Rani putri kedua dari pasangan Rangga dan Sisil, miliki kecerdasan sama seperti sang kakak bahkan parasnya juga tak kalah cantik seperti sang kakak.
Di dunia persahabatan dan di keluarganya ia begitu sempurna namun sayang di percintaan ia tak sempurna, ia miliki kekasih yaitu kakak sepupu dari sahabatnya namun hubungan mereka harus LDR ketika keduanya sama-sama hendak meneruskan kuliah di kota yang berbeda.
Bertahun-tahun sang kekasih tak punya kabar hingga hubungan mereka tergantung dan tak tau arah.
"Apakah keduanya masih bisa bersama?"
"Atau justru harus berakhir?"
Ikuti ceritanya disini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hafizoh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20
Semenjak kejadian Nadia meng-upload fotonya dengan Putra yang membuat Rani jadi salah paham, akhirnya hubungan Rani dengan sang kekasih tergantung dan tak tau arah hingga detik ini.
Apalagi sang kekasih masih belum ada kabar sudah delapan bulan yang lalu, dimana Rani yang masih menunggu klarifikasi yang ternyata tak kunjung ada membuat Rani akhirnya menyerah.
Rani pun memilih membuka lembaran baru dan menutup kisah cintanya bersama sang kekasih meski sampai detik ini hatinya masih terpaut nama sang kekasih, tapi Rani tetap berusaha terlihat baik-baik saja.
Bahkan kehidupan Rani sekarang berubah dratis, ia sekarang jadi seorang playgirl setiap bulan bergonta-ganti pasangan demi menutupi rasa sakitnya sekalian ia ingin mencari sosok seperti sang kekasih dulu.
Namun sayang satu pun belum ada yang seperti sosok sang kekasih dulu, tapi meski begitu tak membuat Rani berhenti untuk bergonta-ganti pasangan meski mereka pacaran hanya jalan dan makan bersama tak melewati batas.
"Beib, kamu ternyata disini. Aku cariin ke kelas kamu tadi" kata Seorang laki-laki menghampiri Rani yang tengah duduk bersama sang sahabat di kantin
"Iya, maaf gak nunggu. Aku sudah laper banget" sahut Rani tampak acuh dan masih sibuk memainkan HP-nya sembari mulutnya menyedot jus jeruk
Ica yang melihat perubahan sang sahabat hanya bisa diam, ia tau sang sahabat jadi seperti saat ini hanya ingin menutupi sakitnya serta berusaha melupakan sosok kakak sepupunya yang tak ada kabar sampai detik ini.
Laki-laki yang tadi menghampiri Rani segera duduk di samping Rani, namun masih sama Rani tetap acuh meski status mereka sepasang kekasih, laki-laki itu adalah Dedi laki-laki yang memang sudah lama menyukai Rani.
Dedi adalah korban Rani selanjutnya, seperti pacar-pacar Rani yang lain yang sudah Rani putuskan karena ia memang menargetkan pacaran cukup satu bulan tak boleh lebih jika kurang itu justru lebih baik.
Hari ini tepat hubungannya dengan Dedi satu bulan makanya Rani acuh tak acuh dengan Dedi, ia ingin Dedi muak dan minta putus bahkan saat ini ia tengah mencari target lain melalui sosial media.
Karena semua mahasiswa di kampusnya rata-rata yang memiliki paras tampan sudah menjadi korban Rani semua, cukup lama Rani mengacuhkan Dedi, Dedi pun ingin menggenggam tangan Rani.
"No, aku tak suka di pegang. Sebaiknya kita putus" kata Rani dengan tegas kemudian beranjak dari tempat duduknya
Melangkah pergi setelah menyodorkan uang berwarna merah satu lembar kepada kasir kantin, Ica yang tadi diam ikut beranjak kemudian mengejar sang sahabat yang telah jauh meninggalkannya.
"Kurang ajar" umpat Dedi tak terima di permalukan oleh Rani di depan semua mahasiswa maupun mahasiswi yang ada di kantin
Dedi pikir selama ini Rani sudah jatuh cinta dengannya makanya mau menerimanya, ternyata ia adalah korban kesekian kalinya dari Rani, Dedi mengepalkan tangannya ia akan membalas perbuatan Rani.
Kemudian Dedi pun memilih pergi dari kantin ingin menenangkan pikirannya dahulu, agar bisa berpikir untuk membuat rencana menghancurkan kehidupan Rani yang telah bermain-main dengannya.
Sedangkan Rani dan Ica saat ini memilih duduk di taman kampus, Ica menceramahi sang sahabat jika jangan begini terus karena bisa berakibat fatal jika ada yang sakit hati dan membalas perbuatan sang sahabat.
"Sudah lah, Ca. Bisa gak diem, ini urusan aku jadi tolong mengerti" kata Rani lelah mendengar ceramah sang sahabat setiap kali ia memutuskan pasangannya atau pasangannya memutuskannya
"Ini demi kebaikanmu, Rani. Ayolah, cukup sudah bermain-mainnya aku ingin Rani yang dulu kembali"
Ica mengenggaman tangan sang sahabat agar sang sahabat luluh dengan permintaannya, namun ternyata Rani tetap kekeh tak akan berhenti sebelum ia benar-benar bisa melupakan sang kekasih.
Atau bisa menemukan sosok seperti sang kekasih yang sebenarnya sangat mustahil ada yang seperti itu, karena sang kekasih memang memilih sesuatu yang berbeda dari semua laki-laki yang sudah menjadi mantannya.
"Baiklah jika itu sudah keputusan kamu, aku sebagai sahabat tak bisa lagi memaksa untuk kamu berhenti" akhirnya Ica menyerah untuk menasehati Rani
Karena bukan sekali dua kali ia meminta Rani untuk berhenti, setiap kali Rani mengulangi perbuatannya dengan memainkan perasaan semua laki-laki mungkin sudah 10 kali selama satu tahun ini Rani berganti pacar.
Tepat sekarang sudah satu tahun juga kakak sepupunya tak ada kabar bak di telan bumi, dan seharusnya tahun ini kakak sepupunya kembali ke kota A karena telah lulus kuliah dua bulan yang lalu.
Namun mengapa belum juga kembali atau kakak sepupunya masih memiliki urusan, Ica pun tak ingin terlalu memikirkan, sekarang kuliahnya dan sang sahabat tinggal satu tahun ini.
Bahkan bulan depan mereka akan KKN ke sebuah desa yang akan di tentukan oleh dosen, entah ia dengan sang sahabat satu kelompok tidak karena akan di tentukan oleh dosen bukan mereka.
"Kamu kok jadi melamun?" tanya Rani melihat sang sahabat jadi diam seribu bahasa
"Aku kepikiran soal KKN kita bulan depan, kita satu kelompok gak ya"
"Ahh iya, aku baru ingat kalau bulan depan kita akan KKN jadi gak sabar" kata Rani begitu antusias menanti acara KKN karena ia akan menjelajahi perdesaan
Ica pun mengangguk ia juga tak sabar, karena ke sebuah desa itu sangat di inginkannya dari dulu, apalagi jika desa itu masih asri pasti terasa sangat sejuk tak seperti di kota yang banyak polusi dan debu.
Terdengar bunyi bel menandakan mata kuliah selanjutnya akan di mulai, Rani dan Ica segera beranjak dari bangku taman kampus kemudian melangkahkan kaki beriringan di koridor kampus menuju ruang kelas mereka.
Dedi yang kebetulan akan berpapasan dengan Rani sedikit mempercepat langkah, sedangkan Rani tak sadar karena ia sibuk berbincang dengan sang sahabat bahkan ia tak terlalu fokus dengan jalan di depan.
Cup
Dedi mencuri ciuman di pipi Rani, seketika itu Rani langsung mematung diam tak pernah ia bayangkan ciuman pertamanya di curi di depan umum bahkan semua mata jadi memandanginya.
"Ehh, dasar kurang ajar" Ica yang sadar langsung memukul pundak Dedi dengan cukup keras
Membuat Dedi sedikit meringis, Rani yang masih syok tak bisa berbuat apa-apa jadi ia memilih menarik tangan sang sahabat untuk segera pergi dari koridor yang banyak mahasiswa maupun mahasiswi.
Hiks....Hiks....Hiks
Rani tak kuasa menangisi atas kecerobohan yang tak memperhatikan keadaan sekitar, ia tak terima ciuman yang seharusnya ia persembahkan untuk calon suaminya nanti sudah di curi.