wanita miskin yg biasa-biasa saja tiba tiba jadi putri bangsawan?
violenne lavienna arabelle wanita biasa berusia 29 tahun,yg bekerja di kota Nanterre,Paris.
Dia adalah wanita yg tidak mendapatkan peran keluarga,dan tidak tahu apa itu 'pulang' dia selalu bekerja keras untuk mewujudkan mimpinya yaitu memiliki keluarga yg harmonis.
usahanya sedikit lagi akan membuahkan hasil tapi...takdir berkata lain.dia tiba tiba saja mati,bukan tertabrak,bukan tertembak,bukan juga tertusuk,lalu apa?
semuanya terjadi begitu cepat,tanpa ada yg menyadari,ia sendiri juga tidak tahu apa yg sedang terjadi pada dirinya,lalu apakah hidupnya akan berakhir begitu saja?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon stella bluebell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 21 - Rahasia Istana
"Ini surat dari..." Aku membuka surat yang diberikan Nolan. "Hah? Profesor?" Aku terkejut. Profesor mengirimiku surat darurat. Isinya, "Hei, murid kurang ajar. Kenapa kau tidak pulang? Teman-temanmu melapor bahwa kau tidak ditemukan di mana-mana. Bahkan tunangan bodohmu itu hampir mengubah akademi menjadi sejarah."
Karena panik, aku langsung berteleportasi ke ruang Kepala Akademi. Saat tiba, teman-temanku sedang berdebat hebat dengan Kael. "Hei! Kau akan menenggelamkan akademi jika menggunakan sihirmu yang tidak masuk akal itu!" teriak Lily. "Diam kau, dasar lemah!" balas Kael. "Profesor... Profesor Sera... jangan hancurkan akademi, kumohon," ucap Serena yang berusaha menghentikan Kak Sera yang masih merapal mantra. "Selamat tinggal, perpustakaan. Aku janji akan selalu mengenangmu," gumam Chloe sambil memeluk bukunya.
"Apa yang akan ayahanda lakukan padaku nanti? Padahal dia menyuruhku menjaganya," ujar Kak Sera sembari terus merapal mantra. Aku menatap Profesor Olivia dengan kasihan. "Profesor... sepertinya aku harus menyiapkan makam yang layak untuk kalian." "Kau ini...! akan kubuat perhitungan denganmu nanti." Profesor Olivia lalu mendorongku ke depan. "Cukup, kalian! Lihat, dia kembali tanpa cacat." "Hai...? apa kabar?" sapaku tanpa rasa bersalah.
"Celes!" Teman-temanku langsung berlari memelukku erat. "Lepaskan... kalian bisa membunuhku-" ucapku sambil menahan Lily yang memelukku dari depan. "Maaf, maaf... kelepasan, hehe," balas Lily. Tuk! Kak Sera memukul kepalaku lalu mencubit pipiku. "Dasar anak nakal." "Sakit, Kak." Aku melihat matanya memerah. Dia menangis, tetapi tetap tersenyum.
Setelah semuanya pergi, aku dimarahi habis-habisan oleh Profesor. Agar kejadian seperti ini tidak terulang, aku membuat dua clone diriku menjadi Alinera dan Celestia, sementara aku tetap menjadi Violet. Aku membuat clone Alinera karena Profesor memberitahuku bahwa Pangeran Gabriel datang untuk memberi tahu bahwa upacara pengumuman pertunangannya akan diadakan lusa.
Saat kembali ke istana, hari sudah malam. Kurasa ini waktu yang tepat untuk memulai penyelidikan. Aku kembali ke tempat pertemuan para petinggi saat pertama kali memasuki istana. Kurasa benar, ini ruangannya. Simbol kerajaan di ujung kiri pintunya patah dan warna pot bunga yg berbeda dan diisi mawar biru yg berbeda dengan pot lainnya. Saat kucoba membuka pintu, ternyata terkunci.
Aku yakin kuncinya tidak jauh dari sini. Bulan malam ini bersinar sempurna, jadi aku mengeluarkan cermin genggam dari sakuku. "Moon Mirror Technique." Cahaya bulan yang terpantul dari cermin mengenai dinding di samping pintu. Krek... Pot berwarna perak bergeser, lalu sebuah kunci emas muncul dari bawahnya.
Moon Mirror Technique adalah teknik yang memanfaatkan pantulan cahaya untuk mengungkap mekanisme dan benda tersembunyi. Aku memperhatikan kunci itu. Tidak ada debu. Artinya, ruangan ini baru saja dimasuki seseorang.
Aku masuk perlahan. Ruangan itu dipenuhi debu dan kotoran, sangat berbeda dari ruangan yang kumasuki pagi tadi. Tidak mungkin ada pertemuan orang penting di tempat sekotor ini, bukan? Mungkin itu yang akan dipikirkan orang lain, tetapi aku berbeda.
"Ruangan ini sangat bersih. Sekarang kau bisa keluar, Tuan Marcus."
"Wah, kukira orang hebat mana yang datang. Ternyata hanya gadis pelayan yang tersesat."
Marcus Emmerick Grant, seorang bangsawan tua yang baru saja menikah. Sepertinya aku terlalu meremehkan suruhan Olivia.
"Moon Mirror Technique..."
"Hanya keluarga pengrajin sepertimu yang bisa melakukan teknik itu."
"Hebat juga kau bisa mengetahuinya."
"Tentu saja. Istrimu, Gretta Mareline Grant, memiliki bakat pengrajin legendaris. Bagi keluarga pengrajin sepertimu, membuat teknik kecil seperti Moon Mirror Technique hanyalah hal sepele, bukan?"
Marcus tertawa. "Eh? Kau tahu siapa aku? Aku adalah orang penting di istana ini. Hanya dengan satu lambaian tanganku, kau harus menjilati sepatuku. Hahaha..."ujarnya sombong "dilihat dari sisi mana pun, kau hanyalah sampah."sahutku sinis.
Prak!
Wajahnya memerah karena marah. Dia baru kupancing sedikit saja sudah masuk ke dalam jebakanku.
"Akan kubuat kau menjadi budakku."
"Aku ingin melihat sampah mana yang ingin menjadikan orangku sebagai budak."
Suara itu terdengar, diikuti langkah kaki yang semakin mendekat.
"Tangkap dia! oh?ternyata ada gadis manis disini. Nyalimu besar juga."
Pangeran Keempat Kerajaan silveth, Pangeran Asher. Tentu saja, hanya dia yang berani berbicara seperti itu di dalam istana.
Brug!
"Dasar Pangeran bodoh. Beraninya kau memegang daguku yang sangat berharga ini."
Tanpa sadar aku menendangnya dan mengucapkan isi hatiku begitu saja. "Maaf!" Aku benar-benar panik. Setelah meminta maaf, aku langsung kabur tanpa memberikan penjelasan.
"Kenapa kau melakukannya?"
Hah... dasar kaki yang tidak bisa diatur.
Keesokan harinya, aku kembali menyiapkan sarapan untuk Pangeran Asher. "Violet, kenapa makanan buatanmu selalu enak? Apa rahasianya? Cepat beritahu aku." Ia bahkan memegang pundakku. "Pangeran, mohon berhenti memegangi pundak saya."
"Kau sangat dingin, berbeda dengan Violet yang kutemui kemarin malam."
Dasar Pangeran bodoh. Kenapa kau sangat kekanak-kanakan? Guru lesmu bahkan selalu mengunjungiku dan memaksaku membuatmu belajar. Berhentilah bermain wanita dan mulailah belajar. Usiamu sudah lima belas tahun, bukan lima tahun.
"Vio...let?"
"Kenapa—"
Eh? Aku langsung menutup mulutku sendiri. Tiba-tiba Pangeran menarik tanganku pelan agar aku duduk di sampingnya, lalu membaringkan kepalanya di pangkuanku.
"Berarti kau tidak tidur kemarin malam, Violet?"
"Eh, Pangeran... ini tidak pantas."
"Tidak apa-apa. Hanya sebentar saja."
"Baiklah."
"Hei, Violet. Apa aku bisa belajar dengan baik?"
"Tentu saja. Semua orang bisa belajar dengan baik jika mau berusaha."
"Apakah kau bisa mengajariku?"
"Tentu sa—"
Eh...? karena sudah terlanjur bicara, aku harus mengajarinya untuk hari ini saja.
"Untuk apa Pangeran ingin belajar?"
"Apakah kau tahu tentang upacara pertunangan Kakanda Gabriel?"
"Ya, aku tahu."
"Hari itu adalah hari ulang tahunku yang keenam belas. Selain upacara pertunangan, akan diadakan pesta perayaan ulang tahunku. Saat itu aku juga harus menunjukkan kemampuanku sebagai seorang pangeran. Aku harus membawa seorang wanita untuk menjadi tunanganku."
"Upacaranya besok, ya. Untuk rancangan mungkin masih sempat. Dan untuk tunangan, bukankah mudah? Bukankah Pangeran memiliki banyak wanita?"
"Diamlah."
"..."
"Tumben kau langsung diam. Apa yang terjadi padamu?"
Eh...
Aku terdiam syok.
Tangan Pangeran berada tepat di bibirku. Hal seperti ini sangat dilarang, apalagi bagi gadis yang belum menikah.
"Maafkan aku, Violet."
"Tidak apa-apa."
"Anu, untuk pasangan... aku ingin meminta tolong padamu."
"Oh, kau ingin aku mencarikanmu wanita? Mungkin akan lebih mudah jika kau membelinya di rumah bordil atau toko budak."
"Tidak, tidak, tidak. Aku ingin kau menjadi pasanganku."
"Oh... eh, apa?"
"Jika kau tidak bisa, aku akan mencari orang lain. Aku tidak memaksamu."
Kenapa Pangeran ini ingin membawa pelayan rendah sepertiku?
"Aku hanya merasa ada hal spesial padamu."
"Itu karena kau membenciku, bukan?"
"Tidak. Aku menyukaimu, Violet..."
"Hah?! Kau bercanda?!"
"Aku serius."
"Jadi, apakah kau mau—"
"Tidak."
"Kenapa?"
"Kau memiliki banyak wanita, sedangkan aku ingin menjadi satu-satunya, bukan salah satunya."(slebeww)
"Aku tidak pernah berhubungan dengan wanita mana pun."
"Siapa juga yang akan percaya omongan laki-laki yang terkenal playboy sepertimu?"
"Aku bisa membuktikannya."
"Eh, jangan!"
"Iya... aku percaya."
"Terima kasih, Violet."
Pada akhirnya, aku setuju menjadi pasangan Pangeran saat pesta besok.
Huh... sangat merepotkan.
Tunggu..., kalau aku pergi ke pesta itu, berarti aku harus mengatur tiga tubuh secara bersamaan.
Ah...
Aku harus meminta kompensasi besar setelah pesta.