Indonesia
NovelToon NovelToon
Drama Cinta Vinara

Drama Cinta Vinara

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Dijodohkan Orang Tua / Poligami / Tamat
Popularitas:70.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ita Am

Terjebak dalam perjodohan, pasti membuat hati siapapun akan terasa mati!

Mungkin itulah sedikit gambaran tentang kisah hidup seorang wanita bernama Vinara.

Wanita yang memiliki paras cantik rupawan, dan mampu memikat pria manapun dengan kecantikannya.

Namun takdir berkata lain untuk Vinara, orang tuanya telah menjodohkan Vinara dengan seorang pria bernama Damar, laki-laki yang jauh dari kata sempurna.

Menikah dengan seseorang yang tidak pernah kau cintai, rasanya pasti sangatlah sulit.

Apalagi hatimu telah terpikat pada seseorang yang jauh lebih sempurna dibanding pria yang kau nikahi secara sah.

Lalu bagaimana kisah rumah tangga Vinara dan Damar?

Akankah pernikahan mereka bisa tetap bertahan, meskipun dimulai dari keterpaksaan, bukan berdasar pada cinta..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ita Am, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#Keputusan Yang Rumit

Kini mereka telah tiba kembali di kediaman Damar di kampung. Sang ibu mereka tinggal di Jakarta, karena Danaya memang tak mau di ajak ke kampung untuk tinggal bersama dengan Vinara dan Damar.

Danaya yang masih berkabung atas meninggalnya sang suami untuk selama-lamanya, tak mudah baginya untuk segera bangkit atas kesedihan hatinya, apa lagi baru menginjak dua Minggu selepas kepergian Rama dari hidupnya.

Wanita itu akhirnya memilih untuk tinggal di Jakarta menempati rumah yang dia dan Rama beli dari hasil jerih payahnya bekerja di ladang Tuan Ali selama bertahun-tahun.

Rumah itu menyisakan beribu-ribu kenangan bersama Rama yang tak dapat terlukiskan. Masa kecil Vinara yang indah dengan sosok Rama yang masih muda dan juga gagah, menghadapi dunia kejam dan bergerak mencari uang untuk masa depan keluarga kecilnya, membiayai sekolah putrinya sampai akhirnya menyerah dan menikahkan Vinara dengan laki-laki yang tepat.

Runtutan perjalanan itu membuat Danaya tak mampu menjual rumahnya itu, dan memilih untuk tinggal seorang diri di sana berselimut kesepian dan juga keheningan.

Ia tak dapat menampik, rumahnya menjadi lebih dingin sepeninggal suaminya dan juga kini anaknya pula harus pergi mengikuti suaminya di kampung. Tapi ia bisa apa, dia juga tidak mau membebani rumah tangga Vinara dan Damar, hanya karena dia merasa kesepian.

...----------------...

Vinara dan Damar masuk ke dalam rumah, sementara kedua pelayan membantu mereka memasukkan barang-barang mereka ke dalam rumah.

Penat sekali melakukan perjalanan selama lebih dari dua setengah jam lamanya. Kini keduanya hanya terlihat duduk di sofa, meski masih ada jarak yang membentang membuat keduanya seolah tak seperti suami istri pada umumnya.

"Apa kalian sudah masak? nyonya ingin makan, dia belum makan apapun sejak siang tadi.." tanya Damar pada salah seorang pelayan wanitanya.

"Sudah, Tuan, semuanya sudah tersaji di atas meja makan.." jawab sang pelayan sambil terus menunduk, menunjukkan sikap hormatnya pada sang Tuan.

"Vin, kau makan dulu, sejak siang kau tidak makan.."

"Aku gak mau!" tolak istrinya dengan sangat cepat.

Damar mencoba mendekat ke arah istrinya, dan mencoba untuk membujuk Vinara untuk makan.

"Vin..."

Namun belum juga kedua tangan Damar menyentuh pundak Vinara, wanita itu langsung berdiri dan menjauh dari suaminya itu, berjalan meninggalkan suaminya yang masih terduduk si sofa, dan berjalan menuju ke arah kamar sempitnya yang berada di belakang sana.

Damar hanya bisa mendengus pasrah. Ia tak bisa berbuat apapun lagi kalau Vinara sudah berada di kamarnya. Pintu kamar Vinara selalu di kunci dengan rapat, jadi sangat menyulitkan Damar kalau ingin berkunjung dan membujuk istrinya.

"Bi, kalau sudah malam dia masih tidak mau makan, tolong bangunkan dia, ya, Bi.." ucap Damar pada pelayannya.

"Baik, Tuan, apa Tuan tidak berniat tidur di kamar atas? kami sudah membersihkannya dengan baik.." ucap pelayan wanita itu dengan sopan.

"Tidak, aku masih akan menempati kamar di belakang, aku tidak tega kalau harus tidur di kasur yang nyaman, sementara istriku malah tidur di kasur sempit.."

"Tapi kamar itu tidak cocok untuk Tuan, sudah satu bulan sejak Tuan kembali, anda tidak pernah menempati kamar pribadi Tuan," ucap sang pelayan merasa iba dengan Damar.

"Tidak apa-apa, aku akan menempati kamar atas setelah Nyonya mau tidur di sana, dan ingat, kau jangan sampai membocorkan rahasia ini pada ayah dan ibuku, jangan sampai ada orang luar yang mengetahuinya, kau mengerti?" tanya Damar sekali lagi pada pelayannya.

"Baik, Tuan, aku mengerti.." jawab sang pelayan.

Setelah percakapan itu, akhirnya sang pelayan tersebut kembali ke dapurnya. Ia menjumpai kawannya di sana, dan mulai mengeluh iba.

"Kenapa lagi kamu?" tanya sahabatnya.

"Apa kamu gak kasihan lihat Pak Damar seperti itu?" jawab wanita bernama Murni itu.

"Soal apa lagi si, Mur? kau ini sukanya urusin urusan Pak Bos saja, makanya cepat nikah, jadi tidak suka urusin urusan orang lain.." jawab kawan Murni sambil membersihkan daun kangkung di atas wadah.

"Dini, kalau aku yang kawin sama Bos Damar, aku gak akan sia-siakan dia, dia itu baik, Sholeh dan juga kaya, siapa coba yang mau menyia-nyiakan laki-laki sesempurna dia? hanya Nyonya Vinara yang bisa melakukannya.." jelas Murni merasa sesak.

"Mimpi sajalah kau! dia bukan jodoh kamu, jadi gak usah banyak mengkhayal.." jawab Dini yang usianya sekitar dua tahun lebih tua di banding Murni, tapi sama kisahnya seperti Murni, Dini pun belum mendapat pendamping hidup, dan masih ingin asik bekerja di rumah Damar, "apa dia masih belum mau nempatin kamar di atas lagi?"

"Yah, begitulah, dia masih berlagak bijak ingin menyetarakan diri seperti istrinya itu.." jawab Murni agak ketus.

"Hahh, mau bagaimana lagi? kehidupan orang-orang memang sudah ada yang ngatur, jadi gak usah banyak di komen, kerja saja kau! aku mau bersih-bersih badan dulu.."

...----------------...

Sementara di dalam kamar Vinara, wanita itu rupanya tak memejamkan matanya sedikit saja. Ia terus menatap dengan kosong tembok di depannya sambil terus melamunkan suatu hal dalam otaknya.

Masih ia ingat dengan sangat jelas saat ibunya mengatakan ia ingin memiliki cucu atas pernikahan Vinara dan Damar.

Kata-kata dari ibunya itu sungguh seakan membuat dia terdiam membeku. Ia tak bisa menampik, hatinya begitu remuk saat ibunya berkata sekarang dia sangat kesepian, dan mungkin hanya kehadiran seorang cucu yang bisa mewarnai hari-harinya di masa tua.

Namun apakah mungkin Vinara akan melakukan semua yang di inginkan oleh ibunya? mungkinkah dia benar akan mengabulkan permintaan sang ibu untuk memberikan cucu baginya?

Sekarang dia bangkit dari tempat tidurnya. Dia garuk kepalanya yang tak terasa gatal, dia pikir dengan matang-matang sebuah keputusan yang akan merubah masa depan dia dengan sangat sempurna.

Kehadiran buah hati, kehadiran cucu yang pastinya akan membuat hidup ibunya akan lebih berwarna, lalu di mana dia akan merasakan bahagia?

Dia tak ingin menyerahkan kesuciannya untuk Damar, dia juga tak ingin membuat hidupnya selamanya terikat dengan Damar, tapi jika dia tak mengabulkan permintaan ibunya, apa dia bukan termasuk anak berdosa?

...----------------...

Tok tok tok!

Dengan ragu dia mencoba mengetuk pintu kamar atas, setelah sekian lama dia tak pernah lagi menginjak lantainya.

Berulang kali dia mencoba mengetuk pintu, berharap sang pemilik kamar pribadi itu segera keluar dari sarangnya, dan kemudian menemui dia yang tengah di buat gugup di sana.

*Ayolah, sebelum hatiku berubah kembali membeku*..

"Nyonya?" namun kedatangan Dini membuat Vinara berhenti mengetuk pintu, "Nyonya sedang apa di sini?"

"Ah? aku? aku hanya ingin menemui Damar, apa dia di dalam?"

"Nyonya, Tuan sudah lama tidak menempati kamar ini.."

"Apa katamu?"

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Swa Budiani
terimakasih sudah buat cerita yg sangat bagus ...puas rasanya dan menyentuh hati yg paling dalam /Good//Pray//Heart/
Mukmini Salasiyanti
bawa sapu dan sekop ya damar?
keras kepala ya si vinara ini..
gk ada lembut lembutnya....
hadehhhhhhhh
王贝瑞: Mampir juga kak ke Biru si ketos bad boy dan Love My Stepbrother 😄
total 1 replies
Mukmini Salasiyanti
aishhhh
stresss nya...
marah2 mulu..
sing sabar, non....
Lesynovita
jadi bosan bacanya terlalu bertele" masak 2 bulan nikah gak ada cinta sedikitpun untuk damar padahal damar memperlakukannya dengayan tulus bukankah cinta akan luluh dengan pembuktian
Lesynovita
ceritanya bagus tapi terlalu banyak penjelasan jadi bingung sama alur
November
lanjut
tinta hitam: ditunggu ya kak ☺️
total 1 replies
Indhira Sinta Dewi
👍
A̳̿y̳̿y̳̿a̳̿ C̳̿a̳̿h̳̿y̳̿a̳̿
emak nongol lagi vin,, setelah sekian lama bersemedi
tinta hitam: bawa oleh" apa Mak buat Vinara 😁
total 1 replies
A̳̿y̳̿y̳̿a̳̿ C̳̿a̳̿h̳̿y̳̿a̳̿
arya jahara deh ah
A̳̿y̳̿y̳̿a̳̿ C̳̿a̳̿h̳̿y̳̿a̳̿: jahat zeyeng ku😁
total 2 replies
Chiisan kasih
hadir kembali saya
Chiisan kasih
begitulah cinta, deritanya tiada akhir
tinta hitam: ya kalau cpt akhir gak seru
total 1 replies
Chiisan kasih
ya elah ibunya damar pakai di tanya malam pertamanya🤣🤣
Thohir_ _Muryanti
damar lumpuh kenapa?
tinta hitam: nanti ada penjelasannya ka, untuk awal biar dibuat tebakan dulu ☺️
total 1 replies
A̳̿y̳̿y̳̿a̳̿ C̳̿a̳̿h̳̿y̳̿a̳̿
makin kesini makin kesono ni kelakuan vinara,🤔
tinta hitam: makin melenceng gak tuh
total 1 replies
Bangu Thry Wulandari
hawanya panas ya...
tinta hitam: kipasin aja ka 😁
total 1 replies
Chiisan kasih
benci lama lama juga bucin dah
Chiisan kasih
sulit juga di posisi vinara
Laila antoniii
maraton baca dari kemarin 🤭
tinta hitam: Mae kau masih ingat rupanya
total 1 replies
Bangu Thry Wulandari
hadir kak, selalu di pantau ya ceritanya...
tinta hitam: makasih kaka ☺️☺️
total 1 replies
Chiisan kasih
hayo vinara, pilih damar apa pacarmu
tinta hitam: asal jgn pilih Mae, soalnya udah ada yg punya 😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!