Indonesia
NovelToon NovelToon
Mafia Cacat Untuk Amira

Mafia Cacat Untuk Amira

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Anak Genius / Orang Disabilitas
Popularitas:10.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ayumarhumah

Seumur hidupnya, Amira tidak pernah benar-benar dianggap sebagai bagian dari keluarganya. Sebagai anak yang lahir dari hubungan terlarang, ia selalu menjadi sasaran kebencian kakak tirinya. Bahkan lelaki yang dicintainya memilih kakaknya sendiri hanya karena Amira bukan anak sah keluarga itu. Ketika fitnah demi fitnah membuat ayahnya ikut membencinya, Amira akhirnya mendapat "hadiah" dari keluarganya—sebuah perjodohan dengan Kaizar, pewaris keluarga mafia paling ditakuti. Kaizar bukan pria biasa. Ia lumpuh, memiliki luka yang membekas di wajahnya, dingin, kejam, dan tidak mengenal belas kasihan. Bagi keluarga Amira, perjodohan itu adalah cara untuk menyingkirkan putri yang selama ini mereka anggap sebagai aib. Namun mereka tidak tahu satu hal. Di balik kekejaman Kaizar, tersimpan luka yang jauh lebih dalam. Dan ketika semua orang memilih takut kepadanya, Amira justru menjadi satu-satunya perempuan yang berani mendekat, memeluknya, lalu berkata, "Sabar... kamu tidak sendirian."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumarhumah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Ambar masih berdiri di depan ruang tindakan ketika perawat itu kembali bertanya.

"Apakah keluarga Bapak Ganjar sudah menghubungi anggota keluarga yang lain?"

Pertanyaan sederhana itu justru membuat dada Ambar terasa sesak.

Ia menatap perawat tersebut tanpa segera menjawab. Di kepalanya, nama yang baru saja disebut kembali terdengar begitu jelas.

Amira.

Anak yang selama ini sebisa mungkin ia jauhkan dari kehidupan keluarga Wijaya. Anak yang keberadaannya selalu mengingatkan Ambar pada perempuan dari masa lalu Ganjar.

Dan sekarang, setelah bertahun-tahun diperlakukan seolah tidak memiliki tempat di keluarga itu, Amira justru muncul sebagai salah satu orang yang mungkin dapat menyelamatkan nyawa Ganjar.

"Bu?" Perawat kembali memanggil.

Ambar tersadar. "Maaf."

Ia berusaha mengendalikan suaranya. "Kenapa harus Amira?"

"Karena beliau tercatat sebagai anak kandung pasien dan termasuk anggota keluarga terdekat. Kami membutuhkan calon pendonor lain secepat mungkin."

Alika yang sejak tadi berdiri di samping ibunya langsung mengangkat wajah. "Kalau begitu, hubungi Amira."

Ambar sontak menoleh. "Alika..."

"Kenapa, Mi?"

Alika memandang ibunya dengan mata sembap. "Kalau Amira bisa membantu Papi, panggil saja dia."

Tidak ada kebencian dalam suara Alika, apalagi keberatan. Yang terlihat hanya kecemasan seorang anak yang sedang takut kehilangan ayahnya.

Ambar justru semakin gelisah. "Masalahnya..."

Ia berhenti. Apa yang sebenarnya ingin dikatakannya? Bahwa Amira tidak perlu tahu? Bahwa mereka bisa mencari pendonor lain Atau bahwa keluarga Wijaya masih memiliki banyak kerabat yang mungkin dapat diperiksa?

Semua alasan itu terdengar masuk akal. Tetapi Ambar tahu, di balik semua alasan tersebut ada satu hal yang sedang ia lindungi. Sesuatu yang selama bertahun-tahun ia simpan sendirian.

Sesuatu yang bahkan Alika sendiri tidak pernah tahu.

"Masalahnya apa, Mami?" Alika mendekat.

Ambar memalingkan wajah. "Tidak ada."

"Kalau begitu telepon Amira."

Ambar mengeraskan rahangnya. "Dia baru menikah."

"Justru karena itu, mungkin dia sedang bersama suaminya."

Alika menatap ibunya penuh harap. "Kalau kita jelaskan keadaan Papi, menurutku dia akan datang."

Ambar terdiam. Itulah yang membuatnya semakin tidak tenang. Ia mengenal Amira cukup lama untuk tahu bahwa gadis itu tidak akan sanggup berpura-pura tidak peduli jika mengetahui ayahnya sedang berada dalam kondisi kritis.

Meskipun selama ini Ganjar tidak pernah benar-benar memberinya kasih sayang sebagai seorang ayah. Meskipun keluarga Wijaya berkali-kali membuatnya merasa tidak diinginkan.

Amira tetap anak Ganjar.

Dan jika dokter mengatakan nyawa ayahnya bergantung pada darah yang ada di tubuhnya, Ambar tahu kemungkinan besar Amira akan datang. Itulah yang justru menakutkannya.

"Bu, waktunya tidak banyak." Suara perawat membuat Ambar kembali menoleh. "Dokter meminta kami mencari donor sesegera mungkin."

Ambar memandang pintu ruang tindakan. Di balik pintu itu ada Ganjar. Suaminya. Pria yang baru beberapa saat lalu masih berdiri di hadapannya dengan emosi yang berantakan.

Mereka bertengkar. Saling melontarkan kata-kata yang selama ini disimpan. Dan sekarang Ganjar terbaring tidak berdaya.

Ambar memejamkan mata. Jangan sampai dia pergi. Apa pun yang terjadi setelah ini, ia belum siap menjadi seorang janda. Belum siap menghadapi perusahaan yang sedang berada di ujung masalah. Belum siap menghadapi keluarga besar.

Dan terutama... Belum siap jika semua rahasia yang selama ini ia kubur ikut terbuka setelah kematian Ganjar. Ia membuka mata perlahan.

"Baik."

Perawat menunggu.

"Hubungi Amira."

Alika mengembuskan napas lega. "Terima kasih, Mi."

Ambar tidak menjawab. Tangannya sudah merogoh ponsel dari dalam tas. Layar menyala.

Daftar kontak terbuka. Jarinya berhenti ketika menemukan nama itu.

Amira Wijaya.

Hanya melihat dua kata tersebut saja membuat pikirannya kembali dipenuhi masa lalu. Amira kecil. Rumah lama keluarga Wijaya. Kakek dan nenek yang begitu keras mempertahankan keberadaan gadis itu di tengah keluarga.

Ganjar yang selalu menjaga jarak. Dan Alika...

Ambar melirik putrinya. Wajah Alika tampak begitu cemas. Anak itu tidak tahu apa-apa.

Tidak tahu bahwa ada bagian dari masa lalunya yang selama ini sengaja ditutup rapat. Tidak tahu bahwa alasan Ambar selalu begitu keras mempertahankan posisinya dalam keluarga bukan hanya karena kebencian kepada Amira.

Ada sesuatu yang jauh lebih besar. Dan jika rahasia itu terbuka... bukan hanya hubungan Amira dan keluarga Wijaya yang akan berubah.

Kehidupan Alika juga bisa runtuh.

"Kenapa Mami diam saja?"

Ambar tersentak. Ia segera mematikan layar ponsel. "Tidak apa-apa."

"Mami..."

"Aku akan meneleponnya."

Alika memperhatikan wajah ibunya beberapa detik. "Mami takut?"

Pertanyaan itu membuat Ambar tercekat. Ia memaksakan senyum kecil. "Siapa yang tidak takut kalau Papi sedang seperti ini?"

Alika mengangguk. "Kalau begitu, telepon dia."

Ambar kembali menatap layar. Kali ini jarinya benar-benar menekan nama Amira.

Panggilan tersambung. Nada pertama terdengar. Ambar menahan napas. Nada kedua.

Jantungnya berdegup semakin cepat. Nada ketiga. Ia menggenggam ponsel lebih erat.

Di seberang sana, seseorang akhirnya mengangkat panggilan.

"Halo?" Suara Amira terdengar.

Ambar langsung membisu. Ada begitu banyak hal yang ingin dikatakannya. Tentang kecelakaan Ganjar. Tentang rumah sakit. Tentang darah. Tentang kemungkinan Amira datang.

Tetapi satu hal terus berputar di kepalanya. Jangan sampai dia tahu. Bukan tentang Ganjar, ataupun tentang kecelakaan. Melainkan tentang rahasia yang selama ini disembunyikannya dari semua orang.

"Hallo? Ibu?"

Suara Amira kembali terdengar. Ambar menutup mata. Sekarang ia tidak punya pilihan.

"Amira..." Suaranya bergetar.

"Ya, Bu?"

Ambar menelan semua kegelisahan yang memenuhi dadanya.

"Papi..." Suaranya terhenti. Ia tidak sanggup mengucapkan kalimat berikutnya. Di sampingnya, Alika menunggu dengan cemas.

Sementara di balik pintu ruang tindakan, suara monitor kembali terdengar lebih cepat. Waktu mereka semakin sedikit. Dan Ambar tahu, apa pun yang terjadi setelah panggilan ini... kehidupan keluarga Wijaya tidak akan pernah sama lagi.

Bersambung ...

1
ros
ceritanya menarik 👍
kaylla salsabella
makin penasaran
Oma Gavin
penasaran banget siapa ayah kandungnya alika
kaylla salsabella
la berarti yang anak kandung si amira
Yasinta Niken
lanjut tambah seru jangan putus lagi 💪💪💪
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up
Yasinta Niken
yang selalu mendapat yang terbaik untuk Ambar Alika anak siapa 🤭🤭🤭
Oma Gavin
akhirnya terbongkar alika anak selingkuhan ambar guma alika masih mau songong merasa kamu yg terbaik dan berhak hidup mewah ternyata kamu bukan anak ganjar
Oma Gavin
siapakah amira
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up💪
Yasinta Niken
kenapa kok putus2 saya senang ceritanya bagus 👍👍👍
kaylla salsabella
mungkin alika bukan anak kandung ganjar
Reni Anjarwani
semoga cpt terbuka rahasia yg disembunyikan ambar 🙏
Oma Gavin
fix alika anak ambar dgn dgn selingkuhan nya dan hanya amira yg sebenarnya anak kandung ganjar
Oma Gavin
kok aku curiga perusahaan ganjar milik mantan istrinya ibu amira
Oma Gavin
disaat Ganjar kritis antara hidup dan mati hanya darah amira yg bisa menyelamatkan nyawa ganjar, gimana alika kamu anak kesayangan tapi ternyata darah mu pun ngga sanggup menyelematkan ternyata kamu ngga guna jadi anak kesayangan
Yasinta Niken
saya bangga dengan kaisar Amira libas orang2 julid itu 🤭
Oma Gavin
semoga pernikahan kalian bahagia dan aku sumpahin pernikahan alika dan ricki bagaikan neraka
Yasinta Niken
makanya gak usah hubungan lagi sama Alika karena Alika itu demit
Yasinta Niken
Ricky Alika kalian berdua memang cocok jadi pasangan gila semoga hidupmu akan lebih sengsara
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!