Seorang anak yang rajin dan pekerja keras, berpikir bisa mengubah masa depan dengan bekerja keras.
Kenyataan menamparnya mengubahnya dari pria yang bersemangat menjadi ikan asin di pasaran.
transmigrasi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Golden King, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23 : Gerbang Oakhaven
Kota Oakhaven adalah keajaiban arsitektur yang dibangun di atas akar-akar pohon raksasa yang sudah membatu.
Tembok kotanya terbuat dari campuran granit dan kayu Ironwood, memberikan pertahanan yang hampir mustahil ditembus oleh serangan sihir konvensional.
Sebagai pusat logistik wilayah utara, kota ini selalu berisik dengan suara pandai besi, pedagang, dan riuh rendah para petualang.
Saat rombongan keluarga Vane mendekati gerbang utama, para penjaga langsung berdiri tegak dalam posisi hormat.
Namun, suasana berubah tegang saat mereka melihat seorang pemuda berpakaian lusuh menunggangi kuda militer di samping Putri Seraphina.
"Berhenti!" perintah seorang kapten penjaga yang memiliki kumis tebal, namanya adalah Hans—seorang yang dikenal sebagai kaki tangan rahasia Alaric untuk urusan-urusan "gelap" di kota.
Alaric, yang melihat kesempatan, segera memacu kudanya ke depan. "Kapten Hans! Syukurlah kau ada di sini. Tangkap pemuda di belakang itu! Dia telah mencuri material sihir langka dari perburuan resmi keluarga Vane dan mengancam keselamatanku di hutan!"
Hans mengerutkan kening, lalu menatap Jin Xuan dengan pandangan merendahkan. "Pencurian material bangsawan? Itu pelanggaran berat. Pengawal, kepung dia!"
Para penjaga segera menghunus tombak mereka, mengelilingi Jin Xuan. Jin Xuan sendiri tetap tenang, tangannya bahkan tidak menyentuh senjatanya.
Ia hanya melirik Seraphina dengan tatapan yang seolah berkata, 'Inikah perlindungan yang kau janjikan?'
Seraphina menarik napas dalam.
Kemarahannya pada Alaric sudah mencapai puncaknya. Ia memacu kudanya tepat ke tengah kerumunan, menghalangi jalan Hans.
"Turunkan senjata kalian," perintah Seraphina, suaranya mengandung otoritas yang membuat beberapa penjaga gemetar.
"Tapi Tuan Putri, Tuan Muda Alaric mengatakan—"
"Tuan Muda kalian adalah seorang pembohong dan pengecut yang tidak bisa membedakan antara diselamatkan dan dirampok!" potong Seraphina dengan suara yang bergema di seluruh gerbang kota, menarik perhatian banyak warga yang melintas.
Seraphina merobek sebuah lencana perak dari sabuknya dan melemparkannya ke arah Jin Xuan. Jin Xuan menangkapnya dengan gerakan refleks yang sangat cepat.
"Mulai hari ini, Jin Xuan adalah Tamu Kehormatan Rumah Vane. Siapa pun yang menyentuhnya, berarti menantangku dan ayahku, Baron Vane," lanjut Seraphina.
Ia kemudian menatap Hans dengan dingin. "Kapten, jika aku mendengar kau mengikuti perintah konyol adikku lagi, aku akan memastikan kau menghabiskan sisa harimu menjaga selokan di pinggiran kota."
Wajah Alaric memucat karena malu. Di depan rakyatnya sendiri, ia baru saja dinyatakan sebagai pembohong oleh kakaknya sendiri. Bisikan-bisikan mulai terdengar dari kerumunan warga.
"Lihat, itu Tuan Muda Alaric... kudengar dia kencing di celana saat melawan monster."
"Benarkah? Dan pemuda pengembara itu yang menyelamatkannya?"
Gigi Alaric bergemeletuk. Rasa malu ini jauh lebih menyakitkan daripada tamparan di hutan.
Ia memutar kudanya dan memacu masuk ke dalam kota tanpa mengucapkan sepatah kata pun, namun di dalam hatinya, benih pemberontakan terhadap kakaknya dan kebencian pada Jin Xuan telah berakar kuat.
"Maafkan ketidaksopanan keluarga kami," kata Seraphina pada Jin Xuan setelah penjaga bubar. "Kota ini memang penuh dengan tikus yang mencoba menjadi serigala."
"Aku tidak peduli pada drama keluargamu," jawab Jin Xuan datar. "Tunjukkan jalannya ke pasar material. Aku punya sesuatu untuk dijual sebelum ke kediamanmu."
Seraphina mengangguk. "Kael akan mengantarmu. Aku harus segera melapor pada ayahku tentang serangan Blood Disciple. Sampai jumpa di perjamuan malam, Jin Xuan. Jangan terlambat, karena keberadaanmu di sana akan menentukan seberapa cepat kau mendapatkan akses ke perpustakaan."
Jin Xuan hanya mengangguk singkat dan mengikuti Kael menuju distrik perdagangan. Ia bisa merasakan mata-mata dari berbagai faksi mulai memperhatikannya. Oakhaven bukan sekadar kota,itu adalah sarang ular, dan Jin Xuan baru saja menginjak ekor salah satunya.
1.novel ini ngantuk,gak tegang
2.memang karena temanya
3.kurangnya interaksi author
komen untuk menentukan, apakah novel ini harus lanjut atau berhenti.
kalau memang berhenti, coba komen untuk tema fanfic yang kalian ingin author buatkan
terimakasih🙏