Indonesia
NovelToon NovelToon
My Hero

My Hero

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Contest
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: ELISNA

seorang gadis 27 tahun menderita PTSD di masa lalu, bertemu tak sengaja dengan seorang dokter terjerat antara cinta dan kesalahan pahaman, sehingga sering kali membuat pertengkaran jika mereka bertemu. bagaimana kisah cinta mereka? simak yuk !!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ELISNA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Aku sedang membereskan pakaian untuk bersiap pulang sebenarnya tak betah juga lama-lama di rumah sakit. Tapi apa daya aku masih sedikit lemas untuk berjalan mungkin terlalu lama berbaring di ranjang.

"Hu'uh terasa sakit kaki" ucapku lalu kembali duduk padahal belum selesai memasukkan baju.

Tiba-tiba pintu kamar terdengar ada yang masuk dan otomatis aku menengok ke arah pintu.

"Siapa yang datang?"ucapku dalam hati.

"Anna" ucapnya lembut.

"dr Kevin, kenapa kau kesini?" tanyaku padanya.

" Memang kenapa?" tanya dokter Kevin.

"Aku bertanya malah dijawab dengan pertanyaan!" ucapku sedikit kesal.

"Apa dokter mau periksa aku atau menengok aku?" tanyaku lagi dengan nada sedikit kesal.

Bukan jawaban yang aku dapat malah tertawa kecil dan entah apa maksudnya.

"Sangat aneh dr Kevin" ucapku dengan nada keras. Yang tadi dr Kevin sibuk merapikan barang - barang punyaku saat aku mengucapkan itu dr Kevin tiba-tiba datang ke samping tempat tidur.

"Anna, jika ada sesuatu aku mohon kamu harus bilang padaku" ucapnya begitu duduk di samping ranjang.

"Jangan pernah sembunyikan semuanya" ucapnya lagi sambil menatapku terus tapi aku merasa sedikit risih mungkin karena malu dan juga hanya aku jawab dengan anggukan saja karena tak ada kata-kata yang keluar mungkin karena dadakan dr Kevin bisa berkata seperti itu.

"Aku tau trauma yang kamu dapat tapi bisakah cerita padaku jika kamu sedang kambuh" ucapnya lagi, awal aku berpaling tanpa melihat dr Kevin tapi saat dr Kevin memegang tangan aku otomatis melihat ke arah dr Kevin.

"Aku takut Anna, kamu tidur panjang lagi" ucapnya lagi, saat melihat ekspresi wajah dr Kevin entah mengapa aku merasa bersalah tapi aku tak mengerti dengan sikap dr Kevin.

"Tolong Anna jangan buat aku selalu khawatir kepada kamu, jika kamu harus koma lagi aku bisa gila dan emosi aku tidak bisa ke kontrol" ucapnya.

" mengerikan sekali " ucapku dalam hati sambil menatap wajah dr Kevin karena takut tersinggung juga jika aku berkata seperti itu.

"dr Kevin tidak usah khawatir, ada Nisa yang selalu mengingatkan aku segalanya" ucapku padanya mungkin ini sedikit kasar pasti dia akan marah tapi aku hanya tidak ingin terhanyut terlalu dalam dengan perhatian dr Kevin.

"Aku tau tapi Anna" ucap dr Kevin terpotong karena seseorang masuk ke dalam kamar terdengar suara pintu terbuka.

"Anna " ucap seorang perempuan berpenampilan mewah dan elegan seperti dia seorang perempuan kaya. Dia kakak pertamanya kak Adrian namanya kak Keyla dan aku juga sangat dekat dengannya meskipun kak Adrian sudah tidak ada kak Keyla selalu menghubungi aku dan menanyakan kabar atau kondisi aku tak hanya itu kak Keyla selalu memberikan transfer padaku setiap bulannya. Aku seperti anaknya padahal adiknya tak pernah diberikan transferan secara percuma selalu aja harus ada upaya untuk mendapatkan tapi kak Keyla berbeda memperlakukan aku.

"Kak, kenapa ada di sini??" tanyaku pada perempuan ini.

"Aku tau dari Dimas, kamu di rawat disini!!" ucapnya kemudian duduk disamping ranjang setelah dr Kevin berdiri.

"Kenapa bisa seperti ini? Tanyanya.

"Apa yang terjadi?" tanyanya lagi

"Aku" saat ingin menjawab namun terpotong.

"Kenapa tidak memberi tahu kakak sih??" ucapnya.

"Aku mau jawab bagaimana?? Kak Keyla terus bertanya tanpa henti!!" ucapku.

"Maafkan kakak, kakak hanya khawatir kepada kamu dan kamu sendirian disini jika ada sesuatu seperti ini siapa yang akan menjaga kamu ??" ucapnya padaku.

"Setidaknya kamu punya aku Anna apapun itu tolong cerita pada kakak" ucapnya lagi sambil menarik nafas panjang mungkin masih ada rasa marah.

"Sebaiknya kamu tinggal dengan kakak !!" ucapnya dengan penuh nada tegas.

"Kakak, Anna tinggal dengan Nisa " ucapku terhenti sedikit karena tenggorokan terlalu kering dan aku harus menelan ludah agar tak terlalu kering.

"Nisa sangat menjaga Anna, jadi kakak tidak usah khawatir" ucapku.

"Tidak Anna, keputusan kakak tetap seperti itu " ucapnya dengan tegas.

"kakak, tempat kerja Anna dekat dengan rumah Nisa " ucapku masih meminta kepada kakak.

" Kakak anak mengantar kamu kerja!!" ucapnya.

" Tapi jika kakak sibuk siapa yang akan mengantarkan aku?" ucapku kemudian kakak tidak menjawabnya.

" Mending kamu keluar kerja dan bekerja ditempat kakak" ucapnya dan aku hanya menghela nafas panjang karena kakak selalu ada jawaban.

"Kak, aku mohon bukan aku tidak mau bersama kakak tapi rumah kakak terlalu banyak kenangan aku dan kak Adrian" ucapku mata aku mulai sedikit berkaca-kaca dan ada rasa sesak ketika harus bercerita tentang kak Adrian.

" Aku ingin sekali tinggal bersama kakak tapi bayangan semua kenangan selalu terngiang dan aku juga merasa bersalah dengan semua ini" ucapku sambil menangis kak Keyla menatap kearah aku lalu memegang tangan.

" Aku wanita jahat kak!!" ucapku lagi dan kakak lalu memeluk aku.

" Tidak ini semuanya adalah takdir, jangan merasa bersalah dan kakak tak pernah menyalahkan kamu" ucapnya

"Maafkan kakak " ucapnya lagi.

Aku hanya terus menerus menangis sambil menahan sakit tapi rasa sesak itu malah menyakitkan membuat aku tak kuat untuk menahannya dan aku mulai tidak bisa bernafas.

" Anna kamu kenapa?" ucap kakak padaku.

" Kak, biar aku cek dulu " ucap dr Kevin yang tadi duduk lalu berdiri menghampiri ranjang dan memencet tombol darurat yang ada di samping ranjang mungkin dr Kevin sesuai prosedur karena Anna tidak di rawat oleh dr Kevin.

POV dr Kevin

Tiba-tiba dokter dan suster datang lalu mengecek kondisi Anna , aku dan kakak Keyla menunggu di luar ruangan. Melihat tingkah kak Keyla yang sangat khawatir dan aku berinisiatif untuk menenangkan kak Keyla.

"Kak, jangan khawatir dokter yang menangani Anna adalah dokter terbaik dan dia akan menangani Anna dengan baik " ucapku.

"Aku takut dan aku merasa bersalah seharusnya aku tidak egois padahal aku tau Anna masih trauma dengan semuanya " ucapnya sambil menangis.

"Tenang kak, aku yakin Anna kuat " ucapku menenangkan kak Keyla. Aku juga sama hal dengan kak Keyla tapi aku harus kuat agar tak sama-sama lemah.

Dokter pun keluar dari ruangan kamar Anna, dan sedikit lega bahwa Anna baik-baik saja, dokter menyarankan agar Anna tak terlalu banyak pikiran dan meminta untuk beristirahat dua hari di rumah sakit untuk observasi kesehatan Anna. Aku dan kak Keyla lalu masuk kemudian duduk menunggu Anna siuman.

"Kak, aku mau beli makanan dulu, kakak mau makan apa?" tanyaku karena sudah sore kak Keyla belum makan dan Anna juga belum sarapan.

"kakak, tidak nafsu makan" ucapnya sambil terus menatap dan memegang tangan Anna.

Tak aku jawab tapi langsung pergi dan membeli makanan meskipun kak Keyla tak mau aku akan membelikan.

Bersambung

Jangan lupa like comment and vote

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!