ini kisah cewek bernama Nawa Cita, yang suka banget semua jenis seni. Cewek imut ini aktif di kegiatan ekstrakurikuler. Anggota Theater disekolahnya. Cewek tomboi yang hanya bisa mengagumi kakak kelasnya. Tidak percaya diri akan penampilannya, lebih suka minder.
Hingga suatu hari, ada seseorang yang secara intens mengiriminya barang-barang secara diam-diam.
Belum lagi pertemuannya dengan kakak kelas yang karakternya sulit Nawa tebak. Bagai ramalan cuaca yang tidak pernah tepat.
Katanya hujan, nyatanya panas
Katanya Panas, nyatanya mendung.
Awan, cowok cakep penuh misteri.
Reno, sahabat Nawa
Damar, senior di theater.
kisah masa sma terinspirasi dari lagu sheila on 7 "Pemuja Rahasia"
Mungkin kau takkan pernah tahu,
Betapa mudahnya kau untuk dikagumi,
Mungkin kau takkan pernah sadar
Betapa mudahnya kau untuk dicintai
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yaniar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
musim ujian, bikin mabuk kepayang
Tak terasa sudah enam bulan Nawa menjadi siswa SMA. Banyak kegiatan sekolah yang sudah dia ikuti. Dari pramuka, ekstra teater, kemah, hingga pertunjukan teater. Ditambah lagi les Kimia khusus yang diberikan Awan untuk Nawa. Di sela-sela kegiatan ekstrakurikuler masing-masing.
Sekarang Nawa sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian akhir semester ganjil. Dia belajar dengan tekun. Setiap malam Nawa selalu mempelajari kembali pelajaran yang telah diberikan Bapak/Ibu Guru di sekolah.
Nawa mengakui bila dirinya tidak memiliki IQ yang sangat tinggi. Hasil test IQ yang dilakukan saat SMP dulu, Nawa termasuk dalam tingkat rata-rata atas. Tapi hal ini tidak membuatnya berbesar hati. IQ yang tinggi tidak jaminan anak akan berhasil atau memperoleh nilai yang tinggi.
Keberhasilan itu ditentukan dari ketekunan seseorang dalam mempelajari sesuatu. Baik itu sebuah ilmu pengetahuan ataupun suatu seni.
RAJIN PANGKAL PANDAI
Slogan ini memang cocok dan terbukti. Selama ini Nawa berusaha rajin untuk membaca buku pelajarannya dan rajin berlatih seni teater. Membuat dia mendapat nilai yang memuaskan di bidang akademis dan kemampuan yang baik di bidang seni.
Ya walaupun dia sedikit terhambat, karena memiliki mata yang minus. Nawa sering merasakan kesulitan saat guru menerangkan sebuah rumus di papan tulis. Dan untuk menyiasati hal itu, Nawa sering belajar bersama temannya dan mempelajari kembali materi yang sudah dijelaskan guru di rumah.
Ya walaupun nilai Kimianya masih belum bisa mendapat nilai yang memuaskan.
Hari ujian telah dimulai. Hari pertama masih bisa dilalui Nawa dengan tenang dan hati riang. Sesuai jadwal, hari pertama mata pelajaran pendidikan agama, pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan dan bahasa Jawa. Dimana ketiga mata pelajaran ini hanya bersifat teori.
Ujian hari pertama telah usai. Seperti biasa Nawa mengambil helm di kantor satpam. saat akan dipakai, Nawa menemukan sebuah Lollipop yang menempel di bagian dalam helmnya. Disertai dengan sebuah kertas berwarna putih.
"lollipop manis untuk yang termanis. semangat belajar!" begitulah bunyi tulisan tersebut.
"Auw, so sweet banget" gumam Nawa.
Hati Nawa berbunga-bunga. Senang rasanya ada yang memberi perhatian, walau dia tidak mengetahui siapa orangnya.
Pada hari kedua Ujian, mata pelajaran yang diujikan yaitu bahasa Indonesia, sejarah dan geografi. Untuk ujian hari kedua ini Nawa harus lebih banyak mengingat dan mampu menganalisis setiap pertanyaan. Mata pelajaran Bahasa Indonesia ini perlu lebih pemahaman tiap soal. Karena apa yang menurut Nawa benar kadang jawabannya bukan itu. Jadi lebih hati-hati dalam menjawab pertanyaan.
"Wah ini yang kemarin aku pelajari keluar. Alhamdulillah di beri kemudahan" gumam Nawa pelan saat mengerjakan soal geografi.
Suasana ujian pada hari pertama dan kedua berjalan tenang dan lancar, semua siswa mengerjakan soal mereka masing-masing. Tidak terlihat kegaduhan atau bisik-bisik.
Namun hal itu berubah memasuki hari ketiga. Mata Pelajaran yang diujikan mulai banyak menguras otak. Seperti matematika, fisika, kimia, biologi dan bahasa Inggris.
Bagi Nawa yang notabene memiliki kecerdasan rata-rata, mata pelajaran tersebut sangat menguras otak. Nawa paling suka matematika tapi benci bahasa Inggris. Mengapa? karena Nawa mudah paham apa yang diajarkan oleh guru matematikanya.
Guru matematika yang bernama Pak Sodikun ini setelah menjelaskan didepan kelas, beliau akan berkeliling ke bangku para siswa. Memperhatikan siswa saat mengerjakan latihan soal, menanyakan bagian mana yang belum paham dan akan menjelaskan nya kembali saat itu juga khusus ke siswa yang belum paham.
Sedangkan untuk bahasa Inggris, Nawa tidak suka, cenderung benci karena lidahnya kesulitan dalam melafalkan bahasa Inggris. Ya, maklum lidah medok. 'aku ini wong jowo, uduk wong Inggris' kilah Nawa selalu.
Beda lagi dengan Fisika, yang memiliki rumus panjang seperti rel kereta api, Biologi dengan bahasa latinnya, dan Kimia yang susah dipahami.
'bahan kimia itu tidak baik untuk kesehatan' itulah alasan yang sering Nawa lontarkan jika ditanya kenapa tidak suka Kimia?
Kasak kusuk siswa mulai terdengar. Para siswa mulai beraksi mencari bantuan jawaban dari temannya. Berbagai macam usaha mereka lakukan. Ada yang mencolek-colek teman depannya menanyakan rumus. Ada yang berbisik-bisik memanggil temannya. Ada juga beberapa yang membuka kertas contekan.
"Bukannya kita tidak bisa bu, kita itu lupa" bela para siswa saat ketahuan mencontek.
Ujian kali ini Bapak/Ibu guru merampas kertas contekan. Ada kertas contekan kecil isi rumus saja. ada juga kertas contekan cukup besar seukuran buku tulis di lipat jadi empat terus dipotong, yang diisi dengan tulisan kecil.
Tapi ya gitu percuma saja buat kertas contekan karena tidak bisa membuka atau dipakai waktu ujian. Secara pengawasan guru pengawasnya lebih sensitif dan tajam melebihi CCTV.
Bila dipikirkan lagi, bukannya mereka itu sama dengan belajar lagi saat membuat kertas contekan. Karena ada proses transfer dari buku ke kertas contekan, yang tentunya melalui otak juga kan. Seperti belajar lagi gitu. Cuma caranya yang salah.
Selama ujian ini Nawa mendapatkan beberapa barang yang lucu dan aneh dari si pengagum rahasia. Hari pertama Nawa mendapat permen Lolipop. Hari kedua mendapat jepit rambut warna hitam yang dia temukan melekat di atas helmnya. Hari keempat ikat rambut warna jingga berhiaskan boneka matahari yang diletakkan di stang sepedanya. Hari kelima Nawa juga mendapat hadiah obat sakit kepala. Seakan orang itu tahu kalau Nawa sedang pusing setelah ujian Kimia.
Sekotak bolpoin bergambar lucu Nawa temukan di laci mejanya. Nawa semakin penasaran mengapa orang ini tahu kalau Dia sedang butuh bolpoin? Kemarin ujian mapel ke dua Nawa kehabisan tinta pena, akhirnya harus pinjam temannya.
'kok aku makin penasaran. Cowok atau cewek sih ngasih ini?!' batin Nawa.
*
Hari ini hari terakhir ujian. Mata pelajaran pertama dan kedua telah diujikan. Para siswa segera keluar kelas. Ada yang menuju kantin, toilet dan ada yang hanya duduk mengobrol di bangku depan ruang kelas.
Nawa membeli satu botol minuman di koperasi sekolah. Lalu duduk di bangku depan kelas. Tiba-tiba Karlina datang menghampiri, "Nawa malam minggu nanti ada acara gak? "
"ehm.... pengennya sih beli komik. tapi belum tahu jadi atau tidak." jawab Nawa.
"jalan-jalan aja Wa sama aku" ajak Karlina
"Kemana?"
"Kita JJS ke JT atau Benteng aja"
" jam berapa?"
"ya habis magrib aja gimana?" ucap Karlina ceria.
"Wah gak bakalan boleh sama mama Lin kalo jam segitu"
"kenapa?"
"mama ku itu over protective, aku biasanya boleh keluar rumah itu sore dan pulangnya sebelum magrib. Kalau mau keluar malam, harus sama kakak-kakakku. Maklum anak cewek harus di kawal" jelas Nawa "lagian kita mau naik apa ke sana?" tanya Nawa.
"ya naik sepeda, aku belum bisa naik motor" jawab Karlina.
"Kalau naik sepeda, enaknya minggu pagi saja... kita janjian ke Benteng Pancasila,.. sekalian olah raga pagi" kata Nawa antusias.
"oke dech"
Karlina memperhatikan penampilan Nawa. Ada yang sedikit beda pada diri Nawa.
"Ada angin apa nich, mbak Nawa yang macho pakai jepit rambut dan ikat rambut mentereng? " goda Karlina.
"hehehe... ini lho rambut poniku ganggu waktu mengerjakan soal suka nutupin mata, jadi aku jepit biar rapi. Untuk ikat rambut.... sekali-kali boleh dong pakai yang sedikit cerah, biar lebih berwarna" kata Nawa menjelaskan sambil senyum-senyum malu.
"Wah ada apa nich sama Nawa?" kata Karlina sedikit curiga dengan gelagat sahabatnya.
"Gak ada apa-apa juga" elak Nawa
"O... tidak-tidak, pasti ada something and some wrong, secara bukan gaya kamu banget"
Nawa melihat ke kiri dan ke kanan, mengamati situasi.
"sebenarnya ini dikasih sama seseorang"bisik Nawa.
"what!!! siapa Wa...??? " jiwa kepo Karlina menyala-nyala.
"sttt...jangan keras-keras! aku tidak tau siapa orangnya"
"waw.... waw pengagum rahasia nich"
"Stt rahasia, besok saja aku ceritakan. Mabuk aku sama ujian ini, semoga dapat nilai baik" harap Nawa.
"Mabuk ujian atau mabuk kasmaran?" goda Karlina yang kemudian lari menghindari cubitan Nawa.
Bel pun telah berbunyi, ujian siap dimulai kembali. Nawa segera masuk ke dalam ruang ujian.
***
Semoga semua siswa dapat nilai memuaskan semua mata pelajaran.
untuk yang masih UTS/PTS(penilaian tengah semester) semangat ya
semangat
jangan lupa feedback ke ceritaku ya
"Kekasih Simpanan Tuan Muda"
makasih 🥰