Seorang pria biasa yang ingatan nya kembali, ternyata dia adalah reinkarnasi dari seorang pria kuat dizaman dahulu, sayang nya setelah dia mengingat semuanya, kehidupan nya pun jadi berubah, dia terjebak didalam propaganda, dan punya tujuan untuk menyelamatkan manusia dari kepunahan akibat serangan mahkluk asing yang selama ribuan tahun sudah menetap di Bumian.
Latar tempat berasal dari sebuah planet bernama Bumian, atau planet Bumi dari multiverse semesta lain.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ( Paralaks God ), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perselisihan Kecil
Keesokan hari nya, ketika Poem, Bima, Ramires, dan Alice akan sarapan, mereka mendengar desas-desus dari orang-orang yang makan di samping mereka, rata-rata mereka semua
membicarakan mengenai kehadiran
Guardian-Guardian dari negara-negara besar.
“Sudah ku duga para Guardian itu juga mengincar barang utama!”
“Cih… Dibandingkan mereka, kita sama sekali bukan apa-apa,”
“Tenanglah setidak nya akan ada pertarungan yang menarik antara Guardians melawan orang-orang yang hidup dibalik layar!”
Ditengah perbincangan orang-orang yang tampak bagaikan penjahat itu, munculah 1 kelompok penjahat yang baru saja dari lantai atas, mengejutkan nya kedatangan mereka membuat semua orang di sana diam seketika bak mereka melihat seorang yang paling ditakuti.
“Heh kenapa kalian semua diam?” salah satu anggota dari kelompok tersebut dengan penggambaran tubuh yang besar layak nya pesumo dan membawa sebuah shotgun ditangan nya, selain dirinya rerata perawakan rekan-rekan nya pun sama menyeramkan nya, namun terlihat ada satu anak kecil yang mereka hormati bak ketua, dengan sikap yang
tenang pula tidak banyak bicara, tampang nya pun termasuk kategori anak tampan, duduk ditengah dan dikeliling lain nya, meskipun begitu semua orang dari kelompok itu yang berjumlah 8 menggunakan setelan berjas rapih.
Tingkah laku kelompok ini makin menyebalkan, mereka beberapa kali mengerjai pihak restoran, karena muak Poem dan lainnya pun melangkahkan kaki nya meninggalkan restoran tersebut, akan tetapi tindakan Poem ini membuat Gorgon sang pria besar kesal, sebab
ketika tuan nya lagi makan tidak ada seorang pun yang boleh meninggalkan nya pergi, jika mereka pergi itu artinya penghinaan, Gorgon pun meski badan nya besar, dia mampu bergerak cepat menutup pintu restoran sebelum Poem dan lain nya.
“Apa maksud nya ini?” tanya Ramires kesal, lagipula memang diantara kelompok Poem Ramires orang yang paling mudah kepancing emosinya.
“Cih bocah baru main pedang-pedangan aja belagu! lagian kalian ketika tuan ku lagi makan jangan seenak nya pergi tanpa izin brengsek!!!” ucap Gorgon memprovokasi Ramires, dia
memang berniat membuat keributan, benar saja Ramires pun terpancing dia mengangkat pedang nya, “Prankkk!!!” Ramires melongo kaget saat pedang yang dia arahkan ke badan Gorgon patah begitu saja.
“Awww kayak digigit semut yak bro, hahahaha!” Gorgon berpura-pura kesakitan, meski pada akhirnya dia tertawa terbahak-bahak, lepas tuh menggunakan kedua tangan nya dia
mengangkat Ramires, lalu menarik nya kearah berlawanan, “Arghhhh!” teriak Ramires kesakitan, “Tuan tolong!” Ramires meminta tolong pada Poem.
Lnatas Poem pun maju, “Duppp!!” tinju Poem tepat mengarah ke perut dari Gorgon,”Hahahaha… Serius kau
sangat lucu!” Gorgon sangat pede akan bentuk tubuh nya, apalagi di bagian perut
nya yang memang pusat berkumpulnya lemak, akan tetapi tinju yang Poem lancarkan
baru berefek beberapa detik kemudian, “Uargh!!” Gorgon melepas genggaman nya
atas Ramires, dia pun bahkan bertekuk lutut sembari mencengkram perut nya.
Melihat Gorgon kesakitan, sontak 7 rekan nya yang lain terheran-heran, sebab Gorgon adalah
anggota yang paling kuat dalam pertahanan, “Wow hebat!” ucap anak kecil yang
berperawakan bak ketua kelompok ini, dia juga memberi isyarat memakai jari nya, melihat hal itu 6 orang lain nya langsung melesat mengepung Poem dan lain nya.
“Wowoh apa ini?” kata Poem.
“Kau mungkin kuat, tapi rekan-rekan mu?” tanya anak kecil itu, Poem hanya tersenyum lalu dia
mengaktifkan kekuatan nya, warna pupil mata nya pun berubah.
Disaat Poem ingin mengakhiri ini, tahu-tahu, “Kita sudahi saja sampai disini, toh tidak ada yang akan diuntungkan!” diluar dugaan anak lelaki yang tampak seperti ketua itu
jauh lebih menyulitkan untuk ditangani, dia mampu berpikir dewasa, mengamati
situasi secara meluas, dan tahu kapan harusnya mundur.
Yasudah Poem juga tidak perlu menimpali mereka lebih lama lagi, yang terpenting kan identitas mereka tidak boleh sampai bocor, sepakat untuk tidak melanjutkan perselisihan ini, dan saling memisahkan diri, namun disaat kedua kelompok ini sudah tenang, dari arah
lain Xiao Zhan dan dua kawan nya datang.
“Lihat itu para bocah lagi bertengkar! Hahaha,” kata Xao Zhan sambil tertawa.
“Wueh… Guardians!”
“Ouh apakah anak kecil kita ini alergi dengan Guardians?” ujar Xiao Zhan lagi, bermaksud memancing amarah anak lelaki yang amat dijaga dan dihormati dalam kelompok penjahat itu.
Mendengar ucapan provokatif dari Xiao Zhan, membuat darah anak kecil itu mendidih, dia pun juga membalas perkataan nya, “Aku Alex Anastasia akan membalas mu!!!” pupil mata nya pun seketika berubah warna menjadi putih, dia juga melepaskan gelombang aura
yang menyebabkan getaran sampai ke seluruh gedung, menjauhi meja dan kursi
disekitarnya, bahkan mampu mendorong orang-orang yang ada disana, Xiao Zhen pun
membalas tantangan nya anak kecil yang ternyata nama nya Alex itu, terjadilah
benturan aura antara kedua orang ini, bertahan beberapa detik, hingga Xiao Zhan
pun kalah juga mundur beberapa meter kebelakang.
“Xiao Zhan Guardian Zero ke 11 seperti mu itu tidak pantas dibandingkan dengan tuan Alex!” ucap satu anggota lain nya berbadan tinggi besar dengan pedang panjang menempel
dipunggung, dia kemudian mengarahkan pedang besar nya itu kepada Xiao Zhan.
“Cih… Terserah kau saja!” Xiao Zhan pun pergi meninggalkan restoran itu.
“Alice apa itu Guardian Zero?” tanya Bima kepada Alice, Alice lantas memberitahu bahwa Guardian Zero istilah dari tingkatan Guardian di negara China, mereka tidak menggunakan
sistem tingkatan berbeda dari sistem tingkatan dunia.
“Tapi aku lebih kaget lagi kalau orang yang kita lawan tadi mafia dari keluarga Anastasia,” kata
Alice memberitahukan kepada Poem, kalau sebenarnya keluarga Anastasia adalah
sebuah kelompok mafia terbesar yang menyelubungi asia tenggara dari balik
layar.
“Sudahlah tidak perlu dipikirkan, ini kan memang perkumpulan para penjahat,” Poem lanjut berbicara, dia pun meminta Bima, Alice, dan Ramires untuk kembali mencari informasi,
lupa... hehehe.
Wa pernah nonton soalnya. keren...
cerita tentang seorang ibu yang membela anak laki-lakinya dengan menyebar pamflet pada semua orang dijalan serta membentang sebuah spanduk. anaknya itu difitnah atau dijebak hingga dipenjara.
Saya harap juga bisa memberikan like dan Love nya