Indonesia
NovelToon NovelToon
Kurebut Pacarmu

Kurebut Pacarmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Teen / Balas Dendam
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: gadis bucin

Cassandra—gadis rebel yang kerap disalahpahami—terjebak dalam rasa yang salah. Ia jatuh cinta pada Narendra, pria hangat yang ironisnya adalah kekasih rival bebuyutannya, Anggita.

​Didasari dendam lama dan perasaan yang makin membara, Cassandra nekat menyusun rencana untuk merebut Narendra. Namun, semakin ia melangkah jauh, batas antara obsesi dan cinta sejati kian kabur.

​Mampukah Cassandra memenangkan hati Narendra, atau akankah obsesi ini justru menghancurkan mereka semua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gadis bucin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30 Jejak Digital dan Sisa Waktu

Pesan ancaman dari konsorsium utama di layar ponsel itu bagaikan petir di tengah malam yang tenang. Cassandra menatap angka hitung mundur 12 jam pada lampiran surel dengan dada yang berdesir tegang.

Di samping ranjang periksa klinik, Narendra langsung meraih ponselnya sendiri demi memeriksa lalu lintas jaringan yang terhubung ke peladen SMA Garuda. Sebagai remaja yang paham seluk-beluk keamanan siber, ia tahu bahwa ancaman doksing atau penyebaran data pribadi secara masal adalah senjata paling berbahaya bagi reputasi mereka di era digital.

"Mereka mengeksploitasi celah Open Port lama pada jaringan Wi-Fi sekolah kita," bisik Narendra seraya memperlihatkan analisis lalu lintas data pada layarnya yang terus meningkat drastis.

Cassandra mengambil napas dalam-dalam, berusaha menenangkan detak jantungnya agar bisa berpikir dengan jernih. Ia paham betul bahwa panik hanya akan mengaburkan logika dan membuat mereka makin terjebak dalam skenario musuh.

Ia duduk di sebelah Narendra, mengamati alur serangan siber jenis Distributed Denial of Service (DDoS) yang dikombinasikan dengan teknik pengelabuan tingkat tinggi. Serangan ini sengaja dirancang untuk memaksa peladen sekolah kewalahan sehingga sistem keamanan otomatis membocorkan berkas data siswa ke domain publik.

"Kita bisa menutup aksesnya memakai protokol Cloud Security portabel sebelum data utama terekspos," ujar Cassandra seraya menunjukkan baris kode enkripsi di ponselnya.

Narendra tersenyum bangga menatap kecerdasan cewek di sebelahnya yang selalu tampil tenang saat situasi mendesak. Jemari mereka yang saling bertautan di atas ranjang klinik memberikan dorongan semangat baru untuk menghadapi ancaman tersebut bersama-sama.

Mereka mulai membagi tugas teknis dengan cepat melalui peranti portabel masing-masing. Pelajaran penting dalam dunia digital modern adalah bahwa keamanan data tidak hanya bergantung pada kata sandi yang rumit, melainkan juga pada kesadaran menutup pintu belakang sistem yang sering dilupakan pengembang.

"Waktu kita tersisa kurang dari sepuluh jam lagi sebelum fajar menyingsing," panggil Narendra lembut seraya meremas pelan jemari Cassandra.

Pukul 01.00 WIB.

Ibu Cassandra mengantar mereka kembali ke rumah dengan mobil, memberikan ruang bagi kedua remaja itu untuk fokus menyelesaikan pembentengan sistem dari laptop masing-masing.

Suasana kamar Cassandra yang diterangi pendar cahaya biru dari dua layar monitor terasa sangat hangat sekaligus penuh konsentrasi. Bau aroma terapi lavender beradu halus dengan denting ketikan tombol kibor yang berirama cepat dan teratur.

"Boba cokelat hangat buat dua peretas andalan Ibu," sapa Ibu Cassandra ramah seraya meletakkan dua cangkir di meja belajar putrinya.

Cassandra menoleh dan menyunggingkan senyum paling manis pada ibunya yang kini terlihat jauh lebih lega dan tenang. Kehadiran ibunya yang mendukung penuh perjuangan mereka memberikan rasa hangat yang luar biasa di dalam dadanya.

Narendra penat sejenak, menyesap boba hangat itu seraya menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi roda di samping Cassandra. Cowok itu melirik wajah Cassandra dari samping, mengagumi keindahan paras ceweknya di bawah pendar cahaya lampu meja.

"Gue beruntung banget bisa kenal dan berjuang bareng lu, Cas," aku Narendra tulus dengan nada suara pelan yang amat menyejukkan hati.

Pipi Cassandra seketika merona merah mendengar pengakuan jujur dari cowok yang sangat ia sayangi itu. Ia menutupi rasa canggungnya dengan menyeruput boba cokelatnya cepat-cepat sampai menyisakan sedikit krim di ujung hidungnya.

Narendra tertawa kecil melihat tingkah gemas ceweknya, lalu mengusap krim manis di hidung Cassandra menggunakan ujung jarinya dengan lembut. Momen romantis nan polos khas remaja SMA itu sanggup mencairkan ketegangan konflik siber yang sedang menghimpit mereka.

"Fokus, Ren, nanti sistemnya keburu kebobolan!" goda Cassandra malu-malu seraya kembali mengarahkan pandangannya ke layar monitor.

Pukul 05.30 WIB.

Sinar matahari pagi mulai menyelinap masuk melalui celah gorden kamar, menandakan waktu hitung mundur 12 jam tinggal menyisakan tiga puluh menit lagi.

Cassandra dan Narendra berhasil menyuntikkan skrip enkripsi End-to-End baru ke dalam peladen SMA Garuda, secara efektif mengunci seluruh berkas pribadi mereka dari jangkauan konsorsium. Rasa lega dan rasa bangga membuncah di dalam dada mereka saat melihat indikator status sistem berubah menjadi hijau sempurna.

"Kita berhasil meretas balik dan mengamankan seluruh data sekolah, Ren!" seru Cassandra gembira seraya melompat kecil dan memeluk Narendra erat-erat.

Narendra membalas pelukan Cassandra dengan kehangatan yang begitu tulus, mengusap lembut rambut ceweknya di pagi hari yang segar itu. Usaha keras mereka sepanjang malam berbuah manis, membuktikan bahwa keberanian dan logika sanggup mengalahkan ancaman terbesar sekalipun.

Ibu Cassandra yang mengetuk pintu kamar ikut tersenyum haru melihat kebahagiaan dua remaja yang telah berjuang luar biasa demi kebenaran tersebut. Ketenangan yang sempat hilang kini kembali menaungi rumah dan kehidupan mereka berdua.

"Sekarang kalian siap-siap mandi dan berangkat sekolah, nanti terlambat," pesan Ibu Cassandra hangat sebelum berjalan menuju dapur.

Pukul 06.45 WIB.

Motor sport milik Narendra berhenti dengan mulus di area parkir SMA Garuda yang mulai dipadati oleh para siswa yang baru berdatangan.

Cassandra turun dari motor seraya melepas helmnya, menyapa beberapa teman sekelasnya yang melintas dengan senyuman ceria yang sudah lama tak terlihat. Narendra merapikan tas punggungnya, berjalan berdampingan dengan Cassandra menyusuri koridor sekolah yang penuh warna.

Atmosfer sekolah terasa begitu menyenangkan, seolah semua prasangka dan gosip miring kemarin telah sepenuhnya terhapus oleh kebenaran.

Namun, saat mereka berdua baru saja melangkah melewati pintu gerbang utama aula sekolah, seluruh layar TV informasi digital di sepanjang koridor mendadak mati total.

Detik berikutnya, layar-layar TV itu menyala kembali secara bersamaan, memancarkan sinyal analog berwarna merah darah dengan sebuah tulisan bercetak tebal.

Bukan data siswa yang terpampang di layar, melainkan sebuah pesan siaran langsung bertuliskan: "Selamat pagi SMA Garuda. Terima kasih telah mengamankan peladen sekolah, namun apakah kalian tahu bahwa bom logika berbasis frekuensi suara baru saja diaktifkan di ruang bel sekolah lima detik yang lalu?"

1
Ros Mawa Tyy
👍👍👍
gadis bucin: terima kasih 🤗🙏🏻
total 1 replies
gadis bucin
Teman-teman, silakan mampir dan baca karyaku. Jangan lupa tinggalkan jejak, ya. 🤗❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!