Indonesia
NovelToon NovelToon
Kultivator Iblis

Kultivator Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Ahli Bela Diri Kuno / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Bullying dan Balas Dendam
Popularitas:478
Nilai: 5
Nama Author: Yusub Gultom

Kebencian adalah awal dari kehancuran yg akan ku persembahkan kepada langit, dendam yg terpendam akan ku ukir setajam pedang pusaka, terkadang takdir memang sungguh lucu, dengan sebilah pedang di tangan akan ku tunjukkan kepada langit , dengan sebilah pedang di tangan aku akan menentang takdir langit, dengan sebilah pedang akan ku hancurkan para dewa, dengan sebilah pedang akan ku ukir namaku, dengan sebilah pedang di tangan akan ku ukir namaku sebagai legenda kultivator iblis, kultivator yg paling menakutkan dan paling kejam yg pernah ada.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yusub Gultom, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23. Istana Kekaisaran dan Kota Pelabuhan

Jelaskan! Jika tidak, aku akan menghancurkan istana kekaisaran ini tanpa satu kehidupan." Aura spritual menggetarkan istana kekaisaran membuat ratusan orang panik. Di dalam aula pertemuan puluhan orang menundukkan kepala dan tubuh mereka bergetar. Xuan sudah menggunakan topeng emasnya dan mengeluarkan sebuah lencana dan dia mengatakan dirinya sebagai pelindung Kekaisaran.

"Informasi Klan Yang bocor memang dari istana kekaisaran, aku memaksa Jenderal besar Bai Yang untuk membuka mulut, Namun aku tidak ada pilihan." Kaisar Kun kesakitan setelah beberapa tulangnya patah. Sepertinya dia sudah kencing di celana.

"Jika aku tau kau bekerja sama dengan tengkorak hitam maka istana kekaisaran selatan ini dan kota Nanjing akan menjadi reruntuhan. Apakah kau tau penderitaan klan Yang? Lima leluhur Klan Yang mengorbankan nyawa agar klan Yang tidak punah. Ribuan anggota klan Yang gugur hanya karena sikap egoismu. Sepuluh nyawamu tidak berharga di hadapanku. Aku sengaja lama datang ke kota ini untuk bertemu denganmu karena takut akan diriku-sendiri, aku takut tidak sanggup mengendalikan emosiku."

"Terimakasih Tuan, terimakasih atas kemurahan hati anda. Aku memang salah, aku memang egois. Namun aku tidak bekerja sama dengan kelompok tengkorak hitam. Sepuluh tahun aku menjadi kaisar boneka. Beberapa sekte menengah, dua klan termasuk klan anda, dan empat sekte besar, termasuk ribuan orang menjadi korban. Seratus nyawaku tidak akan cukup untuk menebus kesalahanku, aku tidak berdaya, mereka sangat kuat."

"Mulai sekarang hentikan membayar upeti kepada kekaisaran tengah, jika mereka datang, katakan bahwa aku adalah Kaisar dari Kekaisaran selatan ini. Buat sebuah bangunan di kota Nanjing ini, aku ingin menggantung kepala mereka yang masih meminta upeti. Aku juga ingin memberi mereka peringatan bagi siapa saja yang ingin mengambil keuntungan sepihak dari kekaisaran ini. Persiapkan dirimu untuk turnamen nanti. Selesaikan bangunan dalam dua hari. Musuh akan datang. Aku akan menghadang mereka di kota pelabuhan."

"Baik Tuan, sesuai titah anda. Kekaisaran selatan menolak memberikan upeti mulai sekarang. Kami juga akan fokus untuk turnamen agar bisa memberi sumber daya pada kaum muda agar bisa berkembang cepat."

"Coret yang aku sebutkan dari daftar misi. Perompak bajak laut di barat laut. Sekte bunga anggrek malam di sisi timur. Kelompok bandit topeng perunggu di wilayah selatan. Sekte tungku obat disisi selatan. Sekte kalajengking gurun di perbatasan kekaisaran barat. Kelompok penempa senjata di tenggara. Menara elang hitam di kota beiping. Kelompok bandit lembah neraka di Utara klan Bai. Kelompok kecil tengkorak hitam di timur laut. Masih banyak lagi bandit-bandit yang meresahkan warga di setiap desa, sudah aku hancurkan semuanya."

"Baik Tuan, terimakasih banyak, terimakasih banyak." hanya itu yang keluar dari mulut Kaisar Kun. Dia menyerahkan medali kaisar miliknya pada Xuan. Dia bersama seluruh yang ada di aula pertemuan tercengang. Sejak kapan semua itu di hancurkan. Bahkan puluhan sekte aliran hitam dan bersama kelompok-kelompok besar Tengkorak hitam yang sudah hancur sebelumya tidak di sebutkan. Termasuk lembah siluman, lembah neraka di wilayah timur laut.

"Kasih sedikit sumber daya untuk klan Yang dan sekte Angin Selatan, mereka semua terlibat dalam memusnahkan yang aku sebutkan. Aku memusnahkan mereka atas permintaan penguasa kota dan kepala desa dan juga para warga, bukan karena inisiatif sendiri.

"Baik Tuan. Kami tidak akan berpangku tangan.Terimakasih Tuan, Terimakasih banyak atas dedikasi anda untuk kekaisaran ini. Saya kaisar Kun akan bekerja keras kedepannya untuk perubahan kekaisaran ini."

"Kalian semua yang hadir di aula pertemuan ini, dengar baik-baik. Jika masih ada yang berani berkhianat pada kekaisaran selatan ini, maka aku pastikan seluruh keluarga dan klan kalian akan tinggal nama."

Xuan melirik mereka satu persatu. Namun tidak ada yang berbicara, mereka terlihat ketakutan. Sepertinya mulai sekarang mereka harus bekerja lebih baik jika tidak mereka akan binasa.

"Apakah Kekaisaran barat masih menggangu Kekaisaran ini,"

"Tidak Tuan, setelah anda menghancurkan puluhan sekte aliran hitam dan puluhan kelompok tengkorak hitam di wilayah ini, Termasuk lembah siluman. Mereka yang beraliansi dengan kelompok tengkorak hitam sepertinya memutuskan kerja sama sepihak."

"Aku ingin kau mengumumkan kepada seluruh pedagang dan orang-orang kaya agar membuka usaha di kota Nanjing dan kota-kota lainnya. Buat pengumuman bahwa seluruh kelompok-kelompok yang meresahkan telah hancur."

"Baik Tuan, saya bersama para menteri dan bersama penguasa kota akan membahas hal ini."

"Kakek, maafkan aku, aku terbawa emosi, mudah-mudahan anda tidak dendam padaku."

"Hahaha! Anak muda, semua itu wajar, saya sangat berterimakasih padamu, aku akan membantu cucuku untuk mewujudkan impian anda."

"Terimakasih kek, aku hanya ingin kekaisaran selatan ini maju dan di segani di seluruh daratan ini. Kakek jangan lupa tiket menuju turnamen Kekaisaran tengah, sediakan lima tiket, aku akan membawa empat orang bersamaku."

"Baik anak muda, aku akan mengutamakan tiket itu untukmu."

Semua yang ada diruangan itu sangat berterimakasih kepada leluhur Klan Zhong, walaupun mereka mengucapkan dalam hati, namun berkat leluhur itu amarah Xuan akhirnya mereda.

____

Menuju kota pelabuhan

____

Xuan mengeluarkan Qin Zhi dari dalam cincin segel benua, mereka terbang sambil menikmati pemandangan indah menuju kota pelabuhan. Namun mereka berdua terlebih dahulu menuju barat laut untuk menghancurkan kelompok perompak di wilayah itu sesuai permintaan leluhur klan Zhong waktu di lembah siluman, sambil mencari informasi tentang kelompok tengkorak hitam. Walupun sudah di hapus dari daftar misi namun kelompok perompak bajak laut di wilayah barat laut belum di hancurkan.

Setelah penguasa kota barat laut membayar hadiah Lima puluh juta koin emas, Xuan kembali melanjutkan perjalanan menuju kota pelabuhan barat daya, Kekaisaran selatan.

_____

Kota pelabuhan

_____

"Apakah Kekaisaran selatan ini telah menjadi pembangkang." Seorang pria menginjak kepala penguasa kota itu. Dia sangat marah karena penguasa kota tidak menyiapkan gadis-gadis cantik untuknya, padahal meraka sudah melakukan perjalanan panjang.

"Tuan, Kami tidak di izinkan memberi apapun pada pihak luar, di luar kekaisaran selatan ini, ini titah dari pahlawan kami."

"Apakah sekarang kaisar sampah itu menjadi pemberontak?"

"Ayah, tolong aku," Seorang gadis cantik menangis ketakutan setelah beberapa orang membawanya secara paksa.

"Ni'er," Hanya itu yang keluar dari mulut penguasa kota pelabuhan tersebut. Dia sudah pasrah akan hidupnya.

"Masukkan gadis itu keruangan sebelah, aku ingin bersenang-senang dengannya nanti, sekarang kita urus dulu pembangkang ini."

"Baik ketua."

Para bawahan pria tua itu menyeret anak gadis penguasa kota dengan paksa walaupun gadis itu ketakutan. Dia bahkan melihat ayahnya di injak oleh pria tua sangar yang sangat menakutkan.

"Mana Tetua Tai Chi?"

Pria tua itu bertanya, kemana pembunuh nomor satu di kelompok mereka tersebut. Dia ingin menyerahkan penguasa kota pelabuhan pada tetua itu karena dia tidak bisa menginterogasi dengan benar.

"Maaf Ketua, mereka ada di restoran rumput laut."

"Katakan padanya agar datang ketempat ini, kita tidak ada waktu lagi, besok lusa turnamen akan segera berlangsung."

Tetua Itu sedikit geram melihat tetua Tai Chi karena menurutnya tetua Tai Chi terlalu santai, namun dia tidak berani.

"Baik Ketua, saya akan sampaikan pesan anda."

Tidak lama kemudian pintu terbuka." Da Li, apakah kamu tidak bisa mengurus sampah seperti itu?"

Seorang pria tua dengan bekas luka menyilang di wajahnya tiba-tiba menendang pintu ruangan tersebut.

"Tai Chi, tugasku bukan di bidang ini, tugasku hanyalah mencari informasi." Jawab Da Li dengan jengah.

Sudah beberapa jam Tai Chi menikmati arak di restoran rumput laut masih keberatan di panggil kekediaman Tuan Kota hanya sebentar untuk menyelesaikan tugas.

"Bunuh saja kalau kamu tidak bisa mendapatkan informasi sesuai yang kamu inginkan, mudahkan!" Tai Chi menjawab simpel.

"Jika ingin hidup dan anak gadismu selamat beserta klan Xin, Katakan siapa yang menghancurkan semua kelompok tengkorak hitam dan lembah siluman di wilayah ini?"

"Aku tidak tau Tuan, tidak ada yang tau. Seluruh wilayah kekaisaran selatan ini hanya tau bahwa pahlawan kami adalah seorang kultivator bertopeng emas. Tidak ada orang yang pernah melihat wajahnya, tidak ada." jawab Penguasa Kota pelabuhan tersebut.

"Ceh! Pahlawan! sampah dari mana lagi itu?"

Tai Chi baru selesai berbicara dia terlempar dan menabrak tembok di belakangnya. Dia merasakan tulang rusuknya remuk dan terbakar.

"Apakah kalian pikir bisa seenaknya memanggil kultivator bertopeng emas sebagai sampah?"

"Sayang, lakukan dengan cepat, kenapa lama sekali membersihkan sampah-sampah itu? aku sudah menyelesaikan tugasku, Aku sudah mengumpulkan semua sampah-sampah yang datang dari kekaisaran tengah. Jangan lupa membakar sampah-sampah itu, akhir-akhir ini banyak penyakit menular." Qin Zhi menatap Tuan Kota dengan tatapan iba.

"Nyonya, maafkan saya, Saya tidak bisa menyambut kalian." Tuan kota merasa bersalah, namun ketika melihat wanita di depannya, membuat tubuhnya bergidik.

"Tuan Kota, mereka bukan lawanmu. Kekaisaran ini bahkan tidak sanggup menghentikan mereka berdua. Biarkan suamiku yang yang membersihkan kediaman anda, saat ini anda butuh pertolongan. Dimana istri dan putri anda?

"Terimakasih Nyonya, terimakasih." sambil menunjuk sebuah kamar.

Penguasa kota pelabuhan tersebut tercengang, bagiamana bisa gadis secantik itu sangat menakutkan, jika bukan karena melihat dengan mata kepalanya sendiri dia bahkan akan tertipu.

"Aku bantu anda berdiri." Qin Zhi menyeret Tuan Kota dari tempat itu ke ruangan yang ditunjuk.

"Apa yang ingin kalian lakukan di wilayah selatan ini?" jika kalian memberikan informasi sesuai yang aku inginkan maka kematian yang cepat adalah kompensasi yang tertinggi yang dapat aku tawarkan?"

"Cih! Dalam mimpimu sekalipun tidak akan mendapat informasi dariku." baru selesai Tetua Da Li berbicara dia sudah memuntahkan darah dari mulutnya.

"Me Xu, Ya. Sepertinya cocok untuk menjadi pelayan rumah bordil yang aku dirikan di wilayah selatan ini. Aku menemukan dua gadis cantik terdampar di wilayah barat laut setelah menghancurkan kelompok perompak beberapa waktu lalu."

"Kau ...!" Wajah kedua pria tua itu langsung pucat dan tidak ada lagi niat bertarung.

"Mengingat kehancuran Klan Yang sepuluh tahun yang lalu, lima Leluhurku mengorbankan nyawa. Mungkin menelanjangi kedua gadis itu dan menggantungnya di alun-alun kota Nanjing hal tertinggi yang aku tawarkan sebagai kompensasi."

"Lakukan, kami tidak peduli." Tai Chi bangkit dan langsung menyerang, namun dia memuntahkan darah sebelum terlempar dan kembali menabrak tembok ruangan tersebut.

"Aku sudah menyegel jiwa kalian, percayalah jika kalian mau balas dendam di kehidupan selanjutnya itu akan sia-sia. Jiwa kalian akan hancur dan tidak akan bisa bereinkarnasi."

"Siapa kamu sebenarnya?" Pertanyaan Tetua Da Li reflek begitu saja karena ketakutan. Baru kali ini dia mati kutu semenjak bergabung dengan kelompok tengkorak hitam.

"Klan Dewa, Yah. Kalian boleh menganggap Junjungan kalian yang datang dari alam atas sebagai Klan Dewa. Namun bagiku yang kalian anggap klan Dewa adalah sebuah sampah di alam atas. Junjungan kalian di alam atas bahkan tidak berani menampakkan dirinya di hadapan para Penguasa setiap wilayah. Mereka hanya berani di benua antah-berantah ini."

Kedua pria tua itu sudah bertekuk lutut karena sesekali Xuan menyiksa jiwa mereka.

"Bunuh saja kami," ucap tetua Tai Chi pasrah.

"Tentu saja. Namun tidak mudah mati di tanganku." Xuan memotong jari-jari kedua tetua itu satu persatu, mengiris telinganya satu-persatu. Mencongkel matanya sebelah. Kemudian menotok bagian- bagian tertentu di tubuh kedua pria tua itu agar tidak mati.

Teriakan-teriakan bersahut-sahutan terus terjadi tanpa henti. Membuat ruangan itu sangat menyeramkan.

Xuan memasukkan kedua pria tua itu kedalam cincin segel benua untuk di siksa lebih lanjut. Lalu dia menuju halaman kediaman Tuan Kota dan mengambil semua kepala jasad-jasad yang ada di halaman tersebut. Kemudian membakar jasad-jasad tersebut hingga berubah menjadi debu. Membuat ratusan orang yang melihat kejadian itu bergidik ngeri. Para warga baru tau bagaimana sadisnya pembalasan pahlawan mereka.

"Itu pantas bagi mereka, jika mengingat bagaimana serangan hewan buas setiap tahun, penyiksaan itu belum seberapa. Sebelum mati aku ingin mencongkel matanya satu persatu."

"Aku juga, aku ingin memotong organ-organ dalamnya untuk makanan ikan di laut."

"Aku juga ingin menguliti mereka satu persatu."

Suara suara warga begitu marah setelah sebelumnya mereka di kumpulkan untuk di siksa kalau tidak memberikan informasi. Sekarang mereka puas, ternyata mereka di kumpulkan untuk menyaksikan penderitaan yang mengumpulkan mereka sebelumya.

"Jika kalian melihat orang dari wilayah tengah datang ke wilayah ini tanpa tujuan yang baik, segera bunuh atau cepat informasikan kepada Penguasa Kota ini jika kalian tidak sanggup melawannya." perintah Xuan

"Baik Tuan Muda."

"Baik pahlawan."

Suara-suara warga sangat senang ketika pahlawan mereka tiba tepat waktu, walaupun mereka belum bisa melihat wajahnya secara langsung namun meraka tau itulah ciri khas dari pahlawan mereka.

1
Yusub Gultom
Ayo teman-teman bantu dong penulis serampangan ini, ini kontrak pertamaku, aku ingin masukan dari teman teman, 🙏🙏🙏, bantu like, komen, subscribe, agar aku lebih semangat update tiap malam, tanpa di like pun aku semangat apa lagi ada support dari kalian
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!