yang mencoba mengancam desa atau orang-orang yang aku sayangi.
Malam itu, di kamar megah kerajaan Loresham, Levis tidur dengan tenang, tetapi pikirannya tetap penuh dengan rencana, pertanyaan, dan tekad. Kekuatan baru yang dia terima dari Ordeya dan kristal misterius kini menjadi bagian dari dirinya. Ini bukan hanya kekuatan fisik, tapi juga tanggung jawab yang berat.
Dan di luar kamar itu, bayangan-bayangan bergerak, menunggu saat yang tepat untuk menantang Levis, Ordeya, dan semua yang berani menghalangi jalan mereka.
Kok aku bacanya lebih enak habis-habisan ya