Indonesia
NovelToon NovelToon
The Second Story Of Our Married

The Second Story Of Our Married

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Mata-mata/Agen / Keluarga & Kasih Sayang / Romansa
Popularitas:15.7k
Nilai: 5
Nama Author: Irma Parawansa

UP ULANG!

Suami yang Alessa cintai, mati tepat di depan matanya sebab kesalahan besar yang sang suaminya lakukan. Namun, bertahun-tahun terlewatkan, di saat Alessa membuka hati, masa lalu itu datang menyapa dengan gampangnya. Berbagai pertanyaan hinggap dipikiran Alessa, salah satunya adalah, bagaimana semua itu bisa terjadi?

Masa lalu itu belum usai sepenuhnya, dan Alessa seolah paling bodoh dan buta dengan apa yang terjadi detik itu. Ketika jawaban terkuak, ia mendapatkan kejutan lain yang tak terduga. Bukan hanya masa lalu yang hadir, akan tetapi aspek dari masalah-masalah lainnya turut hadir memberi coretan hitam di sebuah kertas putih kehidupannya.

Segala pertanyaan kadang kala tidak dapat terpecahkan detik itu juga, kadangkala jawaban tersimpan sampai waktunya tiba dan di sinilah semuanya akan terjawab. Inilah cerita pernikahan kedua Alessa yang belum tuntas, bagaimanakah jalan kehidupan Alessa? Masalah apa yang akan Alessa hadapi? Siapakah pendamping hidupnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma Parawansa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 19. Seduce Him

Berada di mansion Nick, cukup lebih nyaman dibanding apartemennya. Tentu saja, apartemennya sekarang bukan lagi sebuah rumah bagi Alessa. Mansion Nick ini didominasi warna hitam, putih dan abu-abu, tidak melepaskan ciri khas seorang Nickholas.

Alessa dengan mudahnya masuk ke mansion ini. Berbekal kata istri, mereka mengizinkan Alessa masuk. Ia simpulkan, orang-orang bekerja di mansion ini tahu bahwa Nick sudah menikah, pasalnya mereka tidak terkejut ketika Alessa mengatakan dirinya adalah istri Nick.

Mara―kepala pelayan mansion―mengatakan Nick pulang pada malam hari. Dari informasi yang Alessa korek dari Mara, pria itu ternyata banyak menghabiskan waktu di kantor. Paling cepat pulang jam tujuh malam, dan ketika ia pulang diharuskan kepada seluruh pelayan meninggalkan mansion.

Masih butuh beberapa jam lagi kepulangan Nick, yaitu di sore hari menjelang malam. Well, tidak masalah... Alessa menikmati waktu tanpa adanya gangguan Phei dan kedua anaknya.

“Mara, dimana kamar Nick?” tanya Alessa, Mara terdiam dengan raut wajah takut.

“Aku akan mencari tahunya,” ucap Alessa seraya beranjak ke lantai dua, Mara menghalanginya.

“Dia tidak akan marah, tenang saja!” ucap Alessa melanjutkan langkahnya.

Alessa cukup kesal dengan tata letak ruangan di lantai dua, rumit. Kesal tak kunjung mendapatkan ruangan pribadi Nick, ia mencari jalan pintas yaitu menghubungi Gef.

“Dengan Bateline Corp,” jawab Gef pertama kali.

“Gef. Ini aku, Alessa!”

“Mrs Bateline.”

“Oh come on, Gef! Jangan memanggilku dengan nama belakang tuanmu. Just Alessa!”

“Oke, just Alessa. Jadi, ada apa kau menghubungiku?” tanya Gef terdengar akrab.

“Aku di mansion Nick. Jangan mengatakan padanya, dan tolong bungkam semua orang di mansion ini, aku tidak mau Nick tahu aku di sini,” ucapnya.

“Yes, mam. Ada lagi?” tanya Gef terdengar semangat.

“Oh, kau tahu sekali!” ucap Alessa, lalu terkekeh.

“Dimana letak kamar tuanmu yang gila itu?” tanya Alessa, Gef menahan tawa.

Gef secera gamblang menjelaskan di mana letak kamar sang tuan, serta memberitahu kode keamanan agar Alessa bisa masuk. Senyum Alessa merekah, tidak menyangka Gef begitu suka relanya memboncorkan informasi penting ini.

“Thank you, Gef. Kau tidak akan memberitahu dia, kan?”

“Tidak akan, tenang saja.”

“Sepertinya kau berada dipihakku,” ucap Alessa.

“Ya. Kali ini saja!” balas Gef tegas.

“Kau tahu apa yang aku rencanakan?”

“Sepertinya, tapi bisa saja salah.” Alessa terkekeh.

...***...

Suara sistem keamanan pintu terdengar, Alessa tahu Nick berada di balik pintu akan masuk. Ia duduk di atas ranjang mengenakan kemeja putih milik Nick, senyum menggoda terlihat di bibir tebalnya.

“Hai, Nickhlos!” sapa Alessa setelah pintu terbuka dan menampilkan Nick di sana.

Seperkian detik Alessa melihat keterkejutan di wajah Nick, tetapi pria itu sangat cepat menutupinya. Nick menatap Alessa datar, lalu sedikit berjalan ke arah meja rias dan meletakkan jam tangannya di sana. Alessa tetap diam pada posisinya, memperhatikan pergerakan Nick yang sedikit pun tidak mengeluarkan suara, lebih ke tidak peduli dengan keberadaan Alessa di sini.

Alessa menunggu waktu yang pas, saat itulah akan menjadi kebahagian tersendiri untuknya. Nick memasuki toilet, terdengar suara air yang Alessa pastikan Nick sedang membersihkan diri. Mengeluarkan ponselnya, lalu Alessa membuka jaringan bluetooth.

Oh, Alessa tahu sekali bila Nick suka memasang speaker di kamar pribadinya. Bunyi bluetooth yang tersambung ke speaker terdengar, Alessa berguman bersorak dalam hati, tidak sabar menunggu Nick keluar.

Suara shower tak terdengar lagi, Alessa menghitung dalam hitungan ke lima. 1..2..3..4..5, pintu terbuka. Alessa menekan salah satu ikon di ponselnya, sebuah lagu menggema. Alessa berdiri, lalu melangkah mendekati Nick yang terdiam. Tatapannya menghunus tajam pada Alessa, sedangkan Alessa sendiri berdiri di hadapan Nick dengan wajah menggoda. Alessa menyentuh dada Nick dan mengecupunya.

“Dengar lagu itu baik-baik,” bisik Alessa.

Bola mata abu-abu pria itu berkabut gairah, Alessa semakin senang dengan reaksi Nick yang sudah dapat ditebak sebelumnya. Nick menerkam ciuman Alessa kasar, tangan Nick berada di antara leher dan dagunya. Alessa semakin bersorak girang, Nick masuk ke dalam perangkapnya.

“Wait!” Nick menatap Alessa bertanya.

Alessa mendekati nakas yang telah tersedia dua gelas wine di sana, lalu mengambil segelas untuk Nick dan menyodorkannya. Nick menegak habis minumannya, Alessa tersenyum disela menyesap wine miliknya.

“Good boy!” puji Alesaa tersenyum senang. Reaksi tubuh Nick berbeda, Alessa tertawa mengejek.

“Kau ingin apa, hm?” tanya Alessa.

“Kau tahu akibatnya nanti, Alessa!” ucap Nick geram. Ia menarik Alessa mendekat, tapi Alessa dengan sigap menjauh. Bola mata abu-abu milik Nick tampak marah, Alessa kembali tertawa.

“Kau mau apa? Aku tidak mau berci**a sebelum kau memintanya,” ucap Alessa.

“I want you, I want more with you!” balas Nick serak.

“Tidak.”

Tidak suka dipermainkan, Nick menarik pinggang Alessa dan menjatuhkan tubuh mereka di atas ranjang. Nick bermain lebih kasar, gairahnya di ambang jurang akibat ulah Alessa mencampurkan obat perangsang. Alessa mengetahui, Nick tidak menyukai bercinta ketika obat perangsang memasuki tubuhnya, sebab ketika itu terjadi, maka Nick akan terus meminta bahkan memohon di bawah kekuasaannya.

Nick semakin kasar dan tak sabaran, sampai Alessa kualahan mengimbangi gairah Nick yang besar. Ronde demi ronde, tak ada habisanya. Alessa senang bukan main, Nick terus memohon lagi dan lagi dengan suara seraknya. Aktivitas mereka diiringi playlist lagu menggairahkan, sama seperti masa-masa lalu yang mereka lakukan.

...***...

“Good morning, Nickholas!” sapa Alessa di samping ranjang ketika Nick membuka mata.

Nick melirik sekilas, lalu memejamkan matanya. Kepalanya pusing, Alessa sukses membuat dia menginginkan lagi percintaan panas mereka. Ia kembali membuka mata, Alessa mengulur segelas air putih. Nick menerimanya, dan melemparnya tepat di kaki Alessa.

“Sekarang kau baru menolaknya, hm?” ucap Alessa tertawa renyah.

Alessa naik ke atas ranjang, duduk di antara paha Nick yang masih berbaring dan tertutup selimut. Nick diam melihat kelakuan Alessa agresif Alessa, ia tahu pasti apa yang akan wanita ini lakukan. Senyum Nick terbit, ia bangkit terduduk dengan Alessa di atasnya.

Wajah mereka sangat dekat, Nick mengecup hidung Alessa. Dengan lihai, Nick membalikkan posisi menjadi Alessa di bawahnya. Ekspresi Alessa penuh waswas adalah hiburan tersendiri bagi Nick, dia mendekatkan wajahnya seolah mencium Alessa.

“Kau menunggu, hm?” ucap Nick tersenyum sombong.

“Tidak.”

“Thanks for last night, Baby. Aku menyukainya,” ucap Nick. Kemudian bangkit meninggalkan Alessa menuju toilet dengan senyum penuh kemenangan.

“Wtf, dia senang. Seharusnya kau marah, Sialan!” umpat Alessa kesal.

Nick paling tidak suka memohon untuk bercinta, maka dari itu Alessa merencanakan ide ini agar Nick marah, tetapi rencananya gagal. Alessa terdiam di atas ranjang memikirkan cara membalas pria itu. Hingga suara pintu terbuka menampilkan Nick dibalut handuk menutupi daerah pribadinya, memunculkan senyum di bibir Alessa. Wajah itu sudah sangat Nick kenali, Alessa tengah menggodanya.

“Oh My Alessa. Kau tidak akan menang untuk kali ini,” ucap Nick dengan mata meremehkan, lalu melangkah ke ruang walk in closet.

1
mawar hitam
lanjott kak irma,,,
menarik ceritanya,, ttap semangat berkarya dan sehat sellu,,,
Dessy Arisandy
pdhl cerita bagus dr pas allard sm katryna trus lanjut ke alessa. tp knp yg komen dikit ya.. tetep semangatt thor bwt karya yg lain.
Asep Sugandi
alur ceritanya tidak gampang kita tebak,,cerita yang menarik 👍👍
Araaa❣️🍭
next Thor 🤩🥹
Araaa❣️🍭
NEXT Thor, jadi penasaran sama eps selanjutnya 🫣
Araaa❣️🍭: iya kak
total 2 replies
CatForD
Lu emg jahatt!! Asli gw emosi ama lu
MapansaID: akhirnyaa ada yang marahin Alessa🤣😭
total 1 replies
CatForD
nah kan? Sakit nih cewe
CatForD
nah iya, jelasin aja, kesian Joe nya
CatForD
yah setidaknya lu jangan lah ada cewe lainnn!!
CatForD
is it true?
CatForD
Nick, kusumpahi kau menyesalinyaa
CatForD
bingung sama hubungan kaliann🙏🙃
CatForD
kasihan Joe... 😢
CatForD
sbnrnya Alessa ini bakal sama siapa sih ujung2nya?😭
CatForD
Nick ini jahat apa nggak sih? 😭😭
CatForD
huaaa keren nih Alessa
CatForD
mau kasihan sama joe😭😭
CatForD
sungguh liar
CatForD
jangan jangan dia itu joe
CatForD
hah? seriusan ini nick?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!