Indonesia
NovelToon NovelToon
Aku Juga Ingin Menikah

Aku Juga Ingin Menikah

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Kehidupan di Kantor / Wanita Karir / Romansa
Popularitas:27.7k
Nilai: 5
Nama Author: Caca.mg

Menceritakan tentang seorang gadis bernama Agita Naya Prawira dengan usia yang cukup matang untuk menikah, namun banyak hal yang masih menjadi pertimbangan. Keluarga dan orang - orang terdekat yang selalu menanyakan kapan menikah. Tentu hal ini adalah sesuatu yang menjadi momok setiap harinya. Beruntungnya karena kesibukannya bekerja di sebuah perusahaan membuatnya sejenak mengabaikan pertanyaan sekaligus permintaan orang tua nya untuk menikah.

Mau sampai kapan Naya akan terus mencari alasan untuk menjawab pertanyaan kapan menikah? dan Apakah pada akhirnya Naya akan memutuskan untuk segera menikah? lalu laki - laki seperti apa yang akan beruntung mendapatkan Naya untuk dijadikannya istri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Caca.mg, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21 Hati - Hati dengan Bos Kepo

Nathan yang melihat Naya terlalu asyik berinteraksi dengan para Oma membuatnya penasaran dengan apa yang sedang dibicarakan.

"Laura, coba lihat itu sahabat mu ngapain disana?." Nathan berbisik pelan ditelinga Laura.

Laura yang mendengar bisikan Nathan seakan merasa mendapatkan bisikan dari hantu yang berwujud pangeran tampan.

"Maaf Pak, kurang jelas." Ucap Laura sambil tersenyum malu

"Itu Naya ngapain disana?." Nathan berbisik kembali di telinga Laura jangan sampai suaranya terdengar oleh orang lain.

"Ih, maaf Pak gak dengar."

"Astagah Laura! Cantik - cantik perlu ke dokter THT." Geram Nathan pada Laura

"Iya habisnya suara Bapak terlalu nyaring sampai- sampai Laura gak dengar Pak."

"Sekali lagi gak dengar, saya bawa kamu ke dokter THT."

"Iya Bapak.." jawab Laura singkat.

"Naya ngapain disana?." Tanya Nathan dengan penuh hati - hati, matanya semakin melihat sisi kanan dan kirinya.

"Laura? Disana ngapain? Gitu Pak? Lah.. mana saya tahu, Bapak tanya sendiri aja."

Laura spontan meninggikan nada bicaranya, sontak membuat semua mata terpana melihat mereka. Sedangkan Naya merasa namanya disebut oleh Laura, kemudian ia berjalan melangkah menuju Laura dan Nathan.

"Ra, kamu manggil aku?." Naya mendekatkan diri disamping Laura.

"Oops!." Laura menutup mulutnya dengan tiga jarinya, matanya menatap Nathan seakan merasa bersalah.

Nathan terlihat sangat kesal, ke dua bola matanya seakan sebentar lagi keluar, dahinya berkerut seakan ingin memberikan kode pada Laura untuk merahasiakannya, tangannya seakan serba salah akhirnya Nathan simpan di kantong celana.

"Ra, kamu manggil aku? Tadi aku dengar kamu sebut nama ku." Naya penasaran dengan yang sedang Laura sembunyikan.

"Hehe, eh..Naya, sayangku yang paling uwuh...ikut aku bentar yuk." Tangan Naya ditarik Laura untuk keluar dari Panti.

Sedikit ada rasa lega yang dirasakan Nathan karena akhirnya Laura peka dengan kode yang diberikan Nathan, tetapi di lain sisi masih ada rasa penasaran terkait perbincangan antara Naya dengan salah satu Oma karena ekspresi mereka terlihat sangat serius sebelumnya.

[...Apa yang sebenarnya di bicarakan antara Naya dan Oma itu? Eh..bentar bukankan itu Oma yang menemukan Naya waktu di hutan kemarin? Apa mungkin mereka sedekat itu? Ada hubungan apa mereka? Ah.. mencurigakan, apa mungkin Naya cucunya ? Tapi gak mungkin bukankah Naya hanya gadis kampung yang merantau? Sumpah ini jelas membuatku semakin ingin mencari jawaban, semoga Laura bisa mendapatkan informasi.] Gumam Nathan dalam hati yang sebenarnya sangat ingin mencari kejelasan akan semua pertanyaan yang melintas di pikirannya.

***

Di depan Panti terdapat taman yang cukup tertata dengan apik. Naya dan Laura lebih memilih duduk di ayunan sembari melanjutkan pembicaraan yang sempat terputus.

"Ra.." panggil Naya pada Laura sambil memainkan rambut.

"Iya Beb." Jawab Laura yang tak lupa sembari mengupil karena hampir setengah hari ia belum melakukannya.

"Ra, tadi kamu sebut nama aku ketika mengobrol dengan Pak Nathan kan.?" Tanya Naya penasaran

Laura tersenyum, "..Hehe.. maaf ya Ra, tadi sebenarnya gak bermaksud begitu." Laura kembali mengupil.

"Jadi maksudmu benar? Kenapa Nama aku disebut si Ra? Apa ini soal tugas aku yang dialihkan ke kamu?." Naya masih merasa bersalah karena Laura memiliki beban baru setelah Nathan melimpahkan tanggungjawab Naya ke Laura terkait acara Baksos.

"Hah?" Laura sedikit terperangah mendengar pertanyaan dari Naya

"Benar begitu kah Ra?."

[Duh, Nay.. bukan itu, andai kamu tahu itu karena Pak Nathan penasaran tentang pembicaraan kamu dengan salah satu Oma itu. Emm.., gimana ya kalau aku sampaikan pasti Pak Nathan akan marah, tapi kalau gak disampaikan Naya pasti kepikiran dikiranya aku merasa terbebani dengan tanggungjawab akan acara ini...] Gumam Laura dalam hati.

Beberapa menit kemudian...

"Halo.. Ra, Laura !!!." Naya memanggil Laura berulang kali namun tidak ada respon, akhirnya Naya memilih untuk menepuk bahu Laura yang sontak membuat upil Laura yang sedari tadi sulit didapat, akhirnya lolos tanpa permisi.

"Aduh! Naya!" Laura terkejut

"Habisnya kamu dipanggil dari tadi malah melamun." Jawab Naya sambil tersenyum.

"Aku tuh lagi mikir Nay.."

"Mikir apa coba? Orang aku lihat kamu malah asyik ngupil begitu." Naya tersenyum puas.

"Iya aku mikir tetapi sambil menikmati rasanya setengah hari gak ngupil. Eh pas lagi seru - serunya tinggal angkat sebuah bongkahan nih Nay... malah kamu bikin aku kaget."

"Haha.. maaf, terus sudah dapat itu bongkahan berliannya?." Tanya penasaran.

"Hehe... Lolos tanpa permisi." Laura tersenyum geli

"Maksudmu?" Naya penasaran

"Iya itu udah keluar."

"Dimana?."

"Hehe... Naya, maaf banget ini nempel di baju kamu." Laura seakan tertawa lepas sembari mengambil bongkahan yang sangat berharga itu.

"Laura!!!." Naya geram, ke dua tangannya mengepal seakan ingin melampiaskan amarahnya pada Laura.

Laura tidak ingin mendapatkan serangan dari Naya, akhirnya ia lebih memilih kembali masuk ke ruang acara dengan berlari dan sambil mengejek Naya.

"Laura!." Seru Naya

"Laura! Awas kamu ya!." Naya kembali berteriak

Sebelum Naya sampai diruangan acara, ia kembali dipertemukan oleh Oma Sri di tengah lorong.

"Naya?." Oma Sri memanggil Naya

"Eh Oma, maaf Oma." Naya menggaruk kepalanya seakan ada yang gatal.

"Naya dari mana?." Tanya Oma Sri

"Dari depan Oma." Naya tersenyum

"Naya, kamu akan menikah di usia 28 Tahun." Oma Sri tiba - tiba kembali mengatakan kalimat yang sama sembari menepuk bahu Naya sampai tiga kali.

[Kenapa Oma Sri mengatakan ini lagi? Apa benar aku akan menikah di usia ku nanti 28 Tahun? Apa aku akan melepas lajang ku segera? Lalu dengan siapa aku akan menikah? Laki - laki seperti apa yang akan mengajakku menikah?] Gumam Naya dalam hati.

"Saya tahu, selama ini kamu banyak yang ingin dekat dengan mu. Banyak laki - laki yang suka sama kamu, tapi entah kenapa mereka merasa kurang percaya diri untuk mendekatimu." Jelas Oma Sri lagi dengan tatapan yang penuh arti dan penekanan.

[Kenapa Oma berbicara seperti itu? Kenapa kata - katanya sama persis dengan yang dikatakan oleh beberapa orang di masa lalu yang memiliki kelebihan? Apa mungkin Oma Sri punya kelebihan bisa melihat masa lalu dan masa depan?.] Pikiran Naya semakin dipenuhi dengan pertanyaan - pertanyaan yang membuatnya penasaran.

Naya hanya terdiam, sembari mengembara di pikirannya.

"Saya yakin sekali, kamu akan menikah dengan dia. Saya berdoa itu akan terjadi, tapi sebelum sampai di Tahun itu, kamu harus terus jalani semuanya apapun itu yang terjadi libatkan Tuhan di dalamnya. Jangan pernah tinggalkan ibadah." Jelas Oma Sri lagi.

Naya hanya tersenyum mendengar semua perkataan Oma Sri.

[...Amiin Oma, tapi apakah itu akan terjadi dalam waktu yang seperti Oma katakan? Apakah iya? Tapi sampai sekarang aku aja belum ada pacar, kok jangankan pacar, orang gebetan aja belum.] Gumam Naya lagi.

"Tidak Naya, Oma yakin sebentar lagi akan tiba masanya Nanti kamu menikah." Sekali lagi Oma Sri menepuk bahu Naya dengan ekspresi wajah serius kepada Naya.

"Baik Oma, terimakasih. Mohon doakan yang terbaik untuk Naya ya Oma." Jawab Naya sembari mengelus tangan Oma Sri.

Tanpa di sadari keberadaan Naya dan Oma Sri tertangkap basah lagi oleh Nathan, kemudian Nathan yang masih penasaran segera menghampiri Naya dan Oma Sri.

"Hai Oma," sapa Nathan dengan ramah pada Oma Sri. Entah apakah memang dari hati atau hanya sekedar basa basi sebagai pembuka obrolan.

"Iya." Jawab Oma Sri dengan wajah datar seakan tidak ada sesuatu yang terjadi.

"Oma dan Naya ternyata lagi disini, pantas saja saya lihat tidak ada diruangan acara. Padahal acaranya lagi seru loh Oma." Kata Nathan sembari melirik ke arah Naya

"Iya saya barusan dari toilet terus nggak sengaja bertemu dengan Naya." Jelas Oma Sri.

"Oh begitu ya Oma," Nathan tertawa kecil seakan tidak percaya

"Iya betul Pak Nathan. Saya dan Oma Sri barusan berpapasan di sini." Naya mencoba menarik sudut bibir ke atas membentuk lengkungan.

"Oh.. iya baik." Nathan berusaha terlihat percaya.

"Nay, kamu sebenernya ada pembicaraan apa si dari tadi sama Oma Sri?." Bisik Nathan kepada Naya.

Naya seakan tidak ingin menggubris pertanyaan Nathan karena pasti akan ditertawakan apabila ia menceritakan apa yang dikatakan Oma Sri.

"Eh iya Oma, boleh minta foto bareng kah Oma?." Naya meminta ijin untuk mengajak Oma Sri foto berdua.

"Iya Naya, tentu boleh." Oma Sri tersenyum sembari memegang tangan Naya dengan erat.

"Pak, minta tolong fotoin kenapa Pak." Pinta Naya kepada Nathan.

"Hadeh, merepotkan saya terus kamu itu Nay!." Nathan merasa kesal setelah pertanyaannya di abaikan oleh Naya.

"Ya ampun Pak, cuma foto aja. Sekali aja , please...."

"Iya sudah, sini!." Meskipun Nathan sedikit kesal dengan Naya, tetapi entah ada rasa tidak sepenuhnya bisa kesal dengan Naya.

"Oke siap ya Oma, Satu... Dua...Ce..krek." Aba- aba yang diberikan Nathan membuat Naya ingin sekali tertawa lebar karena ia merasa puas telah mengerjai atasannya.

"Oke sudah.." Nathan menunjukkan hasil fotonya kepada Naya.

Tidak lama setelah itu, Nathan berusaha lagi ingin mencari tahu pembicaraan Oma Sri dan Naya. Namun ditengah ingin membuka pembicaraan tiba - tiba Laura datang.

"Hei Beb, ternyata kamu disini. padahal aku tungguin kamu disana. Aku pikir kamu akan mengejar ku seperti waktu itu." Kata Laura

"Loh kok ada Pak Bos Nathan yang ganteng, cakep dan uwuh ini?." Laura menatap heran dengan keberadaan Nathan.

"Oh.. itu.." belum sempat Nathan menjawab, Laura segera mengajak Naya pergi.

"Eh ayoo Nay.. hati - hati dengan bos yang suka kepo terhadap karyawannya. iih, takut." Laura seakan bergidik ngeri melihat Nathan

Sebelum Naya pergi tangan kanannya ditahan oleh Oma Sri.

"Ingat ya Naya, datang kesini lagi apabila apa yang saya katakan tadi dan itu benar terjadi." Ucap Oma Sri dengan penuh penekanan lagi.

"Iya Oma, terimakasih" Naya bersalaman kemudian pergi dengan Laura

[Huh! Mimpi apa aku punya karyawan dengan sikap dan sifat aneh semua.] Gumam Nathan dalam hati.

***

Halo... Terimakasih sudah membaca ceritaku, semoga dapat menemani harimu ya...

Jangan lupa tinggalkan like dan komentar ya, agar aku semangat untuk menulis ceritanya :)

1
Dira Rahmallahwati
ad ya cow kayak sam.. mo jitak klo ketemu🤪
Mg Sabriena: ada😂 sebenernya masih banyak cerita yang ingin disampaikan 🥲 tapi author nya belum sempet nulis lagi🙏
total 1 replies
sherly leander
lanjut seru nih
Dira Rahmallahwati
lanjut donk
sherly leander
lanjut donkzzz
sherly leander
lanjutannya donkzz
Dira Rahmallahwati
nay
Mg Sabriena: Nay, nya lagi sibuk😂 cari jawaban pas pulang akan ditanya Nathan
total 1 replies
Dira Rahmallahwati
ud mulai gemes🤗 sama nathan
Dira Rahmallahwati
lanjuttyy please😻
Dira Rahmallahwati
kalo ud nikah.. yg di tanya beda lagi.. kapan punya anak😂
Dira Rahmallahwati
seruuu neeehhh..
Dira Rahmallahwati
yuk bisaa yukk
Dini Rahmallahwati
lanjut donk 😊
satriani halim
seruuuu
satriani halim
wihh makin seru, penasaran yg dijodohkan dengan Naya, Nathan apa bukan ya
Mg Sabriena: ayo tebak...kak🤭
total 1 replies
Nuhume
semngat kak🔥🔥🔥🔥
Mg Sabriena: siap💪
total 1 replies
Nuhume
hai kak, saling dukung yuk...
feedback bakalan ontime, ditunggu like dan komennya🌻🌻🌻
Dini Rahmallahwati
kalo ud nikah. pertanyaannya kapan punya anak🙄🤣😂
Mg Sabriena: nah iya kak bener banget 😂
total 1 replies
Dini Rahmallahwati
lanjutt donk please
Dini Rahmallahwati
gk jadi malan baso nay..
pak dodit ud nungguin tuh
Mg Sabriena: iya😂 keburu Abang Bakso nya pulang
total 1 replies
Dini Rahmallahwati
bagussss
Mg Sabriena: terimakasih kakak🙏😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!