King Narendra Richard tumbuh menjadi cowok tampan. Ia juga menjadi idola semua cewek-cewek yang ada di sekolahnya. Bukan hanya tampan, putra dari Kenan dan Alexa itu juga pintar.
Sama dengan saudara kembarnya, Queenza Narendra Richard tumbuh menjadi gadis yang cantik. Walaupun kembar, tapi sifat keduanya jauh berbeda. Yang satu lebih kalem, dan yang satunya lagi lebih banyak aksi.
Bagaimana keseruan kisah mereka, yuk kepoin. Jangan lupa tinggalkan jejak cinta kalian untuk King dan Queenza.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon feby_mb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Alat penyadap
Queenza menemui bodyguard Daddy-nya. Ia melihat sekelilingnya, saat situasi aman barulah menyuruh bodyguard Daddy-nya keluar dari persembunyian.
"Ini nona alat penyadap yang anda minta" kata bodyguard Queenza.
"Makasih om" ucap Queen.
"Sama-sama nona" ucap bodyguard.
Setelah memberikan alat penyadap pada Queenza, bodyguard itupun pamit undur diri. Kalau berlama-lama di sana nanti bisa dilihat sama orang.
Queenza membawa alat penyadap itu ke kelas. Untung saja bentuk alat penyadapnya kecil dan juga lucu. Jadi orang lain tidak akan menyangka kalau itu alat penyadap.
Suasana kelas masih sepi karena masih jam istirahat. Queenza meletakkan alat penyadap itu di tasnya Monika. Ia meletakan di tempat yang tidak terlihat.
"Queen ayo makan" ajak Amelia.
"Iya Mel" kata Queen.
"Ibuk aku suruh berikan ini sama kamu" kata Amelia sambil mengeluarkan kotak bekalnya.
"Apa ini, sepertinya enak?" tanya Queenza.
"Aku nggak tau enak atau enggaknya, karena selera orang kan beda-beda. Tapi ini salah satu dagangan ibuk aku yang paling laris" kata Amelia.
"Apa namanya?" tanya Queenza.
"Kue talam, jajanan pasar" jawab Amelia.
Kue yang berwarna hijau dan diatasnya berwarna putih. Queenza langsung mencobanya.
"Gimana, enak nggak?" tanya Amelia.
"Enak, kuenya lembut dan tidak terlalu manis. Aku suka" kata Queen.
"Alhamdulillah kalau kamu suka" kata Amelia.
"Apa yang dibuat sama ibu kamu semuanya enak-enak" puji Queenza.
"Alhamdulillah Queen. Kue ini juga banyak peminatnya" kata Amelia.
"Tentu saja banyak peminatnya, kan kuenya enak"
Queenza menyimpan kue talam-nya. Nanti kue itu akan ia berikan pada King, Aaron dan juga Bagas.
"Ibu kamu jualannya setiap hari ya?" tanya Queenza.
"Iya Queen" jawab Amelia.
"Jualannya keliling atau gimana?" tanya Queenza lagi.
"Kadang keliling, kadang stay di satu tempat" jawab Amelia.
"Pasti pelanggan tetap ibu kamu sudah banyak" kata Queenza.
"Alhamdulillah Queen. Mungkin karena rasa makanan yang dijual ibuk aku cocok di lidah mereka" kata Amelia.
"Masakan ibu memang tidak ada duanya" kata Queen.
"Mama kamu suka masak juga ya Queen?" tanya Amelia.
"Iya, setiap mommy aku masak, aku nggak pernah melewatkan untuk mencicipinya. Bahkan aku selalu jadi orang yang pertama yang mencicipinya" jawab Queen.
Semua orang di mansion suka masakan mommy-nya. Kalau kita masak dengan hati, maka hasilnya akan baik.
Selesai makan, Queenza dan Amelia membersihkan meja. Mereka menyimpan kembali tempat bekal makanannya. Supaya nanti tidak ketinggalan.
Beberapa murid juga sudah kembali ke kelas. Karena sebentar lagi bel tanda masuk akan berbunyi.
"Mon, Lo sudah dapat tiket untuk nonton konser boyband terkenal itu nggak?" tanya Viona.
"Belum Vio, Lo sendiri gimana?" tanya balik Monika.
"Sama, gue juga belum " jawab Viona.
"Kira-kira kita dapat tiketnya nggak ya" kata Friska.
"Harus dong, gue udah lama banget nunggu konser mereka" kata Monika.
"Semoga nanti kita dapat tiketnya" kata Velisya.
Queenza tidak sengaja mendengar obrolan Monika dan teman-temannya. Untung saja dia sudah dapat tiket VIP. Queenza di bantu war tiket sama saudara kembar dan juga sahabatnya.
Bunyi bel tanda masuk sudah berbunyi. Murid-murid duduk dengan tenang di kursi mereka masing-masing.
"Siang anak-anak" ucap buk guru.
"Siang Buk" kata murid kelas sepuluh B.
Sebelum memulai pelajaran, guru mengambil absen terakhir. di jam terakhir ini kelas sepuluh B belajar mata pelajaran Geografi.
Murid-murid pun mendengarkan guru mereka menerangkan pelajaran. Semua murid mendengar dengan baik. Karena kalau tidak memperhatikan dan juga mendengarkan dengan baik, maka pelajaran tidak akan tersimpan dalam otak mereka.
Selesai guru menerangkan, murid-murid pun mencatat. Catatan itu nanti akan diperiksa, jadi siapa yang tidak mencatat akan diberikan hukuman.
"Baiklah anak-anak, keluarkan buku latihan kalian. Sekarang kita akan latihan" kata Buk guru.
Semua murid mengeluarkan buku latihan mereka. Guru mulai membacakan soal latihan.
...***...
Kelas sepuluh A sedang berada di laboratorium. Hari ini mereka akan mengenal alat-alat untuk praktikum. Sebelum itu murid-murid harus memakai alat pelindung diri atau APD.
"Saat berada di ruang laboratorium, semua murid wajib memakai jas laboratoriumnya" kata buk guru.
"Baik Buk" jawab murid kelas sepuluh A.
"Masker dan sarung tangan jangan lupa. Kalau ada yang tidak pakai sepatu tertutup, ganti dulu" kata buk guru.
Semua murid pun memakai semua yang diperintahkan guru mereka.
"Selama berada di ruang laboratorium, anak-anak ibuk harus mematuhi larangan yang tidak boleh dilakukan saat berada di ruang laboratorium" kata buk guru.
"Contoh larangannya Buk?" tanya salah satu murid.
"Dilarang makan, minum, atau mencicipi bahan kimia di dalam laboratorium. Kalian mengerti" kata Buk guru.
"Mengerti Buk"
"Anak-anak ibuk juga harus membaca label.Periksa simbol bahaya pada botol bahan kimia seperti simbol korosif, mudah terbakar, atau beracun sebelum digunakan" kata Buk guru.
Murid-murid pun mengangguk tanda mengerti.
"Yang terakhir, penanganan limbah. Buang limbah kimia sesuai instruksi yang ibuk berikan. Jangan langsung dibuang ke wastafel jika bersifat asam kuat atau beracun" kata buk guru.
Setelah murid-murid paham barulah mereka mulai dengan tahap pengenalan alat-alat praktikum.
"Ini alat yang akan kalian pelajari. Tabung reaksi, gelas ukur, pipet tetes, labu erlenmeyer, dan kaki tiga" kata buk guru sambil menjelaskan kegunaan dari benda-benda itu.
Murid-murid memperhatikan nama alat dan juga kegunaan. Mereka semua menghafal nama-nama alat yang sudah disebutkan sama guru mereka tadi.
"Sampai disini ada yang mau bertanya?" tanya buk guru
"Nggak Buk" jawab semua murid.
"Berarti sampai di sini sudah mengerti?" tanya buk guru lagi.
"Sudah Buk" jawab semua murid.
Semua murid mencatat apa yang dikatakan buk guru tadi. Sekarang ini mereka cuma belajar mengenal alat-alat praktikum.
"Sudah di catat?" tanya buk guru.
"Sudah Buk" jawab semua murid.
"Hari Senin baru kita akan praktek uji Larutan Elektrolit dan Non-Elektrolit. Kalian bawa garam dan juga cuka" kata buk guru.
"Baik Buk" jawab semua murid.
"Baiklah belajarnya kita cukupkan sampai disini. Sampai jumpa Minggu depan "
Guru keluar dari laboratorium. Sebelum keluar, ibu guru meminta murid-muridnya untuk meletakkan kembali jas laboratorium ke tempatnya.
"Salah satu mapel yang gue nggak suka" kata Bagas.
"Emang kenapa Gas?" tanya Aaron.
"Pusing otak gue membaca zat-zat kimia-nya" jawab Bagas.
"Awalnya emang gitu Gas, nanti juga terbiasa" kata Aaron.
"Iya sih, tapi tetap aja nggak membuat gue cinta sama mapel-nya" kata Bagas.
King dan kedua sahabatnya kembali ke kelas untuk mengambil tas mereka. Karena tadi mereka tidak membawa tas.
"Besok kita udah berangkat ke puncak. Bawa bola seru kali ya" kata Aaron.
"Boleh juga, biar kita ada kegiatannya juga saat di sana " kata King.
"Queen pasti nggak mau di ajak main bola" kata Bagas
"Mana mau dia. Tapi kalau kamu tawarkan makanan, baru semangat dia" kata King.
Mereka bertiga pun tertawa. Mereka membayangkan bagaimana senangnya Queenza kalau di kasih makanan.
"Queen suka makan, tapi badannya nggak gemuk " kata Aaron
King juga heran kenapa badan saudara kembarnya nggak gemuk-gemuk. Padahal dia sering ngemil. Sedangkan olahraganya dia juga jarang.
"Itu Queen" kata Bagas
" Lagi ngapain dia di sana" kata King.
"Kita samperin yuk" kata Bagas.
"Lihat orang dulu Gas. Nanti kamu dimarahin sama dia" kata Aaron.
Setelah keadaan aman, barulah King menghampiri saudara kembarnya.
"Ngapain kamu sendirian disini?" tanya King pada saudara kembarnya.
"Nunggu Amelia " jawab Queenza.
"Emang kemana temen kamu?" tanya King sambil melihat sekelilingnya.
"Ke toilet. Kalian bertiga belum pulang" kata Queen.
"Ini juga mau pulang" kata King
"Ya udah cepat pulang. Nanti teman gue liat kalian disini" kata Queenza.
"Iya, kita pulang dulu" kata King.
"Ok, hati-hati di jalan " kata Queenza.
"Kamu juga" pesan King.
King dan kedua sahabatnya pun pergi dari sana. Karena kalau ngobrol lebih lama keburu temen Queen datang. Kalau masih di sekolah memang harus jarang-jarang ngobrol.
To be continued.
Happy reading guys 🤗 🤗
pov Amelia...the best friend forever Queen 🫶🫶🫰🫰