Shyntia yang mulai pendidikan setelah lulus dari SMA, melanjutkan pendidikannya di luar daerah. Shyntia seorang anak yang mandiri, tegas, dan mempunyai tekad yang kuat. Namun, ia harus menikah karena perjodohan, dan ia menikah dengan Datuk Maringgih yang tampan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Keke, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Alat penyadap suara
Sejak mereka pulang dari villa keluarga Rio, mereka mulai menata apartemen Rio itu.
Karena Rio masih dengan situasi cuti, ia berniat membantu Tia merapikan ruangan itu.
"Sebentar, hal pertama yang harus kita rapikan, kamar. Bagaimanapun, kita sudah menikah, kita harus tidur di kamar yang sama, bukankah begitu?" tanya Rio.
Bet
Tia melirik ke arah Rio dengan mengibaskan rambutnya.
Apa-apaan ini..
Rio mendorong Tia masuk ke kamar Rio. Dan mendudukkan Tia di pinggir tempat tidur milik Rio. Baru kali ini, Tia masuk ke kamar Rio, kamar yang rapi, berbeda dengan kamarnya di seberang sana, acak-acakan.
Rio menarik kursi kerjanya dan duduk di depan Tia.
"Dengarkan, sewaktu-waktu, mamaku atau mamamu pasti berkunjung kesini, apa kata mereka kalau melihat kamar kita berbeda. Kita tidak tidur satu kamar."
Tia melirik sinis.
"Wait.. bukan maksudku yang aneh-aneh. Tapi dengarkan dulu penjelasanku. Aku kan jarang pulang nantinya. Kita pindah kamar. Kamu pindah ke kamar ini, tapi, ingat. Jangan rusak barang-barang yang ada di sini, tidak usah memindahkan apa yang ada di sini. Nanti kita berbagi lemari. Kebetulan, itu masih ada tempat yang kosong" to menunjuk sisi lemari yang masih kosong.
"Kenapa dikosongkan?" tanya Tia.
"Ya untuk istriku nantinya. Berhubung kamu sekarang berstatus istriku, bolehlah pakai tempat itu. Dan, buku-bukumu, tetap di kamar sana saja.. Tidak muat kalau buku-buku milikmu ada di sini. Akan merusak estetika kamar ini, kalau tumpukan buku itu di sini"
Lagi-lagi Tia harus menarik nafas panjang.
"What ever" ucap Tia kemudian ia keluar dari kamar itu.
Belum sampai pintu, Rio menarik tangan Tia, dan adegan mesra itu terjadi. Untuk beberapa saat, mereka saling pandang, namun, Rio buru-buru sadar, dan melepaskan tangan Tia.
"Apalagi tuan Rio?" tanya Tia
"A.. a.. apakah kamu sudah paham?" tanya Rio gugup.
Tia mengangguk.
"Tia mau pindahkan baju-baju Tia. Begitu kan paduka raja?" ucap Tia melemah.
Rio gemas dengan sikap Tia, ia mengacak-acak rambut Tia.
Mereka berbagi tugas, Tia merapikan kamar-kamar, sedangkan Rio merapikan dapur, ruang makan, ruang televisi dan membersihkan kamar mandi .
Keringat sudah mengucur deras dari keduanya.. Ya.. karena tempat tinggal ini harus diubah sedemikian rupa.
"Tia, sayang. Shyntia Anora. istriku" panggil Rio yang tiba-tiba jadi romantis.
Ada maunya nih orang, pikir Tia.
"Apaan siiihh"
seketika mulut Tia dibekap.
Rio menunjukkan sebuah alat kecil berwarna hitam.
Ini alat penyadap suara
Rio mengetikkan kalimat itu di ponselnya.
Aku akan menyelidiki hal ini dulu. Kamu berani kan di rumah sendiri dulu?
Rio menunjukkan layar ponselnya lagi
Tia membuka mulutnya, ia terkejut. Dan mengangguk pelan
Rio menutup mulut Tia lagi.
"Sayang, Abang keluar dulu ya, Abang laper. Kamu mau nitip apa gitu? Nanti sekalian Abang beliin juga." Rio memerankan dengan sangat baik.
"Apa aja yang dibeliin suami, pasti istri makan Jangan lama-lama ya sayang" jawab Tia tak kalah berperan baik.
"Iya sayang, Abang juga gak bakal bisa jauh dari kamu"
Rio mengecup tangannya sendiri dengan bunyi yang kuat.
Keduanya menahan tawa.
Rio mengambil kunci mobilnya, dan ia segera berlalu dari unit apartemennya.
Tinggallah Tia sendiri, ia segera mengunci pintu.
"Siapa yang melakukan ini?"