intan adalah seorang gadis berusia 20 tahun, ia hidup sebatang kara sejak usia nya 19 tahun, kedua orang tua nya meninggal karena kekejian seseorang, Intan diberitahu oleh bibi nya yang bernama Sintia bahwa yang membunuh orang tua nya adalan Keluarga Wiraguna pratama, Intan sudah bertekad untuk membalaskan dendam nya melalui anak tunggal dari Wiraguna Pratama yaitu Dave Pratama, namun disaat bersamaan intan justru terperangkap didalam dendamnya sendiri, intan malah jatuh cinta kepada Anak dari Musuh nya tersebut,.
Bagaiman kah Akhir dari kisah Intan dengan Dave? selamat membaca,..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lukisan malam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Anak Laki laki
***
"pa ma,, Dave memanggil papi dan mami nya,.
"nak kau sudah sadar, mami sangat megkhawatirkanmu nak"
"pa ma, Dave kenapa?" Dave berusaha mengingat ngingat apa yang sudah terjadi padanya.
"kau kecelakaan nak pada saat kau mencari Intan Istrimu"
"Istri, maksud mami Dave sudah menikah? tapi kenapa Dave tidak ingat apa apa"?
"ya sudah nak jangan terlalu dipaksa nanti kau pasti mengingat semuanya,. sekarang yang paling penting adalah kau sembuh dulu"
***
"apa Dave kecelakaan? aku harus segera kesana" Erika bergegas pergi kerumah saki,.
"selamat pagi Tante om, " Erika menyapa papa mama Dave,,
"kau siapa?" Dave tidak mengenal Erika,,
"aku Erika Dave, aku adalah kekasihmu tapi Intan telah merebutmu dariku,, om Tante Dave kenapa?"
"dengar nak Erika, Intan tidak pernah merebut Dave dari mu tapi Dave sendiri yang memutuskan untuk menikah dengan Intan".
"tapi om Tante, Dave tidak akan meninggalkanku demi dia kalau Intan tidak menggodanya"
"nak Erika kau jangan dulu membuat Dave tambah pusing karena dia masih dalam masa pemulihan, ia bahkan tidak ingat dengan istrinya saat ini"
"apa, jadi dia hilang ingatan, ini kesempatanku, karena ini artinya Dave juga lupa dengan perbuatanku padanya, kau memang beruntung Erika, Intan tidak akan pernah kembali lagi dan Dave lupa dengannya benar benar di luar rencana, tapi aku suka" gumam Erika.
"baiklah om Tante tapi ijinin Erika yah buat merawat Dave, soalnya kan istri Dave sedang tidak ada jadi aku bisa menjaganya dulu"
"kamu tau dari mana istri Dave sedang tidak ada" tanya mami Clara curiga.
"oh gini Tan soalnya Erika dari tadi tidak melihat keberadaan Intan disini karena itulah Erika berkata seperti itu,"
"huhhh Erika hampir saja ketahuan, kali ini aku harus lebih berhati hati lagi" gumam Erika.
Papa mama Dave pun segera keluar dari ruangan itu.
Disatu sisi Dave ingin duduk
"sayang kau pelan pelan, kalau kau butuh bantuan segera panggil aku" Erika membantu Dave untuk duduk.
"sayang, kenapa kau memanggilku dengan sebutan itu, bukankah tadi papi dan mami bilang aku sudah punya istri?"
"sayang kau memang sudah punya istri tapi dia sudah meninggalkan mu, dia tidak pernah benar benar mencintaimu, dia hanya memanfaatkan mu, dan apa kau tau dia sekarang pergi bersama pria lain demi meninggalkanmu"
"apa benar begitu,,? Dave mencoba mengingat ingat tapi ketika ia berusaha mengingat kepala nya malah pusing.
"sayang kau tidak perlu berusaha mengingatnya karena dia tidak pantas untuk kau ingat kembali, sekarang sudah ada aku disini, mungkin ini takdir dari Tuhan supaya kita bisa bersatu kembali, apa kau tidak ingat kalau dulu kau sangat mencintaiku, tapi perempuan murahan itu malah menggoda mu dan kau meninggalkanku"
"kekasih?" Dave masih mengingat ingat tapi ia tak bisa mendapat mememorinya itu.
"ya sudah sekarang kau istirahat dulu" Erika membaringkan Dave kembali ke tempat tidur rawat.
***
"ayo Intan aku akan membawa mu ke kota, kau tenang saja disana kau dan anak mu akan aman, dan aku akan berusaha mencari suami mu" Dion membukakan pintu mobil untuk Intan.
Disepanjang jalan Intan hanya diam saja.
"mas Dave gimana kabarnya ya, apa dia baik baik saja, sekarang dia pasti sangat membenciku" gumam Intan, air mata Intan menetes dipipinya.
"Intan, hei,, ada apa? Kenapa kau menangis? intan tenanglah semua akan baik baik saja, ada aku disini, kau bisa pegang kata kataku, aku akan membantu mu Intan" Dave memgang tangan intan untuk menenangkannya.
"aku hanya merindukan suami ku Dion, dia pasti lupa untuk merapikan dasi dan kemeja nya kalau disana tidak ada aku, dia memang selalu begitu, dia sangat ceroboh, dia juga malas sarapan pagi kalau tidak aku paksa dan kadang dia seperti anak kecil harus di suapi kalo makan" Intan tersenyum sambil menghapus air matanya.
"kalian sepertinya saling mencintai Intan, kenapa mendengarnya ada rasa cemburu di hatiku, tapi aku tidak boleh egois, aku harus tetap membantu mu" gumam Dion.
*****
Sudah beberapa Bulan berlalu kini keadaan Dave sudah mulai normal seperti biasa meski ingatannya belum pulih seperti biasa, Dave sudah menjalankan aktivitas nya dikantor, Erika sangat memanfaatkan keadaan Dave, ia selalu bolak balik kekantor Dave.
"hai sayang, lihat apa yang aku bawa, aku membawakan makan siang untukmu" Erika mendekat ke arah Dave.
"makan siang?, tapi aku sudah makan di luar tadi" meskipun Dave kehilangan beberapa memorinya tapi di lubuk hatinya ia masih mencintai Intan hanya saja ia saat ini sedang lupa dengan sosok Istrinya itu.
"ternyata dengan dia hilang ingatan dia masih belum bisa menerimaku" gumam Intan kesal.
Dave tetap melanjutkan pekerjaan nya tanpa memperdulikan Intan, Intan yang kesal pun memilih pergi dari sana,.
Dave meraih sebuah map tiba tiba sebuah foto terjatuh dari sana, ia melihat foto dimana ia sedang memeluk seorang gadis dengan sangat mesra " siapa gadis ini, kenapa sepertinya aku sangat menyayanginya, apa dia adalah Intan istriku?" Dave memgang keningnya dan ia pun merasa sangat pusing, beberapa ingatan Dave mulai muncul tentang Intan.
*teringat*
"mas Dave sini aku siap, kau ini memang mas Dave kalau tidak di ingatkan selalu lupa makan, sudah kuperingatkan mas jangan sampai melewatkan makan hanya karena pekerjaan"
"iya iya istriku sayang yang bawel"
"siapa wanita itu, aku seperti mengingat seseorang ketika melihat foto ini?"
***
siang ini jadwal intan untuk memeriksa kandungannya dan hari ini ia akan melakukan USG, intan ditemani oleh Dion,.
"wah suaminya seperti nya sangat meymnyayngi wanita itu, beruntung sekali dia" ucap beberapa ibu hamil yang ada di klinik itu melihat kedatangan Intan dan Dion.
Dokter sedang melakukan USG " wah pak lihat itu bayi Anda dan lihat lah pak bayi Anda berjenis kelamin laki laki, wah bapak sangat beruntung dan ibu beruntung mendapat suami se tampan dan sebaik pak Dion" ucapan dokter membuat Dion dan Intan saling menatap.
"seandainya saja itu adalah bayiku dan Intan aku pasti sudah menjadi orang yang sangat bahagia di muka bumi ini" gumam Dion.
"Dion kamu kenapa" Intan memegang tangan Dion yang sedari tadi melamun .
"oh ngga ngga pa pa Intan,, USG nya pun sudah selsai dan kini Intan dan Dion pun segera pulang, Diperjalanan pulang intan menatap sebuah gedung tinggi "WIRAGUNA GROUP" melihat nama gedung itu membuat Intan sangat merindukan suaminya karena itu memang lah gedung perusahaan suaminya.
"Intan ada apa, kau menatap apa? Wiraguna Group,. apa jangan jangan suamimu?"
"Iya Dion ini adalah perusahaan suamiku,"
"Jadi suami mu adalah putra dari Wiraguna Pratama yaitu Dave Pratama?" Intan menganggukkan kepalanya.
"apa kita perlu turun Intan?"
"Tidak usah Dion, aku yakin suamiku juga sangat membenciku saat ini"
"Intan kau jangan seperti ini terus, mendengar semua ceritamu tentang Dave aku yakin dia adalah orang yang sangat baik dan tidak mungkin dia membencimu karena kau adalah wanita yang sangat ia cintai,."
"sudah lah Dion aku tidak ingin memikirkannya, aku sangat pusing dan aku ingin pulang saja untuk istirahat "
"baik lah Intan" Dion melajukan mobilnya untuk membawa Intan pulang.