Vanessa Meidina harus menerima kenyataan kalau ia harus menikah muda dengan dosennya Sendiri Arga Budi Santosa karena ketahuan tidur bersama di ruang kerja milik Arga di kampusnya. Hal itu terjadi bukan karena tanpa alasan, melainkan Arga yang notabennya dosen killer di kampus tersebut, menghukum Vanessa Karena ia lupa tak membawa tugasnya.
bagaimanakah kisah keduanya? apakah pernikahan mereka akan baik - baik saja, sedangkan Vanessa masih punya kekasih, begitu pula dengan Arga?
Yuk ikuti kisah mereka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Maghfiroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Go Publish
"Aman sentosa mas? aku enggak yakin tapi." ujar Vanessa serius.
"Kamu takut ya di hujat mereka?" tanya Pak Arga sedikit banyak bisa menebak isi pikiran Vanessa.
"Iya mas, itu salah satunya. Aku ini bukan wanita kuat. Bisa jadi aku akan down lagi setelah ini." jawab Vanessa jujur.
"Jangan ngomong gitu dong, karena kamu merasa lemah, aku yang akan menguatkan kamu. Jadi mulai sekarang, aku harap kamu akan berpikir positif, dan jangan munculkan pikiran - pikiran negatif lagi dalam hidup kamu. Atau jika di perlukan aku akan bawa kamu ke psikiater biar kamu lebih tenang dan tidak merasa sendiri lagi." balas Pria itu benar memberi solusi untuk istrinya.
"Tapi maukah mas berjanji untuk tidak meninggalkan aku sendiri?" tanya Vanessa dengan tatapan mata teduh, dan membuat Pak Arga menjadi nyaman berada di sisinya itu.
"Iya sayang, itu pasti. Tapi maukah kamu juga tetap di sisi ku apapun yang terjadi nanti?" tanya Pak Arga pada Vanessa.
Mantan gadis itu mengangguk setuju, sepertinya sudah saatnya mereka saling percaya, dan saling menguatkan satu sama lainnya.
Setelah itu mereka berpelukan, dan percayalah hati keduanya nampak berbunga - bunga.
Setelah mempertimbangkan baik dan buruknya, Vanessa akhirnya setuju untuk berangkat bersama suaminya. Ia sedikit takut nantinya bukan lagi menjadi bahan hinaan, tapi berubah menjadi menjadi bahan lelucon karena menikah dengan pria yang selama ini terkenal sebagai musuh bebuyutannya di kampus.
"Kenapa kamu? pusing ya?" tanya Pak Arga seraya menyentuh kening Vanessa.
"Enggak kok, lagi mikir aja!" jawab Vanessa jujur.
"Mikirin apa sih? atau pengen sesuatu?" tanya Pak Arga lagi memastikan.
"Enggak mas, aku lagi bayangin aja. Gimana ya respon teman - teman aku kalau tahu kita menikah? padahal setahun mereka kan kita musuh bebuyutan." Ujar Vanessa, benar - benar kepikiran soal itu.
"Biar aja, enggak perlu di bayangin loh. Seru kan ada mahasiswa yang terjerat cinta dosen killer." jawab pria itu seraya terkekeh kecil.
"Hadeh, kamu kali yang terjerat cinta mahasiswa cantik." balas Vanessa tak mau kalah.
"Bisa saja kamu balasnya." kata Pria itu seraya mengelus tangan Vanessa. Keduanya kini seolah berperan sebagai pasangan pada umunya. Sudah tak malu lagi juga tampaknya untuk saling memberi perhatian satu sama lain.
Beberapa menit setelah itu mereka akhirnya sampai di parkiran dosen. Kedua terus bersama, dengan tatapan dari beberapa pasang mata yang melihat ke arah mereka.
Jantung Vanessa tentu saja langsung berdegup kencang. Apalagi suaminya kini menautkan jari jemarinya dengan jari jemari Vanessa.
"Mas..." ujar Vanessa agak takut dengan apa yang akan terjadi di depan matanya kali ini.
"Kenapa santai aja, kita kan bukan selingkuhan atau pasangan yang tidak legal, kenapa harus setakut itu?" tanya Pak Arga Seraya mengusap kepala Vanessa.
"Aku nya ngeri loh mas." Jawab Vanessa terlihat agak gugup.
"Santai aja, aku antar sampai kelas." balas Pak Arga tampak yakin untuk mempublish hubungan mereka. Jauh lebih baik jika Vanessa di ketawai karena menikah dengan dirinya, ketimbang di bully karena di kira selingkuh dari suaminya sendiri.
Vanessa benar - benar tak tentu perasaannya hari itu. Antara cemas, dan lega serasa jadi satu.
Keduanya melangkahkan kaki mereka. Pak Arga nampak biasa saja, sedangkan Vanessa nampak takut dan tak jelas perasaannya. Apakah secemas ini dirinya. takut sekali kalau mendadak di bully lantaran menjadi istri dari pria yang sangat dingin dan killer di kampus itu.
"Tenang Van, bersikap sewajarnya saja," ujar Pria itu benar - benar menenangkan istrinya yang tampak tak baik - baik saja. sorot mata semua orang seolah menatap mereka tajam. Tak sampai di situ, mereka langsung menjadi bahan hujatan semua orang.
"Astaga, jangan bilang suami Vanessa adalah pak Arga?" celetuk salah satu mahasiswa yang di lewati oleh keduanya.
"Wah, iya kok bisa suami Vanessa Pak Arga?" tanya yang lainnya.
Vanessa langsung memanas kupingnya. Bagaimana tidak, benar saja dugaannya. Ia langsung menjadi bahan gunjingan semua orang yang ia lewati.
"Mas.." panggil Vanessa lirih.
"Enggak apa - apa, ini jauh lebih baik sayang. ketimbang mereka tidak tahu sama sekali." jawab pria seraya tersenyum.
Ketakutan nampaknya tak ada dalam kampus Pak Arga. Ia bersikap biasa saja, sekali menatap istrinya dengan senyuman. Hanya agar istrinya merasa tenang dan nyaman.
Pria itu benar - benar mengantar Vanessa sampai kelasnya. Dan kehebohan juga langsung terjadi disana.
"Belajar serius sayang, nanti istirahat ke ruanganku ya sayang." Ujar Pria itu benar - benar manis membuat semua orang tak percaya dengan sikapnya.
"Iya mas." jawab Vanessa seraya tersenyum.
Setelah itu pria itu lantas pergi meninggalkan Vanessa, dan semua orang langsung mengepung Vanessa, seolah gula yang di kerumuni semut - semut.
"Van, suami elo Pak Arga?" tanya Salma ingin pingsan rasanya saat tahu dosen killer dan tampan itu adalah suami Vanessa.
"Van, Jawab dong! Kita penasaran ini." kata yang lainnya.
"sejak kapan elo jadi istri Pak Arga?"
Kepala Vanessa langsung pening, sumpah go publik benar - benar bukan solusi.
"Iya, dia suami gua." Jawab Vanessa dengan wajah serius.
"Hahahaha.. kena karma ya elo, debat mulu dulu. sekarang jadi yang tersayang." celetuk Angel yang baru masuk ke ruangan itu.
"Elo Ngel, bukannya bantuin gua malah ikut julid." kata Vanessa kesal sendiri
🤲🤲🤲🤲
awas nanti jatuh cinta Lo.....🤭🤭🤭