Indonesia
NovelToon NovelToon
Sayap Cinta Yang Patah

Sayap Cinta Yang Patah

Status: tamat
Genre:Ibu Pengganti / Pengganti / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Diam-Diam Cinta / Paksaan Terbalik / Menikah Karena Anak / Tamat
Popularitas:165.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ika Oktafiana

Benarkah jika seseorang hanya bisa jatuh cinta sekali seumur hidup, sisanya hanya menjalani hidup? Lalu, bagaimana nasib Senja yang harus menjadi ibu pengganti untuk anak dari sahabatnya yang telah meninggal?

Dia terpaksa menikahi Bumi, suami Deandra atas wasiat tertulis yang ditinggalkan sahabatnya itu. Satu hal yang membuat Senja tidak habis pikir, serapat apapun dia menyimpan perasaannya pada Bumi, Deandra tetap mengetahui juga. Pernyataan itu tertulis jelas pada surat yang ditinggalkan. Hal itu juga yang membuat sikap Bumi berubah dingin padanya.

Bagaimana nasib cinta Senja ketika mengetahui ternyata Bumi masih begitu mencintai Deandra? Akankah Senja berhasil membuat Bumi berpaling?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ika Oktafiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23. Sudah?

Senja mengerjap ketika matanya merasakan silau dari sinar matahari. Perlahan, mata indah itu terbuka dan pemandangan yang pertama kali dia lihat adalah ruangan bernuansa abu-abu muda.

Masih mencoba mengingat, Senja mengedarkan pandangan dan menemukan Bumi yang tengah berusaha membuka jendela. Mungkin agar udara di dalam ruangan itu tidak pengap, berganti dengan udara segar pagi hari.

Ya. Senja mengetahui jika hari sudah pagi ketika matanya tak sengaja melihat jam yang bertengger di dinding kamar. Namun, bukan itu yang kini menjadi fokusnya kali ini, melainkan sosok Bumi yang berdiri dengan gagahnya tanpa menutup tubuh bagian atasnya. Sehingga, otot-otot di perutnya bisa Senja lihat dengan jelas. Senja bangkit dan duduk bersandar pada head board untuk mengembalikan sisa-sisa kesadarannya.

"Selamat pagi," sapa Bumi begitu lembut ketika menyadari ada pergerakan di ranjang. Suaranya masih sangat khas seperti orang yang baru terbangun dari tidur.

Senja membuang muka. Rasanya canggung sekali kedapatan sedang menatap suaminya sendiri. Walau hal itu tidak ada yang salah. Namun, kondisi hubungannya dan Bumi tidak bisa dikatakan sebagai suami istri sungguhan.

"Kamu yang bawa aku pindah ke sini? Harusnya tidak perlu. Aku nyaman di luar," tanya Senja yang langsung memberikan alasannya. Walau semua itu bohong. Kalau boleh jujur, semalam Senja begitu nyenyak tertidur.

Bumi seperti tidak memiliki keinginan untuk menjawab. Laki-laki itu justru berjalan mendekat dan duduk di sisi ranjang, membuat mata Senja tak bisa berpaling lagi. Seperti terpaku oleh sosok tampan di depannya.

Senja berjenggit ketika merasakan sentuhan lembut di pipi dari sebuah tangan besar milik Bumi. Laki-laki itu, kini sedang tersenyum manis menatap Senja. "Maafkan aku untuk kejadian kemarin dan kemarinnya lagi. Tolong, beri aku waktu untuk menjelaskan semuanya. Aku memang salah karena sudah menyembunyikan semuanya dari kamu," ucap Bumi lembut.

Senja balas menatap mata teduh milik Bumi yang selalu berhasil menenggelamkan Senja pada lautan cinta. "Coba jelaskan," pinta Senja menantang.

Bumi tidak keberatan dan membenarkan posisi duduknya agar lebih nyaman. Tangan yang semula digunakan untuk mengelus pipi Senja, kini dia gunakan untuk menangkup kedua telapak tangan Senja.

Terdengar helaan napas yang begitu lelah, seakan hal yang akan dikatakan begitu berat. "Kamu masih cinta Deandra," tebak Senja sebelum Bumi berhasil menjelaskan.

Begitulah wanita. Mudah sekali menyimpulkan tanpa mau mendengar cerita yang sebenarnya. "Jangan sembarang menyimpulkan. Tolong, dengarkan dulu." Bumi berucap lembut untuk menenangkan Senja.

Pada akhirnya, Senja mengangguk dan berusaha menuruti keinginan Bumi. Bagaimanapun, hubungannya dengan sang Suami harus segera diperbaiki sebelum ada sosok yang berniat menghancurkan.

"Dulu, aku berpikir mungkin sulit untuk berpindah ke lain hati karena begitu cintanya aku pada Deandra. Dia, ibu dari anakku juga cinta pertamaku."

Senja tersenyum getir ketika mendengar Bumi seperti masih mengagungkan nama Deandra di hatinya. Dadanya seperti terserang benda tumpul yang cukup besar hingga merasakan nyeri yang begitu menyesakkan.

"Jujur, di awal pernikahan sulit sekali menerima kamu. Apalagi, dulu Deandra selalu mengutamakan kamu dibanding aku yang suaminya. Deandra selalu berusaha membantu kamu apapun itu. Bukankah begitu?" jelas Bumi diakhiri pertanyaan yang membuat Senja pada akhirnya tersadar.

"Benar." Senja membenarkan pertanyaan Bumi. Memang seperti itu kenyataannya. Deandra selalu mengutamakan dirinya dibanding Bumi, suaminya. Tidak pantas sekali jika Senja cemburu pada Deandra yang sudah begitu baik padanya. Hingga di ujung hayatnya pun, Deandra masih memikirkan nasib Senja. Seketika Senja malu dengan sikapnya sendiri.

"Namun, tidak dengan sekarang. Aku seperti terbiasa ada kamu. Sehari saja kamu tidak terlihat atau tidak memasak sarapan, rasanya begitu hampa. Benar kata Deandra dulu yang mengatakan, jika kamu itu pilihan yang terbaik."

"Selama kita bersama, ternyata aku belum cukup mengenal kamu. Mungkin hanya sebagian yang aku ketahui karena semenjak Dea perhatian ke kamu, sejak saat itu aku mulai kesal dan yang terlihat hanyalah sisi negatifnya saja," sambung Bumi lagi terkekeh sendiri walau tidak ada yang lucu.

Senja seperti bisa merasakan kekesalan yang Bumi rasakan. Ya. Dia memang egois karena tanpa sengaja sudah merebut waktu Deandra. Namun, bukankah itu tidak setiap hari? Paling ketika Deandra mengajaknya jalan untuk melepaskan penat, atau sebaliknya.

Sebelum Dea memberitahu Bumi tentang penyakitnya, Senja adalah orang pertama yang tahu. Bahkan, Senja lah yang mengantar Dea ke rumah sakit untuk memeriksakan kesehatan serta melewati berbagai test.

Senja menghela napas kasar. Bila mengingat tentang sahabatnya itu, rasa sesak karena kehilangan masih saja ada.

"Aku berniat untuk membereskan semua barang Deandra. Tidak mungkin aku membuangnya karena masih ada Arta yang harus tahu bagaimana rupa ibu kandungnya. Suatu saat, Arta pasti akan mencari tahu dan aku tidak mau Arta bertanya pada orang yang salah."

Senja mengangguk paham. "Sudah?" tanyanya yang berniat untuk bangkit. Entah mengapa, mendengar cerita Bumi yang panjang lebar membuat sekujur tubuhnya melemah.

"Belum, Nja. Tunggu," cegah Bumi merengek, yang berhasil membuat Senja mengulum senyum. Perasaannya seperti kembali membaik.

"Apa lagi?" tanya Senja pura-pura kesal.

Bumi terkekeh lalu menarik pinggang Senja untuk mendekat. Posisinya yang berhadapan sangat memudahkannya untuk mendekap sang Istri.

Berulangkali Senja berusaha membuang muka saat wajah Bumi berada dalam jarak yang sangat dekat. "Lihat aku dulu," pinta Bumi yang entah sejak kapan nada bicaranya berubah menjadi manja.

"Apaan sih." Senja malu sendiri hingga merasakan pipinya memanas. Walau demikian, Senja berusaha menatap Bumi agar urusannya segera selesai.

"Entah dimulai sejak kapan, rasa berdebar itu mulai ada ketika berada di dekat kamu," ungkap Bumi dan Senja kembali mengulum senyumnya.

"Kalau tidak lagi berdebar bukankah harus segera diperiksakan ke dokter ya?" canda Senja yang tidak ingin merasa konyol karena salah tingkah berlebihan.

Bumi terkekeh renyah dan menjepit hidung Senja gemas. "Aku gigit ya kalau gitu. Serius, Senja."

Saat itu juga, tawa Senja meledak, membuat Bumi tersenyum lebar melihat kebahagiaan yang terpancar begitu jelasnya. "Kamu mau kan, menjalani pernikahan ini bersamaku? Aku ingin kamu membantuku untuk mencintai kamu lebih dalam lagi," ucap Bumi begitu manis.

Bisakah Senja menganggap jika pagi ini adalah pagi yang paling indah dalam hidupnya? Tanpa disadari, Bumi telah mengatakan jika saat ini sudah mencintai Senja.

"Apakah kamu bersungguh-sungguh? Ada pepatah yang mengatakan, seorang pria hanya akan jatuh cinta sekali seumur hidup, sedangkan sisanya hanya melanjutkan hidup. Bukankah begitu?" tanya Senja untuk mematahkan keraguannya.

Bumi menggelengkan kepalanya pelan. "Itu tidak benar. Mungkin, ada sebagian pria yang seperti itu. Namun, hal itu tidak berlaku untukku."

Senja mengangguk paham. Kemudian, dia kembali melontarkan pertanyaan. "Lalu, bagaimana dengan uang yang Mas transfer kepada Naura? Itu maksudnya apa? Bukankah uang sewa kost akan ditagih satu bulan sekali? Apa kamu juga membiayai uang kuliah Naura?"

Bumi menatap Senja dan mengecup bibirnya sekilas. "Maaf ya. Aku tidak bercerita padamu. Namun, akhir-akhir ini aku merasa jika Naura sedang memanfaatkan keadaan. Lagi pula, satu bulan lagi Naura wisuda. Aku sudah tidak mau mengirim uang lagi. Dia bukan tanggungjawab ku," jelas Bumi yang membuat mata Senja seketika melotot tajam.

"Berarti, selama ini Mas mengirim uang yang tidak seharusnya untuk Naura?!"

Bumi meringis. Apakah ini tanda-tanda Senja akan kembali salah paham padanya?

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Hai..

aku mau minta tolong ke kalian untuk tidak menumpuk bab yah🥲

karena bagaimana pun, aku bisa dapat receh ya dari persentase baca. Terima kasih untuk kalian yang sudah baca sampai bab terakhir update. Terimakasih atas kerjasama kalian yang baik😘

Semoga kalian paham ya. Kalau sudah tidak suka dan nggak mau lanjut, silahkan di unsubscribe tidak apa-apa😘

Terimakasih. salam sayang dari aku😘

1
Rosi Artika
Luar biasa
Juan Sastra
bagus sih ceritanya cuma kurang greget aja klimaks nya. jika di banding novel nara masih jauh, 🙏🙏🙏
Juan Sastra
orang tua macam apa anak sdh lama tidak pulang kok ggak di cari...hadeeehh
Juan Sastra
yg paling menyakitkan adalah bersaing dengan masa lalu ,, karena bisa jadi saat dia bersama mu justru yg ada dlm bayangannya masa lalunya..
Juan Sastra
agak ggak suka karakter senja yg terlalu murah, mudah di bodohi hanya dengan sentuhan rasa,, yahh meski halal karwna status suami setidaknya hargai dan cintai dirimu sendiri..
Juan Sastra
hadeeeh,,, sadar senja kamu mungkin hanya pelampiasan hasrat jgn terlalu naif
Juan Sastra
hueeekkk
Juan Sastra
heeeemmm yah selalu begitu kan thorr
Juan Sastra
aku sering baca kisah begini ,, keselnya ujung ujungnya sang laki menyesal minta maaf dan bucin dan sang perempuan memaafkan dengan begitu mudah..sekali kalilah sang wanita mematahkan hati sang laki dengan memaafkan tapi tidak untuk bersama lagi,, eeehh tapi udah ya di kisah nara sama arjun..😀
Caningsih 43
mksh thor, semangat dan sehat selalu
Entin
Luar biasa
Annie Soe..
Thanks karyanya thor, cukup menghibur.
Annie Soe..
Keknya p. Andrian tau sesuatu ttg rahasia masa lalu Senja deh..
Annie Soe..
Bumi, kamu kasar & galak banget siy,
Awas klo nti bucin ke Senja, tunggu aja tanggal mainnya..
Annie Soe..
Sabaarr Senja,
Niat kamu kan baik, ikutin surat wasiatnya Dea.
Semua akan indah pada waktunya, percayalah..
Elly
tinggalkan aja tu s bumi
Annie Soe..: Nja kamu terlalu bucin ke bumi,
Di rayu/di gombalin dikit dah klepek2 lumer lagi hati kamu ke bumi..
total 1 replies
Agus Tina
Luar biasa
Yunia Spm
bagus
Uba Muhammad Al-varo
kisah hidup seorang wanita yang bernama Senja, yang selalu dipermainkan hidupnya kadang manis kadang pahit oleh lelaki yang bernama Bumi, Q gregetan bacanya 👊 kepalanya supaya sadar wanita itu perlu kasih dan sayang.
Ririn Nursisminingsih
sakiit ya nja udah tinggalin aja bumi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!