Note : ⚠️ Tolong Di baca, karena aku yakin kalian bisa baca kan⚠️
⚠️Jangan di like kalo gak baca⚠️
⚠️Kalau gak suka ceritaku skip aja gak usah di like ga apa-apa kok.⚠️
Tahap Revisi
Kisah percintaan Haru dan Yuuki. serta perjalanan bersama teman baru mereka Sophie yang merupakan seorang otaku anime fanatik.
Dan kedatangan kelompok bernama 'The Chosen' yang menganggap diri mereka sebagai Pembela Keadilan, dengan membuat aturan tidak masuk akal.
(Tamat)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuuki Haru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 20 : Halusinasi?
Haru berdiri menatap teman belakang rumahnya tanpa melakukan apapun, hanya mengambil headset yang ia letakkan di sana.
beberapa waktu berlalu Haru menatap langit dan melihat matahari yang sedang terbenam,
cahaya matahari begitu mempesona membuat langit seakan-akan menjadi merah, seperti warna darah.
dengan senyuman manis di wajah Haru, ia melangkahkan kaki menuju rumahnya tanpa mengetahui apa yang akan menanti di depan matanya.
ketika berada di dalam rumah Haru melihat sekeliling dengan seksama, tidak ada siapapun disana.
"Boo.." teriak Kaito yang berdiri dibelakang Haru.
"kau pikir itu akan membuat aku kaget dan terkejut? lucu sekali." Haru melanjutkan langkahnya sampai di ruang santai sambil menyalakan televisi.
saat itu ada sebuah acara singkat tentang seseorang motivator yang selalu memberikan kata kata mutiara setiap harinya.
seperti biasa host selalu membuka acara dengan kata sambutan yang sama.
"Pemirsa sekalian, siapkan buku kalian. karena hari ini motivator tercinta kita akan menguncang dunia kalian dengan kata mutiara paling spektakuler."
sang motivator berdiri sambil tersenyum menghadap ke kamera dan mulai berjalan menuju ke tempat duduk yang telah disediakan oleh para staf yang ada.
"Hari ini, kita akan membicarakan hal yang sedikit lebih dari hanya sekedar kata mutiara. namun tentang identitas, apa ada yang tahu apa itu?" sang motivator berdiri lalu bertanya sambil menatap ke arah layar televisi dan secara tidak langsung mengarah kepada pemirsa yang ada di rumah.
mendengar hal itu Haru menjadi bosan, padahal biasanya acara itu bisa membuat hari-harinya menjadi lebih berarti.
namun ketika ia ingin mematikan televisinya, Haru menjadi kaget dan terkejut dengan apa yang akan dikatakan oleh motivator tersebut.
"Jangan beranjak dulu dari tempat duduk kalian, atau tempat tidur jika kalian sedang berbaring. atau pandangan kalian dari ponsel atau komputer, karena hari ini kita akan kedatangan tamu yang sangat spesial juga istimewa." sang motivator mempersilahkan dua orang yang menggunakan hoodie berwarna hitam dengan garis merah serta hijau di ujung hoodie mereka.
"Tunggu, bagaimana bisa... tapi kan, mereka... tidak mungkin, apa aku sedang berhalusinasi sekarang?" Haru mengernyitkan keningnya berusaha mencerna apa yang ia lihat.
"Aku yakin kalian telah mengetahui siapa diriku, benar kan?" orang misterius itu tertawa terbahak-bahak.
sementara Haru menjadi panik sambil menelan liurnya, entah mengapa ia berkeringat dingin saat melihat kedua orang tersebut.
sambil menggigit bibirnya Haru berusaha untuk tetap tenang, dan tidak boleh sampai terlihat mencurigakan oleh siapapun.
"Aku adalah Sapphire, seorang anggota dari grup The Chosen. saat ini aku sedang bersama dengan temanku Emerald." orang misterius itu berkedip melihat ke arah monitor televisi.
"itu... tidak mungkin... bagaimana bisa, kepalaku menjadi sakit memikirkan hal ini. aku harus tetap tenang." Haru mengelus keningnya sambil mengatur nafas dalam-dalam.
seketika Haru menjadi pusing juga ingin muntah, perasaannya bercampur aduk antara ilusi dan realita.
"mimpi apa aku semalam," Haru mengela nafas panjang tidak bisa berpikir dengan jernih masalah yang sedang ia alami.
Tiba-tiba Emerald pergi sebentar lalu kembali membawa seseorang gadis kecil juga seorang anak laki laki yang diikat dengan rantai, menuju ke dalam ruangan tersebut, dengan ide gila di pikirannya entah apakah itu
"Jangan bilang kedua orang itu akan membunuh dua bocah ini didepan semua orang yang menonton siaran langsung." padahal Haru sedang duduk diam namun perasaannya seperti sedang berada di dalam ruangan tersebut.
tapi semua itu dihentikan oleh iklan yang sedang lewat, dan memberikan Haru sedikit waktu untuk bernafas.
"Bagaimana bisa Sapphire dan Emerald berada di sana? mereka itu kan," Haru menggelengkan kepalanya lalu dan tersenyum. "Mungkin hanya nama saja yang mirip, lagi pula banyak orang memiliki nama yang sama. itu juga kan nama dari batu berlian."
karena melihat Haru yang menunggu iklan terlalu lama Kaito datang dan membawakan sejumlah snack, dan tidak lupa juga minuman segar.
"kau tidak apa-apa?" Kaito bertanya karena Haru terlihat sangat pucat dan bahkan berkeringat dingin.
tapi Haru hanya tersenyum tanpa mengatakan hal-hal yang mengganjal dalam pikirannya, ia berpikir akan sia-sia mengatakan banyak hal kepada Kaito.
"Aku tidak apa-apa, aku jamin hal itu 100%." Haru melihat ekspresi Kaito yang sepertinya sedikit tidak percaya dengan apa yang ia katakan.
"Apa mungkin kau tidak mempercayaiku? itulah sebabnya kau tidak ingin mengatakannya padaku." Kaito tertunduk dan dengan lesu ia berbalik ingin pergi.
"tidak, bukan seperti itu. jika aku mengatakannya kepadamu, aku jamin kau tidak akan percaya. ditambah lagi aku tidak tahu harus memulainya dari mana." Haru mengelus keningnya dengan perasaan kebingungan.
"kau benar aku tidak bisa membantumu, lagi pula aku hanya..." Kaito menghentikan kata-katanya sebelum hal itu membuatnya menangis.
"jika kau ingin membantu, coba kau lihat siaran langsung dari televisi." Haru menaikkan volume televisi agar Kaito bisa mendengar dengan jelas.
beberapa saat kemudian akhirnya selesai juga iklan yang menyebalkan itu.
dan seperti biasa hostnya akan memberikan kata sambutan setelah melewati iklan yang panjang. sepanjang sungai nil... wkwkwkwk
"Pemirsa sekalian, apa kalian tahu apa yang akan terjadi di depan kalian dengan kedua anak tersebut?" host itu mengarahkan telinganya ke arah monitor seakan-akan menunggu jawaban pemirsa dari rumah.
yang tentu saja tidak di jawab oleh pemirsa karena keterbatasan dimensi, dimana lokasi mereka berbeda.
setelah dilihat sekeliling Haru menyadari tempat itu bukan studio televisi, namun dalam rumah seseorang.
"tempat itu, aku yakin pernah melihatnya... tapi dimana, tata letak dekorasi serta warna karpetnya... itu," Haru memegang kepalanya yang sakit karena mencoba mengingat di mana itu.
"Jangan lupa ya pemirsa kami sebagai anggota grup The Chosen adalah kelompok pembela kebenaran, tugas kami bukanlah sekedar membunuh tapi lebih dari itu..." host itu tersenyum denga sinis.
melihat acara televisi tersebut membuat Haru teringat fakta bahwa kedua orang ini bukan dari acara yang sering ia lihat sebagai host maupun motivatornya.
"mereka ini, siapa? aku yakin tidak pernah melihat mereka di acara ini sebelumnya." Haru menggertakkan giginya dengan perasaan marah yang tak bisa di deskripsikan.
orang yang menyebut diri sebagai Sapphire mengambil sebuah pisau kecil, dan dengan santai mendekati ke arah anak-anak yang tidak bisa bergerak itu.
melihat hal itu Haru menjadi panik dan tidak bisa berpikiran dengan jernih, ia melompat dari sofa tempat ia bersantai dan berputar-putar mengelilingi meja.
tentu saja melihat hal itu Kaito menjadi lebih penasaran, ia ingin bertanya dengan apa yang telah terjadi. dan mungkin apa hubungannya dengan Haru.