Indonesia
NovelToon NovelToon
Bunga Untuk Keanu

Bunga Untuk Keanu

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Balas Dendam / Orang Disabilitas
Popularitas:22.7k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Bunga gadis belia berusia 20 tahun, seorang pelukis tunawicara akibat trauma tragedi pembunuhan orang tuanya belasan tahun yang lalu, sempat merasakan kebahagiaan bersama Azka Alexander, pria tulus yang mencintainya apa adanya. Namun, kebahagiaan itu begitu singkat. Menjelang wafat akibat sakit keras, Azka berwasiat agar kakak kandungnya, Keanu Alexander, menikahi Bunga.
Keanu pria dingin yang menyimpan trauma mendalam terhadap wanita terpaksa menerima pernikahan itu demi memenuhi permintaan terakhir sang adik. Kini, Bunga dan Keanu terjebak dalam rumah tangga tanpa cinta. Di tengah dinginnya sikap Keanu, Bunga tetap berjuang mengungkap misteri di balik kematian orang tuanya demi menuntut keadilan.
Akankah pernikahan atas dasar keterpaksaan ini mampu menyembuhkan luka masa lalu mereka dan berubah menjadi cinta sejati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 20

Bunga beranjak dari tempat tidur sekencang yang ia bisa tanpa menimbulkan suara, meski pergelangan kakinya masih terasa sedikit ngilu. Ia bergegas masuk ke dalam kamar mandi, menyandarkan punggungnya pada daun pintu yang tertutup rapat, lalu menangkup kedua pipinya yang masih terasa membara.

Di atas ranjang, Keanu yang sebenarnya sudah terbangun sejak Bunga menarik tangannya tadi, perlahan membuka mata. Pria itu mengusap wajahnya yang terasa panas, mengingat dengan jelas kelakuannya tadi malam. Kerutan canggung terlihat jelas di keningnya.

"Bodoh sekali... Harusnya aku bisa menahan diri," gumam Keanu lirih pada dirinya sendiri sembari mengacak rambutnya kasar.

Saat Bunga keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang sudah rapi, Keanu pura-pura baru terbangun dan merapikan posisinya. Suasana di antara mereka mendadak berubah menjadi sangat canggung. Pria itu berdehem pelan untuk memecah keheningan yang menyiksa.

"Kakimu... bagaimana? Masih sakit?" tanya Keanu dengan nada suara yang sengaja dibuat sedatar mungkin, meski matanya enggan menatap langsung ke arah bibirnya Bunga.

Bunga tersentak, lalu dengan cepat menggerakkan jemarinya membentuk bahasa isyarat:

"Sudah jauh lebih baik, Kak Keanu. Terima kasih..."

Bunga menunduk dalam-dalam, mengambil tas kerjanya dan bermaksud melangkah keluar kamar lebih dulu untuk menghindari tatapan Keanu. Namun, Keanu dengan cepat beranjak dari tempat tidur dan menghalangi jalurnya.

"Tunggu," panggil Keanu tegas namun lembut. "Hari ini kau istirahat saja di rumah. Jangan dipaksakan bekerja dulu."

Bunga dengan cepat meraih buku catatan di meja nakas dan menuliskan sanggahannya.

'Aku sudah tidak apa-apa, Kak. Pekerjaanku di kantor masih banyak. Aku tidak mau menyusahkan.'

Keanu membaca tulisan itu, lalu menghela napas panjang. Ia menatap Bunga dengan pandangan dalam yang membuat dada wanita itu kembali berdesir hebat.

"Kau tidak pernah menyusahkan ku, Bunga," potong Keanu mantap. "Kalau kau tetap bersikeras mau ke kantor, maka kau harus berada di dalam ruanganku seharian ini. Jangan membantah."

Bunga terpaku menatap ketegasan di mata suaminya. Mengingat ancaman Panca Wiguna yang masih berkeliaran di luar sana dan rasa aman yang selalu ia dapatkan di dekat Keanu, Bunga akhirnya mengangguk pelan tanda setuju.

*

*

Sementara itu, di sebuah kantor kepolisian daerah Jakarta, Adrian bersama dua orang pengacara keluarga Alexander tampak sedang keluar dari ruangan penyidik. Adrian memegang sebuah map dokumen tebal berisi berkas-berkas lama kasus pembunuhan orang tuanya Bunga yang sempat ditutup belasan tahun lalu.

Adrian menyunggingkan senyum tipis seraya menatap dokumen di tangannya, lalu segera menekan tombol panggilan telepon kepada atasannya.

"Bagaimana, Adrian?" suara Keanu terdengar dari seberang telepon, bernada dingin dan menuntut.

"Tuan Keanu, berkas pembunuhan empat belas tahun lalu berhasil kami minta untuk dibuka kembali atas wewenang tim hukum Alexander," laporkan Adrian dengan nada penuh kemenangan. "Pihak kepolisian mulai menemukan adanya kejanggalan dalam surat penutupan kasus yang dulu dinyatakan sebagai bunuh diri. Kita selangkah lebih dekat untuk menyeret Panca Wiguna dan dalang utamanya ke jalur hukum."

Di ruang kerjanya, Keanu mengepalkan tangannya erat-erat saat mendengar laporan itu. Pria itu melirik ke arah Bunga yang sedang duduk rapi di sofa ruangannya, menatap ke luar jendela dengan tenang.

"Bagus," sahut Keanu dingin. "Lanjutkan penyelidikan tanpa suara. Saat bukti-bukti itu lengkap, aku sendiri yang akan memastikan mereka membayar semua penderitaan yang telah Bunga tanggung selama ini."

*

*

Menjelang jam makan siang, Keanu memesan beberapa menu makanan sehat khusus untuk Bunga guna mengembalikan stamina istrinya. Bunga menikmati setiap suapan makanan tersebut dengan lahap, membuat Keanu tersenyum tipis melihatnya.

Namun, ketenangan itu seketika pecah saat ponsel milik Keanu di atas meja berdering nyaring. Layar ponsel menunjukkan nama Jordan, seorang detektif swasta handal yang sengaja disewa Keanu untuk melacak keberadaan Panca Wiguna.

Keanu segera menggeser layar dan menempelkan ponsel ke telinganya.

"Lapor, Tuan. Saya berhasil menemukan tempat tinggal Panca Wiguna selama ini. Namun, tempat ini sekarang kosong melompong. Tapi kami berhasil menemukan sesuatu setelah menggeledah lokasi ini. Anda tahu atas nama siapa tempat ini dibeli untuk Panca?" tanya Jordan di ujung telepon dengan nada teramat serius.

Raut wajah Keanu seketika berubah tegang. "Ayo cepat katakan, Jordan! Siapa yang telah melindungi si bedebah Panca?!"

"Dia adalah Tuan Lucas Gracio, ayah dari Nona Clarissa!"

BRAK!

Keanu menggebrak meja kerjanya hingga cangkir di atasnya berdenting keras. Amarahnya membumbung tinggi ke udara.

"Apa?!" seru Keanu dengan napas memburu. "Jadi... selama ini dialah dalang di balik pembunuhan kedua orang tuanya Bunga?!"

Bunga yang sedang menikmati makan siangnya terlonjak kaget. Tangannya yang memegang sendok membeku di udara. Matanya terbelalak sempurna menatap Keanu, nama Lucas Gracio memukul kesadarannya bagaikan petir di siang bolong.

Dari balik telepon, Jordan kembali bersuara, "Jika Tuan berkenan, Tuan bisa datang ke sini dan mengecek surat kepemilikan rusunawa ini atas nama Tuan Lucas Gracio. Selain itu, saya menemukan sesuatu yang sangat menarik di sini!"

"Kirimkan lokasinya sekarang. Aku ke sana!" tegas Keanu sebelum mematikan sambungan telepon secara sepihak.

Keanu menghela napas panjang, berusaha menekan amarah yang bergejolak di dadanya agar tidak membuat Bunga semakin panik. Pria itu segera menghabiskan sisa makan siangnya dalam beberapa suapan cepat.

Keanu kemudian menghampiri Bunga, menatap istrinya dengan pandangan yang sarat akan tekad membara.

"Bunga, setelah makan siang, aku akan mengajakmu ke suatu tempat. Persiapkan dirimu," ujar Keanu mantap.

Bunga mengusap mulutnya dengan tisu, lalu mengangguk patuh. Di balik rasa guncangan mendengar nama ayah dari Clarissa disebut, Bunga menuntaskan makan siangnya dengan cepat, siap mendampingi suaminya membongkar kebenaran yang selama belasan tahun ini tersembunyi.

Mobil yang membawa Keanu dan Bunga menepi di halaman rusunawa yang tampak kumuh dan sepi. Tanpa mengulur waktu, Keanu membimbing Bunga melangkah menuju sebuah unit di lantai dua tempat Jordan dan timnya sudah menunggu.

Setibanya di dalam ruangan bernuansa lembap itu, Jordan langsung menyambut kedatangan mereka. Pria berjaket kulit itu menyerahkan sebuah buku berukuran sedang dengan sampul kain berwarna cokelat yang sudah terlihat usang dan lapuk dimakan usia.

"Tuan Keanu, Nyonya... lihat ini," ujar Jordan seraya menyerahkan buku tersebut dengan raut wajah sangat serius. "Buku ini kami temukan tersembunyi di dalam unit rahasia di bawah lantai lemari."

Keanu menerima buku usang itu, lalu membukanya perlahan tepat di samping Bunga. Di lembar-lembar awal, tertera barisan nama yang ditulis dengan tinta hitam. Di bagian atas halaman tersebut, tertulis sebuah kata tegas dengan garis bawah tebal: TARGET.

Matanya Bunga membelalak. Dadanya mendadak berdebar kencang penuh dengan firasat buruk. Jemari mungilnya yang gemetar hebat ikut membantu Keanu membalikkan halaman demi halaman yang berisi susunan nama calon korban eksekusi.

Sampai akhirnya, pandangan mata Bunga terkunci rapat pada baris dengan deretan angka 19 dan 20.

Di sana, terukir jelas nama lengkap kedua orang tuanya beserta tanggal tragedi berdarah belasan tahun silam.

Deg!

Buku di tangan Keanu seolah menjadi begitu berat. Bunga membeku seketika, menatap nama ayah dan ibunya bersanding rapat di dalam daftar hitam pembunuh4n yang dirancang oleh Lucas Gracio.

"I...ibu... Ayah..." ucapnya dalam hati

Isakan yang selama belasan tahun tertahan di dalam tenggorokannya Bunga mendadak pecah menjadi jeritan histeris tanpa kata. Bunga memegangi dadanya yang terasa dihantam sembilu tajam, air matanya mengucur deras membasahi pipi. Tubuhnya ambruk berlutut di lantai rusunawa yang dingin, menangis histeris seraya meremas dadanya yang teramat sesak.

"Bunga!"

Keanu seketika berlutut, merangkul rapat tubuhnya Bunga yang terguncang hebat ke dalam dekapannya. Amarah Keanu membumbung sampai ke puncak saat menyaksikan ketakutan dan penderitaan istrinya yang kembali terkoyak di depan matanya sendiri.

"Menangislah, Bunga... Luapkan semuanya," bisik Keanu serak seraya mengusap punggungnya Bunga dengan erat, sementara matanya yang berkilat dingin menatap tajam ke arah Jordan. "Aku bersumpah, Lucas Gracio akan membayar setiap tetes air mata yang kau keluarkan hari ini!"

Bersambung...

1
Teh Yen
ternyata itu bukan tuan Alexander yg aslinyp kembarannya
Nar Sih
sdh mulai terlihat jls mslh disini ,gila harta dan tahta mebuat saudara jdi tega dan gila mecari pesugihan korban nya saudara sendiri
fatmawati (pipit)
ternyata papa alexander punya kembar identik yang sangat terobsesi pada ritual pada dewa darun untuk kekayaannya.
untuk iblis bermuka dua seharusnya kamu saja yang menjadi tumbal ritual dewa darun itu
Mom Ilham
kejutan bgt thor👍/Casual/🤭
Nadja 🎀
Clarissa tobat bisa dpt jodoh lbh baik dr keanu semangat ya!!
vania larasati
lanjut kak
Arw
plot twist nya ini ternyata...benar2 saudara yg jahat padahal kembar indentik...
Muft Smoker
aduuuuh demi harta dn kekuasaan ,,
ma saudara pun saling menikung ,, tikung kanan ,, tikung kiri ,, main tikung ooh ,, ooh ,,




🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Muft Smoker
waaaah apa ini ,, kejutan apa lgii ni kak eliiiii ,,
aq padamu pokokny😉😉😉
Muft Smoker
lanjuuuut kak ,,
makiin penasaran tiap bab ny ,,
aq fikir cerita kak eli cuma seputar perjodohan pengganti ,, trnyata di balik ny ad sekte yg tersembunyi ,,
😱😱😱😱
Muft Smoker
jgn2 ni bpa ny bunga ,, msh hidup tp di sekap😱
Muft Smoker
aduuuuh jd horror begini kak ,,
dr awal emnk udh curiga aq ma tuan Alexander ,,
vania larasati
lanjut kak
Nar Sih
cerita kali ini menegang kan kak,ada drama romatis juga ada horor nya
Teh Yen
Clarisa d sekap oleh tuan Alexander lalu itu ketemu siapa yah ?
Teh Euis Tea
othorku, jujur aku takut baca cerita KK yg ini, ntah kenapa aku kurang suka baca cerita mafia atau cerita horor
tegang aku bacanya
Teh Euis Tea: di Usain ya kak🙏
total 2 replies
Oma Gavin
makin seru cerita nya
fatmawati (pipit)
cerita lebih horor dimana seorang papa yang tega menumbalkan anak kandung demi mendapatkan kekayaan yang berlimpah /Sob//Sob//Sob//Sob/
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terimakasih kak
total 1 replies
fatmawati (pipit)
ayo keanu kamu pasti bisa mengungkap kebenaran ini, untuk clarissa apa bapak tua ini ayah kandung dari bunga 🤔🤔🤔🤔🤔
apakah kematian diana juga ada kaitannya dengan papa alexander
fatmawati (pipit)
novel kk yg ini ada misteri dari sebuah perusahaan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!