Indonesia
NovelToon NovelToon
Apakabar Selena ?

Apakabar Selena ?

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Romansa / Identitas Tersembunyi / Kontras Takdir / Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan / Gadis Amnesia
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: yadani

Ini kisah tentang si pemilik buku merah. Kisah lusuh yang dituliskan dengan tinta hitam yang akan menjawab semua pertanyaan ku, tentang dia yang tak pernah lepas dari benak ku, tentang teka teki yang semua orang mengetahui jawabannya dan berpura-pura menjadi bisu di hadapan ku.

Ini juga kisah ku, untuk menemukan siapa aku, untuk menemukan siapa dia, untuk menemukan siapa mereka dan yang paling penting untuk menemukan kabar diriku dan dirinya, Selena.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yadani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22 : Maaf Damar

***Flashback Ingatan Damar***

"Dam, hari ini kamu langsung pulang" tanya Selena.

"Aku ada latihan Basket, kenapa?" kata Damar.

"Ya udah kalau begitu" kata Selena terlihat ragu.

"Kenapa?" tanya Damar penasaran.

"Aku mau ke toko buku setelah pulang sekolah" kata Selena.

"Ghandi?" tanya Damar.

"Nanti, Ghandi mau pulang, nemani papanya kerumah sakit" kata Selena.

"Halo sayang" Ghandi berdiri di depan pintu kelas Damar dan Selena yang tersenyum lebar.

"Bentar lagi istirahat berakhir" Damar memukul lengan Ghandi pelan.

"Aw, sakit" Ghandi memegang lengannya.

"Pelan" kata Damar.

"Sayang, kamu udah bilang ke dia" Ghandi melihat Damar dengan menaikkan kedua alis matanya.

"Dia nanti mau latihan basket" kata Selena.

"Gak jadi" kata Damar.

"Kalau gak bisa gak apa-apa kok" kata Ghandi tersenyum kecut kearah Damar.

"Jadi Selena" Damar melihat Selena tanpa menghiraukan Ghandi yang masih tersenyum kecut kearah Damar.

"Teng teng teng...." bel tanda istirahat selesai berbunyi, siswa kelas Damar dan Selena mulai masuk satu persatu.

"Udah bunyi bel" kata Damar mendorong Ghandi kearah pintu.

"Sabar dong, aku masuk dulu Sayang" kata Damar sembari melambaikan tangannya kearah Selena.

Selena hanya tertawa melihat kelakuan Damar dan Ghandi.

"Pacar kamu tu" Damar kembali duduk.

"Makasih ya Dam" kata Selena tersenyum melihat Damar.

"Sama-sama" kata Damar yang juga tersenyum melihat Selena.

"Latihan Basketnya gimana?" tanya Selena.

"Aman" kata Damar.

"Damar, kita mau turnamen antar sekolah sebentar lagi, kamu malas-malasan begini" kata pak Sukmo, guru olahraga dan pelatih Basket Damar.

"Pak, kali ini deh pak, saya janji besok saya akan latihan" kata Damar memohon izin pak Sukmo.

"Kamu emangnya mau kemana?" tanya pak Sukmo.

"Saya mau nemenin teman saya pak, Selena lagi sakit" Damar memanggil Selena yang sejak tadi mengintip mereka.

"Sini" pak Sukmo memanggil Selena. Selena kemudian menghampiri pak Sukmo dan Damar.

"Ehh" Selena terdengar ragu.

"Dia sakit pak, ini aja gak bisa ngomong, orang tua dia sedang kerja pak, karena saya satu sekolah dan tetanggaan sama dia, jadi saya gak tega pak" kata Damar mencoba meyakinkan pak Sukmo.

"Besok kamu latihan, sekarang kalian bisa berobat" kata pak Sukmo.

"Terimakasih pak" Damar dan Selena mencium tangan pak Sukmo.

Selena dan Damar pergi ke toko buku.

"Kamu kenapa harus bohong ?" tanya Selana. Wajah Selena terlihat sedikit kesal.

"Kamu marah ya?" tanya Damar.

"Aku gak suka kalau kamu bohong gini" kata Selena.

"Kita pulang aja, aku gak jadi beli buku" Selena terlihat sangat kesal.

"Woy" Ghandi masuk kedalam kamar Damar.

"Kenapa sih lu, datang-datang gak ngetuk pintu" kata Damar yang sedang asik bermain Playstation.

"Lu bohong yah" kata Ghandi.

"Cewek lu yang cerita" kata Damar.

"Gue ikutan main" kata Ghandi mengambil Stik PlayStation Damar yang lain.

"Kok lu betah sih, pacaran sama cewek kayak gitu" kata Damar.

"Lu yang salah" kata Ghandi.

"Gue udah nemani dia, terus dia minta pulang aja terus ngambek sama gue, gue gak jadi latihan basket karena dia" kata Damar.

"Yang nyuruh lu bohong, lu sendiri" kata Ghandi.

"Kalau gak bohong mana mungkin gue bisa nemani dia" kata Damar.

"Selena itu baik, cantik, lu aja yang belum kenal dengan dia" kata Ghandi.

"Ia cantik, tapi aneh" kata Damar.

"Lebih aneh lu, banyak cewek yang deketin lu gak mau, lu normal gak sih" kata Ghandi.

"Malas gue jatuh cinta kayak lu, entar aja deh, ada masa nya" kata Damar.

"Asalkan jangan cewek gue yah" kata Ghandi.

"Cewek lu emang cantik dan senyuman manis, gue akui" Damar mencoba menggoda Ghandi.

"Ia kan, Selena kalau senyum manis banget" kata Ghandi yang sama sekali tidak marah dengan perkataan Damar.

"Makanya gue gak mau jatuh cinta, kayak lu yang pikirannya cewek mulu" Kata Damar.

"Kalau lu udah jatuh cinta, lu akan lupa sama semuanya, termasuk gue" kata Ghandi.

"Oke sang pakar cinta" kata Damar.

"Tapi, jangan cewek gue yah pesona cewek gue memang besar banget" kata Ghandi.

"Enggak akan, kecuali lu mati lebih dulu dari gue" Damar mencoba menggoda Ghandi.

"Eh, aduh yah" Ghandi kalah dalam Permainan PlayStation.

"Lu baikan deh sama cewek gue, biar gue juga tenang" kata Ghandi menepuk pundak Damar.

"Kok lu yang pusing" kata Damar tertawa.

"Entar yang jagain cewek gue siapa, cuma lu yang gue percaya di kelas lu" kata Ghandi.

"Udah besar cewek lu, gue mau tidur lu pulang" Damar mendorong Ghandi keluar dari kamarnya.

"Selena" Damar mencoba memanggil Selena pelan.

Selena hanya melihat kearah Damar.

"Selena, masih marah" kata Damar.

Selena memalingkan wajahnya kearah Damar.

"Selena, aku minta maaf" Damar menjulurkan tangannya kearah Selena.

"Kamu jangan minta maaf ke aku, tetapi ke pak Sukmo" kata Selena.

"Oke, nanti aku minta maaf ke pak Sukmo" kata Damar.

"Pak, saya mau..." Damar terlihat ragu.

"Kamu mau izin lagi?" tanya pak Sukmo.

"Enggak pak" Damar masih terlihat gelisah.

"Kenapa?" tanya pak Sukmo.

"Saya mau..." Damar melihat Selena dan Ghandi yang sedang memperhatikan nya.

"Mau apa?" tanya pak Sukmo.

"Saya mau minta maaf, kalau saya kemarin sudah bohong sama bapak" kata Damar membungkukkan badannya.

"Udah, Selena udah minta maaf duluan sama bapak" kata pak Sukmo.

"Kapan pak?" tanya Damar.

"Kami beruntung punya teman seperti Selena, dia jujur" kata pak Sukmo.

"Ia pak" kata Damar.

"Tapi sayang yah" pak Sukmo merangkul Damar dan melihat kearah Ghandi dan Selena.

"Saya gak suka sama Selena pak, kamu cuma teman biasa" kata Damar.

"Yang bilang kamu suka sama Selena siapa, saya hanya melihat kearah mereka berdua" pak Sukmo tertawa melihat Damar.

"Terkadang cinta itu memang sulit untuk di mengerti, lebih baik kamu siap-siap latihan" kata pak Sukmo yang kemudian pergi meninggalkan Damar.

Damar melihat kearah Ghandi dan Selena. Ghandi yang seperti biasa sedang bercerita dan Selena yang tertawa mendengar cerita Ghandi.

Damar merasa bahwa dia mulai memiliki sedikit ketertarikan dengan Selena, tetapi dia tidak ingin melangkah lebih jauh, karena Selena adalah milik Ghandi.

***

"Kita ke taman ini lagi?" tanya ku pada Damar.

"Kamu gak suka?" tanya Damar.

"Suka" kata ku tersenyum melihat Damar.

"Kamu mau cerita apa Dam?" tanya ku penasaran.

"Aku suka melihat senyum kamu" kata Damar tersenyum pada ku.

"Aku tahu aku cantik" kata ku tertawa kecil.

"Tunggu sebentar ya" Damar pergi ke mobilnya.

Aku sudah mulai terbiasa dengan taman ini, dan aku juga merasa bahwa taman ini memiliki keterikatan dengan ku.

Damar datang membawa dua tangkai bunga mawar, satu mawar putih dan satu mawar merah.

"Selena, kamu yang dulu selalu suka mawar putih" Damar memberikan mawar putih itu pada ku.

"Kenapa bawa bunga?" tanya ku.

"Aku ingat ketika kita di toko bunga, kamu terpesona dengan mawar merah, aku tidak tahu sejak kapan kamu menyukai mawar merah, menurutku mawar merah juga sangat cantik" Damar memberikan Mawar merah itu kepada ku.

"Dam" kata ku tersenyum melihat Damar.

"Ghandi adalah mawar putih kamu, dan bisakah aku yang menjadi mawar merah kamu" Damar berlutut di depan ku, mengambil kotak cincin dari saku celananya.

"Apa ini Dam" kata ku.

"Selena, mau kah kamu menikah denganku, menjadi istri ku, aku janji akan selalu menjaga kamu dan ada disamping kamu, aku mencintaimu dari dulu sampai sekarang" Damar melamar ku.

Aku bingung harus menjawab apa, aku sendiri bingung dengan perasaanku sekarang, aku tahu aku punya ketertarikan kepada Damar, tapi aku masih memikirkan Ghandi, ya tuhan apa yang harus aku lakukan, aku takut jika aku menolak Damar, dia akan pergi dari ku.

"Aku jatuh cinta pada bunga mawar merah, yaitu kamu" suara apa ini, aku mendengar suara lain selain suara Damar.

"Ghandi, itu suara Ghandi" kata ku.

Tiba-tiba sosok Ghandi muncul di hadapan ku membawa setangkai mawar merah.

1
Alya Rahma
suka banget sama cerita nya 🥰.
gk sabar nunggu episode selanjutnya
yadanifebi: terimakasih yah, tunggu kelanjutannya, semangat juga yah untuk menjalani aktivitas /Grin//Facepalm/
total 1 replies
Syiffitria
keren, lanjut terus /Smile/ diawali dengan pertanyaan eksistensial, bikin penasaran hihi
Syiffitria: siapp
total 2 replies
piyo lika pelicia
cerita kamu bagus dek KK suka tapi perhatikan titik dan huruf kapital nya ya.☺️
jangan lupa mampir
piyo lika pelicia: Iyah dek semangat yah ☺️
total 2 replies
piyo lika pelicia
"Masuk aja."
piyo lika pelicia
"Kak boleh masuk.?"
piyo lika pelicia
"Ia kak, aku janji."
jangan lupa titik nya yah adik ☺️
piyo lika pelicia: sama sama ☺️
total 2 replies
piyo lika pelicia
huum kenyataan yang pahit 😭
piyo lika pelicia
huum di tinggal mati sang kekasih 🥺
piyo lika pelicia: Iyah dek sama sama ☺️
total 2 replies
piyo lika pelicia
apa di laki laki yang ia cintai 😦
piyo lika pelicia
kamu kenapa hilang ingatan kah atau transmigrasi 😦
piyo lika pelicia: KK menunggu itu dek /Smile/
total 2 replies
piyo lika pelicia
yah itulah senyum tulus seorang ibu ☺️
Alletaa
sudah mampir Thor,
kunjungi karyaku jga.
yadanifebi: terimakasih yah sudah mampir, jangan lupa di baca yah /Smirk/, ia kita akan mampir juga /Kiss/
total 1 replies
Alletaa
sudah mampir Thor,
kunjungan karyaku jga.
yadanifebi: terima kasih yah atas kunjungannya /Smile/, Iaa kita mampir juga hehehe
total 1 replies
kelompok satu
nice
Tulisan nya bagus kak😊 next ditunggu>>>
yadanifebi: terima kasih yah
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!