Indonesia
NovelToon NovelToon
Dibuang Saat Kusam, Kini Aku Jadi Ratu Kemewahan

Dibuang Saat Kusam, Kini Aku Jadi Ratu Kemewahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Single Mom
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: Tina Mehna 2

"Wanita yang dulu kau buang seperti sampah, kini menjadi Ratu yang tak sanggup kau beli!"
Demi Fandi, Maya rela melepas statusnya sebagai supermodel ternama dan menjadi ibu rumah tangga biasa. Namun, pengorbanannya dibalas penghinaan. Begitu penampilannya tak lagi segar, Fandi menceraikannya demi wanita lain dan mengusirnya tanpa membawa apa pun.
Fandi mengira hidup Maya sudah hancur. Namun, ia salah besar.
Di balik kehancurannya, Maya bangkit merintis kembali kerajaannya. Ketika Maya berdiri di puncak kejayaan sebagai wanita paling berpengaruh, Fandi merangkak dalam penyesalan yang tak bertepi.
Sayangnya... Ratu yang dulu disia-siakannya kini melayang terlalu tinggi untuk kembali.

bagaimana ceritanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tina Mehna 2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29. DSKKR

**

Malam harinya, Maya disibukan dengan menjamu serta menyambut para calon mitra ekspansi dari luar negeri.

"Wah, bu maya itu benar-benar deh ratu kemewahan. Lihat? Gaun dia sangat simple tapi setelah di pakai oleh bu maya malah kaya mewah banget ya" Ucap salah satu staff VANE Agency menatap terpesona pada maya.

"Iya.. kalau glow up emang bener-bener sekalian cling ya"

"Wahh cantik banget lagi.. "

Maya melihat mereka hanya tersenyum sopan. Setelah Jamuan makan malah berakhir, Maya langsung menuju ke rumah nya.

**

Keesokan harinya, sinar matahari menembus lembut kaca-kaca jendela ruang kerja Creative Director VANE Group. Ruangan luas berketinggian lantai tiga puluh itu dihiasi deretan manekin berkain sutra, meja sketsa kayu jati, dan deretan piala penghargaan yang baru diraih.

Maya duduk di balik meja kerjanya yang rapi. Dia mengenakan kemeja sutra putih berpotongan oversized yang diselipkan elegan ke dalam celana bahan berpotongan high-waist warna navy. Rambut hitamnya disanggul modern dengan menyisakan beberapa helai yang membingkai rahang tegasnya. Kulit wajahnya yang kini begitu mulus dan sehat memancarkan rona alami, memperlihatkan aura percaya diri seorang pemimpin perempuan yang berdaya.

Di hadapannya, Arch bersedekap seraya menyandarkan punggung ke tepi meja, memegang dua dokumen resmi yang baru saja ditandatangani oleh dewan komisaris.

"Selamat, Maya," ujar Arch dengan senyum tipis yang sarat rasa bangga. "Saham kepemilikan mu untuk lini fashion 'MAYA by VANE' resmi terdaftar hari ini. Kamu bukan cuma pengarah kreatif lagi, tapi pemilik sah dari setengah kerajaan bisnis ini."

Maya menatap dokumen-dokumen itu dengan binar mata yang jernih. Ada rasa haru yang menggenang tipis di pelupuk matanya, namun tak ada lagi tetesan air mata kesedihan.

"Terima kasih banyak, Mas Arch," kata Maya, suaranya tenang namun mantap. "Empat puluh persen dari keuntungan bersih lini ini bakal dialokasikan ke yayasan pendidikan anak-anak dan pemberdayaan perempuan tunggal."

Arch terkekeh pelan, menatap Maya dengan binar dalam. "Selalu berpikir jauh ke depan. Itu yang bikin kamu gak cuma dikagumi sebagai perancang busana, tapi dihormati sebagai seorang figur pimpinan."

"Aku cuma pernah ada di titik paling bawah, Mas," sahut Maya santai seraya menandatangani lembar terakhir. "Aku tahu rasanya gak punya pegangan. Makanya, kalau aku punya panggung sekarang, aku mau panggung ini bisa jadi tempat berdiri buat orang lain juga."

Arch melangkah mendekat, mengulurkan tangannya. "Dan panggung ini bakal makin luas, Maya. Minggu depan, tim kita terbang ke Bali buat persiapan peluncuran brand baru di ajang International Fashion Week."

Maya menyambut jabat tangan Arch dengan genggaman yang tegas. "Yep.. Aku siap, Mas Arch. Ya sudah, aku siap-siap pulang ya. Terimakasih untuk hari ini mas arch"

Selepas bekerja, Maya menyempatkan diri untuk membeli martabak di pinggir jalan. "Aduhh.. cape sekali.." Ucap maya setelah masuk ke dalam mobilnya. "Oh ya ampun.. ibu nitip martabak. Oke.. beli martabak dulu baru menuju ke kasur ku tercinta" lanjut ku lagi.

Maya membelokkan mobil ku di dekat lapangan, lalu memberhentikan nya di lahan kosong dekat dengan penjual martabak itu.

"Mang.. martabak manis 2, yang asin 1 ya?" Ucapku.

"Siap neng cantik.. ditunggu silahkan duduk disini"

Maya pun duduk di kursi yang disediakan, sembari mengecek ponsel ku, beberapa kali orang yang lewat yang mengenali ku melirik bahkan ada yang meminta tanda tangan ku.

"Aaa mbak maya ya?"

"Eh iya bu.." Jawab maya.

"Ya ampun... Aslinya kaya bidadari.. ibu sering liat di tv.. keren banget sih kamu may" Ucap ibu itu.

"Terimakasih bu.. ibu juga cantik."

"Ihihi makasih may, Ah, di puji cantik sama yang lebih cantik itu gimana ya? Seneng tapi tau diri ihihi.. ah boleh foto bareng engga ni?"

"Boleh.." Jawab maya santun.

Selanjutnya pun sama hingga terjadilah kerumunan manusia.

"Aduh, neng saya baru tau neng terkenal. Foto bareng boleh neng? Nanti saya pasang juga kalau neng pernah beli martabak disini" Ucap mang martabak.

"Boleh mang.."

Setelah berfoto, dengan di bantu tukang parkir, akhirnya aku berhasil masuk dan melajukan mobil ku sampai ke rumah.

"Bu... Ibu.. ini martabak pesanan nya bu.." Panggil ku pada ibuku.

"Iyaa.. duh, alhamdulillah.. terimakasih ya nak, ibu pengen banget ini.." Jawab Ibu mendekat lalu beliau tak lupa memanggil cucu dan pengasuh nya untuk makan bersama.

"Bu.. Besok maya ada dinas ke bali bu.. mau ada launching koleksi maya disana." Ucapku meminta ijin.

"Alhamdulillah may, semoga lancar ya may.. Ibu doakan dari sini"

"Aamiin bu.. Ya sudah.. maya mau langsung istrahat ya bu sekalian packing juga.. Soalnya pagi maya harus udah di sana bu. Jadwal pesawat jam 2 pagi" Jelas maya pada ibunya.

"Iya nak.."

"Kirana, Arka, Arki.. mama mau tidur duluan ya sayang.. kalian sama mbak dulu" Ucap maya.

Anak-anak maya hanya mengangguk dan tersenyum manis meringis sembari makan martabak.

"Kok gitu, peluk mama juga dong sayang.. besok mama mau kerja pagi-pagi pulang nya lusa" ucap maya lagi pada anak-anak nya.

"Iya mama.. mama yang semangat yaa" Jawab Kirana memeluk maya disusul dengan si kembar Arka Arki yang ikut kakak nya juga.

Maya pun lanjut berbalik dan menuju kamar nya untuk istirahat.

***

Keesokan harinya,

Suasana pagi di pelataran kedatangan Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali, terasa begitu segar. Angin laut membawa aroma kehangatan yang khas. Maya melangkah keluar dari area gate dengan kacamata hitam berbingkai tebal dan outer bermotif etnik modern yang melambai elegan mengikuti tiap pijakannya.

Di sampingnya, Arch berjalan dengan langkah tegap, membawa tas dokumen penting seraya berbincang ringan dengan tim manajemen VANE Group.

"Semua sampel koleksi 'MAYA' sudah tiba di resor tempat eksibisi malam nanti, kan?" tanya Maya, melepaskan kacamata hitamnya dan menatap Arch.

Arch mengangguk pasti, senyum tipis terukir di wajahnya. "Iya.. Kamu tenang saja may. Sudah aman sejak subuh tadi. Tim dekorasi panggung juga sudah selesai delapan puluh persen. Malam ini, semua mata pengamat fashion Asia bakal tertuju ke panggung kamu, Maya."

Maya menyunggingkan senyum anggun. Wajahnya yang kian mulus tanpa cacat tampak memancarkan rona percaya diri yang begitu terpancar. Tak ada lagi sisa-sisa tatapan pudar dari wanita cemas yang dulu selalu ketakutan dinilai kurang oleh suaminya. Maya telah sepenuhnya lahir kembali.

"Aku gak sabar mau tunjukkan hasil kerja keras kita, Mas Arch," sahut Maya santai tapi penuh ketegasan.

"Dan aku gak sabar mau lihat kamu menyihir mereka semua," balas Arch pelan, menatap Maya dengan binar kagum yang begitu hangat dan mendalam.

~Bersambung~

1
Heny
Sdh pergi baru nyesal
Heny
Sudah sukses lupa daratan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!