Kayden berada pada titik terburuk hidupnya ketika di mana ia dipecat dari perkerjaan, kekasihnya pun mengkhianatinya. Sang ibu yang juga tengah sakit kritis dan butuh biaya berobat membuat masalahnya semakin pelik.
Namun seolah Tuhan memihak padanya di waktu yang tepat, Kayden tiba-tiba melihat sebuah tampilan hologram yang menawarkan kekayaan dengan kekuatan super. Syaratnya, Kayden harus balas dendam.
Pada detik itu juga, Kayden berubah menjadi yang tak terkalahkan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Beby_Rexy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bukan Korban
Ketika Kayden tiba di luar toko perhiasan, sistem memberinya beberapa pesan.
[Kamu dapat nilai A! Balas dendammu sangat hebat! Neraka memuji bakatmu. Kamu pantas jadi iblis!]
[Hadiah sedang dihitung. Mohon tunggu...]
[Hadiah yang diberikan: Anda mendapatkan 250 juta dolar dan 15 poin.]
[Karena penampilan pertamamu sangat baik, kamu akan mendapatkan hadiah tambahan: rumah mewah di Mountainview Real Estate; Mountainview No. 1, dan sebuah Bugatti Tourbillon. Sertifikat kepemilikan properti dan kunci keduanya telah disimpan di dalam ranselmu.]
Melihat semua pesan itu, Kayden terkejut. Dia tidak menyangka hadiahnya sebesar ini! Dia bahkan mendapatkan rumah dan mobil?! Apakah ini berarti dia sudah punya rumah dan mobil tanpa harus membelinya?
Tak pernah sekalipun Kayden mampu dan berhak membayangkan untuk bisa memiliki uang sebesar satu juta dolar saja. Tetapi dalam satu hari ini, bahkan belum genap 24 jam berlalu ketika dirinya merasa hidupnya hancur sehancur-hancurnya. Tidak hanya hancur di karirnya, melainkan hati dan perasaannya pun turut diledakkan oleh seorang gadis yang selama ini ia cintai melebihi rasa cinta kepada diri sendiri, Reysa.
Jika saja bukan karena masih ada sang ibu yang sangat membutuhkan dirinya di dunia ini, Kayden pikir mati jauh lebih baik daripada terus menanggung kesulitan hidup di dunia penuh dengan manusia berhati iblis itu.
Kamu miskin, kamu pantas diinjak. Kata-kata itu sudah seperti moto hidup di bumi ini.
Maka jika kamu terlahir, jadilah kaya atau mati saja. Jangan coba-coba melanjutkan hidupmu.
Mungkin ada banyak orang baik di muka bumi ini. Akan tetapi, selain ibunya, dan Reysa sebelumnya, Kayden tak pernah menemukan manusia baik sepanjang usianya sekarang. Lihat saja, kekasihnya pun tega dan tak mau menunggu sedikit lebih lama lagi untuk Kayden bisa berhasil dan membahagiakannya.
Jadi, kunci hidup hanya satu. Kaya. Ingat rumusnya!
Dia, yang awalnya tertekan karena menghabiskan 14 juta dolar begitu saja, kembali bersemangat. Ini pertukaran yang sangat berharga! Dan bukan mimpi belaka.
Sepertinya, di masa depan, dia akan membalas dendam dengan cara yang jauh lebih kejam! Dia ingin mendapatkan lebih banyak uang! Lebih kejam, lebih kaya.
Kayden tidak peduli lagi pada sistem kemanusiaan yang menurutnya palsu. Jika ia katakan orang itu baik, selalu berakhir negatif. Dan dia belajar dari itu. Hidup ini penuh pelajaran, selain diri sendiri maka jangan pernah mengandalkan orang lain.
Sejujurnya, dia sangat menikmati momen di mana dia berhasil membuat orang-orang yang dulu memandang rendah dirinya, berlutut dan menangis di kakinya. Rasanya seperti sekali mendayung dua gunung terlewati, kan?
Tapi perbuatan ini bukan dalam ranah semena-mena, dia hanya membalas dendam, bukan mengawali kejahatan.
Melihat Kayden yang menunjukkan wajah puas, berpikir bahwa itu karena Kayden telah berhasil membawanya ke sisinya, Della tak kuasa menahan diri untuk bertanya, "Kita mau ke mana sekarang? Apa kita akan membeli barang-barang mewah lagi?"
Mendengar itu, Kayden langsung menunjukkan ekspresi jijik. Dasar wanita serakah! Dia baru saja mendapatkan kalung senilai 14 juta dolar, tapi dia masih menginginkan lebih?
Della memang memiliki wajah cantik untuk dijual, tapi tubuhnya itu sudah penuh oleh jamahan dari banyak pria. Sedetik pun tak pernah terlintas dalam benak Kayden, bahwa wanita ini cukup pantas bersamanya. Tidak di saat ia masih miskin, apalagi sekarang.
Sejujurnya, Kayden ingin sekali mengusirnya. Kehadirannya mengingatkannya pada Reysa. Dalam hatinya bertanya-tanya, apakah memang tidak ada wanita yang tidak mencintai uang sampai harus menjadi murahan? Namun, Della masih berguna baginya. Karena itu, ia akan bertahan sedikit lebih lama.
Kayden menjawab datar, "Apakah kalung ini masih belum cukup untukmu?"
Della kemudian menunjukkan ekspresi genit, memeluk lengan kanan Kayden dengan lembut, membiarkan kedua benjolan lemaknya menyentuhnya. Ia berkata, "Sejujurnya, kalung ini sudah lebih dari cukup. Ini kalung terbaik yang pernah kumiliki. Namun, tas yang kupakai ini sudah sangat usang. Apa kamu akan membiarkan wanita cantik sepertiku terus memakai tas ini?"
Suaranya yang merdu dibuat semakin merdu. Jika saja itu Jordy, kemungkinan besar Della sudah dilahap di tengah jalan karena telah memancing dengan sengaja. Ini juga diyakini oleh Della, Kayden juga laki-laki, kan? Perbedaan mereka antara akal dan nafsu hanyalah setipis tisu. Jika terkena tetesan air sedikit saja, hancurlah tisu itu.
Ia sangat yakin Kayden akan sama seperti pria lainnya. Hanya dengan sedikit basa-basi, mereka akan jatuh ke dalam perangkapnya, bersedia melakukan apa saja untuknya, termasuk menghabiskan uang mereka. Dia juga tidak keberatan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada kayden. Siapa yang tidak bersemangat saat bermain dengan orang kaya?
Wajah Kayden juga sangat tampan meskipun bajunya lusuh. Ditambah lagi bentuk dadanya yang bidang. Tanpa sadar, Della meneguk ludah. Sudah membayangkan yang tidak-tidak.
Namun, apa yang terjadi selanjutnya berbeda dari apa yang diharapkannya.
Kayden menatapnya dingin, lalu membalas kasar, "Kamu pikir aku sama seperti pria-pria lain yang terjerumus dalam rayuan murahanmu?! Kalau kamu tidak mau kalung itu kuambil kembali, ikuti saja perintahku! Hanya saat kamu berguna bagiku, aku akan memberimu sesuatu! Jangan pernah berpikir kamu bisa memerasku!" tegasnya dengan tatapan mata yang begitu tajam, seolah ketajamannya mampu menusuk bola mata Della.
Della langsung menunjukkan ekspresi tidak percaya. Ini pertama kalinya ia diremehkan dan diancam oleh seorang pria. Ia terkejut dan ternganga, sebab selama menjadi wanita murah, tak ada pria yang tak terpesona dan tergiur dengannya.
“Apa-apaan ini?! Bukankah dia begitu menginginkanku sampai-sampai dia harus menghancurkan Jordy sebelumnya?!” pikirnya. Della kesal sekali, rasanya ingin mengumpat di depan kayden.
Seolah memahami pikiran Della, Kayden langsung menambahkan, "Jangan salah paham. Aku sama sekali tidak menginginkanmu. Apa yang kulakukan pada Jordy adalah karena aku sangat membencinya. Alasanku memberimu kalung itu, agar kamu bisa berada di sisiku, tentu saja untuk membuat Jordy semakin menderita! Tapi, jangan khawatir. Aku akan memberimu sesuatu yang lebih dari kalung itu asalkan kamu mengikuti semua perintahku. Masih ada beberapa orang yang sangat ingin kuhancurkan, jadi aku butuh bantuanmu."
Mendengar itu, Della mengangguk mengerti. Meskipun Kayden sangat kejam dan kasar, di saat yang sama ia sangat kaya. Ia punya banyak uang. Karena itu, ia punya kuasa untuk bersikap seperti itu.
Selama Kayden memberinya uang, ia bersedia mengikutinya dan membantunya. Ia bersedia menjadi anjing penurut Kayden, melakukan apa pun yang dimintanya.
Della menjawab, "Baiklah, aku akan membantumu dan mengikuti perintahmu, asalkan kamu memberiku imbalan yang adil."
Kayden tersenyum puas, "Bagus sekali. Kuharap kamu tidak mengecewakanku."
Setelah itu, Kayden menyuruhnya pergi. Ia akan menghubunginya saat dibutuhkan.
Della hanya bisa mengangguk mengerti dan pergi. Meskipun tidak banyak yang ia dapatkan, setidaknya ia memiliki kalung super mahal ini. Untuk saat ini, ia harus puas dengan ini saja.
Pada titik ini, Kayden membeli beberapa apel Sekai Ichi, lalu menuju ke Rumah Sakit Umum Corholt, untuk menjenguk ibunya.