NARAYA DEVI AGATHA -- wanita cantik berusia 23 tahun yang hidup sendiri setelah kepergian mama tercinta nya yang depresi karena suatu sebab di masa lalu.
Nara juga mempunya sosok pria yang begitu sangat mencintai diri nya yang mengejar cinta nya saat masih SMA. Mereka pun menikah dan hidup dengan bahagia. Pria itu adalah DAVID ADRIANO WIBOWO.
Namun takdir berkata lain, saat kecelakaan hebat merenggut nyawa David. Nara terpuruk karena kepergian sang suami. Apalagi diri nya tengah mengandung buah cinta mereka
Hingga diri nya menjadi lebih baik setelah di dampingi oleh sosok pria yang tulus pada nya. Yang tak lain adalah DAMAR ARSENIO WIBOWO -- kakak kandung dari David.
Lalu bagaimana kisah Nara dan Damar? Apakah hubungan mereka bisa berubah menjadi lebih spesial?? Apakah Nara akan membuka hati nya untuk sang kakak ipar?
Ikuti terus yaaaa
Jangan lupa follow IG ku : @queen.zhy12
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Zhy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 24 - Positif
BRYS 24
"Ma, Nara kok belum turun, tumben banget," kata Ridwan yang sudah rapi dan bersiap ke kantor.
"Iya juga ya, Pa. Apa dia sakit? Karena biasanya dia udah turun pagi pagi sekali. Mama lihat ke kamar dulu ya," ucap Sisca lalu meletakkan piring di atas meja.
"Iya, jangan sampai putri kita sakit tapi kita nggak tahu."
Sisca berlalu pergi ke kamar Nara dan David yang ada di lantai dua. Sisca khawatir pada wanita cantik itu karena tidak biasanya Nara belum keluar dari kamar di jam segini.
Tok
Tok
"Sayang! Kamu udah bangun?"
"Sayang, Nara!!"
Sisca memanggil Nara tapi tidak ada sahutan dari dalam kamar. Sisca semakin khawatir dengan wanita cantik itu. "Aduh,ada apa dengan Nara? Dia kenapa? Tadi malam masih baik baik aja," ucap Sisca yang sudah sangat khawatir dengan keadaan wanita itu
"Sayang!! Kamu nggak papa kan?" panggil Sisca lagi.
Sisca mencoba membuka pintu kamar dan ternyata tidak di kunci. Dengan segera Sisca masuk ke dalam dan dia tidak melihat Nara di dalam sana.
Hoek
Hoek
Sisca mendengar suara orang muntah muntah di dalam kamar mandi dan yang pasti itu adalah Nara. Sisca bergegas berjalan menuju kamar mandi. Sisca langsung membuka pintu dan melihat Nara yang sedang muntah muntah dan terduduk di lantai.
"Sayang! Kamu kenapa?" Sisca mendekat dan memijat tengkuk leher Nara.
"Nggak tahu, Ma. Dari tadi aku muntah muntah terus, mual banget perutnya. Tadi udah mau keluar tapi tiba tiba perut kau rasanya kayak mau di aduk aduk," kata Nara dengan suara yang lemas.
Hoek
Hoek
Tiba tiba Nara muntah lagi tapi tidak ada yang keluar dari mulutnya. Sisca tetap membantu memijat tengkuk leher Nara.
Setelah tidak muntah lagi, Sisca membantu Nara keluar dari kamar mandi dan membawanya ke ranjang. "Kamu minum dulu sayang," kata Sisca memberikan minum yang selalu tersedia di meja nakas sebelah ranjang.
"Makasih, Ma," kata Nara dan menerima minuman itu. Nara menenggaknya hingga habis dan memberikan gelas itu pada Sisca lagi.
"Perut kau masih mual banget, Ma," kata Nara.
"Berarti dari tadi kamu muntah muntah terus?" tanya Sisca dan Nara mengangguk.
"Kenapa nggak manggil mama. Tadi papa sama mama khawatir kamu kenapa napa, kok tumben banget sampai siang belum keluar kamar."
"Tadi itu aku udah mau turun dan ke dapur, tapi tiba tiba perut aku mual banget. Udah bolak balik berapa kali aja tadi karena muntah. Tapi makin lama nggak ada yang dikeluarin," kata Nara dengan lemas dan menyandarkan kepalanya di sandaran ranjang.
"Sayang, jangan jangan kamu isi," kata Sisca dengan wajah yang berseri-seri.
"Maksud mama?" tanya Nara bingung.
"Iya isi, kamu hamil sayang," kata Sisca.
"Hah? Aku hamil? Tapi emang aku udah telat dua minggu sih, Ma. Udah lama juga aku nggak merhatiin kapan aku datang bulan," kata Nara yang tidak di pungkiri jika dirinya berharap jika dia ingin hamil.
"Mama minta bibi beli testpack ya, mumpung ini masih pagi. Paling bagus untuk tes kehamilan," kata Sisca antusias.
"Tapi kalau hasilnya bikin kecewa gimana, Ma. Kalau ternyata aku cuma masuk angin aja gimana?" kata Nara takut.
"Kalau belum ya coba lagi lah, jangan dibikin khawatir sayang," kata Sisca yang menenangkan hati Nara. Nara mengangguk setuju. SIsca turun ke bawah untuk meminta bibi membeli testpack ke apotek. Sisca meminta untuk tidak membeli hanya satu, tapi membeli banyak agar lebih akurat.
Setelah Sisca pergi, Nara meraba perutnya sendiri. "Walaupun ini belum pasti, aku berharap jika kali ini Tuhan akan memberikan kebahagiaan untuk ku dan juga untuk David. Aku akan memberi dia kejutan setelah nanti dia datang. Tetapi, aku juga tidak berharap banyak," gumam Nara pelan.
Nara masih terus meraba perutnya. Hatinya menginginkan dirinya hamil tapi bukan yang harus, karena dia takut jika nanti dia akan kecewa jika terlalu berharap.
Tak lama ponselnya berbunyi, dan yang pasti itu panggilan dari sang suami. Nara pun langsung menjawab panggilan itu.
"Ya sayang," kata Nara dengan suara yang se-biasa mungkin karena dia tidak ingin David tahu jika dirinya sedang lemah.
"Aku udah selesai sarapan. Kamu udah belum?" tanya David.
"Udah sayang, ini juga baru aja selesai. Sekarang aku lagi di kamar ini, santai santai aja."
"Bentar lagi aku perjalanan pulang ya, kamu mau titip apa?"
"Aku nggak mau titip apa apa,aku cuma mau kamu pulang dengan selamat karena aku pengen peluk kamu," kata Nara tertawa.
"Iya sayang, aku pasti akan pulang dengan selamat dan peluk kamu dengan erat dan nggak akan aku lepasin karena aku juga udah kangen banget sama kamu," ucap David.
"Kamu hati-hati ya, jangan ngebut, bilang ke Rudi," kata Nara.
"Iya cinta ku, nanti aku bilang ke Rudi supaya nggak ngebut ngebut," kata David.
"Kamu juga jaga diri baik baik, jangan nakal. Aku cinta banget sama kamu, kamu wanita terindah dan pemilik seluruh isi hati ku," ucap David dengan serius.
"Iya aku tahu dan aku percaya, karena aku juga seperti itu,"kata Nara dan entah kenapa tiba tiba dia merasakan sesuatu yang tidak nyaman di dalam hatinya. Tapi dia tidak mau berpikir yang negatif.
"Pokoknya harus pulang dengan selamat karena aku udah kangen banget," kata Nara.
"Siap tuan putri, i love you, i love you so much. Kamu yang terindah."
Nara terkekeh mendengar ucapan cinta David yang selalu dia ucapkan setiap harinya. "I love you too, aku menunggu mu. Hati hati."
"Iya sayang, bye. Tunggu aku di rumah, aku punya kejutan untuk kamu," kata David.
"Oke, aku akan menunggu, karen aku juga punya kejutan untuk kamu," kata Nara.
"Siap, aku akan segera berangkat, bye cinta."
"Bye juga cintaku."
Panggilan pun ditutup. Namun hati Nara merasa tidak tenang dengan semua yang diucapkan oleh David tadi. "Jangan mikir aneh aneh Nara."
*
Sisca masuk ke dalam kamar dengan membawa paper bag yang berisi testpack. "Ini sayang, kamu pake. Petunjuknya ada diluar nya ya," kata Sisca.
"Aku deg deg an, Ma," kata Nara yang mulai ragu untuk memakai alat itu.
"Udah, kalau belum ya nggak papa. Nggak usah takut. Masih ada waktu," kata Sisca dengan lembut. Nara mengangguk dan membawa testpack itu ke kamar mandi. Nara membawa empat agat lebih akurat. Sisca menunggu diluar dengan was was. Dia berharap tapi jika tidak terlalu berharap. Takut jika nanti hasilnya bikin kecewa.
Tak lama, Nara keluar dari kamar mandi dengan wajah yang sulit untuk diartikan. Sisca yang sejak tadi duduk di pinggir ranjang pun mendekat pada wanita cantik yang menggenggam testpack.
"Nggak papa sayang, jangan kecewa ya, masih ada waktu kok. Oke," Sisca memeluk Nara dan mengusap punggungnya lembut.
"Ma," ucap Nara dan Sisca pun mengurai pelukannya.
"Ini," Nara memberikan alat tes itu pada Sisca. Mata Sisca membulat melihat hasil testpack itu.
"Sayang!! Kamu hamil?!!"
"Iya mama, aku hamil. Aku akan punya anak!" Nara tidak bisa menahan air matanya. Sisca memeluk Nara dengan erat. "Selamat ya sayang, selamat!"
"Terima kasih mama, akhirnya aku hamil juga setelah lama menunggu!" Kata Nara.
"Mama seneng banget. Sebentar lagi mama akan punya cucu. Jadi nggak sabar pengen nimang cucu."
"Aku juga, Ma. Nggak sabar pengen segera nimang anak aku."
"Kamu harus kasih tahu David sayang."
"Nanti aja, Ma. Aku nunggu dia datang aja."
"Ya udah nggak papa. Lebih baik kita ke dokter aja dulu, untuk periksa kandungan kamu. Kita minta temenin papa juga. Tadi mama minta papa untuk nggak usah ke kantor sebelum tahu hasil testpack kamu."
"Astaga mama, kan papa harus kerja."
"Nggak papa, demi calon cucu." Nara tersenyum bahagia melihat Sisca yang sangat antusias menyambut calon cucunya.
"Kamu siap siap ya, mama juga mau siap siap, kita ke dokter setelah ini."
"Oke, siap, Ma."
atau mungkin David mau ngelamar Nara x ye 😂
belum jadi aj udah se sayang itu,, apalagi kalo udah resmi 🤗😇
Favorit ahh