Kehidupan rumah tangga Natasya Quella Smith bersama dengan Aksa Damian Winata sangatlah berbahagia. Kebahagiaan mereka semakin lengkap setelah hadirnya buah hati diantara keduanya.
Namun, tanpa siapapun tahu Tasya sedang menyimpan rahasia besar.
Lantas apa yang akan Aksa lakukan jika mengetahui rahasia besar itu? Dan apa sebenarnya rahasia yang Tasya sembunyikan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rya Kurniawan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Siuman
Saat tiba di rumah sakit, Audrey tidak melihat keberadaan Miranda dan Raymond yang ternyata di saat itu mereka sedang berada di dalam ruang ICU menemui anaknya yang masih dalam keadaan kritis. Ia hanya melihat Aksa yang di saat itu berada di depan ruangan tersebut, menunduk dan sedang menangis. Tentunya Aksa dalam kondisi yang terpuruk dengan kondisi istrinya saat ini. Lalu Audrey pun langsung saja menghampiri pria tersebut yang sudah dianggapnya sahabat, sama seperti Tasya sahabatnya itu.
"Mas Aksa," ucap Audrey yang kini pun telah berdiri di hadapan Aksa.
Aksa yang mengetahui jika Audrey lah yang datang, ia pun segera saja mengusap air matanya itu.
"Nggak usah dihapus Mas, kalau mau nangis ya nangis aja. Aku tahu kok bagaimana perasaan kamu saat ini," ucap Audrey, karena ia sendiri saja tak kuasa untuk menahan tangisnya.
Lalu Aksa pun menatap ke arah Audrey dengan matanya yang masih terlihat sembab, "Audrey, siapa yang memberitahu kamu?" Tanyanya.
Audrey mendudukkan dirinya di samping Aksa, "Tadi aku telepon kamu dan Tasya tapi nggak ada yang jawab. Jadi perasaan aku nggak enak Mas, aku menghubungi Tante Miranda dan aku tahu dari Tante," jawab Audrey.
"Iya Rey, kamu lihat 'kan sekarang keadaan Tasya, dia kritis. Kata dokter Tasya terkena penyakit kanker otak stadium lanjut. Apa kamu benar-benar tidak mengetahui soal ini?" Ucap Aksa dan bertanya menatap mata Audrey.
Audrey pun ikut menatap mata Aksa dan tak sanggup untuk berbohong lagi, "Mas aku minta maaf ya, sebenarnya aku memang sudah tahu keadaan Tasya, tapi itu pun baru Mas. Aku baru saja menemani Tasya kemoterapi yang kedua, 1 minggu yang lalu. Kemoterapi pertama, Tasya hanya memendam penyakit itu sendirian Mas. Dan aku juga tahunya karena tidak sengaja waktu itu Tasya tiba-tiba saja pingsan dan aku membawanya ke rumah sakit. Aku minta maaf Mas, aku terpaksa karena ini permintaan Tasya. Tasya nggak mau kamu atau keluarganya merasa sedih dengan penyakitnya. Maafkan aku Mas," ucap Audrey diiringi air matanya yang mengalir deras.
"Ya sudah Rey, tidak masalah kok. Semua juga sudah terjadi 'kan? Sekarang aku mohon bantu untuk mendoakan kesembuhan istriku. Aku tidak sanggup untuk kehilangan Tasya, aku ingin melihat dia sembuh seperti sedia kala," ucap Aksa.
Aksa yang melihat Audrey di saat itu pun sangat sedih dan terus saja menangis, sedangkan ia sendiri juga merasakan hal sama, membuatnya reflek menarik tubuh Audrey ke dalam dekapannya. Audrey yang di saat itu membutuhkan sandaran pun tidak menolaknya.
Akan tetapi, hanya sebentar saja keduanya sadar dan melerai pelukan tersebut.
"Maaf, aku hanya reflek tadi," ucap Aksa.
"Ya aku juga minta maaf Mas," ucap Audrey.
Keduanya pun merasa bersalah dengan apa yang tejadi barusan. Untungnya kedua orang tua Tasya tidak melihatnya, jika iya pasti mereka akan beranggapan yang bukan-bukan.
****
Dua hari kemudian …
Dokter yang di saat itu sedang memeriksa keadaan Tasya, merasa sangat senang dan bersyukur karena pada akhirnya Tasya siuman. Sehingga langsung saja dokter melakukan pemeriksaan lebih lanjut, sedangkan salah satu suster tampak keluar dari ruangan dan menghampiri Aksa.
"Tuan, saat ini istri Anda sudah sadar. Tetapi dokter sedang memeriksanya lebih lanjut," ucap suster.
"Apa? Suster serius 'kan?" Tanya Aksa yang langsung saja berlari menuju ke kaca ruang ICU tersebut.
Di saat itu pun ia melihat jika istrinya yang memang sudah membuka mata dan perasaannya pun begitu sangat senang. Sehingga saat suster kembali masuk ke dalam ruangan tersebut, Aksa segera menghubungi kedua mertuanya, begitu juga dengan ibu dan kakaknya yang berada di luar negeri.
Setelah selesai memeriksa keadaan Tasya, meskipun keadaannya masih sangat terlihat lemah, tetapi dokter pun memperbolehkan untuknya pindah ke ruang rawat inap yang tentunya Aksa memilih ruang VIP untuk istrinya itu. Ia mau istrinya merasa lebih nyaman.
"Sayang, akhirnya kamu bangun juga, Sayang, aku sangat merindukan kamu," ucap Aksa sembari menggenggam tangan istrinya itu serta menciumnya dengan sangat lembut, membuat Tasya pun begitu terharu dan menitikkan air matanya.
"Mas, aku baik-baik aja kok. Maaf ya aku sudah membuat kamu cemas, aku sudah membuat kamu khawatir," ucap Tasya.
"Tentu saja aku merasa khawatir, aku nggak habis pikir kenapa kamu bisa menyembunyikan penyakit seserius ini dariku? Padahal jika kamu menceritakannya denganku, aku pasti akan membantumu Sayang. Aku pasti akan mendampingi kamu kemoterapi, melakukan pengobatan apapun. Aku akan melakukan apapun untuk kesembuhan kamu, bila perlu membawa kamu berobat ke luar negeri. Yang penting kamu bisa sembuh, ada aku dan Ciara yang masih sangat membutuhkan kamu Sayang," ucap Aksa yang begitu menyentuh sampai ke relung hati Tasya dan membuatnya sangat tidak tega untuk meninggalkan suami dan anak tercintanya itu.
Bersambung …
Wajib mampir sih ini 😘😘