Indonesia
NovelToon NovelToon
Rumah Kontrakan Angker

Rumah Kontrakan Angker

Status: sedang berlangsung
Genre:Hantu / Horor / Rumahhantu
Popularitas:202
Nilai: 5
Nama Author: Putri Trisna

Rumah dua Lantai yang kami sewa ternyata rumah Angker.
Malam terasa panjang dan mencekam.
"Aku menyesal mas menyewa rumah ini" ucap Adel sambil bersungut-sungut.
"Yaa..mau bagaimana lagi, sewa nya masih panjang, kan sayang kalau kita pindah rumah" balas Bram.
Bram adalah seorang pegawai pemerintahan yang di mutasi ke kota Bogor.
Sedangkan Adel hanya seorang ibu rumah tangga biasa.
Mereka menikah setahun yang lalu dan belum memiliki rumah.
Karena Mutasi pekerjaan, mereka pindah ke Kota Bogor, dan menyewa rumah dua lantai yang sangat besar.
Kondisi rumah kokoh, namun di beberapa kamar terlihat cat tembok yang terkelupas.
Suasana nya sejuk, dan tentu saja Adel tergiur dengan harga sewa yang sangat murah.
"Kamu sih mas!! malah bayar rumah ini langsung satu tahun, padahal kita coba dulu bayar perbulan" ungkap Adel sedikit ketus
"Nasi sudah menjadi bubur sayang..kita coba saja dulu yaa" dengan nada menenangkan Bram mendekat ke arah Adel, lalu mencium kening nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Trisna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bayangan Hitam

Lampu yang menggantung di tangga terlihat seperti konslet. Kadang menyala dan mati.

Nana merasakan suasana yang berbeda di malam ini. Untuk mandi saja merasa ketakutan.

"Ah, apa mungkin rumah baru jadi takut mandi malam ya" gumam Nana.

Tiba-tiba saja, sekarang giliran lampu kamar Nana yang mati.

Ia meraih ponsel dan menyalakan senter di ponsel nya.

Saat senter ponsel dinyalakan terlihat bayangan hitam di tembok.

"Yaa tuhan..." teriak Nana, seakan jantung nya terasa copot. Nana mematikan lalu menyalakan kembali senter ponsel nya.

Nana memastikan sekali lagi apa benar yang ia lihat adalah bayangan hitam di tembok

Saat di nyalakan kembali, bayang itu hilang seketika.

"Syukurlah..mungkin perasaan ku saja" gumam Nana.

Nana tidak mengetahui jika lampu dilantai atas saja yang mati, sedangkan di lantai bawah terang benderang.

Lama kelamaan, Nana merasa pengap karena pintu kamar nya tertutup dan kondisi gelap gulita.

Glek...

Nana membuka pintu kamar, agar tidak merasa pengap di dalam, ia berbalik menuju ranjang kasur nya.

Saat ia akan duduk diatas ranjang kasur, Nana melihat bayangan yang berlari melintas di depan pintunya.

Wush.....

Bayangan melintasi pintu beberapa kali.

Pupil mata Nana membesar, mulut nya terbuka lebar menganga.

Nana kembali di kejutkan oleh bayangan yang melintas dihadapan nya.

Dengan segera Nana kembali menutup pintu kamar nya . Ia merebahkan tubuh nya diatas ranjang kasur tanpa mengganti pakaian kerja nya.

"Kok malam ini horor banget ya" gumam Nana lagi, sembari menutup seluruh tubuh nya dengan selimut dari ujung kaki hingga ujung kepala dan Nana tertidur.

Keesokan pagi nya terlihat Adel dan Bram sedang sarapan di meja makan.

Wajah Adel terlihat lebih segar dari hari kemarin. Tadi malam Adel dapat tidur dengan tenang tanpa gangguan apapun.

Yang tidak di ketahui Adel adalah, semalaman yang di ganggu oleh makhluk halus adalah Nana.

Tuk..tuk..tuk

Terdengar suara langkah kaki menuruni anak tangga.

"Selamat pagi..." sapa Adel saat melihat Nana yang masih mengenakan pakaian kerja nya semalam.

"Pagi kak Adel dan suami" sahut Nana yang terlihat lesu.

"Gak ganti seragam apa semalam?" ucap Adel keheranan, melihat Nana yang masih mengenakan pakaian kerja nya.

"Cape banget kak semalam, langsung ketiduran aku" sahut Nana beralasan.

Nana mengalami apa yang Adel alami sebelum nya, Nana takut jika ia menceritakan bahwa semalaman ia di ganggu oleh bayangan bayangan Adel tidak akan percaya pada cerita nya.

"Mau sarapan gak? Ini aku menggoreng telur kecap lebih, sana gih ambil nasi nya di dapur" ucap Adel menawarkan makanan pada Nana.

"Iya terimakasih kak Adel, sepertinya aku mau membuat kopi saja dulu, ngantuk banget" sahut Nana sembari mengambil air di dispenser.

"Aduh..bangun tidur langsung minum kopi gak perih itu lambung nya?" tambah Adel.

"Enggak kak, sudah biasa begini tiap melek mata hehe" sahut Nana, setelah selesai membuat segelas kopi, Nana ikut duduk bergabung di meja makan bersama pasangan suami istri itu.

"Suami kak Adel, aku ikut gabung ya disini" sapa Nana pada Bram yang terlihat focus dengan makanan yang ada di hadapan nya.

"Oh iya gak apa-apa, gabung saja santai hehehe" sahut Bram dengan ramah.

"Suaminya kak Adel...hihihi nama suamiku Bram, panggil saja Mas Bram" ucap Adel yang janggal mendengar Nana memanggil suami nya dengan sebutan suami Kak Adel.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!