Indonesia
NovelToon NovelToon
Ditolak Selama Lima Tahun

Ditolak Selama Lima Tahun

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Selama lima tahun, Vincent Huang tidak pernah berhenti mengejar Stella Mo.
Namun, Stella selalu menolaknya dan memilih menjaga jarak tanpa pernah menjelaskan alasannya.

Ketika rahasia masa lalu Stella akhirnya terungkap, Vincent harus menghadapi pilihan sulit. Tetap menggenggam tangan wanita yang dicintainya, atau menjauh setelah mengetahui luka yang selama ini Stella sembunyikan.

Apakah cinta Vincent cukup kuat untuk menerima seluruh masa lalu Stella?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Keesokan harinya.

Stella yang membuka pintu apartemennya langsung menemukan sebuket bunga yang diletakkan tepat di depan pintu. Ia mengernyitkan kening lalu mengambilnya dan membaca kartu yang terselip di antara bunga-bunga tersebut.

“Siapa yang meletakkan bunga di sini?” gumam Stella.

Ia membuka kartu itu.

Stella, mulai hari ini aku akan mengirimimu bunga. Semoga harimu selalu berwarna seperti bunga yang mekar dan kau selalu bahagia. Aku akan menunggu sampai suatu hari kau bersedia menerimaku.

—Vincent

Stella terdiam beberapa saat.

“Vincent? Bukankah dia sudah bertunangan dengan seorang model? Kenapa masih mengirim bunga kepadaku?” gumamnya.

Ia membawa bunga tersebut masuk dan meletakkannya di dalam vas.

Hari demi hari berlalu.

Setiap kali Stella keluar dari apartemennya, selalu ada sebuket bunga baru di depan pintu. Warnanya selalu berbeda, begitu pula kartu yang menyertainya. Ada bunga mawar, tulip, lili, hingga bunga matahari.

Stella awalnya berniat membuang semuanya, tetapi tidak tahu mengapa tangannya selalu berhenti setiap kali melihat bunga tersebut.

Seminggu berlalu.

Tujuh buket bunga telah memenuhi sudut ruangan apartemen Stella. Tidak satu pun dibuang. Semuanya ia rawat dengan baik di dalam vas agar tetap segar.

Stella berdiri di depan bunga-bunga itu sambil menyilangkan tangan di depan dada.

“Pria ini benar-benar keras kepala,” gumamnya.

Namun, tanpa disadari, sudut bibir Stella sedikit terangkat.

Ia mengambil salah satu kartu yang sudah dibacanya berkali-kali, lalu menatap tulisan tangan Vincent.

“Kenapa kau masih menungguku setelah tahu aku tidak pernah memberimu kesempatan?”

Stella terdiam.

Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, apartemennya terasa sedikit lebih hangat.

Malam hari.

Bel pintu kembali berbunyi. Stella yang sedang berada di ruang tengah segera menghampiri pintu. Ketika pintu dibuka, tidak ada seorang pun di sana. Hanya sebuah kantong makanan yang tergantung di gagang pintu.

Stella mengambilnya lalu membawanya masuk. Ia meletakkannya di atas meja dan membuka kotak tersebut.

Di dalamnya terdapat makanan yang terlihat lezat, ditata dengan rapi hingga membentuk simbol hati. Di sampingnya terdapat sebuah kartu kecil.

Stella mengambil kartu itu dan membacanya.

"Untukmu yang paling aku sayangi."

Stella terdiam sambil menatap makanan di hadapannya.

Seketika perasaan hangat itu berubah menjadi kehampaan.

“Vincent, andaikan kau tahu apa yang terjadi padaku dulu, apakah kau masih akan mengejarku seperti ini?” ucap Stella lirih. “Untuk bersanding denganmu seharusnya adalah wanita yang sempurna dan pantas berdiri di sampingmu. Tapi wanita itu bukan aku.”

Stella menundukkan kepalanya.

“Jangan sampai suatu hari nanti kau menyesal karena memilihku.”

***

Huang Group

Vincent sedang fokus bekerja di depan laptop ketika pintu ruangannya terbuka. Fanny Mu, seorang model sekaligus tunangannya, melangkah masuk.

“Vincent,” panggil Fanny sambil menghampiri meja kerja.

“Kenapa datang ke sini?” tanya Vincent tanpa mengalihkan pandangan dari laptopnya.

“Papa dan Mama terus menanyakan kapan kita akan pergi memilih gaun pengantin. Selama ini aku selalu memberi alasan bahwa kita sedang sibuk,” jawab Fanny.

Vincent menghentikan pekerjaannya lalu menatap Fanny.

“Bukankah kita sudah membuat perjanjian? Pertunangan ini hanya di atas kertas. Jadi, tidak perlu menganggapnya serius.”

Fanny terdiam beberapa saat sebelum bertanya, “Vincent, selama setengah tahun kita bersama, apakah kau tidak pernah sedikit pun tertarik kepadaku?”

“Sesuai perjanjian, kita bertunangan hanya untuk menyenangkan orang tua. Sebagai gantinya, aku membantumu mendapatkan kesempatan sebagai model di bawah perusahaan kami. Jadi, tidak ada perasaan lain di antara kita,” jawab Vincent tegas.

Fanny mengepalkan tangannya.

“Apakah kau masih belum bisa melupakan dia? Stella bahkan tidak menerimamu. Untuk apa kau terus mengejarnya?”

Vincent terdiam sesaat.

“Aku sudah mencoba melupakannya, tetapi aku tidak bisa. Tidak ada seorang pun yang mampu menggantikan posisinya di hatiku.”

Fanny menatapnya dengan kecewa.

“Lalu bagaimana kau akan menjelaskannya kepada Paman dan Bibi?”

“Pernikahan adalah urusanku. Tidak ada yang bisa memaksaku menikahi seseorang yang tidak kucintai. Aku sendiri yang akan memberitahu mereka.”

Fanny menatap Vincent cukup lama.

“Kalau begitu, aku ingin tahu satu hal.”

“Apa?”

“Kalau Stella suatu hari tetap menolakmu, apakah kau akan terus menunggunya?”

Vincent terdiam.

Beberapa detik kemudian, ia menjawab dengan suara tenang.

“Selama aku masih mencintainya, aku tidak akan memaksanya. Tapi aku juga tidak akan berpura-pura bahwa perasaanku sudah hilang.”

“Dia yang menolakmu dan terus berusaha menjauh darimu bisa membuatmu begitu tergila-gila kepadanya. Bahkan aku sendiri tidak mampu menandinginya,” ucap Fanny.

Vincent terdiam sejenak sebelum menatap Fanny.

“Fanny, mencintai seseorang tidak memiliki batas waktu. Ketika kau benar-benar mencintai seseorang, kau akan tahu rasanya. Kau bahkan tidak mampu menjauh darinya, tetapi di sisi lain kau juga tidak bisa memaksanya untuk tetap berada di sisimu,” ujar Vincent.

Ia menghela napas panjang.

“Perasaan ini sangat tidak menyenangkan. Aku bisa melindunginya dari jauh dan membantunya ketika dia membutuhkan, tetapi aku tidak bisa berada di sisinya setiap saat. Bahkan ketika dia sedang menderita, aku tidak bisa ada untuknya.”

Fanny terdiam mendengar perkataan itu.

“Kalau begitu, Vincent... apa yang sebenarnya kau inginkan dari Stella?”

Vincent menatap kosong ke arah wanita itu.

“Aku hanya ingin suatu hari nanti dia tidak lagi merasa sendirian. Kalau akhirnya dia tetap tidak memilihku, aku akan menerimanya.”

Fanny tersenyum pahit.

“Jadi, bahkan setelah semua yang kau lakukan, kau tetap tidak berniat menyerah?”

Vincent menggeleng pelan.

“Tidak untuk sekarang. Kecuali kalau dia sudah menemukan kebahagiaannya."

1
Dian Fitriana
update kelanjutan mnjelang pernikahan ny thor
Dian Fitriana
terima y ...persatukan mereka y thor buat akhir ceritanya Stella dn Vincent bersatu dn bahagia
Kinara Widya
terimalah Stella...Vincent tulus mencintaimu
Kinara Widya
emang sdh d rencanakan sama Vincent sepertinya
Dian Fitriana
update
Maria Mariati
pasti stela mau menerima dirimu Vincent, hanya saja butuh waktu, karena trauma itu masih sakitt di hati stela
Kinara Widya
Frank yg perkosa stella
Dian Fitriana
double up thor...SDH lama nich nunggu up ny
Kinara Widya
lanjut...makin seru
Dian Fitriana
update
Kinara Widya
bagus kak
Kinara Widya
ada Vincent yg akan membantu Stella diam2..
Maria Mariati
yakin Steve lu, penasaran gimana nasib nya nantii, bodo
Dian Fitriana
double up donk thor
Dian Fitriana
update lg
Dian Fitriana
update
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
gilaaa steve manfaatin stella, ohh tidak bisa
Kinara Widya
apa yg akan d lakukan stella
Dian Fitriana
update
Dian Fitriana
kpn thor update ny
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!