Indonesia
NovelToon NovelToon
One Day In The Midnight

One Day In The Midnight

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Tamat
Popularitas:34.9k
Nilai: 5
Nama Author: Junse

Monalisa Otka Isabella, perempuan berparas cantik dan kalem yang rela menolak cinta dari laki-laki lain hanya karena kesetiaannya kepada Zidan Malik Ralendra yang merupakan cinta pertamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Junse, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 22

Malam itu udaranya terasa sangat dingin. Entah mengapa tiba-tiba saja Mona sangat ingin dipeluk oleh Zidan. Ia sangat merindukan Zidan, karena sudah beberapa hari mereka tidak saling bertemu ataupun mengirim pesan.

Mona ingin sekali tidur, tapi ia tidak bisa berhenti memikirkan Zidan. Ia sangat ingin bertemu dan memeluk Zidan saat itu juga.

Tidak lama kemudian, Mona tiba-tiba mendengar sesuatu yang pecah dilantai bawah. Ia segera menuju tangga dan memanggil nama bi Lila.

Tetapi setelah beberapa kali Mona memanggil, bi Lila tak juga menjawabnya. Kemudian Mona memberanikan diri untuk menuruni anak tangga dengan keadaan ruangan yang gelap.

"Bibi!"

"Kok lampunya dilantai bawah mati, Bi?"

"Bibi!"

"Pak Tarjo! Pak Tarjo dengar Mona?"

"Bi Lila!"

Mona pun dibuat terkejut karena tiba-tiba lampunya menyala dan di sana terdapat Zidan yang sedang berdiri membawa kue ulang tahun.

Kemudian tante Lena, om Raka, bi Lila dan pak Tarjo pun keluar dari persembunyian mereka dan meniupkan terompet ke arah Mona.

Mona tersenyum haru karena semua orang ingat jika besok adalah hari ulang tahunnya, sedangkan dirinya sendiri tidak terpikirkan sama sekali.

"Selamat ulang tahun ya, Non."

"Selamat ulang tahun, non Mona."

"Selamat ulang tahun, Sayang."

"Selamat ulang tahun, cantiknya Om."

"Kalian semua ingat?"

"Kami selalu ingat sama hari ulang tahun kamu, Sayang."

"Makasih ya, Tante."

Zidan kemudian menghampiri Mona, tetapi Mona malah mencubit perut samping Zidan."

"Aww, kok aku dicubit sih?" tanya Zidan sambil tersenyum.

"Aku kesel sama kamu. Kamu kemana aja sih? Kenapa nggak pernah kasih kabar ke aku? Aku khawatir sama kamu. Aku udah berkali-kali datang ke rumah kamu, tapi kamu sama tante Mona nggak pernah ada di rumah. Kamu kemana, Zidan?" Air mata Mona perlahan mulai menetes.

Zidan menyentuh pipi Mona dengan tangan kirinya. "Jangan nangis dong. Sekarang kan aku udah ada di sini."

Mona hanya diam tanpa menatap wajah Zidan, kemudian Zidan tersenyum dan memeluk Mona. Mona pun membalas pelukan itu dengan sangat erat.

"Aku kangen banget sama kamu," bisik Zidan.

"Aku lebih kangen sama kamu," balas Mona.

"Udah dong, jangan nangis," ucap Zidan.

"Kamu kenapa nggak kasih kabar ke aku sih? Kenapa kamu tiba-tiba ngilang gitu aja?"

"Mona, Zidan sengaja nggak kasih kamu kabar karena Zidan mau bikin surprise buat kamu. Zidan juga minta tolong sama Tante untuk nggak bilang sama kamu."

"Zidan, kamu kok jahat sih?"

"Jahat gimana? Aku kan cuma mau bikin surprise buat kamu."

"Tapi kamu tega biarin aku khawatir sama kamu."

"Sekarang aku udah ada di sini. Aku nggak akan biarin kamu khawatir lagi."

"Janji?"

"Janji!"

Tiba-tiba tante Lena pun menangis, tentu saja bukan tanpa alasan. Ia menangis karena ia tahu jika Zidan tidak akan bisa menepati janjinya kepada Mona.

"Tante, kenapa Tante nangis?" tanya Mona.

"Enggak, Sayang. Tante nggak nangis kok."

"Tante bohong. Tante itu nangis, kenapa Tante nggak mau jujur sama Mona?"

Tante Lena menghampiri Mona, ia memeluk dan juga mencium Mona.

"Sayang, Tante nangis karena Tante merasa senang bisa melihat kamu sama Zidan."

"Tante ...."

"Mona, sekarang kamu buat permohonan ya. Setelah itu kamu tiup lilinnya.

"Iya, Tante."

Zidan menghidupkan lilin dan berdiri di depan Mona. Mona menutup kedua matanya dan membuat permohonan di dalam hati.

"Tuhan, terima kasih telah menghadirkan orang-orang baik yang sangat peduli kepadaku. Aku tidak ingin meminta apapun, aku hanya ingin hidup bahagia bersama orang-orang yang aku sayangi. Jangan sampai ada orang lain yang mengambil mereka dari hidupku."

Mona membuka kedua matanya dan meniup lilin yang bertuliskan angka 20 tersebut. Mona kemudian memotong kue itu dan suapan pertama ia berikan kepada Zidan.

"Aku nggak akan lupain hari di tengah malam ini, Mon. Aku akan selalu ingat bagaimana kamu tersenyum bahagia dan memeluk aku. Semua orang di sini sayang sama kamu. Kamu harus selalu bahagia seperti ini, walaupun nantinya kamu nggak akan bisa bertemu aku lagi," batinnya.

"Mona, Tante punya hadiah buat kamu."

Tante Lena mengeluarkan sebuah kotak kecil, Mona pun segera membuka kotak tersebut. Ia sangat senang karena di dalamnya terdapat sebuah jam tangan mahal yang memang sangat ia suka.

"Tante, jam tangan ini buat Mona?"

"Iya, Sayang. Itu buat kamu."

"Makasih ya, Tante."

"Sama-sama, Sayang."

"Mona, Om juga punya hadiah buat Mona."

Om Raka memberikan sebuah kunci mobil untuk Mona. Mobil yang mm Raka hadiahkan untuk ulang tahun Mona yang ke-20 tahun adalah mobil Bugatti La Voiture Noire yang harganya mencapai Rp 266 miliar.

"Om, ini beneran buat Mona?"

"Iya, Sayang. Mobil itu buat kamu."

Mona langsung memeluk om Raka dan mencium pipinya.

"Mona bahagia karena Tuhan udah kasih om Raka sebagai pengganti Papa buat Mona. Makasih ya, Om."

Semua orang tersenyum melihat kedekatan Mona dengan om Raka.

"Zidan, kamu nggak bawa hadiah buat aku?"

Zidan menggelengkan kepalanya. Wajah Mona yang awalnya bahagia berubah menjadi sedikit sedih.

Zidan kemudian menarik tangan Mona dan mengajaknya naik ke lantai atas. Mereka kini berada di luar ruangan dan dapat melihat langit dengan sangat jelas.

"Aku mau kamu jujur sama aku," ucap Zidan.

"Jujur soal apa?" tanya Mona.

"Apa kamu cinta sama aku?"

"Aku--"

"Aku mau kamu jujur, Mon. Aku tau kamu masih cinta sama aku, dan aku mau dengar itu langsung dari mulut kamu."

"Aku cinta sama kamu, Zidan. Dan apapun yang terjadi aku akan selalu cinta sama kamu."

"Walaupun nantinya aku nggak ada lagi di dunia ini?"

"Maksud kamu apa? Kamu mau ninggalin aku lagi? Nggak cukup kamu udah nyakitin perasaan aku?"

"Mona, dengerin aku! Aku nggak akan ninggalin kamu lagi! Aku cuma mau tanya sama kamu, apa kamu akan tetap mencintai aku walaupun aku udah nggak ada lagi di dunia ini?"

"Zidan, sampai kapanpun aku akan tetap cinta sama kamu. Walaupun kamu ninggalin aku atau apapun itu, aku akan selalu cinta sama kamu."

Zidan kemudian tersenyum dan Mona membalas senyuman itu. Zidan menunjukkan sebuah kalung yang sangat indah kepada Mona.

Zidan kemudian berjalan ke arah belakang Mona dan memakaikan kalung tersebut.

"Zidan ...."

Mona kembali memeluk Zidan dengan erat dan menangis.

"Mona, saat kita menikah nanti kamu akan menjadi pengantin wanita tercantik. Dan anak-anak kita yang lucu akan lahir dari rahim kamu."

"Zidan, kita akan mewujudkan impian itu bersama."

"Aku ingin selalu memeluk kamu seperti ini, Mona. Aku nggak mau kehilangan kamu," batin Zidan.

1
Sania gultom
keren
Sari Sukrik
duh sedihnya...nyesek😭😭😭😭
apa gak ada kelanjutan ceritanya Mon adan Gibran ka
Sri Astuti
Nyesek bacanya thor
Prabu Marbun
Keren bingit ceritanya! Lanjut! Pantang mundur!
ririn agustini
season 2 ny thor dtgg
BeijingBand
Bagus thor terus di pertahan kan ya thor.....aku sampai salfok baca novelnyaを沽
with_mercii
Jangan lupa makan thooooor! Habis itu ketik bab-bab baruuuu
blouses and houses
Yok jangan kasih kendor updatenya!
Garang Anggriawan
Ceritanya seru banget thor! Enak ya Thor bisa keliling dunia dalam khayalan. Aku mah apa atuh belum bisa nulis apa-apa :(
Ying Fu
lanjut cepat!! karyamu mwmbuatku susah tidur
Sabrina ss
😙😙😙😙😙😙😙😙😙😙😙😙😙😙😙😙😙😙😙😙😙😙😙😙😙😙😙😙😙😙😙😙😙😙😙😙😙😙😙😙😙😗😙😙😙😙😙😙😙😙😙😙
Sabrina ss
😇
Sabrina ss
luvv
SnowySecret
Ahh andai ku bisa bertemu denganmu Thor. Aku bakal minta tanda tangan yang banyak!!
Widya Pertiwi
Yahh kok bersambung :(
Pai Konyol
Ampun pala eike pusing mak, menunggu lanjutannya bikin galau‾
moonstrucktraveller
up dunk ku tunggu yhaaaa semoga sukses
CupcakeHugs
Udah berapa kali aku ngulang-ngulang bacanya, karena seseru itu!
random acts of pastel
Semangat ya, thor! Jangan lupa ambil komen yg positif dan membangun, ya
Garden Rose
Kelanjutan cerita author itu kayak hujan ditengah kemarau thor.. alias ditunggu-tunggu!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!