Demi menyelamatkan harga diri keluarganya
Safira meninggalkan rumah orang tuanya dan mengadu nasib ke kota.
tragedi yang menimpanya sebulan yang lalu menghasilkan benih yang tumbuh dirahimnya .
dikota yang asing ia bertemu dengan Denendra lelaki baik hati yang mau menerima ia apa adanya.
merasa diperlakukan dengan luarbiasa fira pun akhirnya jatuh hati dengan Danendra hingga memutuskan menikah dengannya waktu berlalu hingga ia bertemu dengan keluarga besar danendra disana ia bertemu lelaki yang telah menghancurkan hidupnya. dan siapa sangka pemuda itu adalah adik sepupu Darendra lelaki yang selama ini membantu kehidupannya yang tidak mudah di kota yang asing itu. apakah mereka akan terjebak cinta segitiga? bagaimana cara Narendra bertanggung jawab atas kesalahannya pada Safira.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon VELANIA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berkunjung ke rumah Safira
"Selamat pagi tante "
Seorang wanita cantik tiba tiba keluar dari sebuah mobil mewah.
"Evelyn! Hai sayang kapan kamu pulang? "
"Dua hari yang lalu tante, Tante sama Om Nathan apa kabar? "
"Baik kami semua sehat, oh ya apa kamu mau masuk? sayang sekali kami mau pergi sekarang "
"Wah sayang sekali tante besok saja deh Evelyn datang lagi. ini siapa tante cantik sekali? "
"Evelyn kenalin ini istrinya Nendra! "
"Apa?.. istri? jadi Nendra sudah menikah? "
"Iya dia sudah menikah tapi kami belum mengadakan resepsi "
Wajah Evelyn mendadak menjadi lesu mendengar kabar itu.
"Baiklah tante Evelyn pulang dulu ya! "
Saat akan melangkah pulang Nendra muncul dari samping rumah
"Loh Evelyn kamu disini? "
"Nendra!,, "
Evelyn berlari kearah Nendra dan memeluknya
"Kamu jahat kenapa kamu tiba tiba menikah?"
Nendra yang bingung tak membalas pelukan Evelyn karena saat ini ia melihat wajah istrinya yang mulai cemberut
"Tenang saja saat resepsi nanti aku akan mengundang mu! "
Nendra melepaskan pelukan Evelyn dan menghampiri Fira
"Bagaimana menurutmu dia cantik sekali bukan? dan sebentar lagi kami akan mempunyai bayi yang sangat lucu"
"Hah? jadi istrimu sudah hamil? "
"Tentu saja! sekarang pulanglah kami akan segera pergi bye.. bye! "
"Baiklah aku pergi dulu"
Akhirnya Mama Mayang, Fira dan Nendra segera masuk ke dalam mobil untuk segera berangkat. Mereka menggunakan dua mobil mewah mobil satunya hanya untuk membawa barang barang yang akan diserahkan untuk keluarga Safira dikampung.
Selama kurang lebih menempuh perjalanan 3 jam mereka pun mulai sampai didesa cempaka arum.
Mobil sudah memasuki area pedesaan Safira membuka jendela pintu mobil,
"aaahh,,, segarnya aku rindu aroma seperti ini! " teriak Fira dari dalam mobil
Dan setelah beberapa menit mobil mereka pun sudah sampai di depan rumah orang tua Safira.
"Tunggu! kita sepertinya salah Mas ini bukan rumah Bapak deh! bagus banget tapi Pohon rambutan ini ? " Fira tampak bingung
tak lama keluar Pak ahmad dari dalam rumah
"Hah itu Bapak! "
dan akhirnya mereka pun keluar.
"Bapak! "
mereka saling berpelukan sudah beberapa bulan tidak bertemu.
"Oalah nduk Bapak kangen rasanya seperti bertahun tahun tidak bertemu,"
"Fira juga Pak, Pak kenalin ini Mas Nendra suami Fira dan mertua Fira "
"Duh Cah Bagus suamimu gagah pol nduk ganteng lagi! "
Selamat datang Bapak Ibu besan mari silahkan masuk dulu kalian pasti capek "
"Terima kasih pak"
"Pak ini bener runah kita? kok jadi bagus pak?
" Ini uang yang dikasih suamimu kemarin nduk!
dari dalam rumah Bu Salma dan Mbak Sari menyambut kedatangan mereka.
Mata Bu Salma berkaca kaca melihat Putrinya yang selama ini ia sia siakan kini berubah menjadi seorang perempuan yang sangat cantik dan elegan.
"Nduk Ibu sampai pangling lihat kamu! "
"Ibu apa kabar? Fira juga kangen sama Ibu
Setelah beramah tanah antar kedua keluarga
mereka mulai menikmati hidangan pembuka yang disediakan.
" Enak ya Ma udara disini bawaanya ngantuk aja! "ucap Papa Nathan
" Iya Pa sejuk banget kayak di villa ya! "
Sementara diluar keadaan sudah mulai tidak kondusif banyak warga berbondong bondong datang ke rumah Pak Ahmad yang kata salah satu warga ada artis masuk desa.
"Fir, itu didepan ada apa kok rame sekali? "
"Nggak tau Ma,biasanya kalau ada mobil masuk ke desa ini mereka pasti heboh sendiri apalagi mobil Mama bagus bagus begitu"
Untung saja Pak Nathan membawa beberapa pengawal untuk membantu menurunkan barang barang nya justru para pengawal itu kini menjadi pagar betis untuk para warga.
"Maaf Besan atas keributan ini saya juga bingung kok para warga datang kesini "
"Ditemui saja dulu Pak "
"Ayo Pak Ahmad kita keluar! kurang ajar orang orang ini apa sih maunya? " ajak mbak sari
Setibanya didepan rumah,,
"Sudah sudah Pak Bu ini ada apa to kok berkumpul disini? disini lagi nggak bagi sembako loh! "
"Mbak sari kami kesini ingin lihat artis mbak! katanya rumahnya Pak Ahmad didatangi artis cantik sama ganteng! "
"Hah! Artis? artis siapa? itu Safira putrinya Pak Ahmad dan suaminya juga keluarganya yang datang ! "
"Oalah Safira to, "
"iya! sekarang kalian sudah tahu kan sekarang kalian pulang sana! "
"Suruh Safira keluar dong mbak penasaran nih! "
"Bagaimana Pak? " tanya mbak sari pada Pak Ahmad
"Sebentar ya Saya tanya anaknya dulu"
Pak Ahmad pun berlari untuk memanggil putrinya
"Nduk mereka ingin bertemu kamu! "
"Hah? kenapa Pak? "
"Katanya ada artis masuk desa saat melihatmu sama suamimu! "
"Sayang jangan ke sana sendri aku ikut ! "
"Baiklah ayo Mas!
Dan benar saja saat Fira dan Nendra muncul dari dalam rumah , semua warga langsung berteriak histeris
" Wahh,, ayune!pangling mbak Fira! "
"Ganteng sekali suaminya ! beruntung sekali si Fira"
"Sekarang wes lihat kan ayo sekarang bubar semua ya! "
akhirnya pun semua warga membubarkan diri
"Ayo waktunya makan siang monggo Pak Bu kita makan siang dulu semuanya sudah disiapkan"
"Wah maaf kami jadi merepotkan "
"Tentu tidak Bu kami senang bisa menjamu ibu sekeluarga ini menu masakan khas desa kami semoga cocok ya! "
"Wah kami merasa seperti tamu kehormatan saja "
"Ya memang Ibu adalah tamu kehormatan kami "
Mereka pun mulai menikmati makan siang
"Mantap sekali Ma masakannya! " ucap Pak Nathan
"Iya pa nanti Mama mau nambah ah "
Nendra dan Fira sampai cekikikan melihat interaksi keduanya
"Bagaimana kalau kita nanti jalan jalan kesawah atau ke sungai? " tawar mbak sari
"Benar itu jalan jalan didesa dibawah kaki gunung begini sensasinya beda loh"
"Jadi papa mau? "
"Mau dong "
"oke! gass kita berangkat! "
mereka semua berangkat berjalan kaki bersama sama dibelakang dua pengawal pribadi Pak Nathan siap siaga sementara dua pengawal lainnya berjaga jaga dirumah.
"Suasana desa ini masih asri ya? benar-benar pas untuk merefresh otak kita "
sepanjang jalan mereka saling bersenda gurau hingga seorang wanita paruh baya yang sedang menaiki motor maticnya berhenti di depan mereka.
"Siapa mereka Mad? juragan barumu kah? hebat kamu bisa punya kenalan orang kota! "
"Bukan Bu Kades beliau besan dan mantu saya! "
"Apa besanmu? kamu nggak ngimpi kan Mad mana mau orang kota punya besan melarat seperti mu! "
"Jaga bicara anda! "
"Siapa kamu! nggak tau siapa saya hah! "
"Maaf Bu Kades dia mantu saya "
"Lalu berarti i-ini Fira anakmu? "
wanita itu menilik penampilan Fira sekarang yang jauh berbeda dengan Fira yang dulu.
"Iya Bu masa Bu Kades lupa sama anak saya"
"Paling juga nikah siri "
Seketika kedua pengawal itu maju,,,
"Silahkan anda melanjutkan perjalanan anda jangan berusaha membuat kekacauan"
"Heh! ini wilayah saya berani kamu nyuruh saya pergi! kurang ajar "
Mau tidak mau Bu Kades pun akhirnya pergi karena takut dengan ancaman para pengawal itu.
"Maaf ya besan dia memang seperti itu perangainya"
"Bapak sering ditindas seperti itu? " ucap Nendra
"Bapak mah sudah biasa dihina Nak, orang kecil seperti bapak ini bisa apa? "
Nendra segera mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang
"Segera cari tau tentang kepala desa cempaka arum beserta antek anteknya! "
Pak Nathan dan Bu Mayang sudah tahu apa yang akan dilakukan putranya. Kekuasaan Adhitama memang tidak perlu diragukan lagi.
jika hanya untuk membasmi tikus sekelas kepala desa saja terlalu mudah baginya.
Mbak sari yang mendengar itupun seketika tubuhnya merinding ,
"Sepertinya suami Fira ini bukan orang sembarangan deh "
"Wah sawah Bapak sudah kelihatan tuh " teriak Fira
"Fir , kamu duduk disaung saja jangan petakilan apalagi turun ke sungai ingat kamu sedang hamil nduk! " kata ibu salma
"Iya bu "
"Mas kamu turun gih ke sawah aku pengen makan buah ciplukan nih"
"Apa buah Cipokan? "
"Ih kamu Mas! Ciplukan! tuh yang ada dipinggir sawah "
"Oh,,, oke sayang "
"Fira apa kamu nggak kangen ke kebun bunga yang dulu biasa kamu kunjungi? "
Deg...
Fira langsung terdiam kedua tangannya meremas remas ujung bajunya.