Indonesia
NovelToon NovelToon
Jerat Pria Asing

Jerat Pria Asing

Status: tamat
Genre:Obsesi / Chicklit / Tamat
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nurhayati 11

Mila yang tak mengerti mengapa foto itu menyerupai wajahnya dan di jadikan alasan untuk menikah dengan pria asing.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurhayati 11, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20

( sekarang kamu lagi sibuk ya. Maaf ya ganggu kamu.) Balas Mila setelah itu menyimpan ponselnya ke dalam tas.

( Hanya sedikit sibuk saja ) Balas Albian

"Lebih baik aku ke kos saja lah. Lagian Bian gak ada ini." Gumam Mila, Namun langkah kakinya terhenti sebab ada sebuah mobil berhenti di sampingnya.

Dan mobil itu jelas Mila mengenalinya, seorang pria ke luar dan menghampiri Mila

"Nona mau kemana biar Saya antar. Tuan bilang biar saya antar kemana pun. Maaf tadi pagi saya bangun kesiangan." Ujar Dio sang supir.

"Eh ya kebetulan aku mau ke kos kosan Dio. Kamu bisa antarkan aku ke sana." Mila tak menolak sebab dia harus berhemat, dan lumayan kan tidak perlu mengeluarkan ongkos

Dio kira sang Nona akan menolak tetapi apa yang di bayangkan salah, sang Nona lekas menyetujuinya tanpa pikir panjang.

Jadi Dio tak perlu mengeluarkan energi lebih. Dan ini memudahkan pekerjaanya.

"Apa Nona berniat nginap di kos kosan?" tanya Dio memecahkan keheningan yang tercipta.

"Sepertinya ia Dio, aku rindu dengan tempat itu. " Sahut Mila tanpa pikir panjang.

"Lebih baik Nona tinggal di tempat Tuan saja. Di sana lebih aman." Saran Dio yang mana dapat gelengan dari Mila

"Jangan khawatir Dio, lagi pula mereka kan sudah tidak akan menganggu ku lagi. Atau pun mencelakai ku, aku rasa sudah aman." Sahut Mila tanpa pikir. Dan itu mendapat anggukan dari Dio pria itu tak lagi mengatakan apa pun.

Ya, percuma saja jika sudah berkata seperti itu. Tak ada yang bisa mencegah dan Tuan pun tidak akan bisa.

######

Albian menatap angka jam di pergelangan tanganya 12.30 dan pekerjaanya masih menumpuk.

Belum lagi persoalan tanah itu belum mendapatkan titik terang. Semakin di pikirkan seakan kepalanya akan meledak.

"Fahmi, kau sudah menemukan pemiliknya?" tanya Albian menyenderkan tubuhnya yang terasa pegel.

"Belum Tuan." Sahut Asisten Fahmi.

Albian tak bertanya lagi dia hanya diam di posisi yang sama menyenderkan punggungnya seraya memejamkan matanya.

####

(Tuan, Nona malam ini katanya mau tinggal di kos kosan tidak di apartemen. Katanya tidak ada Tuan, jadi tidak harus tinggal di sana. ) Dio mengirim pesan setelah sang Nona nya sudah keluar.

( Biarkan saja Dio. Jaga dan jangan sampai lengah, hubungi yang lain. Bila perlu kalian semua tinggal dekat di tempat itu. Sebelum aku kembali. ) Balas Albian cepat jika menyangkut wanitanya Albian secepat itu membalas.

( Baik tuan segera laksanakan.) balas Dio kemudian dia menghubungi yang lain.

Dio terus memperhatikan gerak gerik dari sang Nona nya, yang sedang membeli sebuah makanan ringan di pinggir jalan dan juga entah apa lagi.

Setelah itu terlihat wanita itu berjalan masuk ke gang sempit. Dio keluar lalu mengikuti sebelumya dia sudah menepikan mobilnya dengan benar dan menguncinya.

"Aku heran kenapa Nona suka sekali tinggal di tempat seperti ini." Gumam Dio sambil berjalan pandanganya tak lepas dari pergerakan Mila yang sudah masuk ke dalam rumah susun itu. Padahal kan jika di pikir lebih nyaman tinggal di apartemen.

Dio seraya menggeleng kan kepalanya, tak mengerti jalan pikiran wanita bosnya. "Baik lah, biar akau tanya pemilik tempat ini siapa." Dio mendekati beberapa orang yang berada di sana yang sedang mengangkat jemuran.

######

Sementara itu

 Mila lekas merebahkan tubuhnya di atas ranjang usang miliknya. Setelah beberapa melit yang lalu telah menjalan kan kewajibannya yang telah tertunda. Dan makan siang juga karana sekarang ini sudah pukul 13.40

"Tak ada yang berubah." Gumam Mila seraya memandang semua sudut ruangan." eh apa kabar Nadia." Mila lekas kembali duduk dan mengambil tasnya kemudian mengeluarkan ponselnya.

Ragu anta ingin menghubunginya atau tidak, tapi hatinya ingin mengetahui kabar sahabat ini.

Ya walaupun ia telah menghindarinya tetapi rasa ingin tahu kabarnya begitu besar.

"Ah,,," Desah Mila kesal kepada dirinya. Kenapa dirinya itu tidak bisa mengabaikan keadaan sahabatnya ini.

Bukan kah dirinya harus senang tak ada penghalang lagi dan tidak akan ada orang yang akan menyakitinya lagi.

Berperang dengan hati memang sangat susah.

" Ah sudah lah. Lebih baik nanti saja." Putus Mila meletakan kembali ponselnya. Kemudian ia memejam kan matanya dan tertidur pulas

(Ko kakak gak ikut pulang kak Nad, hanya pulang uang nya saja. Dan jumlah uangnya juga tidak sedikit ) Miko mengirim pesan ke Mila dan itu hanya centang satu.

Kemudian Miko kembali mengetik

( Pulang lah kak dengan uang ini kita bisa buka usaha )

Tak terasa hari sudah berganti pagi itu Mila sudah berperang di dapur membuat sarapan untuk dirinya.

karena hari ini dia mulai kembali bekerja. Rasanya semangat sudah kembali full. Senyum merekah di bibirnya.

"Bismilah Semangat untuk diriku." Gumamnya sambil menenteng tasnya dan membuka pintu kemudian menguncinya.

Ceklek

Pintu kamar sebelah terbuka Mila terbelalak akan sosok yang keluar dari sana.

"Dio, kenapa kamu tinggal di sana?" Tanya Mila tak mengerti, bisa bisanya supir Albian bisa tinggal di tempat ini.

"hehehe." Dio tertawa garing dan dia menjawab "Jika bukan karena Nona saya tidak akan tinggal di sini."

Jadi ini salahnya Mila menggeleng seraya menepuk jidatnya.

"Pasti ulah Bian kan." tebak Mila dan mendapat anggukan dari Dio.

Dan beberapa orang juga keluar dari sana, mereka sudah terlihat sangat fresh.

"Ini semua teman kamu Dio? Tanya Mila dengan pandanganya menatap beberapa orang yang berpakaian berbeda namun terlihat sangat formal.

Mereka memang di tugaskan untuk menganti pakainya dengan warna berbeda beda dan juga setel nya.

Dio mengangguk "Lebih tepatnya, anak buah Tuan juga. Kami di tugaskan utuk menjaga Nona sebelum Tuan kembali atau pun Tuan sudah kembali. Jadi Nona harus membiasakan diri dengan adanya kami." Ujar Dio jelas.

"Hah!" Mila lagi lagi geleng kepala.

Dio meliat reaksi Nona nya kembali bersuara

"Mari saya antar." Ujar Dio sudah turun dari anak tangga.

Mila dibuat terkejut lagi. Kemudian ia mengangguk setuju, entah bagaimana jalan hidupnya tetapi kali ini Mila hanya mengikutinya. Mau itu akan indah atau tidak hanya berharap tak sesulit seperti sebelum.

######

"Tante, aku nanti ikut kak Al ya." Pinta Yelia ke Claudia.

Keduanya sedang duduk di gasebo dekat kolam renang.

"Ya sayang, tante akan bujuk Al." jawab Claudia tersenyum

Nyonya Wanda menatap kedua wanita itu dengan wajah yang sangat buruk.

Nyonya Wanda memang tidak suka dengan Yelia yang selalu datang tanpa di undang. Dan itu akan membuat Cucunya itu tidak betah tinggal di rumah. Padahal kan dirinya ingin berdekatan terus dengan cucunya. Ingin mengungkapkan juga keinginannya

Wanita tua itu memandang keduanya dari balik kaca ruang tengah.

Hari ini Albian akan kembali ke kota tempat tinggal Mila dan juga kantor barunya.

Sebenarnya hanya ingin datang ke pesta ulang taun salah satu koleganya kemudian ia akan kembali lagi ke kantor utama. Karena pekerjaannya belum sepenuhnya terselesaikan.

1
Nurhayati
belum
Melia Andari
salam kk, mau tanya dung, ini karya mu sudah dikontrakin belum ke NT? 😁
Nurhayati: sudah kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!