Pernikahan adalah sebuah impian setiap orang, tetapi bagaimana rasanya kalau kita menikah dengan orang yang salah? Perkenalan yang begitu singkat membuat Anindya tak mengenal jelas sosok Argantara suaminya. Niat hati ingin mendapatkan kebahagiaan, dia justru mendapatkan goresan luka yang dibuat oleh sang suami. Lantas, siapakah yang disalahkan dalam hal ini? Mungkinkah takdir tak berpihak kepadanya?
Anindya Saputri, wanita berusia 24 tahun yang harus merasakan luka dan penderitaan yang mendalam dalam pernikahannya. Pernikahan tak seperti dalam bayangannya. Dia telah salah dalam memilih suami. Argantara bukanlah suami yang baik untuknya. Banyak rahasia yang belum terungkap.
"Aku cape, harus terus terlihat bahagia di depan semua orang. Menutupi kelakuan kamu!"
-Anindya Saputri-
"Aku yakin kamu akan selalu mempertahankan aku dan tak akan pernah pergi meninggalkan aku."
-Argantara Wijaksono-
Rahasia apa yang dimiliki Argantara? Akankah Anindya tetap mempertahankan pernikahannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SyaSyi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menjalani Hidup Bersama
"Kamu mau kemana? Ini masih sangat pagi," ujar Seli dengan mata masih mengantuk. Saat itu jam menunjukkan pukul 6 pagi.
"Aku harus pulang, jam 8 Anin mau pulang ke rumah. Ingat ya, jangan hubungi aku sampai aku yang menghubungi kamu," ungkap Arga.
Sakit? Nyesek? Namun, Seli bisa apa? Dia sendiri yang memilih jalannya seperti itu. Menjalani hubungan dengan laki-laki yang sudah beristri. Mau tak mau dia harus menerimanya. Dirinya seperti seorang pela*cur. Semalam bersamanya, dan pagi ini Arga meninggalkan dirinya untuk bersama sang istri. Seli hanya bisa memendam perasaannya.
Seli hanya bisa memandang kekasihnya sampai benar-benar pergi meninggalkan dirinya. Menghela napas panjang, dan menerimanya. Entah sampai kapan dirinya akan seperti itu.
Arga baru saja sampai, dia sampai lebih dulu di rumah yang akan dia tempati dengan sang istri. Kemudian bergegas untuk mandi. Dia tak ingin Anin tahu, kalau semalam dia pergi menemui Seli dan bahkan menginap di kosan Seli.
Anin baru saja datang dengan diantar oleh kedua orang tuanya. Arga langsung menyambutnya. Menurunkan barang-barang milik istrinya dari mobil. Dirinya berusaha menunjukkan menjadi suami yang baik.
"Tadi macet tidak di jalan," tanya Arga basa-basi kepada sang istri.
"Arga, kami titip Anin sama kamu! Tolong sayangi dia, dan jangan sakiti hatinya! Jika kamu merasa bosan, jangan khianati dia! Lebih baik kamu kembalikan Anin kepda kami. Kamu paham kan? Sekali saja kamu berbuat kasar atau menyakiti hatinya lagi, kami tak akan segan-segan meminta Anin untuk berpisah sama kamu," ancam Papa-nya Anin.
"Iya Pa, Arga janji tak akan menyakiti Anin lagi. Arga telah menyesali perbuatan dulu," sahut Arga. Arga berniat meyakinkan Bapak mertuanya.
"Ya sudah. Anin, jaga diri kamu baik-baik ya! Ingat kamu sedang hamil, jangan capek-capek! Pikirkan bayi dalam kandungan kamu," pesan sang Papa dan Anin menganggukkan kepalanya patuh.
Sebenarnya kedua orang tua Anin merasa berat untuk melepas putrinya, tetapi semua ini adalah permintaan putrinya yang ingin menjalani kehidupan bersama. Terlebih sang anak saat ini sedang hamil. Pastinya dia ingin berada di dekat suaminya, menjalani masa kehamilan bersama suami.
"Doakan Anin selalu ya Ma, Pa," pinta Anin sambil mencium tangan kedua orang tuanya secara bergantian. Arga pun melakukan hal yang sama, mengikuti sang istri.
"Akur-akur ya kalian berdua! Ingat ya Arga, jangan sakiti hati Anin lagi dengan sikap kasar kamu! Belajar menjadi suami yang lemah lembut terhadap istri," pesan Mamanya Anin dan Arga mengiyakan.
Kedua orang tua Anin pamit pulang, Arga terlihat merangkul mesra Anin di depan orang tuanya. Setelah kedua orang tua Anin pergi, mereka berdua masuk bersama.
"Kita cari sarapan yuk keluar, aku belum sempat sarapan," ajak Arga dan Anin mengiyakan.
"Tumben kamu sudah bangun, biasanya jam segini masih tertidur pulas," sindir Anin sambil bersiap-siap untuk berangkat.
"Sudah dong, kan nyonya besar mau pulang. Jadi aku harus menyambutnya dan membersihkan rumah," ujar Arga membuat Anin tersenyum.
Kini mereka sedang dalam perjalanan mencari sarapan. Arga sengaja mencari tempat yang lumayan jauh dari komplek perumahaannya, sambil berjalan-jalan menikmati kebersamaan. Anin terlihat melingkarkan tangannya di perut suaminya, mereka terlihat mesra.
Mereka memutuskan untuk sarapan soto ayam, Arga memesan dua porsi soto ayam berikut nasi. Arga dan Anin duduk berhadap-hadapan. Saling memandang.
"Mulai hari ini kita mulai jalani hidup baru dari O. Hari-hari kemarin anggap saja sebagai hari-hari saling mengenal," ujar Arga dan Anin menganggukkan kepalanya.
Mereka kini menikmati makan bersama. Sebisa mungkin Arga akan berusaha untuk menyenangkan hati istrinya. Agar Anin bisa melupakan kesalahannya dulu.
"Setelah ini, kita mau kemana? Langsung pulang, atau ada yang mau dibeli dulu," tanya Arga lembut. Arga berusaha untuk bersikap manis kepada istrinya.
Anin memutuskan untuk langsung pulang, tak ada yang dia inginkan. Kini mereka sedang dalam perjalanan menuju rumah mereka. Anin langsung mengganti pakaiannya dengan daster, pakaian yang paling dia suka saat bersantai. Arga pun mengganti pakaian hanya menggunakan kaos oblong dan celana boxer.
Anin merasa canggung, merasa seperti orang baru mengenal. Kini mereka sedang duduk bersantai di ruang TV, sambil mengobrol.
"Halo anak Ayah, lagi apa? Ayah senang sekali bisa menciumi kamu setiap hari, kita bisa berkumpul bersama," ujar Arga sambil mencium perut istrinya sambil berjongkok mensejajarkan dirinya dengan perut istrinya. Membuat Anin merasa bahagia.
Arga berusaha untuk memberikan perhatian-perhatian kecil kepada sang istri. Saat ini dia sedang membuatkan susu coklat untuk istrinya.
"Ini Yang, diminum dulu susunya," ujar Arga sambil memberikan satu gelas berisi susu kepada sang istri. Anin langsung menenggaknya hingga habis.
Hari ini mereka lewati bersama.
"Mau rujak tidak? Biasanya orang hamil, menyukai rujak," ucap Arga.
"Iya deh boleh. Tidak usah pakai timun dan pepaya ya, aku tak suka," sahut Anin.
Anin merasa senang, karena Arga terlihat berubah. Menjadi perhatian kepadanya. Bahkan Arga tak meminta uang seperti biasa. Semua dia yang bayar.
Untungnya di ujung jalan perumahannya ada yang menjual rujak, jadi tak perlu Jauh-jauh dia mencari rujak untuk istrinya. Kini Arga sudah kembali dengan menenteng 2 kantong. Satu kantong berisi rujak, dan satu kantongnya lagi berisi es kelapa muda untuk dirinya dan juga istrinya. Bahkan Arga juga yang menyiapkan piring untuk rujak, dan juga menuangkan es kelapa di gelas. Sang istri hanya tinggal menikmatinya saja.
"Ayo kita sholat magrib bersama," ajak Arga membuat Anin melongo. Tak biasanya sang suami sholat dan bahkan mengajak dirinya sholat bersama. Tentu saja melihat perubahan sang suami yang seperti ini, Anin merasa bersyukur. Karena akhirnya Allah mengabulkan doanya.
Arga dan Anin baru selesai sholat, dia tak menyangka kalau suaminya itu bisa sholat. Selama ini dia sudah selalu mengingatkan, tetapi Arga tak mempedulikan ucapan istrinya.
"Mengapa dulu-dulu kamu tak sholat? Padahal kamu bisa menjadi imam, cara bacanya juga bagus," ujar Anin sambil melipat mukena dan sajadahnya.
"Sudahlah tak usah bawel. Aku tak sholat kamu ngoceh, aku sholat kamu ngoceh juga. Mau kamu apa sih? Kalau aku tak sholat, berarti aku malas," sahut Arga ketus.
"Astaghfirullah, malas? Bisa-bisanya dia bilang malas. Ya ampun Mas Arga. Padahal sholat itu adalah tiangnya agama, membuat hidup kita lebih tenang. Pantas saja kamu seorang tempramen. Setan pasti betah hinggap di tubuh kamu," gumam Anin dalam hati. Tentu saja dia memilih diam tak melanjutkan ucapannya. Jika tidak, pasti akan ada pertengkaran antara dirinya dan juga Arga. Tadi saja, Arga mulai terlihat lagi sifat aslinya.
Sambil menunggu up, mampir yuk di karya bestie aku 😍
betul2 sbg pembelajaran buat kita semua ...
lope lope 💙💙🌹🌹💙💙🌹🌹
mending kamu urusin Seli aja ... pengkhianat dan dj4l4n9 tuh kolaborasi yg bagus .... biar sama2 kena penyakit kelamin ...
Neng Gemoy udah sediain gergaji 🪚 buat potong si buyung nya Arga biar gak seenaknya celap celup ... kapak 🪓 buat sambit mulutnya biar gak asal jeplak berbohong ... dan obeng 🪛 buat colok matanya biar gak terus2an jelalatan ....
tinggal telpon ya Nin ... ntar Neng Gemoy bawain semua nya ... 💪💪
duuuh .. jangan sampe Anin bablas ketepu dgn penampilan Arga yg bisa bikin diabetes ....
gak rela kalo Anin juga luluh mau una inu sama lakik lucknut itu .... bekas celap celup sama dj4l4n9 ... 😢
sekarang bilang kata2 dan perlakuan kasar masih bisa diterima ... tapi tidak dgn selingkuh ....
besok2 .... selingkuh juga takapa, ya Nin ..
cape deeee ..🤦♀️
biarpun itu urusan domestik orang lain, tp belain donk pak kalo ada lakik berbuat kasar sama perempuan ... 🤦♀️
itu baru kelakuan nya buuu...
ibu bayangin Anin ... dapet juga kata2 dan perlakuan yg kasar ...
kalo menurut ibu, Anin harus bertahan juga ? pikiiiiiirrrr !!!
spt nya semua kata2 caci maki yg ada di seluruh dunia, habis diborong Arga ... 🤮😡