Indonesia
NovelToon NovelToon
RENKARNASI SANG PENGUASA ABSOLUT

RENKARNASI SANG PENGUASA ABSOLUT

Status: tamat
Genre:Fantasi Isekai / Reinkarnasi / Sistem / Tamat
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: AME author

Nagato, pemuda miskin dari Jepang, tewas usai menolong seorang gadis. Mendengar permintaan terakhirnya yang hanya ingin hidup tenang, Dewa Kematian melahirkannya kembali sebagai Alan di tengah Hutan Monster dengan Skill Domain Absolut—kemampuan hidup abadi dan menciptakan apa pun di wilayahnya.
Niat hati ingin hidup santai, bayangan imajinasi Alan justru tanpa sengaja mewujudkan sebuah kerajaan megah. Dianggap sebagai ancaman besar oleh Kerajaan Manusia dan Iblis, Alan terpaksa membangkitkan pasukan abadi, penyihir agung, hingga menundukkan dua Naga Kuno. Didampingi Skill berkesadaran mandiri, Alan kini menguasai kerajaan terkuat di dunia—semuanya demi satu alasan sederhana: bertahan hidup dengan tenang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AME author, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

GEMURUH DUA NAGA KUNO

Di atas dinding benteng marmer Kerajaan Solaria, suasana kesiapsiagaan militer berada pada titik tertinggi. Menerima instruksi langsung dari aula dewan, General Zero dan Pahlawan Kayy bergerak cepat memimpin barisan pertahanan utama di gerbang depan.

Ratusan pemanah bersenjatakan busur sihir telah berbaris rapi di sepanjang dinding benteng, menarik tali busur mereka dengan fokus penuh. Di barisan belakang benteng, Akami memimpin para penyihir kerajaan yang menyalurkan mana murni ke dalam jajaran meriam sihir pelindung.

General Zero berdiri gagah di puncak dinding benteng, menatap ke arah garis horison Barat tempat debu pertempuran mulai membumbung tinggi.

"Dengar semuanya!" seru Zero dengan suara menggelegar yang membakar semangat seluruh prajurit. "Kerajaan Barat dan kaum iblis datang karena ketamakan mereka akan kekayaan Solaria! Tunjukkan pada mereka bahwa tanah ini adalah suaka yang tak tertembus!"

Pahlawan Kayy melangkah ke samping Zero, mengacungkan pedang sucinya ke udara hingga memancarkan kilau emas yang menyilaukan.

"Lindungi kerajaan ini dari ancaman mana pun sampai tetes darah terakhir kalian!" tegas Kayy dengan aura pahlawan ber-Level 3.000 yang mengintimidasi udara sekitar. "Dan ingat instruksi paling utama dari Tuan Alan: jangan biarkan Nona Muda—Putri Sena—terluka atau merasa takut sedikit pun!"

"SIAP, JENDERAL! SIAP, PAHLAWAN!" jerit ribuan prajurit Solaria bersahut-sahutan seraya menghentakkan tombak mereka ke lantai benteng.

Tak lama kemudian, pasukan keluar melalui gerbang utama benteng untuk mengambil posisi tempur. Di garis depan, lima belas ribu prajurit berzirah berat Kerajaan Barat dan dua ribu iblis purba beserta monster buasnya mulai terlihat mendekati perbatasan luar. Kedua musuh itu datang secara terpisah, memancarkan aura ketamakan dan niat membunuh yang sangat pekat.

GROAAR!

Dari atas benteng, Naga Merah Kuno yang menjadi simbol pelindung Solaria mengepakkan sayap raksasanya. Sosoknya membumbung tinggi ke udara, memancarkan aura api purba yang membuat langit di atas Solaria memerah bagaikan terbakar.

Namun, di saat pasukan musuh mulai terperanjat melihat kedatangan Naga Merah Kuno, bumi di luar Hutan Larangan mendadak bergetar hebat. Retakan-retakan tanah tercipta, menghempaskan pepohonan raksasa ke udara.

Lonjakan energi sihir pertempuran yang dipancarkan oleh belasan ribu pasukan musuh serta aura Naga Merah ternyata telah membangunkan sosok mengerikan lain yang tertidur pulas di dalam jurang kuno benua.

WUSSHHH!

Sesosok makhluk raksasa melesat keluar dari balik kabut tebal di ujung gurun Barat. Sisiknya berwarna hijau zamrud sepekat hutan purba, dengan sepasang tanduk raksasa yang melengkung tajam.

Itu adalah Naga Hijau Kuno—rival abadi Naga Merah Kuno dari zaman prasejarah yang mendeteksi aura musuh lamanya!

ROAARRR!

Naga Hijau Kuno meraung sangat keras, membuat tanah sejauh puluhan kilometer berguncang hebat. Kehadirannya di atas langit Barat langsung berhadapan muka dengan Naga Merah Kuno yang melayang di atas benteng Solaria.

Kedua naga purba yang diyakini telah punah ribuan tahun lalu itu kini saling menatap dengan mata menyala-nyala. Bagi kedua makhluk legendaris tersebut, keberadaan satu sama lain adalah panggilan pertarungan takdir yang tak terhindarkan.

BRAYYY!

Pertarungan udara antar naga purba pun pecah di atas langit!

Naga Merah Kuno melesat maju menyemburkan lidah api purba yang menyapu atmosfer, sementara Naga Hijau Kuno membalas dengan semburan angin sihir racun pekat yang sanggup meremukkan batuan gunung. Benturan kedua serangan purba itu menciptakan gelombang kejut sihir (shockwave) yang sangat dahsyat!

DUAAMMM!

Gelombang kejut dari benturan dua naga kuno tersebut meratakan pepohonan hutan, meremukkan perbukitan di sekitar perbatasan, dan menghantam barisan depan prajurit Kerajaan Barat serta pasukan iblis hingga mereka terlempar kocar-kacir!

Para prajurit musuh, bahkan prajurit Solaria yang menyaksikan kejadian itu dari jarak jauh, terpaku dan gemetar hebat di tempat mereka berdiri.

"N-Naga Hijau Kuno... Rival dari Naga Merah?!" gumam seorang komandan Kerajaan Barat dengan wajah pucat pasi dan lutut bergetar. "B-Bagaimana mungkin dua makhluk tingkat bencana alam bertarung di satu tempat yang sama?!"

"Gelombang kejutnya saja... sanggup menghancurkan wilayah sekitar dalam sekejap!" jerit prajurit iblis ketakutan melihat langit yang terbelah oleh benturan api dan angin racun.

Naga Merah dan Naga Hijau saling mencengkeram di udara, guling-gulung menembus awan dan memancarkan tekanan murni yang membuat pertempuran di darat terhenti seketika. Siapa pun yang melihat pertarungan itu sadar bahwa mortal biasa tidak akan pernah sanggup bertahan hidup di tengah ngerinya amukan dua naga kuno tersebut.

Sementara di dalam istana Solaria...

Dari balkon utama ruang kerja kerajaan, Alan berdiri santai memperhatikan pertarungan dua naga raksasa di atas langit itu. Di sisinya, Yumi berdiri mengawal, sementara Sena duduk tenang di atas pundak Alan sambil memangku boneka burung hantu sihirnya.

Sena sama sekali tidak merasa takut atau menangis. Berada di sisi Alan dan di bawah naungan Perisai Otoritas Absolut yang membungkus Solaria, gelombang kejut dahsyat yang menghancurkan area luar sama sekali tidak sanggup menembus perbatasan kota. Angin kencang pun berubah menjadi hembusan sepoi-sepoi yang lembut saat menyentuh rambut Sena.

"Ayah... naga hijaunya terbang tinggi banget ya?" cicit Sena polos, menunjuk ke arah Naga Hijau yang sedang bertarung di langit.

Alan terkekeh pelan, mengelus kaki mungil keponakannya. "Iya, Sena. Tapi Naga Merah kita lebih jago."

[Pemberitahuan Sistem,] suara Melodina bergema jernih dan tenang di benak Alan. [Pertarungan dua Naga Kuno di luar perbatasan telah mencerai-beraikan formasi tempur Kerajaan Barat dan Pasukan Iblis hingga lima puluh persen. Perisai Otoritas Absolut Solaria tetap berada pada kestabilan seratus persen.]

[Rekomendasi Eksekusi: Tuan Alan dapat membiarkan kedua naga purba tersebut melemahkan pasukan musuh, atau mengambil alih kendali penuh pertempuran kapan pun Anda inginkan.]

Alan tersenyum dingin seraya menatap dua naga purba yang saling berbenturan di atas langit. "Biarkan mereka bermain sejenak, Melodina. Setelah ini, baru kita selesaikan para pengganggu itu secara menyeluruh."

1
𝓐. 𝓗.𝓸
terima kasih Babnya. saya suka dengan ceritanya dengan membangun kerajaan hingga mencipta pasukan lalu dengan membangun sebuah kota, cukup memuaskan di baca. 😁😊
Prayy: terimakasih atas dukungan nya saya akan menulis semenarik mungkin untuk pembaca agar terhibur mohon selalu di tunggu bab selanjutnya 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!