Indonesia
NovelToon NovelToon
Penantian Cinta Sang Presedir

Penantian Cinta Sang Presedir

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Kaya Raya / Keluarga & Kasih Sayang / Karir / Romansa / Tamat
Popularitas:113.6k
Nilai: 5
Nama Author: Siti H

Harap membaca novel Hati yang Tersakit, agar tidak Bingung, sebab ini adalah sekuel dari novel tersebut.

Adnan, seorang pemuda tampan multitalenta yang menggantikan papanya Reno dalam mengurus perusahaannya selalu bersikap dingin kepada setiap wanita.

Banyak gadis yang mengalami patah hati karena sikap dinginnya, bahkan mereka menganggap jika sang Presedir tampan itu memiliki kelainan karena tidak menyukai wanita dan sering membuang pandangannya kepada setiap wanita yang ditemuinya..

siapakah Adnan sesungguhnya? dan siapa yang sedang dinantikannya? ikuti kisahnya dalam menemukan cinta sejatinya..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode-21

Najma dan Adnan keluar dari hotel dan menju parkiran. Sikap Najma yang berjalan seolah tidak ada anggun-anggunnya sebagai wanita berjalan dengan feminim, tetapi Ia melangkah dengan langkah yang tampak seperti seorang remaja melenggang bebas, bahkan sampai meninggalkan Adnan beberapa langkah.

Sesampainya didepan parkiran, bahkan Najma membuka sendiri pintu mobilnya tanpa harus menunggu Adnan membukakan pintu untuknya yang mana bila sepasang pengantin baru pasti akan terlihat romantis dengan pasangan suaminya membukakan pintu mobi untuk sang istri, namun itu tidak berlaku bagi Najma.

Adnan hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Najma yang terlihat bar-bar sekali.

"Kita membawakan apa untuk Umi dan Papa?" tanya Adnan dengan setenang mungkin.

Najma mengerutkan keningnya dan merasa bingung harus membawa apa. Dengan cepat Ia membuka phonselnya dan mencari referansi melalui mbah goog-le untuk buah tangan kepada ibu mertua.

Sebuah cake dengan aneka topping buah mrnjadi pilihannya. "Sepertinya ke toko cake!" jawab Najma cepat.

Adnan menganggukkan kepalanya, Najma mau menjawab pertanyaannya saja sudah sangat membuatnya senang, apalagi sampai menanggapinya. Adnan berfikir mungkin Najma belum bisa beradaptasi dengannya yang tiba -tiba menjadi suaminya, Ia perlu pendekatan untuk membuat istrinya itu terbiasa dengannya.

Adnan menepikan mobilnya dan didepan sebuah toko cake & bakery.

Najma dengan cepat membuka pintu mobil dan memasuki toko. Ada banyak cake disana dan membuat Najma berselera sendiri ingin melahab cake tersebut.

Sebuah cake dengan topping aneka cream dan buah menjadi pilihannya serta beberapa roti yang baru saja selesai dipanggang dengan berbagai isian.

Setelah selesai dengan pilihannya, Ia membayarnya dikasir dan ternyata Adnan mengululurkan kartu kreditnya.

"Maaf, Pak. Mesin untuk kartu kreditnya sedang mengalami kerusakan, apakah ada uang tunai saja?" ucap kasir tersebut.

Tampa menunggu lama, Najma segera meraih dompetnya dan membayar tagihan tersebut. Maklumlah, resiko punya istri tajir dan banyak uang, jadi kalau hanya bayar cake saja, sih.. Gampang, ye kan?.

Adnan kembali memasukkan kartu kreditnya ke dalam dompetnya dan Ia kalah cepat dari Najma.

Adnan ingin meraih paper bag berisi cake tersebut, namun lagi-lagi Najma sudah menyambarnya, dan berjalan melenggang meninggalkan toko. Adnan mengekorinya dari arah belakang dan menuju parkiran.

Najma mengeluarkan satu kotak kecil berisi roti isian keju mozarela. Lalu memberikannya kepada Adnan.

"Mau, Kak?" ucapnya dengan nada yang terkesan biasa saja.

"Makanlah, Kakak sedang menyetir, sulit memegang roti," jawab Adnan mencoba menolak dengan halus, meskipun Ia sangat senang karena Najma mau berkomunikasi dengannya.

"Ya, sudah.. Buka mulutnya, biar Najma suapin" ucap Najma yang menyobek roti tersebut dan menyodorkannya kepada Adnan.

Seketika Adnan membuka mulutnya dan Najma menyuapkannya. Hal itu tentu saja membuat Adnan terbawa perasaan alias baper, sedangkan Najma terlihat biasa saja.

Tanpa terasa sepotong roti itu akhirnya habis juga dimakan Adnan sembari disuapin Najma.

Tak berselang lama, mereka telah tiba dipkndok pesantren milik umi Nazla.

Rumah Umi Nazla dan juga Papa Reno menyatu dengan dinding pesantren, hanya berbeda pintu saja.

Najma tercengang membaca sebuah gapura yang bertuliskan sebuah nama pesantren yang sangat terkenal.

Najma memang belum pernah ke rumah Umi Nazlah sebab setelah selesai tamat SD Ia sekolah diluar kota dan juga berkuliah diluar negeri, dan setelah kepulangannya tiba-tkba dijodohkan kepada kakak sepupunya yang membuatnya masih merasa bingung.

"Kita ngapain ke sini, Kak?" tanya Najma bingung.

"Ini rumah umi Nazla dan papa berada dilingkungan sini!" jawab Adnan.

Najma mengerutkan keningnya. Ia tidak pernah menduga jika ternyata Umi Nazla pemilik pesantren yang sangat terkenal itu.

"Waah. Gak nyangka ternyata umi Nazla pemilik pesantren yang terkenal itu!" ucap Najma dengan takjub dan bersecak kagum. Ia mendengar jika pesantren ini banyak melahirkan hafiz-hafiz yang mampu membawa harum nama bangsa dikanca dunia internasional dan memenangkan MTQ diberbagai negara bagian Arab.

Adnan melihat wajah takjub Najma saat melihat gapura tersebut.

"Ayo keluar!" ucap Adnan.

Najma menganggukkan kepalanya.

Ia berjalan menuju gapura. " Bukan disitu arahnya, rumah umi sebelah barat" ucap Adnan sembari menggenggam pergelangan tangan Najma dan membawanya ke arah barat tempat dimana rumah Umi Nazla berada.

Najma memandang genggaman tangan Adnan di pergelangan tangannya. Ia ingin menepisnya, namun bekum sempat Ia melakukannya, mereka sudah sampai didepan rumah Umi Nazla yang sudah menunggu mereka.

"Assalammualikum, Umi, pa.." ucap Adnan yang masih menggenggam pergelangan tangan Najma.

"Waalaikum salam.. yang pengantin baru, sampai gak masih pegangan tangan terus," ledek Papa Reno.

Seketika Adnan baru menyadarinya dan melepaskan genggaman tangannya dengan malu-malu.

Najma hanya tersenyum meringis. Lalu mengucapkan salam, dan menyalim tangan kedua mertuanya, kemudian menyerahkan buah tangan yang dibawanya.

"Ini buat Umi dan Om.." ucap Najma sembari menyerahkan paper bag tersebut.

"Terimakasih, ya Sayang.. Jangan panggil Om lagi, panggil Papa, sebab sudah menjadi Papa mwrtua kamu!" ucap Reno yang membuat Najma terperangah. Bahkan Ia lupa jika mereka adalah mertuanya.

Najma tersenyum kikuk. Lalu Umi Nazla mwraih paper bag tersebut dan mengajak keduanya masuk ke dalam rumah.

"Ayo.. Kita masuk kedalam. Umi mau ajak Najma ke dapur buat mengolah makan siang kita. Kamu tidak keberatan, kan-Najma?" ucap Umi Nazla dengan sangat lembut.

Najma tercengang, baru kali ini Ia masuk dapur untuk memasak.

"Emmm.. Tidak, Umi.. Tentu saja tidak." jawab Najma yang tidak dapat berkutik.

Adnan menatap Najma. Meskipun saat berada berdua Ia terlihat acuh tak acuh, namun saat dihadapan kedua orangtuanya, Ia mampu menyembunyikan hubungan mereka yang masih terasa kaku.

"Umi, Adnan ke pesantren dulu, ya.. Mungkin setelah belajar memasak dengan Umi Najma akan dapat memasak enak setelah pulang dari sini," ucap Adnan yang membuat Najma membolakan matanya.

"Iya.. Nanti kalau sudah selesai memasak Umi akan panggil buat mencicipi masakan Najma," jawab Umi Nazla dengan senyum manisnya yang tersembunyi dibalik cadarnya namu terlihat dari binar matanya.

Umi Nazla membawa Najma ke dapur, sedangkan Adnan dan Reno menuju pesantren.

"Mari, Sayang.. Kita akan menyiapkan makan siang untuk mereka" ucap Nazla dengan begitu lembut. Meskipun Najma mengetahui jika Umi Nazla adalah ibu sambung dari Adnan, namun wanita itu menjadi ibu dan mertua idalman, sebab begitu sangat baik dan membimbing.

"Kita masak soup ayam dan cah kangkung, serta asam pedas ikan patin. Itu kesukaan Adnan, semoga nantinya kamu dapat memasak yang enak buat suami kamu. Karena menyenangkan hati suami itu pahala" ucap Nazla yang seketika membuat Najma sedikit tersentuh.

"Bagaimana perencanaan tentang anak? Jika Allah memberi, jangan menunda, biarkan semua mengalir apa adanya," umi Nazla kembali menimpali ucapannya. Bagaiamana mau memiliki anak, jika malam pertama saja belum.

Nazla meraih tempat bumbu dan segala perlengkapannya. Lalu memberikan petunjuk kepada Najma untuk bumbu masing-masing masakan, sedangkan Nazla meracik bahan dasarnya yang merupakan daging ayam, ikan patin dan juga kangkung.

Beberapa saat kemudian, terdengar suara murottal dari mesjid di pesantren. Seketika Najma menghentikan pekerjaannya. Ia mendengarkan murottal tersebut dan terdiam sejenak. "Apakah itu hanya subuah mp3 yang biasa dilakukan oleh para marbot mesjid saat akan menyambut waktu shalat tiba?" Guman Najma dalam hatinya, laku melanjutkan kembali pekerjaannya.

1
Susi Akbarini
kok Najma gak tahu siapa Mama Adann?
kan mereka bermain sejak kecil
asya yussi
Luar biasa
suharwati jeni
akui aja perasaanmu naj.
daripada batin
suharwati jeni
sukurin lex.
suharwati jeni
ngaku aja naj
suharwati jeni
ada pelakor n pebinor nih
suharwati jeni
adnan jadi cenen koq dibanding najma
suharwati jeni
akhirnya bertemu
suharwati jeni
betul adnan.
bikin peraturan utk berpakaian sopan
Nurgusnawati Nunung
ceritanya bagus... selalu semangat ya thor untuk karya yang lain
Nurgusnawati Nunung
ceritanya bagus...
Siti Nurul Aida
terbaik..... saya suke noval nie walaupun pendik... /Smile/
Ocha Lanuru
emezing lh pokoknya
Ocha Lanuru
Biasa
Rini Wahyuni
Luar biasa
Rini Wahyuni
Lumayan
Hafista
subhanallah maha suci allah, kusuka bgt karakter adnan thour, kutunggu novel bernuasa islaminya lg ya thour sukses trs y thour😍😍😍😍😍👍👍👍👍👍👌👌👌👌👌
Hafista
aku terpesona dgn karyamu thour, sunggu pantastik karyamu ini bkn aku baper, aku suka bgt dgn novel bernuansa islami, sukses ya trs thour
/Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good/
Siti H✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🥰🥰🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
Rini Maryani
lanjut thooor
V3
Alhamdulillah saja deh , akhirnyaaaaaaa mereka hidup bahagia.
smg keinginan nya tuk memiliki 6 orang Anak tercapai yaaa.
makin Semangat dn Sukses trs yaa , Kakak 😘🤲🏻 Aamiin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!