Indonesia
NovelToon NovelToon
Unforgettable Memories

Unforgettable Memories

Status: sedang berlangsung
Genre:Percintaan Konglomerat
Popularitas:11.6k
Nilai: 5
Nama Author: Dnrfitri_

Bagaimana jadinya jika terdapat sosok pria yang selama ini mencari wanita yang tak terlupakan baginya dan saat menemukannya, Secara paksa, Ia langsung menawari pernikahan. Apabila tidak, ia akan tetap memaksa untuk mengandung anaknya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dnrfitri_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

UM - Situasi Rumit

Sementara Arabella dan Darren berusaha mengatasi situasi rumit dalam hubungan mereka, masalah lain mulai muncul dalam kehidupan Darren. Hari-hari di perusahaannya menjadi semakin tegang karena sebuah masalah yang mengancam keberlanjutan perusahaannya. Darren mendapati dirinya harus menghadapi pengkhianatan dari salah satu kliennya yang telah mengkhianatinya dengan mengambil bisnis ke pesaingnya.

Darren duduk di meja kerjanya dengan ekspresi tegang. Dia merenungkan situasi yang serius ini dan mencoba untuk menemukan solusi yang tepat. Di tengah kekacauan ini, pintu ruangannya terbuka, dan masuklah seorang pria muda dengan tampilan rapi dan tegas, asisten pribadi Darren yang bernama Liam.

"Dari apa yang saya dengar, situasinya semakin serius, Tuan," kata Liam dengan suara serius, tetapi juga penuh perhatian.

Darren mengangguk dengan pandangan yang beralih dari dokumen yang dia pegang. "Iya, Liam. Situasinya tidak terlihat baik. Kita harus menemukan cara untuk mengatasi kerugian ini."

Liam duduk di kursi di depan meja Darren dan membuka sebuah berkas. "Saya telah melakukan investigasi lebih lanjut, Tuan. Sepertinya klien kita, Granger Corp, telah membocorkan informasi strategis kepada pesaing kita, Harrison Industries. Mereka telah merusak beberapa peluang bisnis kita."

Darren menghela nafas dalam-dalam, merasa frustrasi dan kecewa. "Apa alasan di balik pengkhianatan ini? Kita telah bekerja keras untuk membangun hubungan baik dengan Granger Corp."

Liam mengangguk, "Saya pikir ini berkaitan dengan insentif finansial. Granger Corp mungkin mendapat tawaran yang lebih menguntungkan dari Harrison Industries dan memilih untuk mengkhianati kesepakatan dengan kita."

Darren menggosok pelipisnya dengan rasa frustrasi. "Ini adalah pukulan besar bagi perusahaan kita, Liam. Aku tidak bisa hanya duduk dan membiarkan mereka merampas peluang bisnis dari tangan kita."

Liam menyadari ketegangan dalam suara Darren dan memberi tahu dengan suara tenang, "Tentu, Tuan. Saya telah memikirkan beberapa langkah yang mungkin bisa kita ambil. Pertama, kita bisa mencoba untuk mengambil tindakan hukum terhadap Granger Corp atas pelanggaran kontrak dan pengkhianatan ini."

Darren memandang Liam dengan tatapan penuh pemikiran. "Itu bisa memakan waktu dan biaya yang besar. Apakah kita memiliki cukup bukti untuk mengatasi hal ini?"

Liam mengangguk. "Kami telah mengumpulkan sejumlah bukti yang cukup kuat, termasuk email dan percakapan yang membuktikan bahwa informasi strategis kita telah diungkapkan kepada pesaing kita. Namun, ini tetap akan menjadi pertempuran hukum yang rumit."

Darren berpikir sejenak sebelum berbicara, "Liam, aku ingin kau mengajukan gugatan hukum terhadap Granger Corp segera. Sementara itu, kita juga harus mencari cara untuk meredam kerusakan yang mungkin timbul akibat kehilangan bisnis ini. Kita perlu memastikan bahwa reputasi perusahaan kita tetap terjaga di mata klien dan mitra bisnis lainnya."

Liam mengangguk setuju. "Saya akan bekerja dengan tim hukum kita untuk segera mengambil tindakan hukum yang tepat. Selain itu, saya juga akan mengarahkan tim PR untuk mempersiapkan langkah-langkah dalam meredam dampak negatif di pasar."

Darren tersenyum ringan, merasa lega memiliki seseorang seperti Liam yang bisa diandalkan dalam mengatasi masalah ini. "Terima kasih, Liam. Aku tahu ini bukan situasi yang mudah, tetapi aku percayakan padamu untuk mengelola semua ini dengan baik."

Liam mengangguk dengan hormat. "Tentu, Tuan. Saya akan berusaha semaksimal mungkin."

Keduanya mulai membahas rencana lebih lanjut untuk mengatasi masalah ini. Darren merasa lega bahwa dia memiliki asisten pribadi yang kompeten dan berdedikasi seperti Liam. Meskipun situasinya sulit, Darren merasa bahwa dengan dukungan timnya, dia bisa menghadapi tantangan ini dan menemukan cara untuk mempertahankan keberlanjutan bisnisnya.

Sementara mereka terus berdiskusi, Arabella yang diajak Darren ke perusahaan dan menunggu di luar saat Liam datang, tidak sengaja mendengar sebagian pembicaraan mereka dari luar pintu ruangan, merasa ingin tahu apa yang sedang dibahas Darren dan Liam. Dia merasa bahwa Darren telah menghadapi masalah besar di perusahaannya, tetapi dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan untuk mendukung suaminya dalam situasi ini. Dalam keadaan cemas, Arabella memutuskan untuk menunggu Liam keluar dari ruangan.

...***...

Beberapa minggu telah berlalu sejak Darren dan timnya mengajukan gugatan hukum terhadap Granger Corp. Namun, dalam kekecewaan yang mendalam, Darren dan perusahaannya tidak mendapatkan keadilan yang diharapkan. Pengadilan tampaknya lebih memihak kepada Granger Corp dan perusahaan besar tersebut berhasil menghindari konsekuensi yang seharusnya mereka terima.

Saat Darren mendengar keputusan pengadilan, rasanya seperti pukulan telak yang membuatnya semakin frustasi. Dia merasa marah dan kecewa karena hukum yang seharusnya melindungi kepentingan bisnisnya, malah lebih cenderung memihak kepada yang bersalah. Darren menghela nafas dalam-dalam, merenungkan situasi yang rumit ini.

Pintu ruangannya terbuka dengan cepat dan Liam masuk dengan berita terbaru. "Tuan, tampaknya Granger Corp berhasil menghindari konsekuensi hukum. Mereka menggunakan pengacara yang sangat mahal dan berhasil membawa kasus ini berjalan ke arah yang lebih menguntungkan bagi mereka."

Darren memandang Liam dengan mata yang penuh kekecewaan. "Bagaimana bisa ini terjadi? Bukankah kita memiliki bukti yang kuat?"

Liam mengangguk, "Kami memiliki bukti yang kuat, tetapi tampaknya Granger Corp mampu menggunakan berbagai cara untuk menghindari hukuman. Ini adalah salah satu sisi gelap dalam dunia hukum, Tuan. Kadang-kadang uang bisa membeli keadilan."

Darren merasa geram dan marah. Dia merasa bahwa perusahaannya telah dikhianati dan hukum tidak memberikan perlindungan yang seharusnya. "Ini tidak adil, Liam. Kita telah bekerja keras untuk membangun bisnis ini, dan sekarang kita dianiaya oleh sistem yang seharusnya melindungi kita."

Liam mengangguk setuju, "Saya mengerti perasaan Anda, Tuan. Namun, kita tidak boleh menyerah begitu saja. Kita masih memiliki beberapa pilihan untuk mempertahankan bisnis ini dan mendapatkan keadilan."

Namun, Darren merasa begitu marah dan frustasi sehingga dia tidak bisa lagi menahan dirinya. "Ini semua omong kosong! Semua hukum ini tidak berarti apa-apa jika bisa disuap dengan uang. Hakim ini adalah boneka yang bisa ditekan oleh perusahaan besar seperti Granger Corp. Mereka bisa menghindari hukuman apa pun dengan uang mereka!"

Liam mencoba untuk tetap tenang dan memberikan solusi. "Tuan, mungkin kita bisa mencoba mengajukan banding atas keputusan ini. Kami juga bisa mencari opsi lain, seperti penyelesaian di luar pengadilan."

Darren menggelengkan kepala dengan geram. "Tidak, Liam. Ini sudah terlalu jauh. Aku tidak akan menghabiskan lebih banyak waktu dan sumber daya untuk perjuangan hukum yang tampaknya tidak akan membawa hasil. Aku bosan dengan semua ini."

Liam mengangguk mengerti, tetapi tetap mencoba memberikan saran. "Tuan, saya mengerti perasaan Anda. Tapi ingatlah bahwa ini adalah bisnis kita, dan kita memiliki tanggung jawab terhadap karyawan dan mitra bisnis kita. Jangan biarkan kemarahan dan frustrasi menghancurkan apa yang sudah kita bangun."

Namun, Darren sudah terlalu marah untuk mendengarkan saran-saran itu. Dia merasa seakan-akan dunianya runtuh dan semua usahanya sia-sia. Dalam keadaan amarah yang memuncak, dia merasa perlu untuk mengeluarkan semua kekesalannya.

"Semua ini adalah omong kosong! Sistem ini korup! Hakim-hakim ini tidak memiliki harga diri!" Darren berteriak dengan penuh emosi, menghancurkan beberapa benda kecil di atas meja kerjanya.

Liam melihat dengan keprihatinan, tetapi dia juga memahami betapa besar tekanan yang dirasakan Darren. "Tuan, saya tahu ini sulit, tetapi kita harus tetap tenang dan mencari cara terbaik untuk mengatasi situasi ini."

Namun, Darren merasa begitu marah dan terbakar oleh perasaan ketidakadilan sehingga dia tidak bisa lagi meredakan dirinya. "Mereka bisa pergi ke neraka! Semua orang ini memangsa yang lemah dan mempertahankan yang kuat. Ini bukan lagi dunia yang adil!"

Liam mencoba mengendalikan situasi. "Tuan, marah dan frustasi memang wajar dalam situasi seperti ini, tetapi mari kita cari jalan keluar yang terbaik untuk bisnis kita. Kita bisa mencari strategi baru dan mengambil langkah-langkah yang bijaksana."

Namun, Darren merasa bahwa dia telah mencapai titik batasnya. Dalam keadaan marah dan kecewa yang mendalam, dia merasa seakan-akan tidak ada lagi yang bisa dia lakukan. "Tidak ada lagi jalan keluar. Semua ini sia-sia."

Darren mengambil napas dalam-dalam, mencoba untuk meredakan emosinya. Dia merasa hancur dan tak berdaya dalam menghadapi kegagalan hukum yang menyakitkan ini. Namun, di tengah semua itu, ada semacam tekad dalam dirinya bahwa dia tidak akan membiarkan dirinya hancur begitu saja. Meskipun langkah selanjutnya belum jelas baginya, Darren merasa bahwa dia harus mencari jalan untuk bangkit kembali dan melawan rasa ketidakadilan yang merasuki dirinya.

"Bagaimanapun caranya, hadapkan aku dengan pengkhianat itu!!" Titah Darren penuh kecaman.

1
Hernandi Siti
knpa gk di update sekalian sih aku tagantung bacanya🥲
Hernandi Siti
sangattttttt seruuuuu
Kartika Putranti
terus semangat buat author nya
Hernandi Siti
ceritanya bgus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!