Indonesia
NovelToon NovelToon
BALAS DENDAM

BALAS DENDAM

Status: tamat
Genre:Single Mom / Tamat
Popularitas:15.9k
Nilai: 5
Nama Author: Humairah_bidadarisurga

proses pembelajaran hidup yang membuatnya sakit hati dan membalaskan dendam karena rasa kecewa.

jika dendam sudah terluapkan maka yang ada hanya sebuah penyesalan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Humairah_bidadarisurga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22

Bab 22

"Dia masih tidur, Mas," ucap Noella, lirih.

"Iya, dia menghabiskan waktu untuk di kamar dan di tempat tidur selama lima tahun ini, dan aku sangat senang itu terjadi," seru Riffat setengah berbisik.

"Mas, ayo kita pergi dari sini, nanti kalau Cyntia datang, dia akan mencurigai kita." ajak Noella yang tidak ingin sampai dirinya ketahuan.

Saat itu Riffat mengikuti saran dari Noella, mereka akhirnya pergi setelah melihat keadaan Ayress, mereka tidak tahu jika perkembangan keadaan Ayress semakin membaik, dan saat itu telinga Ayress terasa sangat panas, ketika ia mendengar ucapan Riffan dan Noella terhadap dirinya, seolah mereka memang sangat senang melihat dirinya menghabiskan waktu di rumah saja.

Ayress mengganti posisinya, ia menyibak selimut dan menatap ke arah pintu kamar, ada senang nya karena saat tadi ia memutuskan untuk tetap tidur, karena jika ia dalam keadaan terbangun, tentu saja Ayress tidak akan mengetahui bahwa Noella dan Riffat berbicara seperti itu.

Ayress semakin mencurigai ketulusan mereka selama ini, mencurigai ke-prihatinan mereka ketika melihat Ayress seperti itu, dan lamunan Ayress pun buyar ketika ia tersadar bahwa Cyntia sudah ada di hadapannya.

"Kau sejak kapan ada di sini?" tanya Ayress tersadar.

"Belum lama, ada apa? Kenapa wajah mu sepertinya sangat tegang," ucap Cyntia merasa berbeda.

"Tidak ada masalah dengan ku. Cyntia, bisa kau bantu aku terapi sampai aku benar-benar bisa sembuh?" pintar Ayress tiba-tiba berkata demikian.

"Tentu saja, tentu saja aku mau. Bukannya itu adalah yang sudah menjadi tekat kita." jawab Cyntia setuju.

Ayress tersenyum, namun dibalik senyuman itu Cyntia menangkap sesuatu yang membuat Cyntia curiga. Namun Cyntia tidak ingin lancang bertanya jika Ayress sendiri tidak menceritakan itu sendiri.

Saat itu Cyntia melakukan tugasnya dan memberikan Ayress makan beserta obatnya, setelah beberapa menit kemudian Ayress mengajak Cyntia untuk melakukan terapi pada kakinya lagi, kali ini Ayress terlihat sangat bersemangat dan pantang menyerah. Ia mulai menggerakkan kedua kakinya dengan sedikit mudah, dan terasa lebih ringan dari biasanya.

Meskipun harus berhati-hati dan butuh perjuangan yang panjang, namun Cyntia merasa bahwa kini ia sudah menemukan titik terang untuk melihat kesembuhan suaminya.

Suatu hari, di rumah itu hanya ada Ayress dan juga Cyntia. Semua orang pergi mengurus bisnis mereka di luar dan hanya tinggal mereka berdua saja di rumah itu.

Cyntia terlihat bingung di bungalow nya, dan karena ia ingin memastikan keadaan Ayress yang ia tinggalkan untuk istirahat siang, ia pun akhirnya memutuskan untuk menemui Ayress. Saat itu Cyntia terkejut, karena yang ia lihat bukan Ayress yang tidur siang untuk istirahat, melainkan Ayress masih berusaha untuk melakukan terapi yang selama ini dibantu oleh Cyntia.

Saat itu Cyntia terharu melihat kesungguhan Ayress, hingga membuatnya membiarkan Ayress melakukan itu sendiri, namun saat itu Ayress melakukan sebuah kesalahan, ia tidak sungguh-sungguh memijakkan kedua kakinya ke lantai hingga tubuhnya oleng, dengan cepat Cyntia menghampiri dan menangkap tubuh Ayress.

Untung saja Cyntia datang pada waktu yang sangat tepat, jika sampai Ayress terjatuh, itu akan berakibat sangat fatal. Kedua tatapan itu saling bertemu, saat itu Ayress merasa takut, ia takut jika Cyntia akan memarahinya, meskipun saat itu ada rasa lega karena ia tidak benar-benar terjatuh.

"Tuan, kau tidak apa-apa? Kenapa kau melakukan ini sendirian, kau masih belum bisa Tuan!" omel Cyntia dalam kepanikan nya.

Cyntia membantu Ayress duduk di ujung bibir ranjang, dan saat itu ia memastikan bahwa Ayress tidak ada masalah, dan Ayress pun terdiam di sana dengan rasa bersalah.

"Maafkan aku Cyntia, aku tidak mematuhi mu, aku hanya ingin tetap berlatih sampai aku benar-benar sembuh. Kau tahu? Aku ingin keluar dari sangkar ini, aju ingin mencari istriku, Neena namanya," ucap Ayress menatap Cyntia dengan tatapan berkaca-kaca.

"Aku tahu Tuan, tapi kau tidak bisa melakukan ini sendiri, terlalu berbahaya Tuan," seru Cyntia yang masih sangat cemas.

"Aku tahu, mungkin maksud mu aku tidak bisa melakukan ini sendiri karena kau tidak percaya padaku, kau ingin aku selalu bergantung pada orang lain, kan." jawab Ayress menangkap dengan pikirannya.

Cyntia menggelengkan kepala, bukan itu maksudnya Cyntia, tetapi ia hanya mencemaskan Ayress. Namun Ayress justru menangkap lain, saat itu Cyntia mencoba untuk menjelaskan bagaimana ia panik saat itu, hingga membuat Ayress merasa tersentuh. Dan kala itu Ayress semakin mengingat Neena, semakin besar keinginannya untuk bertemu dengan Neena.

Rasa nyamannya pada Cyntia karena begitu familiar Cyntia dalam mengurus dirinya, membuat Ayress tidak malu meluapkan rasa itu pada Cyntia. Hingga ia merasa sangat kasihan, tatapan mata Cyntia tidak berkedip saat itu, dan ia sadar bahwa Ayress sudah sangat menyesal.

'Ya Tuhan, apakah ini adalah waktunya untukku, waktu yang tepat untuk membuka tabir diriku pada mas Ayress, mengatakan padanya bahwa aku lah Neena, istri yang dia cari.' batin Cyntia menjerit kala itu.

Hingga beberapa saat kemudian Cyntia harus melakukan apa yang hatinya inginkan, saat itu Cyntia pergi menuju pintu kamar lalu ia menutupnya, Cyntia pun mengunci pintu itu dari dalam meskipun di rumah itu tidak ada orang sama sekali. Keluarga Ayress sedang sibuk dengan urusan mereka masing-masing.

"Cyntia, apa yang kau lakukan, kenapa kau mengunci pintu kamar?" tanya Ayress bingung ketika melihat sikap Cyntia.

"Tuan, ada satu hal yang ingin aku beritahu padamu," ucap Cyntia yang sudah yakin dengan keputusan nya.

"Apa itu Cyntia, kau tahu? Aku sedang tidak ingin bercanda, jadi jangan bercanda padaku," sergah Ayress mengancam Cyntia.

"Tidak, yang ingin aku katakan padaku bukan sebuah candaan. Aku sudah melihat bagaimana kesungguhan mu dalam menjalani terapi ini sampai kau berada di titik ini, meskipun tidak besar perubahannya tapi aku memiliki semangat besar. Tuan, satu hal yang ingin aku katakan padamu itu tentang diriku." jawab Cyntia melempar senyum dan berhenti bicara kala itu.

Ayress semakin dibuat penasaran kala itu, apalagi saat Cyntia mengatakan bahwa yang akan ia katakan itu adalah tentang dirinya. Ayress menggeleng pelan dan meminta Cyntia untuk segera bicara.

"Cyntia, ayolah bicara, jangan lama-lama membuat ku penasaran dengan apa yang akan kau katakan," ucap Ayress meminta itu pada Cyntia.

"Sebelum itu, aku harus bertanya dulu sesuatu padamu, Tuan. Apa kau benar-benar menyesal karena kau telah mengusir istri mu secara tidak hormat dari rumah ini? Dan jika kau bertemu dengan istrimu, apa kau akan mendengar penjelasan darinya dan tidak terburu-buru untuk mengambil keputusan, tolong dijawab Tuan," seru Cyntia memangku tangan menatap Ayress.

"Pertanyaan apa ini Cyntia, kenapa kau tiba-tiba mengatakan tentang istriku," Ayress nampak bingung saat itu.

"Jawab saja Tuan, aku menunggu jawabanmu," sergah Cyntia tak ingin lama-lama.

"Tentu Cyntia, kau sudah mendengar ceritaku, bertahun-tahun aku memendam rasa bersalah ini, aku bertekad sembuh untuk mencari istri dan anakku yang telah kau campakkan dalam hidupku, jika Tuhan mengizinkan aku bertemu lagi dengan Neena, aku akan meminta maaf padanya dan mengaku salah." jelas Ayress yang saat itu terdengar sungguh-sungguh.

Cyntia terharu, ia sangat terharu kala itu, hingga ia tidak bisa lagi menahan diri untuk tidak membuka tabir kebenaran tentang dirinya pada Ayress.

1
Madu Yang Luar Biasa
next upppppp👍👍nanti kalau lama UPP penggemar nya ilang Lo 😂😂
Ismi Kawai
muantap
Siti Alfiah
lanjutkan thorrr.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!