Indonesia
NovelToon NovelToon
Istri Pengeran Ke -7 Yang Idiot

Istri Pengeran Ke -7 Yang Idiot

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno / Balas Dendam
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Heresnanaa_

Sebagai anak dari selir rendahan, Xiu Ying Nona Ke-9 dari Kediaman Utama selalu hidup tertindas, pasrah, dan dianggap sebagai "sampah" oleh ayah serta saudara-saudaranya. Namun, sebuah insiden di kolam teratai mengubah segalanya. Xiu Ying yang terperosok ke dalam air dingin bangkit sebagai sosok yang sama sekali baru: dingin, cerdik, dan tak lagi sudi diinjak-injak.

Guna menyingkirkan Xiu Ying yang mulai sulit dikendalikan dan demi menyelamatkan putri-putri kesayangannya dari pernikahan politik yang merugikan, sang ayah dengan tega menikahkan Xiu Ying dengan Zhen Yu—Pangeran Ke-7 yang dituduh "idiot" dan kerap dijadikan bahan tertawaan di seluruh istana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heresnanaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 20

Malam semakin melarut di ibu kota. Salju tipis turun menyelimuti kediaman-kediaman megah para pejabat, membungkus kota dalam keheningan yang dingin dan mencekam. Namun, di dalam kediaman Pangeran Ke-4 yang dijaga ketat oleh puluhan prajurit berbaju besi, suasana terasa begitu tegang.

Di dalam kediamannya yang tertutup rapat, Kasim Wu berjalan bolak-balik dengan cemas. Pelipisnya dibasahi keringat dingin meskipun udara di luar membeku. Kegagalan racun Bubuk Jiwa Lumpuh di perjamuan semalam dan penolakan keras dari Xiu Ying tadi pagi membuat posisinya di ujung tanduk.

"Pangeran pasti akan menghabisiku jika masalah ini terbongkar..." gumam Kasim Wu gemetaran sambil meremas ujung lengan bajunya.

Tiba-tiba, lilin-lilin di dalam ruangan meredup serentak. Angin dingin yang asing berembus mematikan lentera kayu. Sebelum Kasim Wu sempat berteriak memanggil pengawal di luar pintu, dua sosok berbusana serba hitam dengan topeng perak muncul dari balik bayangan atap.

TAP.

Satu jarum perak beracun menancap presisi di leher Kasim Wu. Kasim tua itu seketika melotot, tubuhnya kaku, dan kesadarannya menguap dalam sekejap mata. Tanpa bersuara sedikit pun, kedua pengawal bayangan itu memapah tubuh kaku Kasim Wu dan melompati dinding kediaman Putra Mahkota yang padahal dijaga amat ketat.

Di sebuah markas rahasia di bawah tanah yang tersembunyi jauh di balik lorong-lorong batu dingin ibu kota, pendar obor memantul remang di dinding-dinding batu yang lembap.

Kasim Wu tersentak bangun. Rasa dingin menyengat menyadarkannya. Saat membuka mata, ia mendapati kedua tangannya terikat rantai besi tebal pada sebuah kursi kayu. Di sekelilingnya, berdiri puluhan pria berbusana hitam dengan pedang terhunus.

Namun, yang membuat darah Kasim Wu seketika membeku adalah sosok pria yang duduk anggun di atas takhta batu di hadapannya.

Pria itu mengenakan jubah hitam kelam berbordir benang perak bermotif naga bayangan. Wajahnya tertutup topeng perak berukir rumit. Pria itu menyilangkan kakinya, menopang dagunya dengan satu tangan, sementara tangan lainnya memainkan sebuah belati tipis berkilat tajam.

Aura di sekitar pria itu begitu dingin, dominan, dan sarat akan ancaman kematian—jauh berbeda dengan siapa pun yang pernah dilihat Kasim Wu di istana.

"S-Siapa kalian?!" jerit Kasim Wu dengan suara parau ketakutan. "Tidakkah kalian tahu hamba adalah orang kepercayaan Putra Mahkota?! Beraninya kalian menculik hamba dari kediaman Pangeran Ke-4!"

Sosok bertopeng perak itu tidak langsung menjawab. Ia terkekeh pelan—sebuah tawa rendah yang berat, dingin, dan menggetarkan selaput telinga Kasim Wu.

Zhen Yu meletakkan belatinya di atas meja batu dengan bunyi benturan tajam. TANG!

"Orang kepercayaan Putra Mahkota?" buka Zhen Yu, suaranya yang dalam dan berwibawa menggema di lorong batu. "Kasim Wu, di tempat ini, status Putra Mahkota yang kau banggakan itu tidak lebih berharga daripada debu di bawah telapak kaki."

Kasim Wu gemetaran hebat. Ketajaman aura pria bertopeng di hadapannya membuat nyalinya ciut seketika. "A-Apa yang kalian inginkan ?!"

Zhen Yu mencondongkan tubuhnya ke depan. Mata hitam pekat di balik topeng perak itu mengunci pandangan Kasim Wu bagai elang menatap mangsanya.

"Kau berani mencampurkan Bubuk Jiwa Lumpuh ke dalam cawan anggur milik istriku semalam," desis Zhen Yu, suaranya membeku laksana es di dasar telaga. "Siapa yang memberimu keberanian untuk menyentuh wanita milik Jaringan Bayangan Mistik?"

Seketika, mata Kasim Wu membelalak selebar-lebarnya. Wajahnya berubah pucat pasi bagai mayat. Jaringan Bayangan Mistik?! Jaringan organisasi mata-mata dan pembunuh bayaran paling legendaris yang menguasai seluruh rahasia berdarah di kerajaan ini?!

"J-Jaringan Bayangan..." cicit Kasim Wu, tubuhnya gemetaran hebat hingga rantai besinya berdenting nyaring. "A-Ampun, Yang Mulia Penguasa Bayangan! Hamba tidak tahu! Hamba hanya menjalankan perintah dari Yang Mulia Putra Mahkota!"

"Aku tahu," sahut Zhen Yu datar. "Dan karena itulah kau masih bernapas detik ini. Serahkan seluruh dokumen rahasia transaksi politik dan bukti suap milik Putra Mahkota yang kau sembunyikan di balik jubahmu."

Lu Feng pengawal kepercayaan Zhen Yu langkah maju dan merobek lining dalam jubah Kasim Wu. Sebuah gulungan surat rahasia berstempel emas milik Pangeran Ke-4 jatuh ke tangan Zhen Yu. Surat itu berisi catatan transaksi jual beli jabatan militer serta rencana sabotase pasokan bahan pangan di wilayah utara.

Zhen Yu membaca gulungan itu sekilas, lalu menyunggingkan senyum miring yang mematikan di balik topengnya.

"Sangat bagus," gumam Zhen Yu dingin. "Putra Mahkota ternyata menggali kuburannya sendiri jauh lebih dalam daripada yang kubayangkan."

Kasim Wu bersujud di atas lantai batu yang dingin, meratap memohon belas kasihan. "Hamba memohon ampun! Hamba sudah menyerahkan semuanya! Tolong ampuni nyawa hamba!"

Zhen Yu berdiri anggun dari takhta batunya, mengibaskan jubah hitamnya yang mewah. "Kau sudah mencoba meracuni istriku. Dalam hukum Jaringan Bayangan, tidak ada tempat bagi orang yang berniat melukai ratuku."

Zhen Yu membalikkan badan dan melangkah pergi tanpa menoleh lagi. "Lu Feng, selesaikan. Pastikan jasadnya tidak pernah ditemukan."

"Baik, Yang Mulia!" jawab Lu Feng tegas.

Jeritan histeris Kasim Wu seketika terputus saat kegelapan markas bawah tanah menelannya bulat-bulat.

Satu jam kemudian, di dalam ruang kerja pribadi Pangeran Ke-4 di Kediaman Putra Mahkota.

Pangeran Ke-4 duduk di balik meja kayunya dengan perasaan gusar. Laporan dari pengawalnya menyatakan bahwa Kasim Wu mendadak hilang dari kamarnya tanpa meninggalkan jejak atau tanda-tanda perkelahian.

"Bagaimana bisa seorang kasim hilang di dalam kediamanku sendiri?!" bentak Pangeran Ke-4 murka pada kepala pengawalnya. "Cari dia sampai dapat! Jangan sampai dia ditangkap oleh orang-orang Istana Ke-7!"

Tiba-tiba, angin malam yang sangat kencang meniup jendela kayu hingga terhempas terbuka. BRAK!

Lilin-lilin di meja kerja Pangeran Ke-4 padam seketika. Sang Putra Mahkota mencabut pedangnya dengan cepat, menatap sekeliling ruangan yang mendadak gulita.

"Siapa di sana?!" teriak Pangeran Ke-4 tegas.

Tidak ada jawaban. Hanya hembusan angin malam yang dingin menusuk tulang.

Ketika para pengawal berhamburan masuk membawa obor dan menyalakan kembali lilin-lilin ruangan, mata Pangeran Ke-4 tertuju pada meja kerjanya.

Di atas meja kayu cendana itu, tepat di atas peta wilayah kerajaan, tertancap sebuah belati hitam. Di ujung belati tersebut, terdapat selembar kertas berstempel lilin merah berbentuk Mawar Hitam—lambang tertinggi yang paling ditakuti dari pimpinan Jaringan Bayangan Mistik.

Dengan tangan gemetaran dan napas memburu, Pangeran Ke-4 mencabut belati tersebut dan membuka lipatan kertasnya. Di dalamnya tertulis rentetan kalimat ber tinta emas yang dingin:

 "Pangeran Ke-4... Kasim Wu telah membayar dosanya atas racun di perjamuan. Jika kau berani melangkah satu inci saja mendekati Istana Zhen atau menyentuh sehelai rambut Istri Pangeran Ke-7 lagi... maka surat transaksi rahasiamu akan berada di meja Kaisar besok fajar, dan kepalamu akan menjadi piala di atas gerbang kota.

 Ingatlah... bayangan selalu mengawasimu."

Pangeran Ke-4 terduduk lemas di kursinya. Kertas rahasia di tangannya terlepas, jatuh ke lantai. Wajah sang Putra Mahkota yang biasanya sombong dan dingin kini dipenuhi ketakutan luar biasa. Keringat dingin bercucuran meresap ke jubah mewahnya.

Ia menyadari sebuah kenyataan yang teramat mengerikan: di balik Pangeran Ke-7 yang dianggapnya konyol dan lemah, serta Istri Pangeran Ke-7 yang pandai berbisnis, berdiri sesosok Penguasa Bayangan yang sanggup menyusup ke dalam ruang kerjanya tanpa terdeteksi!

"Tarik... tarik seluruh pengawal dari sekitar Istana Zhen sekarang juga!" perintah Pangeran Ke-4 dengan suara gemetar dan panik kepada kepala pengawalnya. "Jangan ada satu pun dari kalian yang berani mendekati kediaman itu lagi! Batalkan semua rencana terhadap Xiu Ying!"

"B-Baik, Yang Mulia!" jawab sang kepala pengawal ketakutan melihat kepanikan tuannya.

Keesokan paginya, di Istana Zhen.

Sinar matahari pagi membias hangat di atas salju yang menyelimuti taman. Xiu Ying duduk anggun di paviliun sambil menikmati teh hangat racikannya.

Susu melangkah masuk dengan wajah gembira dan heran. "Nyonya Utama! Ada kabar aneh dari luar!"

Xiu Ying mengangkat cangkir tehnya perlahan. "Kabar apa?"

"Seluruh pengawal istana yang tadi pagi mengawasi gerbang kita mendadak ditarik mundur oleh Putra Mahkota! Bahkan rumor di pasar mengatakan bahwa Putra Mahkota mendadak jatuh sakit dan mengurung diri di kediamannya sejak semalam!" lapor Susu bersemangat.

Xiu Ying memiringkan kepalanya sedikit heran. Putra Mahkota mendadak panik dan menarik mundur pasukannya? Padahal tadi pagi Komandan Fang begitu gencar menyerangku...

Xiu Ying melirik ke arah halaman rumput. Di sana, Pangeran Zhen Yu sedang berlarian riang sambil memegang sebatang kayu, berkejaran dengan seekor anak anjing putih dengan tawa renyah yang kekanak-kanakan.

"Kakak Cantik! Lihat! Anjingnya mau mengejar kayu Yu-er!" seru Zhen Yu gembira sambil melambaikan tangannya pada Xiu Ying.

Xiu Ying tersenyum hangat, menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia mengabaikan rasa curiganya dan memilih menikmati keheningan pagi itu.

Di halaman rumput, sambil berpura-pura bermain dengan anak anjing, Zhen Yu melirik ke arah Xiu Ying dari balik rambut panjangnya. Senyuman tipis dan amat lembut terukir di bibirnya.

Musim dingin ini akan menjadi hangat untukmu, Istriku, batin Zhen Yu penuh janji. Selama aku hidup, tidak ada satu pun serigala di kerajaan ini yang berani mengganggu kedamaianmu.

( Bersambung)

1
Quinza Azalea
next
merry
romantis bagi yg melihat nya
Pa Muhsid
pangeran edan gak tau tempat kan kasian tim jomblo 🙊
Nurhasanah
makin seru tapi sayang cuma 1 bab 😁😁😁 .. boleh tambah lagi nggak thor nanggung nih 👍👍👍👍
Nurhasanah: eh maaf cuma 2 bab 🤣🤣🤣 ... saking serunya sampe salah tulis 😁😁😁😁
total 1 replies
merry
belah duren kah mrkk 🤭🤭
Nurhasanah
masih kurang kak 🤣🤣🤣 ... tambah lagi kalau bisa 😁😁😁😁 seru bangett soalnya 👍👍👍👍
Apis
aku salfok sana kata " kain kafan di cerita tema kerajaan Tiongkok kuno thor
Anggye syahab
Sangat bagus..semoga sukses trus karya nya kak
Anggye syahab
wach kak..ceritamu sangat kerennn..jangan lupa jaga kesehatan yaaa..tetap semangat dengan karya nya🤗
Heresnanaa_: wahhh terimakasih banyak Kaka, Kaka juga jaga kesehatan selalu yaa🫶😚
total 1 replies
Arix Zhufa
up
Nurhasanah
karya bagus yg wajib di baca 👍👍👍
Nurhasanah
lanjut thor makin seru ceritanya ... jangan hiatus ya thor semangatt 👍👍🥰🥰🥰🥰
Pelangi Jingga
perbanyak up tor 💪😂🤭🤣
Heresnanaa_: stay tune yaa 😚🫶
total 1 replies
Arix Zhufa
sehari tidak up bbrp bab kak?
Heresnanaa_: tergantung mood author si 🙏😂
total 1 replies
Pa Muhsid
mending ini didalam kereta, ada satu yang belah duren dibawah pohon diatas rumput pernah baca di novel tetangga 🙈🙈🙈
Heresnanaa_: huaaaa🥹😂
total 1 replies
Arix Zhufa
semakin menarik
Arix Zhufa
Belah duren di dlm kereta....baru kali ini ada cerita yg berbeda dari novel lain 😄😄
Heresnanaa_: stay tune terus beb😚
total 1 replies
Arix Zhufa
up
Arix Zhufa
pangeran ke 7 kok bisa kaya modal nya dari mana thor?
Xeon Nana
jujur aja pangeran ke 7 itu engga idiot kayak yg di ceritakan apa lagi kata mereka atau rumor yg beredar malah pangeran menurutku sedang menyembunyikan identitas nya entah apa alasannya aku gak tau tpi jujur aku suka sama alur ceritanya semangat terus buat up ya kk 🙏🙏
Xeon Nana: oke kak aman semangat ya banya banya up
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!