Indonesia
NovelToon NovelToon
Cinta Satu Malam

Cinta Satu Malam

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Cerai / One Night Stand / Diam-Diam Cinta / Fantasi Wanita / Cintapertama
Popularitas:18.3k
Nilai: 5
Nama Author: aas asmelia

Kartika Oktaviani menaiki sepeda untuk menyaksikan matahari terbit. Dalam perjalanan pulang, sepedanya hampir ditabrak mobil. Kartika jatuh dan kehilangan kesadaran.


Pengemudi mobil tersebut adalah seorang pemuda tampan bernama Kevin. Ia langsung tertarik pada Kartika dan menawarkan untuk mengantarnya pulang.


Disisi lain, Ati yang merupakan sepupu Kartika tergila-gila pada Kevin.


Ketika Kevin jatuh cinta dengan Kartika sepupunya, Ati bersumpah akan membalas dendam pada Kartika karena telah mengambil Kevin darinya dan menghancurkan hidupnya.


Kevin dan Kartika menikah. Namun, Kevin meninggalkan Kartika setelah malam pertama mereka sebagai suami dan istri, menyisakan perasaan pengkhianatan dan kebencian pada hati Kartika


Kartika mengetahui bahwa semua yang Kevin katakan padanya tentang namanya, latar belakangnya, keluarganya, dan pernikahannya adalah bohong semua itu dilakukannya hanya untuk balas dendam pada ayahnya. Namun, hati Kevin tidak merasa tenang setelah meninggalkan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aas asmelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kamu kembali

"Kartika, jangan pergi!" rintih Kevin di sela kesakitannya. Namun, sepertinya niat untuk mencegah Kartika gagal. Wanita itu tetap melangkahkan kakinya tanpa ragu. Tinggallah kini dirinya sendiri. Peluru yang bersarang di dadanya meninggalkan rasa sakit mungkin menembus lobus pernapasannya. Kevin pasrah ingin menelpon. Tetapi ponsel berada di atas meja. Dirinya tidak sanggup untuk mengambilnya. Tenaga nya seolah terkuras habis tak bersisa oleh rasa sakit.

Kartika berjalan menyusuri trotoar akan kembali ke rumahnya. Walaupun tak tahu caranya harus bagaimana. Uang! Sepeser pun ia tidak membawanya. Lantas bagaimana caranya ia pulang? Kartika terus terus berpikir. Jika tetap berjalan akankah bisa sampai di rumah? Walaupun tidak tahu jalan akan ia lakukan. Dia akan bertanya sambil terus berjalan. Walaupun akan memerlukan waktu yang beberapa hari untuk sampai di rumah tidak apa akan Kartika lakukan.

Kartika terus berjalan tanpa menoleh lagi ke belakang. Dalam hati sebetulnya dirinya tidak tega meninggalkan Kevin yang terluka oleh tindakannya. Tetapi dirinya juga ingin pulang. Nasibnya menjadi seperti ini pun karena ulah Kevin jadi dia pantas mendapatkan luka itu.

Air mata terus mengalir dari sudut mata Kartika. Bagaimana jika Kevin meninggal puas kah hatinya?

Sementara di lubuk hati terdalamnya masih menyimpan cinta. Tidak aku tak boleh kasihan. Dia juga melakukan semuanya padaku tanpa rasa kasihan.

Dia pantas menerima itu!

Berbagai pertanyaan dan pemikiran yang bertolak belakang antara hati baik dan hati jahat silih berganti menempati hati Kartika.

Wajah Kevin yang kesakitan dan ambruk terus membayangi pikirannya.

Seketika Kartika menghentikan langkah kakinya, memutar tubuhnya berlari kembali menuju rumah yang baru saja ditinggalkannya.

Air mata tak henti terus mengalir dari kedua bola mata indahnya. Hingga tiba didepan pintu yang terbuka Kartika melihat Kevin yang masih terkulai di lantai dengan tangan masih memegang dada yang terkena tembakan. Darah segar terus mengalir membasahi kemeja putih Kevin hingga berwarna merah sebagian.

Kartika melangkah masuk menghampiri Kevin. Wajah pria yang terbaring tersenyum pada Kartika.

"Kamu kembali!"

"Diam lah jangan banyak bicara."

Kartika bingung bagaimana cara untuk menolong Kevin. Ia mengambil ponsel diatas meja dan berniat menghubungi ambulan.

"Jangan menghubungi rumah sakit nanti kita tertangkap banyak pengawal di luar sana yang sedang mencari kita," ucap Kevin mengingatkan.

Kartika urung menekan tombol darurat. Wanita itu menatap Kevin.

"Lalu aku harus apa? Membiarkanmu mati di sini dan aku masuk penjara?"

"Bukankah itu yang kau inginkan!"

Kali ini Kartika yang terdiam. Memang betul ucapan Kevin tapi itu sama sekali tidak menyelesaikan masalah. Wanita itu terus terisak tidak tega melihat ke adaan Kevin yang semakin lemah karena mengeluarkan banyak darah.

Kartika mengambil tubuh Kevin membaringkan Pria itu dalam pangkuannya. Mencoba memaksa Kevin untuk tetap membuka matanya dengan menepuk-nepuk wajahnya berkali-kali.

"Aku harus apa? bagaimana caranya agar kamu selamat?"

Wajah Kartika terlihat panik, wanita itu betul-betul menghawatirkan pria yang berada dalam pangkuannya.

"Kamu harus membedah ku untuk mengeluarkan peluru itu dari dalam tubuhku."

"Akuuu, apa aku bisa?"

Kartika menatap Kevin seolah tak percaya dengan ucapannya. Bagaimana mungkin dirinya tega membedah Kevin yang sedang kesakitan.

Tapi, jika tidak dilakukan itu akan membahayakan nyawanya karena ada benda asing di dalam tubuhnya. Dia sendiri bukan seorang petugas kesehatan bagaimana cara melakukan itu

1
Sekar arum
next thooorrr
Aas Asmelia: insyaallah Kakak
total 1 replies
Aas Asmelia
iya, insyaallah Kak 🙂
Aas Asmelia
Terima kasih banyak Kak
sudah Sudi mampir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!