Perhatian : Membaca Novel ini bisa membuat anda baper sampai sakit kepala.🤭
Diselingkuhi oleh tunangannya, membuat Dika patah hati dan mengalami trauma mendalam pada wanita hingga menderita impoten.
Takdir mempertemukan Dika dengan Diva, anak dari teman baiknya yang belum lama meninggal dunia. Impoten Dika mendadak sembuh dan mereka melakukan one night stand karena pengaruh obat terlarang.
Satu bulan kemudian Diva hamil, mereka pun melakukan pernikahan kontrak. Diva terpaksa mau menikah kontrak dengan Dika agar anaknya memiliki sosok Ayah untuk diakui, juga agar dia bisa membalas dendam pada sang Tante yang telah menindasnya dan keluarganya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YoungLady, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mengenalkan Tasya Pada Leon
Pagi itu mentari bersinar cerah, Diva menyiram tanaman bunga yang tumbuh dihalaman rumah Ibu mertuanya. Ada bunga anggrek, bunga mawar, melati, dan aneka jenis bunga bunga lainnya.
Ternyata menyiram tanaman bisa sedikit menghibur dan membuang rasa jenuh yang bersarang dihati. Sepertinya Diva akan menambahkan beberapa jenis bunga lain dihalaman itu agar suasana rumah yang dia tinggali jadi lebih indah dan berwarna.
Sebuah mobil berwarna merah berhenti di bahu jalan, Tasya keluar dari mobil itu sambil membawa buah tangan berupa dua box kue bolu pandan kesukaan Diva. Melihat temannya datang, Diva mematikan keran dan bergegas untuk menyambutnya.
"Hallo sayang, aku rindu padamu," Tasya memeluk Diva dan menyodorkan kue yang dibawanya.
"Apa ini?" Tanya Diva.
"Ini buah tangan untuk mu,"
"Tapi aku tidak boleh makan manis terlalu banyak,"
"Kalau begitu cicipi sedikit saja,"
"Oke, terimakasih banyak.
Diva menggandeng Tasya masuk kedalam rumah, Tasya nampak serius mengamati keadaan rumah itu. Benar benar besar dan mewah, nasib buruk Diva berganti menjadi nasib baik setelah bertemu dengan Dika. Walaupun cara mereka bertemu sedikit ekstrim.
Leon pulang untuk mengambil berkas penting milik Dika yang tertinggal dirumah, dia tak sengaja melihat ada wanita asing sedang mengamati foto foto keluarga yang menempel di dinding rumah itu. Leon memberanikan diri untuk menyapa Tasya karena memang baru pertama kali ada tamu wanita datang kerumah itu setelah sekian lama.
"Hallo, maaf. Anda siapa?" Sapa Leon.
"Aku Tasya, teman Diva,"
"Oh, iya. Sudah dibuatkan minum belum? Biar saya buatkan kalau belum,"
"Tidak perlu, Diva sedang membuatkannya untukku. Kamu sopan sekali ya, apa kamu salah satu pekerja dirumah ini?" Tasya penasaran.
Dia mengamati Leon dari ujung kaki hingga ujung kepala, tinggi, tampan, berkulit sawo matang. Benar benar tipe pria idaman seorang Tasya. Dalam hati, Tasya mulai bertanya tanya apakah Leon masih lajang?
Diva muncul, dia membawa nampan berisi makanan dan minuman. Melihat Tasya menatap Leon Diva bisa tau kalau temannya itu sedikit tertarik pada asisten pribadi suaminya itu.
"Dia asisten pribadi suamiku, namanya Leon. Apa kalian sudah berkenalan?" Sambung Diva.
"Sudah, kami sudah berkenalan," sahut Tasya grogi.
"Dia masih lajang loh, dan juga bukan kah pria seperti dia adalah tipe pria idealmu?" Bisik Diva di telinga Tasya. Sayang, suara bisikan itu mirip dengan suara teriakan hingga membuat Leon bisa mendengarnya dengan jelas. Leon pun tersenyum malu malu.
"Saya pamit dulu Nona, Tuan Dika sudah menunggu saja di kantor," ucap Leon.
"Sayang sekali, padahal aku masih ingin berbincang lebih lama dengannya." Gerutu Tasya dalam hati.
"Tenang saja, aku akan mengatur waktu dan cara agar kalian berdua bisa mengobrol lagi," bisik Diva sambil tertawa.
🍁🍁🍁
Leon tiba dikantor Dika, dia sedikit terlambat karena dua wanita tadi menahannya dan mengajaknya berbincang. Dika sedikit heran, biasanya Leon selalu tepat waktu.
"Kenapa lama sekali datangnya? Apa jalanan macet?"
"Tidak Tuan, tadi Nona dan temannya mengajak saya mengobrol sebentar,"
"Teman Diva jadi datang?"
"Jadi,"
"Aku mencium bau bau perjodohan disana, jika kamu tidak tertarik pada teman Diva maka menjauh lah darinya,"
"Bau perjodohan? Maksud Tuan?"
"Besok juga kamu tau."
Leon mengerut dahi, dia masih belum bisa mencerna omongan Bosnya. Maklum, meski tampan dan rupawan Leon sedikit lemot. Mungkin karena dia terlalu polos tidak sedewasa umur aslinya.
Cerita kembali pada Diva dan Tasya, perut mereka begah karena baru saja menghabiskan satu mangkuk besar rujak buah. Makan rujak disiang hari bolong memang sangat menyenangkan.
Nurma baru saja pulang dari arisan sosialitanya, dia membawa dua bungkus nasi bebek khas Madura untuk menantu kesayangannya Diva.
"Eh, teman Diva sudah datang ya," sapa Nurma ramah.
"Hallo Tante," sapa Tasya balik.
"Hallo, siapa namamu?" Tanya Nurma.
"Namaku Tasya Tante,"
"Masih lajang?" Nurma terus terang.
"Masih Tante,"
"Mau tidak Tante jodohkan dengan Leon, asisten pribadi anak Tante? Dia pria baik, polos dan jujur. Kamu tidak akan menyesal kalau punya suami seperti dia," ucap Nurma dengan nada bercanda.
"Aku sudah bertemu dengan Leon tadi, kalau Leon nya mau aku mau Tante," sahut Tasya penuh semangat. Tasya sudah lelah memacari pria tampan dan kaya, karena pada akhirnya selalu berujung kecewa. Tasya ingin mencoba menjalin kasih dengan pria sederhana seperti Leon, siapa tau dia bisa mendapatkan akhir yang bahagia.
"Soal itu kamu tenang saja, Tante dan Diva yang akan mengatur semuanya untuk kamu. Sekarang lebih baik kalian makan dulu, Tante bawa nasi bebek Madura enak nih,"
"Asyik, makan enak lagi." Diva mengelus perutnya yang sudah sedikit mengembang dan lebih menonjol dari sebelumnya.
Bersambung...
tau setidanya ke apitek atau toko obat beli pil KB utk mencegah kehamilan
tapi kalo othor membuat Diva bodoh ya mau gimana lagi