"Saya akan berikan kamu satu milyar, jika kamu bisa melahirkan anak laki-laki untuk saya!"
Demi kesembuhan sang ibu, malam itu Aluna mengambil keputusan yang begitu besar dalam hidupnya
Arjuna Bimantara, pengusaha ternama yang ingin mencari seorang wanita untuk melahirkan penerus bagi Bimantara sebab istrinya yang super model menolak memberikan anak
Akankah kesepakatan Arjuna dan gadis muda itu menghadirkan cinta? Atau selamanya Aluna hanya akan menjadi istri rahasia pria bernama Arjuna?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DUA PULUH EMPAT
"Aku seneng banget deh hari ini, akhirnya setelah bertahun-tahun, kamu nemenin aku belanja lagi"
Zoya begitu bahagia, saat ia hendak memeluk lengan suaminya pria itu tiba-tiba saja menghindarinya
"Saya disini karena ingin mencari hadiah untuk Opa, jika tidak, saya juga tidak akan sudi berjalan bersama kamu"
Ucapan itu begitu menyayat hati, Zoya begitu terluka mendengar ucapan suaminya. Apa dirinya ini tidak bisa mendapatkan kesempatan kedua?
"Aku tau, Arjuna, aku minta maaf"
"Apa semuanya sudah selesai? Saya tidak ingin lama-lama ditempat ini, saya memiliki banyak pekerjaan" Arjuna sudah sangat muak berdekatan dengan istri pertamanya ini
Jika ini adalah Aluna mungkin Arjuna akan dengan senang hati membawanya kemanapun, bergandengan tangan lalu tertawa bersama
"Aku lapar, kita makan dulu yaa" Zoya memelas, dulu saat ia bersikap manja seperti ini, Arjuna selalu menurutinya
"Baiklah" Wajah wanita cantik itu sudah berbinar "Kamu bisa makan dimanapun karena saya akan pulang sekarang"
Senyum yang menghiasi wajah cantik itu seketika lenyap saat mendengar ucapan suaminya
"Baiklah kita pulang saja, aku juga perlu ke salon untuk acara ulang tahun Opa malam ini"
Daripada makan sendiri, lebih baik ia pulang saja. Acara belanja ini sangat membosankan karena Arjuna diam saja
Tapi walau bagaimanapun, Zoya tetap merasa bahagia. Setelah bertahun-tahun akhirnya keduanya kembali menikmati waktu berdua
Kebersamaan Arjuna dan istrinya selalu mengisi pikiran Aluna hingga dirinya berada dikamar pribadinya
Ia tidak ingin menangis, namun melihat suaminya sendiri mesra dengan wanita lain terasa sangat menyakitkan
Berulang kali ia menyadarkan dirinya sendiri jika Arjuna bersama istrinya dan bukannya wanita lain
Namun hati ini masih sangat terluka, dirinya ini masih saja bersikap egois dengan menginginkan suami wanita lain
"Sadar Aluna! Kamu itu hanya istri rahasia. Wanita yang ditugaskan untuk melahirkan anak, bukan wanita yang dia cintai"
***
Sebuah ballroom hotel berbintang dipusat kota dihias dengan begitu mewah, malam ini adalah perayaan ulang tahun kepala keluarga Bimantara yaitu Ronald Bimantara
Pria berusia delapan puluh tahun itu masih terlihat sehat, Ronald tengah menyambut kehadiran para tamu maupun kolega bisnis
William yang juga berada disana menatap muak pada ayah mertuanya itu, harusnya Ronald mati saja agar perusahaan Bimantara menjadi miliknya
Jika William muak pada ayah mertuanya, maka Arjuna dibuat kesal oleh istrinya, pesta ini Zoya jadikan kesempatan untuk selalu dekat dengannya
"Tahanlah sebentar saja, Arjuna! Kita harus bersikap biasa saja didepan Opa!" Zoya menahan lengan suaminya saat Arjuna hendak menarik tangannya
Arjuna diam saja, keduanya melangkah hingga tiba didepan seorang pria tua yang tersenyum menyambut kedatangan cucu kesayangannya
"Arjuna" Ronald memeluk cucu laki-lakinya itu, sambil menepuk punggungnya dengan bangga
"Selamat ulang tahun Opa"
"Terima kasih nak"
Zoya mendekat, lalu bergantian memeluk Ronald dan mengucapkan selamat ulang tahun
"Ayo nak, Opa akan kenalkan kamu dengan rekan bisnis keluarga kita!" Ronald membawa anak serta menantunya kehadapan beberapa pria
"Selamat datang tuan Harry" Ronald tersenyum pada seorang pria paruh baya
"Tuan Ronald" Keduanya saling melempar senyum
"Tuan Harry, perkenalkan dia Arjuna! Cucu sekaligus pewaris kerajaan bisnis Bimantara" Ujar Ronald dengan bangga
"Arjuna Bimantara" Tuan Harry tampak takjub "Dia salah satu pebisnis yang diperhitungkan"
Ronald tersenyum "Tentu saja, darah Bimantara mengalir di tubuhnya"
"Ya, seorang Bimantara pasti akan menjadi yang terbaik!" Keduanya tertawa
Ronald kembali membawa cucu serta cucu menantunya menemui para kolega bisnis keluarga Bimantara
Hal ini jelas membuat William kesal setengah mati karena dirinya seolah tidak terlihat
"Dasar tua bangka, berani sekali dia mengabaikan saya" William mengepal
"Tuan William" Pria paruh baya itu tersenyum pada seorang pria yang menegurnya, keduanya berbincang kecil
"Aku ke toilet sebentar yaa!" Bisik Zoya pada suaminya
"Hmm"
Wanita cantik itu melangkah menuju kamar mandi, melihat sang menantu meninggalkan keramaian William ikut menyusul
Saat melewati lorong yang sepi, Zoya merasakan tubuhnya ditarik dan didorong hingga punggungnya menyentuh dinding yang dingin
"Papa" Zoya terkejut melihat pria didepannya
"Hay sayang"
"Papa mau apa? Lepas Pah!" Wanita cantik itu memberontak namun tenaganya jelas saja tidak sebanding dengan seorang pria yang rutin melakukan olahraga berat
"Berani sekali kamu menghindari saya!" William menekan tubuh indah itu membuat Zoya meringis
"Aku ingin memperbaiki pernikahan aku dengan Arjuna, aku hanya mencintai suamiku" Zoya mengatakannya dengan sungguh-sungguh
"Benarkah? Apa kamu lupa bagaimana kamu menjerit dibawah tubuh ku? Tubuh mertuamu ini, sayang?"
Membayangkannya saja sudah membuat Zoya jijik, harusnya ia tidak pernah menikmati permainan ayah mertuanya hingga membuat dirinya terjebak seperti ini
"Maaf Pah, tapi aku ingin berubah. Aku ingin mengakhiri semuanya! Aku hanya ingin bersama suamiku dan setia padanya"
William tertawa mendengar ucapan menantunya itu "Hubungan apa yang ingin kamu perbaiki? Hah? Pernikahan kamu sudah hancur bahkan Arjuna sudah memiliki wanita lain"
"Aku tidak peduli, aku akan menghancurkan wanita itu karena Arjuna hanya milikku" Ujarnya penuh keyakinan
"Aku akan mengandung anak laki-laki Arjuna, pewaris Bimantara group. Aku akan menjadi nyonya Arjuna Bimantara, hanya aku" Ucapnya dengan penuh keyakinan
"Orang-orang ku sudah menemukan wanita itu" Mata Zoya membulat sempurna, tujuannya adalah melenyapkan wanita yang sudah berani hadir dirumah tangganya
"Siapa dia"
William terkekeh, merasa dirinya menang dengan informasi yang dimiliki
"Namanya Aluna, kamu tau sayang? Usianya masih sangat muda dan dia sangat cantik" William mengusap pipi mulus itu lalu mengecupnya
"Aku ingin menemui dia"
"Itu mudah, kita akan temui dia tapi dengan satu syarat" William menatap penuh arti dan Zoya sepertinya tau apa maksud dari pria didepannya ini
"Kita tidak bisa melakukannya dirumah, Arjuna selalu berada dirumah akhir-akhir ini"
William tersenyum, ia kecup bibir merah merona itu sekilas "Kamu memang paling tau apa yang saya inginkan"
"Lepaskan aku Pah! Kita akan atur waktunya, hari ini acara ulang tahun Opa dan aku tidak ingin semua menanyakan keberadaan aku"
William sadar jika mereka tengah merayakan acara ulang tahun, ini tidak baik terlebih para kolega bisnis juga menyadari ketidak beradaannya
"Baiklah, kita akan atur waktunya! Jika Papa puas, maka kamu akan bertemu wanita itu" William mendekatkan wajahnya, bibir keduanya bertemu, saling berbelit dan Zoya meladeninya
"Tapi jangan menghabisinya" Ujar William saat tautan bibir keduanya terlepas
"Kenapa? Aku hanya ingin dia mati"
"Jika kamu membunuhnya, Arjuna pasti akan melenyapkan kita berdua" William melepas Kungkungan nya
"Kita buat Arjuna membencinya" Zoya mendengar kan rencana yang ayah mertuanya itu inginkan, tidak ada pilihan lain selain menyetujuinya
"Baiklah, aku ikut rencana Papa" Ucap Zoya pada akhirnya
"Bagus sayang! Papa sudah tidak sabar, kamu kabari Papa secepatnya!" Sebelum pergi, William menyempatkan diri untuk kembali mengecup bibir ranum nan menggoda itu membuat Zoya kesal setengah mati
"Dasar tua bangka breng____" Zoya mengumpat saat melihat penampilannya yang berantakan