Indonesia
NovelToon NovelToon
Meet Again

Meet Again

Status: sedang berlangsung
Genre:Chicklit
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: Gresyst_lee

Arley Davidson, begitu mencintai wanita yang pernah menyelamatkan nyawanya. Hanya berbekal sebuah kalung, dia menemukan wanita tersebut dan menjadikannya sebagai kekasih. Mike sangat mencinta wanita itu, tapi siapa sangka kalau sang wanita malah tega meninggalkannya dan memilih pria lain?

Sudah disakiti seperti itu, bukannya membuat Mike kesal, pria itu malah berharap sang wanita akan kembali padanya, suatu hari nanti.

Apakah yang akan terjadi pada Arley? akankah sang pujaan hatinya kembali kesisinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gresyst_lee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 20

''Maaf oma, Ivy bisa berusaha, tapi Ivy tidak bisa berjanji, kita tidak pernah bisa menebak apa yang terjadi nanti. Ivy yakin Tuhan pasti akan memberikan yang terbaik,'' jawab Ivy terpaksa.

Bukankah secara tidak langsung dia sudah berjanji untuk berusaha dan belajar mencintai Arley?

''Ah ini akan membuatnya gila,'' pikirnya menyesali ucapan yang baru saja terlontar dari bibir manisnya itu.

Sedangkan oma, wanita tua itu sangat senang mendengar ucapan Ivy. Semuanya memang membutuhkan usaha dan tidak terkecuali kebahagian. Menyerah akan sesuatu sama saja dengan kau menyerah akan kebahagianmu. Kata menyerah tidak akan terucap jika tidak menginginkan sesuatu bukan? Jadi, jadikan kebahagian sebagai tujuan dan kalian akan benar-benar berusaha sekuat tenaga untuk itu.

*****

Keadaan Arley tidak berbeda jauh. Pria itu juga tengah galau karena pernikahan yang tidak diinginkannya.

Perasaan yang sama dengan pelampiasan yang berbeda. Kalau Ivy merenung, Arley malah menghibur diri dengan berbagai jenis alkohol. Baginya hanya alkohol yang bisa membuatnya lupa dengan pernikahan itu.

Kalau Ivy memilih diam di rumah, Arley memilih datang dan menghibur diri di club malam. Baginya, lebih baik bertemu teman-temannya daripada harus berduaan dengan Ivy.

''Julia, itu bukannya Arley Davidson?'' tunjuk teman Julia pada Arley dan dua temannya yang sedang asyik mengobrol. Jangan lupakan para wanita sexy yang mengapit mereka. Bukan mereka lebih tepatnya mengapit dua teman Arley, karena Arley yang memang tidak suka dengan wanita asing apalagi wanita malam.

Julia tidak menjawab, wanita itu menatap Arley penuh kagum. Arley Davidson bahkan berkali-kali lipat lebih tampan dan lebih menarik saat dilihat langsung, pujinya dalam hati.

''Kesana yuk, siapa tau bisa menarik perhatian sang pewaris tampan,'' ucap teman Julia lagi sambil cekikikan.

''Ck dia hanya akan tertarik padaku, lagian mana mungkin dia menyukai wanita sepertimu,'' decak Julia dalam hatinya. Wanita itu tersenyum dan menatap remeh temannya. Lalu dengan gaya sombongnya dia berdiri dan melangkah mendekati Arley.

''Hai ... boleh gabung?'' Arley dan teman-temannya tentu saja kaget dengan kedatangan Julia yang tiba-tiba itu. Kalau dua temannya menatap Julia dengan tatapan berbinar, Arley malah menatapnya cuek dan langsung memalingkan wajahnya. Baginya, wajah Julia tidak lebih cantik dari Ivy istrinya.

''Ju - Julia Fredy?'' ucap Mark dan Louis bersamaan, berasa mimpi bertemu dan disapa oleh aktris cantik itu.

''Iya aku Julia. Oh ya aku bisa duduk disini nggak? Maaf ya, soalnya nggak ada meja kosong lagi.'' Alasannya yang memang didukung keadaan. Semua meja di club itu memang terlihat penuh, meja yang tadi didudukinya juga sudah ada orang yang menempati.

''Silahkan ... silahkan, kami malah senang bisa berbagi meja dengan seorang Julia Fredy,'' jawab Louis dan Mark serempak, yang langsung mendapat pelototan dari Arley. Pria itu merasa terganggu dengan kedatangan Julia.

''Apa sih Arley, kapan lagi coba satu meja sama Julia?'' bisik Mark.

''Loh, mau kemana?'' tanya Julia melihat Arley berdiri dari duduknya.

Arley hanya menatapnya sekilas tanpa berniat menjawab pertanyaan Julia, lalu dengan santainya dia melangkah keluar tanpa sama sekali menengok pada Julia yang beberapa kali berteriak memanggilnya.

''Sudahlah jangan dipedulikan, Arley memang seperti itu,'' ucap Mark sedikit tidak enak pada Julia.

''Apa kalian teman dekatnya?''

''Hhmm, kenapa, kau tertarik padanya?'' Louis penasaran. Kalau Julia tertarik, Louis bersedia membantunya. Siapa tau kehadiran Julia bisa membuat Arley melupakan Desha, pikirnya penuh pertimbangan.

''Hhmm, iya sepertinya aku tertarik padanya, apa Arley memiliki kekasih?''

''Setahu kami sih tidak. Tapi bukannya kau sudah memiliki kekasih dan berencana untuk menikah? Oh maaf aku hanya mendengarnya dari infotainment,'' timpal Mark.

''Oh itu tidak benar, hanya untuk kepentingan pekerjaan,'' jawab Julia, bodohnya Louis dan Mark langsung mempercayainya.

*****

Arley menatap heran kamar yang tampak gelap. Dengan cepat dia menyalakan lampu kamar, matanya menelusuri setiap sudut kamar untuk mencari keberadaan Ivy. Tidak menemukan Ivy di kamar, dia membawa langkahnya menuju balkon, siapa tau wanita itu ketiduran disana, pikirnya lagi.

''Dimana dia?'' Arley kembali keluar kamar karena tidak juga menemukan Ivy di balkon kamar itu.

''Opa-oma, Ivy dimana?'' tanyanya membuka pintu kamar opa dan omanya tanpa permisi.

''Lah, istri kamu kok nanya ke kami,'' sindir opa yang tidak dipedulikan Arley. Pria itu kembali menutup kamar dan meneruskan pencariannya.

Hampir jam 10 malam dan Arley masih mencari Ivy. Pria itu tidak bisa bertanya pada siapapun karena para pelayan mansion sudah beristirahat di jam itu.

''Dimana sih wanita itu?'' kesalnya. Disaat yang sama, tak sengaja matanya menangkap sosok Ivy yang tengah duduk santai di samping kolam. Ya, sejak tadi Ivy belum beranjak. Wanita itu masih betah duduk dengan memandang indahnya langit malam.

''Kau disini rupanya.'' Suara datar itu mengagetkan Ivy. Spontan Ivy berdiri dan hampir saja jatuh tercebur dalam kolam, kalau Arley tidak bergerak cepat untuk membantunya.

Sekarang keduanya terdiam dengan bibir yang saling melekat satu sama lain. Tubuh Ivy condong kebelakang, dengan tangannya yang berada di leher Arley dan tangan Arley yang merengkuh erat pinggang Ivy agar wanita itu tidak jatuh.

Ivy mengerjapkan matanya beberapa kali untuk menetralkan detak jantungnya. Bukan karena jatuh cinta atau apa, jantungnya berdetak cepat karena rasa kagetnya yang hampir saja jatuh ke kolam tadi.

''Kau sengaja ingin aku memelukmu kan?'' protes Arley sambil menarik kasar tubuh Ivy, agar wanita itu bisa berdiri dengan baik.

''Kau selalu saja menyalahkanku. Kau tau, hal tadi tidak mungkin terjadi kalau kau tidak mengagetkanku!''

''Jadi kau menyalahkanku sekarang?''

''Pria menyebalkan ini benar-benar ... jelas-jelas semua karena ulahnya,'' kesal Ivy yang kembali hanya bisa dilakukan dalam hati.

Daripada berdebat lagi, Ivy memilih pergi dan meninggalkan Arley yang tentu saja pria itu langsung mengejarnya.

''Kau mau kemana?''

''Tidur. Ngantuk!'' jawab Ivy tanpa menghentikan langkahnya atau berbalik melihat Arley.

Seminggu kemudian

''Ivy kamu sudah siap nak?'' Oma mengetuk pintu kamar Ivy dan Arley.

''Sebentar oma,'' teriak Ivy berlari membuka pintu kamar. Wanita itu tersenyum dengan cerahnya pada sang oma, seraya memamerkan penampilannya. Bukan memamerkan, lebih tepatnya dia ingin menanyakan tentang penampilannya.

''Benar-benar cantik Ivy, ternyata Arley tidak salah pilih. Dress ini benar-benar pas tubuhmu.'' Oma berdecak kagum melihat penampilan Ivy yang sudah seperti bidadari yang ketinggalan selendangnya.

Hari ini, keluarga Davidson akan melakukan konferensi pers pernikahan Arley dan Ivy, sekalian untuk membersihkan nama baik Ivy yang beberapa hari ini terus mendapat komentar buruk dari para netizen.

''Arley? Tapi ini bukannya dari oma ya?''

''Oma hanya bantu kasih, tapi Arley sendiri yang memilihnya kemarin.''

Bersambung ....

1
Tyara Lantobelo Simal
Mulai saling memikirkan
ada benih yang mulai tumbuh nih

lanjut
semangat Thor
cerita mu menarik
love untuk mu
MouthofMexico
Baca cerita kakak kayak lilin yang terkena api.. meleleh banget..
skyeandstaghorn
Ih! Kenapa ceritanya relate bangeeeeet! Semangat kak!
floufrouu
Yuk lanjut yuk Thor!! Aku susah nelen air putih nih kalau belum ada kelanjutannya :(
Drone Ground
Terima kasih author...stelah baca chapter ini saya dapat ilmu baru lagi mantap.....
Cakrabirawa Tarihoran
Kalau lagi buntu ide bisa istirahat dulu thor sambil denger lagu, baca cerita yang thor suka atau nonton film! Asal jangan lupa ya kalau ditungguin pembaca xixi
I'm site
next kak, jangan lupa mampir baca novelku ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!