Indonesia
NovelToon NovelToon
7 Hari Bersama Althara

7 Hari Bersama Althara

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Teen / Tamat
Popularitas:168.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ega Endrawati

Alhena tidak pernah berhenti memikirkan Althara dari 3 tahun setelah Althara meninggalkan nya tanpa sebab. Alhena terus di hantui pertanyaan apa yang membuat Althara pergi, padahal sebelum nya mereka baik-baik saja, bahkan mereka selalu mengucapkan janji tidak akan pernah meninggalkan satu sama lain. Tapi kenapa sekarang Althara meninggalkan Alhena tanpa pamit ?
Ada apa dengan Althara ?
Apa Alhena telah membuat kesalahan sampai Althara pergi ?
Apakah Althara menyembunyikan rahasia besar dari Alhena ?
Bisakah Alhena memaafkan Althara setelah Althara kembali ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ega Endrawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Milky way

Minggu berganti menjadi bulan, dan tidak terasa hari ini adalah hari kelulusan untuk angkatan Althara.

“Selamet ya akhirnya kamu lulus” ucap ku sedih. Membayangkan bagaimana aku jadinya di sekolah jika tanpa pantauan nya.

Althara mengajak ku duduk di samping lapangan. Di antara siswa siswi yang berlalu lalang melewati kami,juga dengan meriah nya suara bising di tengah lapangan yang sedang merayakan kelulusan mereka.

“Kok sedih?” Tanya nya yang malah semakin membuat ku sedih.

Aku menggedikan bahuku.

“Hampa aja ga ada kamu di sekolah”

Althara tersenyum.

“Aku kan masih anter jemput kamu ke sekolah kalo kamu mau”

“Ya tapi kan beda,cuma anter jemput aja”

Althara menghela nafas sambil tersenyum dengan bingung.

“Biasanya kan aku di anter sampe depan kelas,belum lagi kalo istirahat pasti sama kamu terus”

“Aku bisa anter kamu sampe depan kelas juga kalo kamu mau”

Aku mengangkat kedua halis ku.

“Iihh jangan. Aneh banget udah kaya anak presiden aja harus di jagain kaya begitu”

Dia tertawa melihat wajah ku yang terlihat serius menanggapinya.

“Ya udah ga apa-apa,lama kelamaan juga terbiasa nanti ga ada aku”

Aku memainkan bibirku sambil melamun dan berusaha mencari percakapan lain agar mengganti suasana hatiku.

“Gimana kabar seleksi ujian kamu?” Tanya ku mengingat dia tengah mengikuti uji tes untuk masuk ke universitas favorit nya yang aku pun tidak tahu kampus apa itu.

“Aku ga jadi ikuti uji tes nya”

“Kenapa?”

“Aku belum mau untuk daftar kesana,dan kemarin aku udah daftar ke Universitas Trisakti Jakarta jurusan Desain Komunikasi Visual itu”

“Emang Universitas yang kamu mau itu dimana?” Tanyaku.

“Kalo aku bilang tempat nya jauh banget, kamu mau aku tinggal?” Tanya nya balik membuat bibir ku mengerucut.

“Jauh nya banget emang ?”

Althara tak menjawab hanya menatap ku dengan serius.

“Jangan dong Al, aku ga mau” sedih ku dengan manja.

Dia tersenyum melihat tingkah ku yang lucu dan mengusap rambut ku dengan lembut.

“Makanya aku ga akan tinggalin kamu jauh-jauh. Di tinggal lulus sekolah aja kamu gini,gimana aku tinggalin kamu lebih jauh lagi” ucapnya sambil tersenyum.

Dari tatapan Althara ada yang aneh,menurut ku ada yang di fikirkan nya namun entah apa itu.

“Nanti sore aku mau puncak bareng temen-temen ku, kamu ikut ya”

“Puncak ? Gunung?” Tanya ku polos membuat Althara kembali tertawa.

“Bukan puncak gunung,ke puncak di bogor. Tempat nya indah,kamu pasti suka”

“Bogor ?”

Althara mengangguk.

“Yah,aku takut ga di bolehin sama Papa” mengingat Papa yang masih selalu mengekang ku untuk tidak sembarangan keluar rumah apalagi sampai larut malam.

“Ga apa-apa,nanti aku yang minta izin langsung sama Papa kamu”

“Kalo ga di izinin gimana ?” Tanyaku dengan sedih.

“Pasti di izinin”

Aku mengangkat satu halis ku.

“Yakin banget kayanya”

“Iya dong,Papa kan lebih percaya aku di banding kamu”

“Iya ya? Ko bisa?” Jawab ku lalu kita tertawa bersama di antara riuh nya seluruh siswa di sekitar kita.

Sore hari nya Althara benar-benar datang kerumah untuk menjemput ku.

Aku ragu jika Papa akan mengizinkan ku untuk pergi ke puncak malam itu. Namun aku menunggu Althara dan Papa mengobrol selagi aku bersiap di kamar. Aku turun menghampiri Althara dan Papa.

“Gimana ?” Tanya ku kepada Althara setengah berbisik.

Althara menggelengkan kepala nya dengan kecewa. Aku melirik Papa yang sedang duduk serius menatap ku dan Althara. Aku menghela nafas pasrah dan kesal.

“Kenapa sayang?” Tanya Mama saat Mama ikut duduk di samping Papa.

“Papa ga ngizinin aku ikut ke Puncak Ma” ucap ku mendelikan mata menatap Papa.

“Loh! siapa bilang?” Tangkis Papa.

“Papa udah bilang ke Althara kalo kamu boleh pergi kok” Ucap Papa membuat ku bingung.

“Boleh pa ?” Tanya ku tak percaya.

“emang aku bilang kamu ga di izinin?” Timpal Althara,membuatku mencubit perutnya dengan kencang.

“Iihh, Sebel deh”

“Aw aw iya ampun sakit sakit”

Aku melipat kedua tangan ku menatap nya dengan kesal namun bahagia.

“Kamu kan cuma nanya ‘gimana?’ Aku kan ga tau itu ‘gimana’ yang mana” ucap nya berdalih.

“Ya aku kira kamu geleng kepala Papa ga izinin”

“Asal sama Althara Papa pasti percaya. Kalian ke puncak sampe tengah malem dan harus hati-hati di jalan nya,Alhena juga yaa jangan sampe kedinginan disana”

Aku tersenyum begitu bahagia.

“Ya udah sana pergi, nanti keburu malem. Jagain Alhena ya Althara” ucap Mama mengusir kami secara halus.

“Baik Ma,kita pergi dulu ya”

Kami berdua mencium punggung tangan Mama dan Papa lalu pergi dengan motor Althara.

Perjalanan dari bandung menuju puncak begitu menyenangkan walaupun terbilang begitu jauh harus menempuh jarak 3 jam 30 menit. Namun aku tak keberatan jika harus lama di jalan asal bersama Althara.

Aku,Althara dan semua teman-teman sekelas nya beriringan melajukan motor menuju Puncak ke tempat tujuan kami mengadakan acara perpisahan pribadi kelas nya.

Dan sampai lah kami di sebuah Caffe yang berada tepat di puncak bogor samping jurang namun aman. Tempat ini begitu indah,sungguh. Langit yang begitu terlihat luas terasa dekat sekali dengan kepalaku,dan taburan bintang-bintang yang menyinari malam kami menambah indah nya langit di puncak malam itu. Suasa di Caffe ini persis seperti nama Caffe yang tertera di ukiran papan besar di Atap Caffe nya “Milky Way” yang artinya Bintang bertaburan di Angkasa.

“Ayok masuk” ajak Althara menggandeng tangan ku.

Dia menyeret ku masuk ke dalam Caffe, namun ternyata Caffe itu memiliki tempat terbuka di dalam nya sehingga aku masih bisa menikmati langit malam yang indah. Dan begitu terkejut nya aku ketika melihat keindahan City Light yang tak kalah indah nya di hadapan ku.

Aku tertegun melihat keindahan Lampu kota yang begitu jelas terlihat berkelap kelip begitu luas sejauh mata memandang.

“Althara, keren banget” seru ku terpatung tak bergerak.

“Kamu suka?” Tanya nya.

“Aku suka banget Al” aku memeluk nya bahagia.

Dia menuntun ku duduk di salah satu tempat duduk di tepian jurang yang telah di pagari pembatas demi keselamatan pengunjung tentu nya. Aku duduk berdua dengan dia disana, mataku tak lepas dengan keindahan alam ini.

“Tempat nya kok keren banget sih Al” dia hanya tersenyum membiarkan ku terus menikmati pemandangan di hadapan ku.

“Mau pesen apa Al” teriak Edo.

“Hazelnut Late aja, kamu mau apa?” Tanya nya padaku.

“Samain aja” ucapku sambil terus menatap lurus kedepan.

Teman-teman nya yang lain sedang mempersiapkan pembakaran untuk membakar jagung yang sudah di sediakan pihak caffe. Beberapa orang ada yang bermain gitar dan yang lain nya juga sedang makan memisahkan diri, sedangkan Althara memilih untuk menemani ku menikmati keindahan malam.

Setelah jagung nya matang,aku dan Althara di panggil untuk menyantap dulu jagung bakar itu,setelah itu kami mengobrol bersama sambil bercanda. Begitu serunya teman-teman Althara ini,dan mereka sama sekali tidak pernah keberatan dengan keberadaan ku di antara mereka selama ini. Aku sudah seperti bagian dari pertemanan mereka,bahkan setiap nongkrong ataupun pergi main,aku tidak pernah di asingkan oleh mereka.

Setelah acara bakar-bakar selesai,kami semua melakukan kegiatan kami masing-masing kembali sebelum kami pergi dari tempat indah itu.

Aku dan Althara kembali duduk berdampingan di tepian jurang dengan aku yang tak hentinya menatap langit di atas kepalaku.

“Sayang banget bintang nya mulai di tutupin awan” ucap ku menatap langit langit malam.

Tatapan Althara tak lepas dari pemandangan City light di hadapan nya.

“Kalo malem-malem disini Bintang mulai hilang, kamu bisa liat lampu kota yang kelap kelip ini di depan kamu, anggap aja mereka Bintang jatuh, sama-sama indah bukan?”

Aku ikut memandang pemandangan City Light di hadapan kita.

“Alhena Reva Amara” ucap nya dengan tatapan yang masih lurus kedepan.

Aku menoleh kepadanya.

“Kamu tahu arti nama kamu?” Tanya nya masih tidak menoleh kepadaku.

“Cahaya cincin bintang yang bersinar” ucapku dengan bangga.

Althara menganggukan kepala nya seolah bangga aku bisa tahu arti namaku sendiri.

“Dan kamu tahu nama lengkap aku apa?” Tanya nya, aku mengingat kembali apa aku pernah tahu nama lengkap Althara selama beberapa bulan ini,karena selama ini aku tak pernah memanggil dia dengan lengkap seperti dia memanggil ku. Namun aku berusaha mengingat nya lagi mungkin saja aku pernah mengecek KTP atau tanda pelajar nya atau identitasnya dimana pun,namun ternyata aku tidak pernah tahu.

Aku menggelengkan kepala ku sambil menunjukan sederet gigi ku padanya.

“Althara Tarendra Orion” aku mengingat sesuatu ketika dia menyebut kan nama lengkap nya. Seperti nya aku mengerti dengan nama itu.

“Pangeran Bintang Sang Pemburu?” ucapku setelah berfikir keras. Dan aku terkejut begitu aku baru menyadari jika namanya memiliki nama Bintang sama seperti ku.

“Dari pertama kali aku lihat kamu waktu MOS aku udah tertarik dengan siswi baru yang bernama Alhena Reva Amara"

Aku mengangkat halisku tak percaya mendengarnya.

"Nama itu selalu di sebut di setiap siswa yang bermasalah di tengah lapangan. Kamu sering sekali bikin ulah waktu MOS sampai nama kamu sering banget di sebut di tengah lapangan untuk di beri hukuman”

Aku mengingat masa masa MOS waktu itu ketika aku sering sekali kesiangan mengikuti kegitan di pagi buta,bahkan aku sering sekali tak menuruti mentor untuk membawa tugas yang aku malas sekali mencari nya.

“Tapi kok aku malah ga pernah liat kamu sih?” ucapku.

Dia menatap ku sambil tersenyum.

“Aku itu ketua OSIS Alhena,ga mungkin kamu ga pernah liat aku selama MOS”

“Oya ?” Tanyaku mengingat lagi.

“Itu karena kamu nya yang ga pernah peduli siapapun itu dan apapun status mereka di sekolah. Kamu cuma berfokus sama diri kamu sendiri, dan kamu ga peduli dengan orang-orang di sekitar kamu”

“Emang iya?” Tanyaku tertawa.

“Iyaa, aku sering lihat kamu di hukum tapi kamu ga pernah ngelawan ataupun malu,kamu itu terlalu berani”

“Iya aku memang pemberani. Tapi semenjak ada kamu aku jadi menggantungkan keberanian aku sama kamu”

Althara terlihat terpaku mendengar itu.

“Alhena” panggilnya dengan sayu.

“Suatu saat aku pasti akan pergi kaya gini,lulus sekolah. Aku ga bisa jagain kamu di sekolah, kamu harus bisa mengembalikan rasa percaya diri kamu dan keberanian kamu, karena aku ga bisa selama nya jagain kamu”

“Iya Althara, di sekolah aku pasti bisa jaga diri” jawab ku dengan pasti.

“Bukan hanya di sekolah Al, di luar juga kamu harus bisa jaga diri”

“Kenapa?” Tanyaku semakin heran.

“Aku mau kamu bisa jaga diri selama aku ga ada di samping kamu”

“Aku gamau kamu jauh dari aku Althara” ucap ku mengelus lembut pipi nya sambil tersenyum.

Aku tidak mengerti tentang percakapan ini, namun Althara terlalu membuat ku takut dengan kata-katanya yang seolah dia akan pergi jauh.

Dia tersenyum dan memeluk ku dengan erat.

Lalu dia seperti teringat sesuatu saat melepaskan pelukan nya.

“Aku punya sesuatu buat kamu”

Dia merogoh sesuatu di dalam tas nya, dan menunjukan sebuah kalung yang panjang terbuat dari tali berwarna hitam dan dengan gantungan bintang perak yang hanya separuh di hadapan ku.

“Bagus banget Al” ucap ku mengambil alih kalung itu dari tangan nya.

“Separuh bintang lain nya mana?” Tanya ku.

Althara mengeluarkan sesuatu dari dalam baju nya. Dan ternyata kalung itu sudah di pakai nya.

“Keren banget sih Al,kamu sengaja beli ini buat kita?”

Dia memegang kalung itu dengan mengingat sesuatu.

“Aku beli ini sebenernya udah lama Al, udah lebih dari 1 tahun yang lalu waktu aku ikut liburan ke Bali sama orang tuaku”

“Hah ? Udah lama banget" ucapku sambil tertawa.

"Terus kenapa kalung ini masih kamu simpan?” Tanya ku heran.

“Karena aku belum nemu yang tepat orang yang bisa ku percaya untuk memakai kalung ini”

Aku menganggukan kepala ku,lalu aku ingat dengan seorang wanita.

“Cinta pertama kamu?” sindir ku dengan wajah yang tidak nyaman karena harus kembali mengingat Tania.

Althara tersenyum begitu mengerti dengan sindiranku. Dia pasti sudah mengira yang aku maksud adalah Tania.

“Mau denger ceritaku?”

Aku menganggukan kepalaku.

Dia lalu membenarkan posisi duduk nya untuk memulai cerita sambil menatap ku.

“Dulu aku pernah punya perasaan sama seorang perempuan,dan selama itu aku merasa nyaman sekali ada di samping nya. Aku pernah mengutarakan perasaan ku tapi dia menolak nya”

Aku semakin yakin apa yang di ceritakan Ghea itu benar tentang Tania yang adalah cinta pertama Althara.

“Setelah beberapa tahun pertemanan kita,aku dan dia di timpa masalah yang begitu besar, aku merasa kecewa kepada nya. Aku merasa sudah di khianati oleh dia dan juga teman ku . Tapi aku sadari rasa kecewa yang aku miliki hanyalah sebatas kecewa karena aku telah di bohongi,bukan karena aku telah di khianati. Karena aku rasa jika aku memang mencintai nya aku pasti akan mempertahan kan perempuan itu ketika tahu dia dengan yang lain, tapi ini aku malah membiarkan nya dan akhirnya tak memperdulikan mereka. Aku sadar jika perasaan yang aku miliki itu tak lebih dari menyayangi seorang teman”

Aku terus diam mendengarkan curahan isi hatinya.

“Dan malah aku baru merasakan jatuh cinta baru kali ini,sama kamu. Orang yang nyebelin dan keras kepala seperti ini” ucapnya sambil menyubit pipiku pelan.

Aku terus menatap nya memastikan bahwa apa yang di katakan nya itu benar.

“Dari awal aku kenal kamu,aku ga pernah nyangka,kalau apa yang aku rasakan ini itu adalah cinta. Awalnya aku selalu menangkis perasaan ini karena aku takut kecewa kembali,tapi semakin lama aku semakin yakin kalau jatuh cinta sama kamu itu adalah pilihan yang tepat" ucapnya dengan penuh penghayatan membuatku begitu terharu.

"Aku semakin ga bisa untuk jauh dari kamu..”

“Jangan” lirih ku.

“Jangan pernah berfikir buat tinggalin aku” sambung ku.

“Tapi kamu pernah minta aku buat pergi” ujar nya mengingat kejadian yang sudah membuat ku menyesal setengah mati.

“Aku minta maaf” ucap ku bersungguh sungguh.

“Sebenernya aku juga merasa kehilangan kamu waktu itu Althara. Aku merasa hampa dan sedih lihat kamu ga peduli sama aku. Aku bener-bener nyesel ketika tahu semua nya. Aku…”

Althara menarik wajah ku dan mendekatkan wajah nya kepadaku menatap ku dalam diam dan mencium bibir ku dengan lembut.

First kiss.

1
Jetva
MAKANYA BUKAN MAKNNYA...
Jetva
MAKANYA BUKAN MAKANNYA...
Sita Sit
apapun alasannya kok aku tetep kesel ya sama athara ,pergi gitu aja,paling gak ,ngabarin dong,apalagi itu tiap semester kan pulang,bisa kan nemui Alena sebentar aja
Sita Sit
makanya al ,sejak awal harusnya kamu jujur sama Alena tentang kepergian mu,bikin sakit hati orang aja Al kamu tu
Sita Sit
alasan nya apa ya si althara ninggalin Alena gitu aja,harusnya ya ngasih kabar gitu,sampai 6 th lo
Sita Sit
kenapa althara ninggalin Alena gitu aja y
Sita Sit
seru nih ,next
Sita Sit
mampir
Dy
Luar biasa
velina
bnyk bngt yg ngicer alhena busettt
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
Chyntia Rizky 🖋️
mampir disini 🎉 semangat yaaa
Mariam R RIa
suka Thor dan langsung jadi favorit
Dian Ferdiana
ceritanya bagus banget
Fatim Ummu Ayes
si jaelangkung...
Fatim Ummu Ayes
ini nantix jadi pemicu pertengkaran gk ya? secara se alhena gk mo jujur k suami
Fatim Ummu Ayes
jelangkung tuh si roni
Fatim Ummu Ayes
kirain si roni bakalan ngebuat tata ngejar" dia..
Fatim Ummu Ayes
gini nih... kalo cintax penuh ambisi
Fatim Ummu Ayes
ujung"nya seneng bangett....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!