Sastra El Steven
dia sendiri yang bilang suka..., dia sendiri yang datang melamar dan dengan bersungguh-sungguh menikahi sahabat masa kecil nya Della Lousya..
tapi kenapa saat Ariana sahabat sekaligus cinta pertama nya hadir, Steven malah mengingkari janji suci pernikahan nya dan Della
ini adalah kisah enam sahabat sedari kecil..lalu seiring waktu saat mereka makin tumbuh dewasa persahabatan ini berubah menjadi kisah cinta yang salah...
ikuti kisah nya dalam AMORE E SPERANZA yang arti nya Cinta dan Harapan
ini adalah novel ke tujuh Author ya
selamat membaca dan semoga suka..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ♡ LIA Lestari ♡, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
AMORE E SPERANZA Chap23
Mereka pun masing-masing kembali ke meja makan malam dengan bersikap seperti biasa, tanpa ada kecurigaan.
Ariana sebetul nya kembali lebih dulu tadi maka harus nya ia yang sampai lebih dahulu juga tapi untung nya Della dengan reflek memotong jalan koridor samping agar ia sampai lebih dulu dari Ariana, yah agar Ariana tak tau kalau sebetul nya Della juga pergi ke toilet karena jika Ariana sampai di tempat dan tidak melihat Della di kursi nya pastilah Ariana akan bertanya kemana Della tentu akan di jawab teman-teman nya ke toilet dong, Alhasil Ariana akan spontan berfikir kalau Della sudah melihat kejadian tadi. Della hanya tak mau ada kecanggungan antara ia dan Ariana. jadi dengan upaya itu Della berhasil kembali ke meja lebih dulu, di menit berikut nya baru lah Ariana... Lalu beberapa saat berselang muncul Bertand kemudian tak lama baru lah Steven.
Mereka tetap terlihat biasa walau pun di sini Steven menahan ketidakpuasan hati nya, lalu Ariana menahan kecewa nya, sedangkan Bertand lebih pada menahan amarah nya.
Di sini yang paling sulit adalah Della, ia kecewa, marah,tidak puas bercampur jadi satu. karena ia adalah korban nya..,kalau di turutkan Della ingin sekali menangis meluapkan kekesalan nya yang sekarang begitu sangat menumpuk di dada.
Della berusaha mati-matian bersikap biasa, jika saja tadi ia tak memikirkan sahabat dan teman-teman nya pasti lah Della akan memilih langsung pulang saja meninggalkan resto ini alih-alih kembali lagi ke meja makan seperti sekarang.
Sampai waktu makan malam pun akhir nya selesai dan mereka satu sama lain mulai berpamitan untuk pulang ke kediaman masing-masing.
dalam benak Ariana dan Bertand mereka berdua sama-sama meng-khawatirkan Della.
Ariana lebih kepada rasa bersalah yang besar, dan Bertand lebih kepada rasa sesal kenapa ia harus membiarkan Steven memiliki Della kalau hanya harus di sakiti begini? Tau begitu tentu saja Bertand akan lebih memilih berjuang memperebutkan cinta nya, meskipun itu akan menghancurkan persahabatan nya dan Steven pun tak mengapa. toh, Steven layak mendapat kan nya, dengan sikap nya Steven yang egois itu maka Steven sangat layak di musuhi sahabat nya sendiri,bukan?
Sepanjang perjalanan, Della hanya diam menahan emosi di hati nya..entah sampai kapan ia bisa bertahan dengan pernikahan gila seperti ini. Entah sampai kapan ia bisa menahan serangan-serangan yang menyakitkan dari suami nya sendiri. Suami yang setelah sah pernikahan ia harapkan adalah tempat nya pulang..tempat nya bersandar tapi malah berbalik membunuh nya pelan-pelan seperti sekarang ini...
Steven pun sama tidak berbicara sepanjang jalan, seperti nya suasana hati nya juga tidak baik-baik saja atas sikap Ariana tadi.
Ia memberanikan diri mengungkapkan perasaan pada sang wanita pujaan tapi yang ada malah sang wanita pujaan itu memarahi nya.
tapi jika Steven di tolak apakah itu salah Della? hingga Steven harus diam sepanjang jalan tak mempedulikan Della, tak berkata sepatah kata pun juga.
Sesampai di kediaman mereka, Steven turun lebih dulu dari mobil di ikuti Della di belakang nya.
Steven terus melangkah tanpa peduli apa pun, ia masuk ke pintu utama setelah memasukkan kode kunci, Della terus berjalan di belakang nya berusaha menahan diri berulang kali menghela nafas dengan berat dan sesak..
Saat Steven akan menuju tangga, tiba-tiba Della yang ada di belakang nya bersuara..
"Steven, aku perlu bicara.." kata Della, ia tak tahan lagi sekarang
Awal nya Steven tak mau peduli tapi karena Della kembali berkata di kalimat kedua..
"aku tadi sudah melihat dan mendengar semua nya.." kata Della lagi
Langkah Steven reflek terhenti...
Melihat dan mendengar apa?? Otak Steven mulai mengarah ke kejadian ia dan Ariana di koridor tadi..
"aku melihat kau dan Ariana.." ujar Della
Steven menoleh pada Della, wajah nya seperti tidak ada raut salah walau pun sebetul nya hati nya ada sedikit mencelos juga.., karena ia tak seharus nya membiarkan diri nya mengungkap cinta pada Ariana secara langsung di depan Della.
Steven memang pernah bilang pada Della kalau ia masih cinta Ariana, tapi jika sampai Della menyaksikan ungkapan cinta nya pada Arina secara langsung begitu entah mengapa saat ini tiba-tiba Steven merasa lain di hati nya. Entah apa ia pun tak tau.
"aku tau kau masih cinta pada Ariana, Stev..tapi boleh kah aku memberi saran? Se-cinta apa pun kau pada Ariana..tolong jangan ganggu pernikahan nya dan Paul, mereka sudah bahagia" lirih Della
Steven hanya diam.., ia sama sekali tak butuh masukan dari Della apalagi terkesan meminta agar melupakan Ariana saja.
"Tapi Stev..jika kau berisi keras juga ingin tetap mengejar Ariana, lebih baik kita berpisah saja...lagi pula aku tak ada di hati mu. Sudah ku katakan sejak awal kalau pernikahan itu harus di landasi dengan cinta sebagai pondasi nya tapi kau terus memaksa dan bilang kalau cinta akan datang sendiri nya, sekarang apa? Kau lihat sendiri kan cinta tak semudah itu datang di antara kita berdua.., aku cinta sama kamu Stev..tapi kamu tidak.." papar Della penuh penekanan, ia berusaha menahan sesak di dada nya saat ini
Steven mendengar akhir kalimat Della, ia seperti ada keraguan...apakah benar hanya Della yang mencinta lalu ia tidak? Apakah iya diri nya tak mecintai Della sama sekali? Steven mulai ragu.
"Stev..tinggalkan saja aku..kalau memang tak cinta dari pada kita terus hidup bersama dan saling menyakiti seperti ini..." Della tak tahan lagi, ini adalah keputusan nya walau pun berat hati.
Ya bagaimana tak berat hati, pernikahan seumur jagung ya kan? Mesti berpisah? sungguh sangat-sangat lah di sayangkan
tapi mau bagaimana lagi? lebih baik berpisah dari pada di teruskan.
Steven merasa mood nya yang tidak baik karena ungkapan cinta nya barusan tadi di tolak Ariana, sekarang malah Della meminta yang aneh-aneh. Della minta agar ia meninggalkan nya, berpisah begitu? Entah mengapa kalimat itu membuat Steven bertambah emosi. yang akhir nya membuat Steven malah marah balik kepada Della
"Argghhh, kamu ini buat kepala ku mumet makin tambah mumet" bentak Steven galak
Della tersentak dengan bentakan Steven.
Steven segera berlalu meninggalkan Della dengan emosi dan penuh amarah, kaki panjang nya melangkah lebar-lebar menuju lantai atas tanpa mempedulikan Della lagi.
🌆
malam sudah sangat semakin larut...
Della tidak bisa tidur, ia menangis semalaman di ruang depan sedangkan Steven malah tidur dengan tenang di kamar seolah tak terjadi apa-apa yang padahal justru diri nya lah penyebab huru-hara ini terjadi.