Indonesia
NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Terjerat Gairah Liar Alter Ego Suamiku

Transmigrasi: Terjerat Gairah Liar Alter Ego Suamiku

Status: tamat
Genre:Transmigrasi / CEO / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:152.3k
Nilai: 5
Nama Author: namice

"Dua sisi kegelapan, satu raga, dan satu candu yang mematikan: diriku."

​Zaviar, penguasa dingin yang sebelumnya mati rasa, mendadak meledak gairahnya saat Arumi—sang macan bar-bar yang bertransmigrasi ke tubuh istrinya antagonis—menghapus riasan badutnya.

Perubahan drastis ini tak hanya membangkitkan Zaviar, tapi juga monster di dalamnya: Varian.
​Varian, alter ego gelap, obsesif, dan haus gairah, bangkit tanpa kendali, matanya memancarkan kedalaman yang menakutkan dengan mata merahnya.

Terkunci di dalam sangkar emas kamar utama, Arumi terjebak dalam kecemburuan Calista istri kedua sekaligus pemeran utama wanita dan pusaran hukuman ganda: kelembutan menuntut Zaviar, dan keganasan tanpa lelah Varian. Keduanya menginginkannya dengan cara yang paling mengerikan.

Varian menyeringai gelap​, manik merahnya mengunci pergerakan arumi. "Kau membuat monster dalam diriku terbangun, Sayang. Bersiaplah untuk tidak bisa berjalan besok pagi."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon namice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Candu Varian

‎​Matahari Jakarta bergulir turun ke ufuk barat, meninggalkan semburat warna jingga keunguan di langit yang mulai meredup. Di dalam ruang kerja CEO Razetha Group, ketukan pulpen terakhir Arumi menandai selesainya seluruh berkas proyek Razetha Tower. Sepanjang sisa sore itu, Zaviar digantikan Varian benar-benar menjelma menjadi patung singa yang hidup—diam, dingin, dengan sepasang mata obsidian yang tidak pernah sedetik pun lepas dari gerak-gerik Arumi.

‎​"Kelar juga akhirnya! Pinggang gue berasa mau patah," keluh Arumi sambil meregangkan kedua tangannya ke atas.

‎​Varian langsung berdiri dari sofa kulit. Tanpa bersuara, ia melangkah mendekat, menyambar tas kerja Arumi dengan satu tangan, sementara tangan lainnya langsung melingkar posesif di pinggang ramping sang istri. "Sudah jam tujuh malam. Waktunya pulang, Istriku."

‎​"Iya, iya, kaku! Nggak usah pake meluk-meluk begini, ini masih di area kantor!" protes Arumi ceplas-ceplos, walau ia tidak benar-benar menolak saat Zaviar menuntunnya keluar melewati koridor lantai 45 yang sudah sepi dan steril berkat penjagaan ketat para pengawal elite Ravindra.

‎​Sepanjang perjalanan di dalam kabin belakang mobil Rolls-Royce Phantom yang kedap suara, atmosfer di antara mereka justru semakin terasa mencekik. Sekat pembatas antara jok depan dan belakang telah dinaikkan oleh Varian sejak awal, memutus total privasi mereka dari sopir.

‎​Arumi yang biasanya tidak bisa diam, mendadak merasa gugup. Di sampingnya, Varian duduk dengan aura Varian yang masih sangat dominan. Pria itu tidak berbicara, namun jemari tangannya yang besar dan penuh urat terus bergerak acak di atas paha Arumi—kadang meremasnya pelan, kadang mengusapnya dengan ritme yang lambat namun penuh tuntutan posesif.

‎​"Varian... lu ngapa sih? Diem-diem bae tapi tangan lu gak bisa diem," bisik Arumi, mencoba menyembunyikan getaran di suaranya. Sifat bar-bar-nya seolah menguap setiap kali tatapan lapar Varian mulai menguliti penampilannya.

‎​Varian menoleh perlahan, kilat obsidiannya tampak semakin merah menyala di bawah temaram lampu jalanan yang menembus kaca mobil. "Aku sedang menghitung waktu, Arumi. Menahan diri agar tidak menelanjangimu di dalam mobil ini membutuhkan seluruh sisa waras yang aku miliki."

‎​Tegukan ludah Arumi terasa berat. Sumbu ledak cemburu yang mereka pasang di ruang kerja tadi siang ternyata belum padam; justru apinya semakin membesar, siap membakar mereka berdua begitu sampai di tujuan.

‎​Begitu mobil mewah itu berhenti sempurna di depan lobi megah mansion utama Ravindra, Varian bahkan tidak menunggu pelayan membukakan pintu. Ia mendorong pintu mobil sendiri, keluar, dan langsung menarik tangan Arumi agar ikut turun.

‎​"Eh, pelan-pelan dong, kaku! Gue pake heels ini!" seru Arumi setengah panik saat langkah lebar Varian menyeretnya masuk menembus pintu ganda mansion.

‎​Para pelayan dan kepala pelayan yang berbaris di koridor depan langsung menundukkan kepala dalam-dalam. Tidak ada satu pun dari mereka yang berani menyapa atau sekadar bernapas keras ketika melihat wajah gelap dan aura intimidasi yang pekat dari sang tuan muda besar. Varian mengabaikan mereka semua. Fokusnya tunggal.

Dengan satu gerakan sentakan yang kuat, ia langsung mengangkat tubuh Arumi ke dalam gendongan bridal, membawa wanita itu menaiki tangga marmer menuju kamar tidur utama mereka di lantai atas.

‎​"Varian! Turunin kagak?! Lu beneran kesetanan ya hari ini! Malu dilihat orang, tripleks!" Arumi memukul bahu tegap Varian, namun tubuhnya justru merapat secara insting, mengalungkan lengan di leher suaminya agar tidak jatuh.

‎​"Ya, aku kesetanan. Dan kau yang harus bertanggung jawab atas kegilaan ini," balas Varian dengan suara parau yang sarat gairah saat kakinya menendang pintu kamar tidur mereka hingga terbuka, lalu menutupnya kembali dengan dentuman keras yang mengunci mati dunia luar.

‎​Di dalam kamar yang luas dan remang itu, membopong tubuh Arumi, lalu menghempaskannya dengan lembut namun penuh damba di tengah ranjang king size berlapis sutra hitam murni. Tanpa memberi jeda bagi Arumi untuk protes, tubuh besar Varian sudah ikut merangkak naik, menghimpit dan mengunci kedua tangan lentik Arumi kuat-kuat ke atas kepala gadis itu di atas bantal, melumpuhkan seluruh gerakan silatnya dalam sekejap mata.

"​Tadi siang, kau menolakku karena alasan tempat kerja," bisik Varian, Wajahnya maju hingga hidung mereka bersentuhan, menyebarkan aroma tembakau mahal dan maskulin yang memabukkan indra penciuman Arumi. "Sekarang profesionalitas korporat, nyonya Ravindra."

Arumi mendongak, napasnya mulai memburu, Pendek beradu dengan napas Zaviar. Sifat bar-bar-nya yang keras kepala runtuh sepenuhnya, digantikan oleh letupan gairah yang sudah ia tahan sejak siang tadi di kantor. Ia mencengkeram kerah kemeja Varian, menarik pria itu mendekat.

‎​"Kalau mau main kasar, jangan tanggung-tanggung, tripleks," tantang Arumi dengan senyuman menantang yang seksi, memancing iblis posesif di dalam diri Varian

Varian terkekeh gelap, sebuah suara rendah yang sangat berbahaya sebelum dia menundukkan kepala meraup bibir Arumi dalam sebuah ciuman yang lebih menuntut, panas, dan mendominasi.

Gairah liar Varian yang tidak pernah padam sepanjang hari mendadak meledak menggila ke titik tertinggi. Sentuhan fisik dengan belahan jiwa sejatinya membuat seluruh benteng es tiraninya mencair menjadi lava panas yang membakar. Aset Varian mininya yang telah menegang maksimal seutuhnya, berurat kuat, dan berdenyut kencang di balik celananya—menekan intim pada perut bawah Arumi, memicu denyut gairah biologis yang teramat sangat menuntut.

"Kamu sangat seksi, Sayang," bisik Varian dengan suara bariton yang sangat rendah, berat, dan serak oleh kepungan hasrat yang membara.

Cup

V‎arian merundukkan wajah tampannya, menyatukan bilah bibir tegasnya di atas bibir manis Arumi dalam sebuah ciuman penaklukan yang langsung meledak penuh gairah yang teramat sangat panas, dalam, dan menghisap seluruh pasokan udara. Arumi melenguh pasrah di tengah lumatannya yang tiada henti, membiarkan lidah Varian menguasai seluruh rongga mulutnya tanpa ampun hingga dia kehabisan napas dan lemas tak berdaya.

Varian melepaskan ciumannya perlahan, menyisakan napas yang memburu pekat di antara wajah mereka. Di saat Arumi sedang terengah-engah memburu oksigen dengan mata buru yang berair, Varian dengan gerakan secepat kilat membuka pakaian Arumi. Netra merah Varian menatap lapar pada gundukan kenyal seputih pualam di depannya. Tanpa membuang waktu, Varian merunduk, menghisap candunya yang kenyal dengan damba yang amat pekat, sementara jemarinya memainkan pucuk merah mudanya dengan cubitan-cubitan lembut yang intim, membuat seluruh otot tubuh Arumi mendadak menegang kaku di atas seprai sutra hitam.

‎Lima menit berlalu dalam siksaan kenikmatan yang luar biasa intens hingga Arumi mencapai puncaknya, tubuh sintalnya bergetar hebat dengan cairan bening yang membasahi kasur. Melihat mangsanya telah sepenuhnya menyerah, Varian menarik tangan kanannya, lalu dengan satu sentakan kasar yang penuh hasrat membara, dia merobek tirai segitiga merah—pakaian dalam sutra tipis milik Arumi—hingga hancur berkeping-keping. Pria itu membuka celananya, mengeluarkan Varian mini yang telah bangkit seutuhnya.

‎Dengan satu dorongan pinggang yang sangat dominan, kuat, dan vertikal dalam posisi mereka yang saling bertatapan, Varian melesatkan Varian mini masuk menembus liang kehangatan Arumi seutuhnya.

‎JLEB!

‎"Ah! S-Sakit... pelan-pelan, kaku..." ucap Arumi menjerit histeris, saat merasakan inti tubuhnya dipaksa melebar sempurna untuk menampung ukuran besar kejantanan sang raja tiran dalam posisi terduduk yang kian menyiksa batinnya. kedua tangan lentiknya yang terbebas refleks mencengkeram kuat bahu lebar Varian, kukunya tertanam di balik kemeja hitam pria itu.

Varian tidak mendengarkan protes tersebut. Dengan gairah liar yang tak kenal lelah, dia menahan pinggang Arumi agar tetap terkunci di atas pangkuannya, lalu mulai melesatkan Varian mininya di dalam tubuh Arumi dengan gerakan yang sangat liar, cepat, dalam, dan tanpa ampun, memimpin malam penaklukan paling intim yang membuat Arumi sepenuhnya takluk di bawah jerat gairah liar sangkar emas suaminya seutuhnya.

‎Setelah pusaran gairah yang membara itu mereda beberapa jam kemudian, keheningan kamar utama kembali terasa meneduhkan. Tubuh Arumi bener-bener telah lemas tak berdaya, tertidur dengan napas yang teratur di atas seprai sutra hitam yang berantakan.Varian membersihkan tubuh mereka sejenak, lalu kembali naik ke atas kasur. Sisi tiraninya yang kejam lenyap seutuhnya, digantikan oleh sisi romantisnya yang sangat manis, manja, dan protektif. Varian menarik tubuh sintal bidadarinya ke dalam dekapan erat sepasang lengan kekarnya, memeluk Arumi dari belakang dengan sangat erat seolah takut kehilangan aset paling berharga di dunya tersebut.

Varian menundukkan wajah tampannya, memberikan sebuah kecupan manis-posesif yang sangat dalam dan hangat di kening Aumi yang masih menyisakan sisa keringat halus, menyegel secara resmi kontrak keintiman baru mereka.

‎

1
bee🐿
thorr si vampir gk ada sodara apa kawan yg sejajar kanlh, di bawahnya gpp yg onting posesif tapi terjamin mah ok² aja gass😭😭
bee🐿
tapi emg bnr cwe kalo kelebihan asi anaknya mertua malah nyandu, anak² ku gk smpe 2th bisa di sapih coba ank mertua boro² nyapih🫠
bee🐿
kya gitu yg di bilang imponten njirr😭, 10ronde lbih loh bagi resep thorr🤣🤣🤣
bee🐿
lahh dia gk sadar kalo dia aja smpe gk bisa jlan gra2 lakiknya😭
bee🐿
njirrr macan egk tuh🤣
bee🐿
baru bap 10 udah bbol lawang😭
bee🐿
udahhh mau lnjut apa egk nya sma vampir piker keri yg pnting drama dlu, yg panas² entar aja🤣
namice: 🤣🤣, terimakasih bnyk ya kak sudah baca novelku😘😘😘😘
total 1 replies
bee🐿
sabarr dong pir blm jg drama udah asal main kurung aja🥱
namice: 😄😄, terimakasih bnyk ya kak sudah baca novelku😘😘😘😘
total 1 replies
bee🐿
gasss🤣💪💪
namice: 😘😘, terimkasih bnyk ya kak sudah baca novelki😘😘😘😘
total 1 replies
bee🐿
smpe akhir jgn menyek² lagi ya lu rum, saya pantau nih🫠
namice: 😘😘, terimkasih bnyk ya kak sudah baca novelku😘😘😘
total 1 replies
bee🐿
ok smngat thorr😁💪💪
namice: 😘😘, terimakasih bnyk ya kak supportnya😘😘😘😘
total 1 replies
bee🐿
mampirr ya thorr, blm apa² aku yg lagi makan mi ini laju keselek dgr umpatan arumi ini🫠😁😁
namice: 🤣🤣, untung cuma keselek mie ya kak🤣🤣... terimakasih banyak ya kak sudah baca novelku😘😘😘😍😍
total 1 replies
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
diceraikan dulu baru disiksa kali om varian rasa
namice: 🤣🤣, terimakasih banyak ya kak sudah baca novelku😘😘😘😍😍😍
total 1 replies
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
aishh, kalau gini kan jadi susah mau cerai sama kanebo kering itu
namice: 😘😘, terimaksih banyak ya kak sudah baca novelku😘😘😘😍😍😍
total 1 replies
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
lahh, istri ke 2 mau diapain itu..
gak rela kek nya mau miliki Rumi tapi msh nahan si teratai hangus itu..
namice: 😘😘, terimaksih banyak ya kak sudah baca novelku😘😘😘😍😍
total 1 replies
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
mampuss kena mental kan 🤣
namice: 🤣🤣, terimakasih banyak ya kak sudah baca novelku kak😘😘😘
total 1 replies
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
lahhh si bapak, punya istri 2 kok bangga
namice: 😘😘, terimaksih banyak ya kak sudah baca novelku kak😘😘😘😍😍
total 1 replies
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
tersepona dong, ya iyalah masa gak
namice: 😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novelku😘😘😘😍😍
total 1 replies
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
Aku suka karakter yg kek begini
namice: 😍😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah novelku kak,😘😘😘😍😍😍
total 1 replies
Afriatus Sadiyah
luàr biasa....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!