Dengan mouse aku menggerakkan tanda panah yang langsung mengklik apk itu.
Dut!
Langsung masuk pada bagian awal, wallpaper untuk login.
"Ho? " Ujarku melihat ada gambar hutan sebagai wallpaper nya.
Beberapa peri lalu lalang seolah vidio berjalan.
"Oh, keren dan berapa GB ni? Kurasa HP ku akan langsung eror jika tadi ku buka di ponsel... "
Aku membuat akun ku. Emailnya, Andri kata sandi nya simpel Andri 123.
Setelah itu aku mengklik masuk.
Tiba-tiba saja, scan beralih kepada seorang wanita dengan pakaian primitif berlari dari kejaran beberapa pria dengan pakaian terbuka di dada dan celana pendek dengan kulit selutut.
"Berhenti! Rapunzel, kau jangan lari! "
Dia berteriak keatas sambil terus berlari. "Dasar ayah bodoh, kenapa juga aku harus jadi tumbal! "
"Itu demi panen melimpah! " Ujar Ayahnya terus mengejarnya bersama dengan orang-orang bawahannya.
"Aku tak mau mati! " Teriaknya terus berlari menghindari kejaran ayahnya.
Dia melompati akar akar hutan dan menginjak d
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Radenn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Fiture baru
Seorang malaikat dengan wajah cantik nan rupawan, berambut hitam dan bermata semerah delima. Sayap nya hitam pekat dan mengalir cahaya garis merah seolah larva yang mengalir di sayapnya.
Bukan sembarang malaikat, Kemampuan nya terlalu hebat. Dia tak memiliki senjata, namun sihir adalah kekuasaan nya. Tanpa berucap ataupun menggerakan tangan, dia mampu memusnahkan para monster yang membantai habis Desa kecil itu.
Api hitam menyala di sekeliling nya.
Saat dia menoleh kearah atas ...
Tatapan itu, bermaksud menanyai ku.
"Dewa M!"
Dilayar, aku melihat wajah nya menatap ku. Yah, aku baru saja selesai melihat scan story dari pembelian Cash Malaikat bernama Azila.
Jariku di tangan kanan, mengetuk sesekali dengan raut tegang saat mata Azila menatap tajam dari arah layar pada diriku yang ada di depan layar.
Dia seolah hidup, dan itu membuatku kaget. Scan cerita yang awalnya hanya berupa kisah sekarang seperti nya akan memasuki Bab komunikasi.
"Dewa M!" Ujarnya melihat kearahku.
Aku memundurkan kepala saat tatapan intens nya kurasakan dari layar Pc.
"Apa ini? Sudah lewat Story Cerita nya?"
Dia menjawabku. "Aku adalah Malaikat mu, karna nya memiliki Kemampuan Voice God bersama mu ..." Ujarnya menyilang tangan dan berucap dengan menunduk seolah berpikir.
Dia lalu berjalan dengan jelentikan tangan.
"Kemampuan ku, akan kugunakan sepenuhnya untuk mu!"
*Tletek!
Jentikan jarinya satu kali.
Seketika semua yang hancur perlahan lahan kembali, sangat pelan.
"Couldownt, itu kemampuan ku ..." Ujarnya berucap dengan melihat kearah mayat seorang gadis yang tewas.
Yah, gadis itu adalah Lutia yang memiliki bakat penyembuh.
*Tenet!
[ Karakter Pemandu Game, di buka! ]
Aku melihat itu dilayar dan mengela nafas lega.
"Jadi ini hanyalah sebuah alur game untuk mendapatkan seorang pemandu ..."
Aku melihat, sebuah ikon Voice god lalu menekan nya.
*Tenet!
[ Voice god, diaktifkan! ]
* Tenet!
Voice God, percakapan antara Malaikat Dewa dan Dewa M yang merupakan Player Game.
Silahkan sapa Malaikat yang melayani anda!
Melihat notif itu, aku bertanya tanya dihati.
"Eh? Apa ini seriusan? Dia bisa jawab kalo aku ngomong?" Ujarku di hati.
Aku lalu sengaja batuk dan mulai bicara.
"Uhuk!" Batuk sekali, lalu ...
"Voice God, itu berati kau bisa bicara dengan ku?" Tanya ku padanya.
Muncul gambarnya Azila setengah badan dan suara nya dengan eksperesi wajah yang di tunjukkan serta anggukan kepala sebagai perilakunya saat bicara.
"Benar, aku adalah Malaikat mu sekarang jadi aku mendengar ucapanmu!"
Aku bertanya padanya saat ku gerakan mouse dan melihat ke layar.
"Efek dari Kemampuan itu, mengembalikan yang hancur menjadi semula? Apa itu benar?"
Dia mengangguk. "Ah, itu benar ... Aku menghidupkan yang mati juga ..."
*Test!
Couldownt,
1) Bangunan Desa,
[ 1 hours : 30 minute : 20 seconds ]
2) Warga Desa,
[ 1 hours : 30 minute : 20 seconds ]
Dia Azila lalu berkata dengan memegang dagu.
"Menurut gambaran inspirasi Dewa di kepala ku, ada pada bagian bawah ..." Dia menunjuk jarinya ke bawah.
Dia agak bingung dengan yang dia sedang lakukan tapi aku melihat nya di layar ...
2 Kubik yang muncul, dimana menunjukkan jumlah Bangunan desa dan Warga yang akan di Couldownt dalam jangka waktu satu jam lebih.
"Eh, jadi alur ini membawa Azila sebagai Pemandu ku?" Ujarku memegang dagu dan mengangguk agak paham situasi nya.
Sementara Azila memegang dagu nya dengan wajah bingung.
"Yah, aku pemandu!" Ujarnya tersenyum.
Lalu, ia memunduk. "Dari tadi aku ngomong apasih?"
-
-
-
1 jam kemudian, desa kembali normal. Dengan semua nya di Couldownt perlahan lahan dan para warga yang satu persatu hidup kembali.
Rapunzel dan para warga yang telah diselamatkan oleh Azila. Semua bersujud kepadanya.
"Puja Azila, Sang Malaikat Dewa M!"
Azila yang sedang menyilang tangan nya, melihat barisan yang bersujud itu mengembangkan matanya.
"Hmmm, apa yang kalian lakukan?" Ujarnya bingung.
Aku yang melihat itu di balik layar juga ikut bertanya.
"Apa yang mereka lakukan, aku juga mau tau Azila?"
Azila memegang telinganya dan berkata dengan senyuman.
"Para pemuja mu, orang-orang yang menarik Dewa ku ..."
Aku membalas ucapannya dengan tangan menopang dagu dan memegang earphone di ke dua telinga ku dengan sentuhan jari telunjuk tangan kiri.
"Senang mendengar nya dari mu ..."
Dia lalu melihat kearah barisan dan mengarahkan tangannya.
"Karna kalian telah bersujud, akan ku beri berkah!"
Seketika keadaan mencekam keluar dari sebuah pusaran angin di telapak tangannya. Itu membuat semua orang merasa merinding dan hawa mencekam menyelimuti.
Namun, setelah ia menurunkan tangan nya dan memasang wajah tersenyum.
Semua orang melihat kehebatan nya.
Rapunzel, dengan wajah berseri seri. Dia melihat ke arah tangan nya dan seluruh tubuhnya.
"Entah kenapa, aku merasa lebih berenergi?"
Semua orang merasakan hal sama.
Dia menjelentikkan tangan nya satu kali ke atas dengan senyuman puas.
"Dasar kalian, Ini disebut berkah dari Malaikat Azila! Kalian semua telah menjadi orang-orang yang dapat cahaya berkat ku dan naik level serta stat yang meningkat pesat ..."
Semua saling pandang.
Rapunzel bertanya dengan wajah bingung.
"Level itu apa?" Ujarnya bertanya kearah Azila.
Azila memegang dagunya, merasa heran dengan ucapan Rapunzel.
"Kau bilang, apa level itu?" Ujarnya bertanya ke Rapunzel.
Rapunzel dan yang lainnya mengangguk.
Dia mendadak heran dan berkata.
"Kalian semua tak tahu dengan apa level itu?"
Dia berbolak balik. "Aneh, kok bisa gini Dewa?"
Aku mendengar ucapannya di layar Pc dan berkata.
"Azila, aku saja baru tahu dengan Level karna tak pernah ada fiture seperti itu ..."
Dia memegang telinga nya dengan jari telunjuk.
"Seriusan, Dewa pun tak tahu itu?!" Ujarnya kaget.
Dia lalu menjelentikkan tangan dan seketika menampilkan papan status tiap orang.
*Tenet!
[ Papan Status, dibuka! ]
Aku melihat banyak papan status nya para warga dan aku bisa menambah dan mengeditnya sesuka hati.
Azila lalu berkata saat ia muncul dalam bentuk gambar lagi.
"Berkat kemampuan saya, Anda bisa mengedit Warga desa dengan level nya Dewa ku! Menambah atau mengurangi kemampuan mereka atau memberi kan berkah dan banyak hal yang bisa anda lakukan ..."
Aku mendengar itu memegang daguku.
"Ouh, alur game baru lagi ..."
Lalu, aku memperhatikan level para warga, menaikan nya membutuhkan Exp. Exp, skill, dan stat seperti Kecerdasan, kekuatan, kelincahan dan daya tahan. Semua membutuh kan poin untuk meningkatkannya. Sementara mengenai berkah, Mana ,HP, dapat ditingkatkan dengan Cash.
Ada banyak hal yang belum kuketahui, jadi akan ku coba beberapa kali sebagai cara untuk memahami fiture Karakter dari para Warga ...
Aku lalu mengingat sesuatu saat mau menggunakan poin untuk memberikan kenaikan level warga.
Mata ku teralihkan pada skill dan nama Edward.
"Aku bukannya punya janji mengabulkan doa nya para penyembahku dari Circel nya Edward?"
Aku ingat, saat aku menoleh kearah belakang. Yang mana dua orang perempuan itu tersenyum.
Mereka adalah, Violet adiknya Edward dan Valen, Ibunya si Adolf Pria tertampan di desa.
"Kalian berdua, ada apa?" Ujarku menatap mereka yang sedang berdiri di depan pintu dengan baju Maid.
Aku memerah seketika, wajah ku.
"Apa yang Ibu lakukan pada kalian?!" Teriakku keras.
Ibuku yang sedang menonton Tv bersama Moncus di pangkuan nya terkejut seketika.
"Eh?!" Dia mendengar teriakan ku, lalu tertawa dengan wajah berkeringat, "hahaha, apa itu membuat nya cukup terhibur atau sebaliknya?"
---
---
Hadeh gimana ni ...
Bahkan aku masih kesulitan dengan Bab yang ada ada nih, liat nya makin lama makin banyak makin kurang rasa feel nya