Indonesia
NovelToon NovelToon
Selingkuhan Berhasrat

Selingkuhan Berhasrat

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mafia / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Clue

Keluarga suamiku merendahkanku setiap hari, aku di jadikan babu di rumah itu, rumahku sendiri. Tapi suamiku tak peduli, ia hanya bisa terus berselingkuh dengan wanita di Bar.
Satu malam, aku mabuk berat dan tidur dengan pria asing yang ku temui di parkiran, kami melakukannya di mobil.
"Ah...lakukan dengan pelan." Kataku, karena hanya itu yang bisa ku balas pada dunia yang menyakitiku.
Tapi aku tak tau, pria itu ternyata....ketua organisasi paling berbahaya di kota ini.
Sekarang aku terjebak
Antara pernikahan yang akan membunuhku pelan pelan, atau pria yang bisa membunuhku dalam semalam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Clue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

Di gedung Dewana group. Departemen design. Clare duduk di antara seluruh karyawan, orang di sampingnya melihat Clare sinis, berbisik satu sama lain

"aku pikir dia itu sangat baik, sangat agung"

"tapi ternyata itu hanya image"

"memang kita tidak boleh melihat orang dari luarnya saja..."

Clare pura-pura tidak mendengarnya. Jarinya mengetik di keyboard. namun pikirannya kosong

Layar monitor penuh dengan sketsa, tapi tidak ada satupun yang masuk di kepalanya

Ponsel di dalam laci meja bergetar sekali, Clare melirik namu ragu untuk melihatnya

Suara langkah kaki mendekat dari kantor kepala departemen, terlihat ia sedang membawa tumpukan dokumen, menuju arah Clare

"Clare!" panggil sinta dengan nada tinggi, dia meletakan kasar tumpukan dokumen itu di meja Clare

"revisi semua dokumen ini! Harus selesai besok!"

kalau ini tidak selesai siap-siap kamu di pecat!" ujarnya

Suaranya menggema. disengaja

Seluruh karyawan yang mendengar mendadak menoleh. Beberapa orang bahkan berhenti mengetik

Clare menatap tumpukan map itu. Debu masih beterbangan di udara

"ini bukan pekerjaan yang harus saya kerjakan, saya tidak punya tanggung jawab atas ini!"

Sinta tertawa kecil, tajam

"kalau saya suruh kerjakan ya kerjakan! Kamu tak berhak mengatur saya sekarang, kamu bukan siapa-siapa lagi!"

Hening.

Clare tidak langsung menjawab.

Ia meletakkan pulpennya pelan. klik...

Lalu Clare berdiri. Kursinya berdecit pelan, menatap Sinta. Lurus, dari kepala hingga ujung kaki

"Kamu benar." ujarnya datar

"saya bukan siapa-siapa lagi di sini."

Ia mengambil satu map dari tumpukan. membukanya. Membacanya sekilas

"Jadi saya tidak akan kerja lembur untuk orang yang bahkan tidak bisa bedakan revisi dan membuat baru."

Brak!...

Clare menutup map itu. Suaranya pelan tapi cukup untuk membuat Sinta terdiam

"dan saya tidak akan mengerjakan ini!" ujar Clare tenang "saya hanya akan mengerjakan apa yang sudah menjadi tugas saya!"

Sinta terpaku, ia mengepalkan tangannya menatap sinis Clare seakan kebencian terus menguasai tubuhnya

"berani membantah, ya kamu!" bentak Sinta tangannya menghantam meja, pulpen dan stapler berhamburan ke lantai

Clare tidak bergeming, ia hanya mengangkat alis sedikit, lalu tersenyum tipis

Brak!!

Sinta kembali menghantam meja, lebih keras. Wajahnya memerah menahan amarah

"kurang ajar! Kamu itu siapa! Cuma mantan CEO yang sudah buruk citranya!"

Di luar, suara ketikan mendadak berhenti. Pintu ruangan sebelah terbuka sedikit. Bisik-bisik mulai terdengar

Clare mengalihkan pandangan, ia mengambil tas miliknya di atas meja. Gerakannya santai seolah tak ada yang sedang terjadi

"ya" ujar Clare. Singkat. lalu ia berjalan ke arah pintu meninggalkan ruangan, melambai dengan wajah riang

Sinta melihatnya dengan penuh emosi yang tidak bisa tertahan lagi, matanya mebelalak menatap punggung Clare yang semakin menjauh

"SIALAN!" teriakannya

Sinta menyapu seluruh isi meja dengan kedua tangannya

Brak!

Map, tumpukan dokumen, laptop, bahkan bingkai poto di meja berhamburan ke lantai. Kertas berterbangan ke segala arah seperti salju

"keterlaluan! Memangnya dia siapa!" gumam sinta, tangannya mengusap kasar wajahnya

Lalu ia menatap seluruh karyawan yang melihatnya, menyapu nya satu persatu

"apa yang kalian lihat!" ujarnya, meninggi

Para karyawan langsung mengalihkan pandangannya ke depan, berpura-pura mengetik di keyboard nya masing-masing. Tidak ada yang berani membantah

Sinta menggelengkan napas kasar, ia menendang tumpuk map di lantai. Suara berbisik itu justru membuat suasana semakin hening

Tiba-tiba satu ponsel bergetar, terasa di saku Sinta. Dia meraihnya melihat nama yang tertulis di layar "direktur utama"

Ia menatapnya sebentar sebelum berani mengangkatnya

"ya, pak?.." suaranya tercekat

Dari seberang terdengar suara berat, tua

"ke ruangan saya. sekarang."

Klik... Telepon tertutup

Sinta menjatuhkan ponselnya ke meja, lemas

Ia menatap kekacauan di sekelilingnya, lalu menatap pintu

"persetan!" gumamnya pelan "apalagi yang dia inginkan dariku" ujar Sinta dengan nada cape

Ia merapikan blazernya. Rambutnya yang tadi kusut tadi kini ia sisir kasar dengan jari

Langkahnya menuju ruang direktur terasa berat. Setiap langkah hak sepatunya beradu dengan lantai marmer, suaranya menggema di lorong,

Di depan pintu kayu besar bertuliskan "DIREKTUR UTAMA", Sinta berhenti.

Ia menarik napas dalam-dalam, lalu mengetuk.

"Masuk."

Di dalam, Pak Dirga duduk di balik meja besar. Wajahnya datar, mesum.

Pak Dirga menunjuk kursi di depannya.

"Duduk."

Sinta duduk. Punggungnya tegak, namun kedua tangannya ia sembunyikan di bawah meja agar tidak terlihat gemetar.

1
Zyren Vale
W untuk mbok Lastri ❤️‍🩹
Zyren Vale
noo mertua matre 🥲
Zyren Vale
belum apa - apa udah tegang aja nih🗿
Zyren Vale
halo kak, aku mau baca kalau ada waktu, jangan lupa saling support 😇
Starval
Waduh kak jadi takut, jangan lupa mampir ya kak saling suport
Maharani Martosono
😄
Nona Cloe: rating dong kak, makasih 😘🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!