Indonesia
NovelToon NovelToon
Suami Culunku Ternyata CEO

Suami Culunku Ternyata CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Menyembunyikan Identitas / Kehidupan di Kantor / CEO
Popularitas:11k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Tolong...bagi yang hanya penasaran jangan buka bab!!!

Sultan Rafsanjani, CEO muda nan tampan, cerdas serta berasal dari keluarga kaya raya, rela menyamar menjadi pria culun dan menyembunyikan identitasnya demi mengejar gadis pujaannya.

Hingga suatu hari dirinya diminta menjadi kekasih pura-pura oleh gadis tersebut hanya untuk memberikan kado istimewa buat ulangtahun eyangnya.

Bersediakah Sultan atau dia malah memanfaatkan keadaan dan meminta menjadi kekasih sungguhan?

Ataukah justru hal lain tak terduga akan terjadi?


Ikuti kisahnya hanya di sini;

"Suami Culunku Ternyata Sang Pewaris" karya Moms TZ, bukan yang lain!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19.

Hari ini pertama bekerja setelah menjadi pasangan suami istri, Kahiyang bangun pagi-pagi sekali bahkan sebelum adzan subuh.

Cup

Sebelum beranjak tak lupa mencuri beberapa kecupan di pipi suaminya, setelahnya ia tersenyum-senyum sendiri sambil memegang kedua pipinya yang menghangat. Kemudian segera bergegas turun dari ranjang lalu keluar kamar menuju dapur di lantai bawah.

Sultan yang sebenarnya sudah terbangun karena adanya pergerakan, mengurungkan niatnya membuka mata, tatkala merasakan sesuatu yang lembut menyentuh pipinya berkali-kali. Dia hanya membuka matanya sedikit dan memperhatikan tingkah istrinya yang membuatnya hampir menyemburkan tawa geli. Namun, berhasil ditahannya.

Baru setelah Kahiyang keluar kamar dia langsung memegang pipi bekas kecupan sang istri. "Ternyata begini rasanya punya istri."

Dia lantas tertawa lebar tak kuasa menahan kebahagiaan yang membuncah di dada. Selanjutnya segera bangkit dari ranjang menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.

Di dapur, Kahiyang mulai menyiapkan bahan-bahan untuk menu sarapan pagi mereka.

"Sebaiknya aku juga membawakan bekal untuknya," gumam wanita itu pelan. "Dengan begitu dia akan selalu ingat padaku."

Ia teringat artikel yang pernah dibacanya cara menyenangkan suami, 'kenyangkan perutnya, manjakan matanya, dan hangatkan hatinya'.

Bibirnya mengulas senyum kecil. Kalau untuk memanjakan mata dan menghangatkan hati, ia masih harus belajar. Namun, untuk urusan mengenyangkan perut, ia bisa memulainya dari sekarang. Dengan cekatan, Kahiyang mulai menyiapkan sarapan sekaligus bekal untuk Sultan. Pagi itu, ia ingin memberikan sedikit perhatian kepada suaminya sebelum mereka berangkat bekerja.

Sementara di dalam kamar, Sultan baru saja selesai mandi. Karena masih pagi sekali dia pun memilih mengenakan pakaian santai. Setelah itu barulah turun ke bawah.

Begitu menginjakkan kaki di ujung tangga bawah, pandangannya langsung tertuju pada dapur, yang mana sang istri sedang sibuk berkutat di depan kompor. Tanpa suara, Sultan melangkah mendekat. Kemudian melingkarkan kedua tangannya di pinggang ramping Kahiyang dari belakang.

“Ah...!” Wanita itu terlonjak kaget hingga hampir menjatuhkan spatula yang dipegangnya.

“Astaga, Rafa...!" Kahiyang menoleh dengan wajah sedikit kesal, tetapi rona merah justru tampak menghiasi pipinya. "...bikin kaget aja, deh!"

Sultan terkekeh di belakangnya. “Maaf, sengaja ngagetin kamu,” bisiknya santai, masih memeluk pinggang Kahiyang. Dagunya bahkan langsung ia sandarkan di bahu istrinya. Salah satu kebiasaan kecil yang mulai disukainya sejak mereka menikah. “Soalnya istriku ini rajin sekali, pagi-pagi sudah sibuk memasak. Aku jadi ingin mengganggunya.”

Kahiyang berusaha menahan senyum. “Kalau mau mengganggu, jangan sekarang. Ini masakannya belum selesai, nanti gosong gimana?”

“Oh, kalau begitu nanti aku bisa gangguin kamu, dong?” ucap Sultan dengan senyum tengil.

Kahiyang langsung menoleh, lalu mencubit lengan suaminya gemas. “Rafa...!”

Sultan terkekeh, sama sekali tidak merasa bersalah. "Lagian kalaupun masakan istriku gosong tetap aku makan, kok."

“Sudah, ah. Kamu menggodaku terus, nanti masaknya nggak selesai keburu siang,” gerutu Kahiyang sambil kembali menghadap kompor.

"Kamu kan, sudah mandi. Lebih baik duduk saja sana, biar badanmu nggak bau masakan," lanjutnya menambahkan.

“Baiklah, Nyonya Rafsanjani,” jawab Sultan dengan senyum tengil, membuat Kahiyang hanya bisa menggeleng sambil menahan senyumnya

Kemudian Sultan melangkah menuju meja makan dan duduk di salah kursi membiarkan Kahiyang melanjutkan pekerjaannya. Sesaat kemudian pria itu tampak sibuk bertukar pesan dengan seseorang entah apa yang mereka bahas.

Tepat pada saat adzan subuh, Kahiyang telah menyelesaikan masakannya lalu menatanya dengan rapi di meja makan. Ia juga sudah menyisihkan untuk bekal mereka nanti.

"Sudah selesai, masaknya?" tanya Sultan seraya meletakkan ponselnya.

"Hu'um, aku mandi dulu, ya," jawab Kahiyang bergegas menaiki tangga menuju kamarnya.

Sultan mengangguk, lantas mengikuti dari belakang.

Beberapa saat setelah membersihkan diri dan menunaikan kewajibannya bersama, mereka segera berganti pakaian. Dengan telaten Kahiyang melayani suaminya, mulai dari memilihkan pakaian untuk bekerja hingga memasangkan dasi.

“Jangan bergerak, dong, Raf,” tegur Kahiyang ketika Sultan hendak menundukkan wajahnya, membuat simpul dasi yang sedang dirapikannya sedikit bergeser.

Sultan justru tersenyum. “Aku cuma mau lihat istriku.”

“Bukannya dari tadi kamu udah lihatin terus?” balas Kahiyang, berusaha menyembunyikan senyumnya.

“Memangnya nggak boleh lihat wajah istriku sendiri?" ujung jari telunjuk Sultan menjawil pucuk hidung Kahiyang.

“Boleh, tapi jangan bikin aku salah pasang dasi.” Bibir Kahiyang mengerucut membuat Sultan terkekeh pelan.

Tangan pria itu kemudian meraih pinggang sang istri dan menariknya sedikit lebih dekat. “Nah, begini lebih baik.”

“Tapi kalau begini, akunya yang susah,” protes Kahiyang, meski tidak benar-benar menjauh.

Hal itu justru membuat Sultan makin semangat menggoda. "Ya, gimana dong, aku kan, ingin selalu dekat denganmu."

Kahiyang mendongak, menatap wajah suaminya yang kini hanya berjarak beberapa senti. “Alasan saja.”

“Bukan alasan.” Sultan tersenyum jahil. "Tapi wajahmu telah mengalihkan duniaku."

Bluuusss

Pipi Kahiyang seketika bersemu merah. Ia mencoba kembali fokus merapikan dasi, tetapi senyum kecil di bibirnya tak bisa disembunyikan.

“Nah, selesai. Sana lihat di kaca sudah rapi belum?”

Sultan menatap pantulan dirinya sekilas, lalu kembali memandang Kahiyang melalui cermin. “Sempurna!”

Kahiyang tersenyum puas. "Berarti dasinya terpasang dengan benar.”

“Bukan dasinya,” sahut Sultan santai.

Kahiyang mengernyit. “Terus?”

“Yang memasangkannya sangat sempurna di mataku." Sultan mengerlingkan sebelah matanya.

Kahiyang langsung menepuk lengan suaminya. “Ih, pagi-pagi sudah mulai gombal.”

Sultan tertawa, kemudian mencium kening istrinya singkat. “Biar semangat kerja.”

Kahiyang menggeleng-gelengkan kepala, tetapi senyumnya semakin lebar. “Dasar.”

“Dasar suami kamu,” balas Sultan sambil meraih tangan Kahiyang dan menggenggamnya erat.

Pagi itu terasa berbeda, mereka benar-benar menikmati sebagai sepasang suami istri yang memulai hari bersama—dengan sarapan sederhana, bekal yang disiapkan dengan penuh perhatian, dan kemesraan kecil yang diam-diam membuat keduanya semakin merasa dekat satu sama lain.

.

.

.

Mobil yang Sultan dan Kahiyang tumpangi akhirnya berhenti tepat di depan kantor cabang Rafsanjani. Sebelum turun, Kahiyang terlebih dahulu menoleh kepada suaminya.

“Jangan lupa nanti dimakan bekalnya, ya,” pesannya sambil menunjuk tas bekal yang dibawanya. “Supaya aku makin semangat masakin kamu.”

Sultan tersenyum hangat. “Iya, aku ingat, Ayangku. Pasti aku makan.”

Kahiyang mengangguk puas, ia lantas meraih tangan suaminya lalu menciumnya dengan lembut. “Aku kerja dulu, ya.”

“Hati-hati,” balas Sultan sambil mengecup tangan istrinya lembut.

Kemudian Kahiyang turun dari mobil. Setelah menutup pintu, ia sempat membungkuk sedikit untuk melambaikan tangan kepada Sultan hingga akhirnya melangkah memasuki lobi kantor.

Dari dalam mobil, Sultan terus memperhatikan istrinya hingga sosok Kahiyang benar-benar menghilang di balik pintu lobi. Senyum tipis masih menghiasi wajahnya.

“Sepertinya aku jadi punya alasan baru untuk cepat pulang,” gumamnya sambil menatap tas bekal yang berada di sampingnya.

Sultan kemudian memerintahkan sopir melanjutkan perjalanan. “Jalan, Pak. Kita langsung ke kantor pusat,” ujar Sultan seraya menyandarkan punggungnya ke kursi.

“Baik, Tuan,” jawab sopir.

Mobil kembali melaju meninggalkan kantor cabang menuju pusat kota, tempat perusahaan utama keluarga Rafsanjani berdiri megah.

Beberapa saat kemudian, mobil berhenti tepat di depan gedung tinggi dengan logo Rafsanjani Holdings terpampang jelas di bagian depan.

Begitu pintu mobil dibukakan, Sultan turun dengan tenang. Penampilannya sudah jauh berbeda dari sosok Rafa yang biasa dikenal Kahiyang di kantor cabang. Jas yang dikenakannya tampak rapi, rambut tertata sempurna, dan sorot matanya memancarkan wibawa seorang pemimpin.

Sultan melangkah memasuki lobi dan beberapa orang yang mengenalnya langsung memberikan salam hormat kepadanya.

Di depan pintu lift khusus, Ardan sang asisten sudah menunggunya. Pemuda itu tersenyum lebar ketika melihat kedatangan atasannya.

“Selamat datang kembali di Rafsanjani Holdings, Tuan,” sapa Ardan sambil menganggukkan kepala hormat.

Sultan membalasnya dengan anggukan singkat. “Apa agenda kerjaku hari ini?”

Ardan segera membuka tablet yang dibawanya. “Pagi ini ada rapat dengan jajaran direksi pukul sembilan. Setelah itu, ada pertemuan dengan pihak investor pukul sebelas. Siangnya Anda dijadwalkan meninjau laporan keuangan dari beberapa anak perusahaan.”

Sultan mengangguk sambil berjalan menuju lift. “Baik. Untuk rapat direksi, pastikan semua laporan sudah ada di ruang rapat sebelum aku datang.”

“Sudah saya siapkan, Tuan,” jawab Ardan tanpa ragu.

“Bagus.”

Pintu lift terbuka. Sultan dan Ardan kemudian masuk bersama, bersiap memulai kembali kesibukannya sebagai CEO Rafsanjani Holdings.

1
Aditya hp/ bunda Lia
mantaaap ... makanya cuci tuh otak kamu Anton biar bersih dari pikiran dan niat2 busuk
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: nah betul
total 1 replies
Nar Sih
ahir nya kebusukan anton sdh terbongkar ,dan siap,,nyeselll kmu anton🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: pastinya
total 1 replies
Nar Sih
kebohongan mu yg mungkin kmu seorang koruptor pasti sgra terbongkar anton
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummm
total 1 replies
Esther
Banyak laporan palsu ya Pak Anton ?
Siap2 saja sebentar lagi akan kehilangan jabatan
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummm
total 1 replies
Nar Sih
siap,,dgn nasib mu yg bkln hancur anton🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
Esther
Anton cari mati, tuh kamu sudah ditandai sama Rafa bos mu
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: tul tul tul
total 1 replies
Patrick Khan
nunggu besok ya anton di lempar🤣🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 😂😂😂😂😂
total 3 replies
Patrick Khan
siap2 kau anton
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siap siap ng ndi?
total 1 replies
Nar Sih
siap,,ditendang keluar anton,sdh berani megoda istri bos🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 😂😂😂😂😂
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
cari mati si Anton
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
Nar Sih
👍👍 moomz
Nar Sih
ahir nya sdh jls sdh terungkap
Oma Gavin
waduh anton kamu cari mati hbs ini kamu langsung dipecat
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: biar tahu rasa dia oma😂
total 1 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲
lanjuut thor makin seruu dan bikin penasaran....
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sabar ya mbak, ini lagi nulis🤭
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
ketinggalan 3 bab ... biasa ada kerjaan dikit
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: alhamdulillah🫰
total 3 replies
Patrick Khan
nah kan kayang tau jg😁
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: biarinlah tahu. 😂
total 1 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲
😂😂😂
ayang baru sadar kalo Rafa itu CEO, kamu aja shock apalagi nanti keluarga besar mu,🤭
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: ah, betul betul betul😂
total 1 replies
Nar Sih
lha baru nyadar ayang😂😂klau suami mu ceo ,buruan kejar tanya yg sebnr nya biar gk kmu gk bingung
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: bener😂
total 1 replies
Nar Sih
pasti suami mu sng dgn servis mu ayang ,jdi tmbh syg nih sultan dgn istri cantik nya
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huumm🫰
total 1 replies
Esther
Ikuti sana suamimu Kahiyang biar sama2 terkejut😂
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo😂
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!